Halloween Costume ideas 2015
Latest Post
Adsense ANEKA AYAM ANEKA BUBUR KOLAK ANEKA CAMILAN ANEKA DAGING ANEKA ES ANEKA GORENGAN ANEKA IKAN SEAFOOD ANEKA JAJANAN ANEKA KUE ANEKA KUE BASAH ANEKA KUE KERING ANEKA MAKANAN BAYI ANEKA MIE PASTA ANEKA MINUMAN ANEKA NASI ANEKA PUDING ANEKA ROTI ANEKA SAMBAL ANEKA SAYUR MAYUR ANEKA SUP SOTO ANEKA TAHU TEMPE ANEKA TELUR Bahasa Indonesia baju Blogging Catatan Guru SD Cerpen Css/Javascript Designs harga souvenir pernikahan murah bekasi harga souvenir pernikahan murah bogor harga souvenir pernikahan murah depok harga souvenir pernikahan murah jakarta harga souvenir pernikahan murah tangerang How To Informasi Informasi Pendidikan Informasi Umum Internet IPA jual souvenir pernikahan berkualitas bali jual souvenir pernikahan berkualitas bandung jual souvenir pernikahan berkualitas banjarmasin jual souvenir pernikahan berkualitas batam jual souvenir pernikahan berkualitas bekasi jual souvenir pernikahan berkualitas bogor jual souvenir pernikahan berkualitas depok jual souvenir pernikahan berkualitas jakarta jual souvenir pernikahan berkualitas medan jual souvenir pernikahan berkualitas palembang jual souvenir pernikahan berkualitas tangerang jual souvenir pernikahan lucu bali jual souvenir pernikahan lucu bandung jual souvenir pernikahan lucu banjarmasin jual souvenir pernikahan lucu batam jual souvenir pernikahan lucu bekasi jual souvenir pernikahan lucu bogor jual souvenir pernikahan lucu depok jual souvenir pernikahan lucu jakarta jual souvenir pernikahan lucu medan jual souvenir pernikahan lucu palembang jual souvenir pernikahan lucu tangerang jual souvenir pernikahan murah bali jual souvenir pernikahan murah bandung jual souvenir pernikahan murah banjarmasin jual souvenir pernikahan murah batam jual souvenir pernikahan murah bekasi jual souvenir pernikahan murah bogor jual souvenir pernikahan murah depok jual souvenir pernikahan murah medan jual souvenir pernikahan murah palembang jual souvenir pernikahan murah tangerang jual souvenir pernikahan rekomended bali jual souvenir pernikahan rekomended bandung jual souvenir pernikahan rekomended banjarmasin jual souvenir pernikahan rekomended batam jual souvenir pernikahan rekomended bekasi jual souvenir pernikahan rekomended bogor jual souvenir pernikahan rekomended depok jual souvenir pernikahan rekomended jakarta jual souvenir pernikahan rekomended medan jual souvenir pernikahan rekomended palembang jual souvenir pernikahan rekomended tangerang jual souvenir pernikahan terlaris bali jual souvenir pernikahan terlaris bandung jual souvenir pernikahan terlaris banjarmasin jual souvenir pernikahan terlaris batam jual souvenir pernikahan terlaris bekasi jual souvenir pernikahan terlaris bogor jual souvenir pernikahan terlaris depok jual souvenir pernikahan terlaris jakarta jual souvenir pernikahan terlaris medan jual souvenir pernikahan terlaris palembang jual souvenir pernikahan terlaris tangerang jual souvenir pernikahan termurah bali jual souvenir pernikahan termurah bandung jual souvenir pernikahan termurah banjarmasin jual souvenir pernikahan termurah batam jual souvenir pernikahan termurah bekasi jual souvenir pernikahan termurah bogor jual souvenir pernikahan termurah depok jual souvenir pernikahan termurah medan jual souvenir pernikahan termurah palembang jual souvenir pernikahan termurah tangerang jual souvenir pernikahan terpercaya bali jual souvenir pernikahan terpercaya bandung jual souvenir pernikahan terpercaya banjarmasin jual souvenir pernikahan terpercaya batam jual souvenir pernikahan terpercaya bekasi jual souvenir pernikahan terpercaya bogor jual souvenir pernikahan terpercaya depok jual souvenir pernikahan terpercaya jakarta jual souvenir pernikahan terpercaya medan jual souvenir pernikahan terpercaya palembang jual souvenir pernikahan terpercaya tangerang jual souvenir pernikahan unik bali jual souvenir pernikahan unik bandung jual souvenir pernikahan unik banjarmasin jual souvenir pernikahan unik batam jual souvenir pernikahan unik bekasi jual souvenir pernikahan unik bogor jual souvenir pernikahan unik depok jual souvenir pernikahan unik jakarta jual souvenir pernikahan unik medan jual souvenir pernikahan unik palembang jual souvenir pernikahan unik tangerang Kisi-kisi Soal Komputer Label Based Sitemap Themes lainnya Matematika Materi Ajar Multimedia Opini Otak-atik Blog Pages Pedagogis Pendidikan Posts SEO Settings Sitemap Themes Tips TIPS DAN INFO Tools Tutorial Tutorial Ms. Excel Tutorial Print Widgets

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Sebagaimana postingan terdahulu mengenai Contoh Soal Isian/Uraian/Essay USBN SD IPA 2018 paket 1, sekarang kita akan membahas pola lanjutan dari soal isian IPA.

 Sebagaimana postingan terdahulu mengenai Contoh Soal Isian Contoh Soal Isian/Uraian/Essay USBN SD IPA 2018 (Paket 2)


Perlu diingat, bahwa dalam naskah soal isian, kisi-kisi USBN SD 2018 Irisan tidak menyebutkan indikator soal-soal mana yang akan dijadikan naskah soal isian. Di dokumen tersebut tidak dijelaskan indikator mana yang akan dijadikan soal isian.

Baca juga: Cara Mengajar Siswa Kelas 6 dalam Mempersiapkan Ujian Sekolah

Namun, dinas pendidikan menggarisbawahi bahwa soal isian sanggup diberitahukan melalui lembaga bedah kisi-kisi yang dilakukan oleh dinas pendidikan. Sosialisasi ini dilaksanakan di lembaga KKG guru kelas VI sehingga guru sanggup memfokuskan pendalaman materi.
Baca juga artikel terbaru: Kisi-kisi Soal Uraian/Essay/Isian USBN IPA SD 2018/2019
Sebagaimana yang telah kita ketahui pada postingan sebelumnya di pola soal isian/uraian/essay USBN SD IPA 2018 Paket 1. Bahwa soal isian untuk mata pelajaran IPA terdiri dari: 5 indikator dari 3 ruang lingkup materi yang akan dijadikan soal ujian. Artinya, dari 5 Ruang lingkup materi IPA hanya 3 ruang lingkup materi yang akan keluar sebagai soal isian.

Ruang lingkup materi yang akan dijadikan soal isian untuk mata pelajaran IPA adalah:

  • Struktur dan Fungsi Makhluk Hidup
  • Energi dan Perubahannya
  • Bumi dan Alam Semesta
Baca juga: Kumpulan Soal USBN SD IPA ihwal Bumi dan Gerhana
Berikut pola indikator soal yang sanggup kita kembangkan kisi-kisinya:

No. Lingkup Materi & Indikator Irisan Level Indikator
36 Upaya insan dalam keseimbangan/pelestarian lingkungan L1 Menjelaskan cara melestarikan sumber daya alam tertentu menurut kasus di suatu daerah.

37 Peserta didik bisa mengaplikasikan pengetahuan tentang:
  • daur hidup hewan
  • mekanisme sistem gerak
  • mekanisme sistem organ (pernapasan, pencernaan, dan peredaran darah)
  • pemeliharaan kesehatan organ

L2 Siswa sanggup mengaplikasikan pengetahuan ihwal prosedur sistem gerak (Sendi) pada suatu bab rangka insan
38 Peserta didik bisa memakai kecerdikan berkaitan dengan:
  • hubungan antara sistem organ dan gangguan yang ditimbulkan
  • percobaan pada sistem organ
  • hubungan antara daur hidup/perkembangbiakan dengan pelestarian makhluk hidup

L3 Peserta didik bisa memakai kecerdikan berkaitan dengan percobaan sistem organ
39 Peserta didik bisa mengaplikasikan pengetahuan tentang:
  • gaya dan gerak
  • bentuk energi dan perubahannya
  • suhu dan kalor
  • bunyi dan cahaya
  • listrik dan magnet

L2 Menyebutkan pola kegiatan yang menawarkan gaya sanggup mengubah gerak, arah, atau bentuk benda.
40 Peserta didik bisa memakai kecerdikan berkaitan dengan:
  • sumber daya alam
  • daur air 
  • Gerhana bulan dan Matahari
  • Sistem Penanggalan

L3 Siswa bisa memakai kecerdikan berkaitan dengan daur air terhadap salah satu kegiatan insan

Berikut pola soalnya:

31 Jelaskan upaya pelestarian binatang dan tumbuhan langka yang ada di Indonesia!
32 Perhatikan gambar di bawah ini!

 Sebagaimana postingan terdahulu mengenai Contoh Soal Isian Contoh Soal Isian/Uraian/Essay USBN SD IPA 2018 (Paket 2)


Sebutkan sendi-sendi yang ada pada rangka gerak di atas!

33. Ardi diminta menciptakan sebuah percobaan IPA dengan peralatan menyerupai gambar berikut:

 Sebagaimana postingan terdahulu mengenai Contoh Soal Isian Contoh Soal Isian/Uraian/Essay USBN SD IPA 2018 (Paket 2)


Ketika balon B ditarik ke bawah, balon A yang berada di dalam botol ikut mengembang. Percobaan organ apa yang dilakukan Ardi dan apa yang dibuktikan dalam percobaan di atas?
34 Perhatikan gambar berikut:

 Sebagaimana postingan terdahulu mengenai Contoh Soal Isian Contoh Soal Isian/Uraian/Essay USBN SD IPA 2018 (Paket 2)


Dari gambar di atas, Gery menggiring bola hingga hingga di depan gawang lawan. Seketika Gery menendang kuat-kuat bola tersebut. Sayangnya, bola tersebut hanya mengenai mistar gawang lawan. Jelaskan imbas gaya apa yang bekerja pada bola tersebut?
35 Perhatikan gambar berikut:
 Sebagaimana postingan terdahulu mengenai Contoh Soal Isian Contoh Soal Isian/Uraian/Essay USBN SD IPA 2018 (Paket 2)

Jika Pak Samin membangun rumah dengan menciptakan tamannya disemen atau diaspal, Jelaskan bab tahapan daur air nomor berapa yang sanggup terganggu?

Baca juga: Contoh Soal dan Rangkuman USBN SD IPA ihwal Pelestarian Lingkungan


Dan penjelasannya adalah:
36. Upaya pelesteraian binatang atau tumbuhan langka yaitu sebagai berikut:
Pelestarian binatang langka, dilakukan dengan banyak sekali cara. Misalnya:
  •     Pelarangan (hukum tegas) berburu binatang langka
  •     Mengganti materi yang bersumber dari binatang langka dengan materi sintesis (buatan)
Pelestarian tumbuhan  sanggup dilakukan dengan cara, misalnya:
  •     Tidak menebang pohon sembarangan
  •     Melarang illegal Logging( penebangan pohon secara liar)
  •     Sistem tebas pilih
  •     Melakukan aktivitas reboisasi dengan menanam bibit tumbuhan yang sudah langka
  •     Melakukan pemeliharaan tumbuhan dengan benar

Baca Juga: Ringkasan Materi IPA: Upaya Pelestarian Hewan dan Tumbuhan
Baca juga: Contoh Soal dan Rangkuman USBN IPA ihwal Pelestarian Lingkungan
37. Sendi-sedi yang ada pada rangka gerak bab tangan adalah:
  1. Sendi peluru, yaitu Sendi ini terdapat di antara tulang lengan atas dan gelang bahu
  2. sendi putar, yaitu sendi yang terdapat di antara tulang hasta dan pengumpil
  3. sendi engsel, yaitu sendi yang terdapat di antara tulang lengan atas dengan tulang hasta, sendi yang berada di antara pergelangan tangan
  4. sendi pelana, yaitu sendi yang terdapat pada tulang ibu jari dan telapak tangan


Baca juga: Contoh Soal USBN 2018 IPA ihwal Hubungan Daur Hidup/Perkembangbiakkan dengan pelestarian lingkungan

38. Cara kerja paru-paru

Percobaan di atas menerangkan cara kerja paru-paru saat bernapas. Ketika menarik napas, paru-paru akan mengembang. Ketika menghembuskan napas, paru-paru akan mengempis.

Update: Contoh Soal USBN IPA ihwal Penalaran Berkaitan Percobaan Sistem Organ


39. Bola mengenai mistar gawang sehingga bola memantul sesudah ditendang oleh pemain. Peristiwa memantulnya bola merupakan imbas gaya sanggup mengubah arah gerak benda.
40. Kegiatan insan yang sanggup mensugesti siklus air adalah:
1. Penggundulan hutan
2. Penutupan tanah oleh aspal dan semen
3. Pembangunan hunian (rumah) di tempat resapan air
4. Pencemaran air oleh limbah industri

Penutupan tanah oleh aspal dan semen akan mengganggu tahap daur nomor 4, yaitu infiltrasi. Suatu proses absorpsi air ke dalam tanah

Aku turun selepas sambutan yang saya bawa sebagai perwakilan wisuda. Seragam melekat pada kebesaran badan kami yang telah rampungkan masa-masa berguru di sekolah tinggi. Aku dan beberapa temanku sering melempar harapan di manakah nantinya kita akan bertemu kembali. Jawabannya dengan beberapa pengharapan supaya suatu masa kami sanggup bertemu dan mengenang masa-masa kuliah di sini.

 Aku turun selepas sambutan yang saya bawa sebagai perwakilan wisuda Cerpen: Saksikanlah aku, Bu! Aku bangun di sini dengan seragam togaku


Namun, di samping harapan yang selalu kami jajakan kepada teman-temanku yang entah terwujud kapan, saya menunggu ibuku tiba menjemputku kemudian bangun di sampingku dan mengabadikannya dalam bingkaian jepertan tustel. Foto  itu nantinya akan kami pajang besar-besar melengkapi foto keluarga di kamar tamu rumahku. Sayangnya, hampir program ini rampung, ibuku belum hadir juga.

Aku  ingat ketika dia melepaskan saya untuk pertama kalinya. Senang bercampur sedih ketika mengantarkan saya keluar rumah. Katanya, "Kamu harus benar-benar serius mengejar cita-citamu itu, Nak. Jangan pikirkan ibu nanti ketika Kau menuntut ilmu." Maka sederati butiran air mata haru melinang di pipi ibu. Aku  ingin memeluknya ketika itu, sayangnya dia menapik. Ibu minta saya bersegara berangkat sebab kereta yang saya tumpangi itu bisa terlambat.

Aku  tahu saya begitu terlambat memberi kabar ibu bawa saya sudah lulus dari universitas favoritku. Cita-cita yang selalu saya ingin buktikan tatkala orang lain begitu gagu untuk mewujudkannya. Bagiamanapun saya tidak mau teracuni anutan ndeso bahwa ijazah kuliah tidak menjamin kehidupan mapan seorang anak. Lebih-lebih, ibuku hanya seorang penjual jamu gendong. Cibiran dan sindiran bisa saja menciptakan hidup ibu sepeninggalku di kampung putus asa. Dan itu terbukti, ketika dia sering kali memintaku pulang ketika telpon mengabarinya tidak bisa memberiku biaya hidup di Jakarta.

Sungguhpun saya tidak ingin membebani ibu. Aku  meyakini usahaku yang jerih. Aku tidak peduli pada harga diri yang seriing mencerca bahwa saya ini yaitu mahasiswa. Demi menyambung hidup dan mimpi, saya sudi memungut sampah dan mengumpulkannya menjadi barang jadi yang entah didaur ulang menjadi apa. Aku hanya pemulung yang kemudian dijual perkilonya dengan upah yang kubutuhkan menyambung hidup. Kadang pula saya mencuci pakaian teman-teman demi upah sesuap nasi bungkus yang saya makan menambal rasa lapar setiap saat. Tapi, semua yang saya lakukan itu, ibu tidak pernah tahu dan saya tidak mau hingga ibu mengetahuinya.

Kami berdiri, menanti urutan nama kami dipanggil rektor. Menyaksikan anaknya ini disebut ke depan pada ritual pemindahan bandul di topi toga: Tentu menjadi syarat haru. Aku masih menunggu ibu. Aku tahu ibu niscaya datang, saya minta Awang—pamanku-- supaya mengantar ibu hingga ketempat wisuda. Biaya ibu nanti saya ganti di sini, yang penting bagiku yaitu kehadirannya di sini. Begituulah mintaku pada Awang seminggu sebelum program ini tergelar

Nama-nama lulusan dibacakan dengan lantang. Sepertinya formasi nama yang disebut itu dari fakultas lain. Aku kenal Rahmadi Jayadhipa, nama yang gres saja disebut. Disusul temannya, yang juga saya kenal sering bersama Rahmadi. Nama selanjutnya memang dari teman-teman fakultas Rahmadi. Aku sering melongok ke pintu masuk, mungkinkah ada orang yang saya kenal darikampung. Awang, atau siapalah yang mengantarkan ibu menyaksikan namaku disebut ke depan podium.

Setengah jam kemudian, nama dari temanku yang satu fakultas disebut. Degup jantungku mengencang. Keringatku memeras. Seorang sahabat menyadarkanku, “Kamu kenapa Riyan? Kamu gugup?”

Aku menggeleng, tertunduk, kemudian mengatur ketenanganku supaya tak terbaca kegelisahanku. Sesekali saya melongok pintu itu. Tidak ada wajah yang saya kenal. Aku lempar senyum kepada temanku itu. “Kamu tiba bersama keluargamu?”

Dia pun tersenyum, dia menunjukkan ke arah orang tuanya. Di sana ada senyum senang dari seseorang yang duduk di barisan orang tua. Aku begitu senang padanya. Sungguh, jikalau ibu pun duduk di sana, bersama orang bau tanah kami. Aku sungguh merasa duniaku penuh dengan rasa bangga. Sayangnya, hingga lima belas menit berlalu tidak ada ssama sekali wajah yang saya kenal dari kampung.

Mungkin saya harus merelakan bahwa program yang sungguh membuatku merasa mempunyai sejarah ini tidak dihadiri oleh ibuku. Aku hanya ingin pertanda bahwa keinginan almarhum ayah terwujud di sini. Di kawasan ini. Meski kadang ibu selalu menggeleng-gelengkan kepala bercampur tangisnya mengenang almarhum. Kuyakinakn itu bahwa saya sanggup membuatnya tersenyum melihat anaknya sanggup menyemat gelar keserjanaan. Dan itu, kuyakinkan ibu sebelum keberangkatanku.

Sebentar lagi namaku disebut. Aku harus bersiap-siap. Berdiri, kemudian menanti giliranku. Aku yakinkan bahwa ibu memang tidak bisa menghadiri. Kuyakinkan pula bahwa saya harus tersenyum, mungkin saja ibu berhalangan. Maka keberanianku, kegelishanku, saya hampas pada setarikan napas. Meski rasa rindu pada ibu itu menggelayuti, saya yakinkan itu.

“Riyan Sutama!”

Namaku menggema, bunyi yang didengunakan pengeras bunyi itu memanggilku. Aku tegarkan. Aku yakinkan. Aku yakin ibu menyaksikan saya disebut. Entah pada kawasan mana dia berada. Entah kekuatan apa yang menyengatku, saya menyaksikan ayahku berada di pojokan ruangan itu. Pun ibuku, orang tuaku melempar senyum. Mereka tersenyum, wajahnya begitu hening dan senang. Kenapa ada bayangan ayah bersama ibu?

Aku berhenti melangkah, saya memastikan kehadiran ayah dan ibuku. Di pojok ruangan itu. Benar-benar mereka berdua hadir.

“Riyan Sutama!”

Buyar lamunanku melanjutkan langkahku. Menyalami rektor dan mendapatkan segulung ijazah, kemudian bandul toga dipindahkan. Aku sbahagia alhasil ibu datang, meski hal lain menjanggal di hati.

Aku keluar dari ruang itu kemudian mencari sosok ibu. Bersama ayah? Tidak mungkin. Aku cari hingga kupastikan wajah-wajah yang selalu kucurigai itu ibu. Nihil. Tak ada sosok ibu. Belum yakin, saya menyerupai kecemasan sendiri. Berlari ke sana ke mari mencari sosoknya. Entah berapa usang saya mengitari ruang program ini. Aku tak dapati siapapun hingga saya lemah, saya pasrah. Tubuhku saya sandarkan pada kursi yang tergelatk di ruangan sana.

“Riyan!”

Suara itu ...

“Awang?”

Awang datang. Tapi mengapa seorang diri? Dia tersenyum mendekati aku. Lalu duduk, sembari menepuk pundakku.

“Kamu ahli Awang. Ibumu niscaya bangga. Maaf, Ibumu tidak bisa menengokmu pada hari bersejarahmu itu. Dia hanya menitipkan surat ini untuk saya antar ketika program wisudamu berlangsung.”
Surat itu saya gelar lekas-lekas. Mungkinkah ibu ...

-------------------------------------------------
Riyan ...
Ibu tahu kau niscaya bisa meyakinkan dunia bahwa kau mampu. Ibu tahu kau niscaya sanggup pertanda cita-citamu dan pertanda bahwa pesan ayahmu sanggup.
Namun, maaf, Nak. Seandainya surat ini hingga kepadamu, Berarti ibu belum sembuh juga dari sakit ibu. Atau mungkin ..., ibu akan menyusul ayahmu.
Semalam ibu bermimpi, ayahmu menjemput ibu. Ibu kangen sama ayahmu, Nak. Ibu sampaikan salammu dan harapanmu bahwa kau sungguh-sungguh mewujudkan cita-citamu. Dan itu ibu saya minta Awang menuliskannya.
Ibu besar hati padamu, Nak... Selalu bangga!
---------------------------------------------- --


Aku melipat kertas itu, Menatap tajam kepada Awang, “Di mana ibu, Awang? Di mana?”

“Maaf, Yan. Ibumu ... “

“Apa, Awang!? Ibu kenapa?”

“Sehari sebelum kepulangannya, ibumu memintaku untuk menuliskan surat ini untukmu. Aku sempat menolak dan berharap ibumu saja yang menyampaikannya. Tapi ia memaksa. Aku menuliskan surat ini di samping bangsalnya. Sehari kemudian, ibumu ...,” Isakan Awan melahirkan lelehan mata di pipiku. Aku ...

Duniaku tertutup awan sedih di hari yang cerah. Ibu, saya tahu saya terlambat menyampaikannya. Bahwa saya telah lulus menjadi orang yang pertama. Aku Cummlaude, Bu. Aku orang yang telah berhasil mempunyai nilai tinggi, dan itu saya ingin ibu menyaksikan aku—anakmu.

Awan cerah bagiku gelap, mendungku pecah. Ditipkan mata yang mengalir gerimis. Merindukan ibu di sini.

Indramayu, 16 Maret 2013

Aku turun selepas sambutan yang saya bawa sebagai perwakilan wisuda. Seragam melekat pada kebesaran badan kami yang telah rampungkan masa-masa berguru di sekolah tinggi. Aku dan beberapa temanku sering melempar harapan di manakah nantinya kita akan bertemu kembali. Jawabannya dengan beberapa pengharapan supaya suatu masa kami sanggup bertemu dan mengenang masa-masa kuliah di sini.

 Aku turun selepas sambutan yang saya bawa sebagai perwakilan wisuda Cerpen: Saksikanlah aku, Bu! Aku bangun di sini dengan seragam togaku


Namun, di samping harapan yang selalu kami jajakan kepada teman-temanku yang entah terwujud kapan, saya menunggu ibuku tiba menjemputku kemudian bangun di sampingku dan mengabadikannya dalam bingkaian jepertan tustel. Foto  itu nantinya akan kami pajang besar-besar melengkapi foto keluarga di kamar tamu rumahku. Sayangnya, hampir program ini rampung, ibuku belum hadir juga.

Aku  ingat ketika dia melepaskan saya untuk pertama kalinya. Senang bercampur sedih ketika mengantarkan saya keluar rumah. Katanya, "Kamu harus benar-benar serius mengejar cita-citamu itu, Nak. Jangan pikirkan ibu nanti ketika Kau menuntut ilmu." Maka sederati butiran air mata haru melinang di pipi ibu. Aku  ingin memeluknya ketika itu, sayangnya dia menapik. Ibu minta saya bersegara berangkat sebab kereta yang saya tumpangi itu bisa terlambat.

Aku  tahu saya begitu terlambat memberi kabar ibu bawa saya sudah lulus dari universitas favoritku. Cita-cita yang selalu saya ingin buktikan tatkala orang lain begitu gagu untuk mewujudkannya. Bagiamanapun saya tidak mau teracuni anutan ndeso bahwa ijazah kuliah tidak menjamin kehidupan mapan seorang anak. Lebih-lebih, ibuku hanya seorang penjual jamu gendong. Cibiran dan sindiran bisa saja menciptakan hidup ibu sepeninggalku di kampung putus asa. Dan itu terbukti, ketika dia sering kali memintaku pulang ketika telpon mengabarinya tidak bisa memberiku biaya hidup di Jakarta.

Sungguhpun saya tidak ingin membebani ibu. Aku  meyakini usahaku yang jerih. Aku tidak peduli pada harga diri yang seriing mencerca bahwa saya ini yaitu mahasiswa. Demi menyambung hidup dan mimpi, saya sudi memungut sampah dan mengumpulkannya menjadi barang jadi yang entah didaur ulang menjadi apa. Aku hanya pemulung yang kemudian dijual perkilonya dengan upah yang kubutuhkan menyambung hidup. Kadang pula saya mencuci pakaian teman-teman demi upah sesuap nasi bungkus yang saya makan menambal rasa lapar setiap saat. Tapi, semua yang saya lakukan itu, ibu tidak pernah tahu dan saya tidak mau hingga ibu mengetahuinya.

Kami berdiri, menanti urutan nama kami dipanggil rektor. Menyaksikan anaknya ini disebut ke depan pada ritual pemindahan bandul di topi toga: Tentu menjadi syarat haru. Aku masih menunggu ibu. Aku tahu ibu niscaya datang, saya minta Awang—pamanku-- supaya mengantar ibu hingga ketempat wisuda. Biaya ibu nanti saya ganti di sini, yang penting bagiku yaitu kehadirannya di sini. Begituulah mintaku pada Awang seminggu sebelum program ini tergelar

Nama-nama lulusan dibacakan dengan lantang. Sepertinya formasi nama yang disebut itu dari fakultas lain. Aku kenal Rahmadi Jayadhipa, nama yang gres saja disebut. Disusul temannya, yang juga saya kenal sering bersama Rahmadi. Nama selanjutnya memang dari teman-teman fakultas Rahmadi. Aku sering melongok ke pintu masuk, mungkinkah ada orang yang saya kenal darikampung. Awang, atau siapalah yang mengantarkan ibu menyaksikan namaku disebut ke depan podium.

Setengah jam kemudian, nama dari temanku yang satu fakultas disebut. Degup jantungku mengencang. Keringatku memeras. Seorang sahabat menyadarkanku, “Kamu kenapa Riyan? Kamu gugup?”

Aku menggeleng, tertunduk, kemudian mengatur ketenanganku supaya tak terbaca kegelisahanku. Sesekali saya melongok pintu itu. Tidak ada wajah yang saya kenal. Aku lempar senyum kepada temanku itu. “Kamu tiba bersama keluargamu?”

Dia pun tersenyum, dia menunjukkan ke arah orang tuanya. Di sana ada senyum senang dari seseorang yang duduk di barisan orang tua. Aku begitu senang padanya. Sungguh, jikalau ibu pun duduk di sana, bersama orang bau tanah kami. Aku sungguh merasa duniaku penuh dengan rasa bangga. Sayangnya, hingga lima belas menit berlalu tidak ada ssama sekali wajah yang saya kenal dari kampung.

Mungkin saya harus merelakan bahwa program yang sungguh membuatku merasa mempunyai sejarah ini tidak dihadiri oleh ibuku. Aku hanya ingin pertanda bahwa keinginan almarhum ayah terwujud di sini. Di kawasan ini. Meski kadang ibu selalu menggeleng-gelengkan kepala bercampur tangisnya mengenang almarhum. Kuyakinakn itu bahwa saya sanggup membuatnya tersenyum melihat anaknya sanggup menyemat gelar keserjanaan. Dan itu, kuyakinkan ibu sebelum keberangkatanku.

Sebentar lagi namaku disebut. Aku harus bersiap-siap. Berdiri, kemudian menanti giliranku. Aku yakinkan bahwa ibu memang tidak bisa menghadiri. Kuyakinkan pula bahwa saya harus tersenyum, mungkin saja ibu berhalangan. Maka keberanianku, kegelishanku, saya hampas pada setarikan napas. Meski rasa rindu pada ibu itu menggelayuti, saya yakinkan itu.

“Riyan Sutama!”

Namaku menggema, bunyi yang didengunakan pengeras bunyi itu memanggilku. Aku tegarkan. Aku yakinkan. Aku yakin ibu menyaksikan saya disebut. Entah pada kawasan mana dia berada. Entah kekuatan apa yang menyengatku, saya menyaksikan ayahku berada di pojokan ruangan itu. Pun ibuku, orang tuaku melempar senyum. Mereka tersenyum, wajahnya begitu hening dan senang. Kenapa ada bayangan ayah bersama ibu?

Aku berhenti melangkah, saya memastikan kehadiran ayah dan ibuku. Di pojok ruangan itu. Benar-benar mereka berdua hadir.

“Riyan Sutama!”

Buyar lamunanku melanjutkan langkahku. Menyalami rektor dan mendapatkan segulung ijazah, kemudian bandul toga dipindahkan. Aku sbahagia alhasil ibu datang, meski hal lain menjanggal di hati.

Aku keluar dari ruang itu kemudian mencari sosok ibu. Bersama ayah? Tidak mungkin. Aku cari hingga kupastikan wajah-wajah yang selalu kucurigai itu ibu. Nihil. Tak ada sosok ibu. Belum yakin, saya menyerupai kecemasan sendiri. Berlari ke sana ke mari mencari sosoknya. Entah berapa usang saya mengitari ruang program ini. Aku tak dapati siapapun hingga saya lemah, saya pasrah. Tubuhku saya sandarkan pada kursi yang tergelatk di ruangan sana.

“Riyan!”

Suara itu ...

“Awang?”

Awang datang. Tapi mengapa seorang diri? Dia tersenyum mendekati aku. Lalu duduk, sembari menepuk pundakku.

“Kamu ahli Awang. Ibumu niscaya bangga. Maaf, Ibumu tidak bisa menengokmu pada hari bersejarahmu itu. Dia hanya menitipkan surat ini untuk saya antar ketika program wisudamu berlangsung.”
Surat itu saya gelar lekas-lekas. Mungkinkah ibu ...

-------------------------------------------------
Riyan ...
Ibu tahu kau niscaya bisa meyakinkan dunia bahwa kau mampu. Ibu tahu kau niscaya sanggup pertanda cita-citamu dan pertanda bahwa pesan ayahmu sanggup.
Namun, maaf, Nak. Seandainya surat ini hingga kepadamu, Berarti ibu belum sembuh juga dari sakit ibu. Atau mungkin ..., ibu akan menyusul ayahmu.
Semalam ibu bermimpi, ayahmu menjemput ibu. Ibu kangen sama ayahmu, Nak. Ibu sampaikan salammu dan harapanmu bahwa kau sungguh-sungguh mewujudkan cita-citamu. Dan itu ibu saya minta Awang menuliskannya.
Ibu besar hati padamu, Nak... Selalu bangga!
---------------------------------------------- --


Aku melipat kertas itu, Menatap tajam kepada Awang, “Di mana ibu, Awang? Di mana?”

“Maaf, Yan. Ibumu ... “

“Apa, Awang!? Ibu kenapa?”

“Sehari sebelum kepulangannya, ibumu memintaku untuk menuliskan surat ini untukmu. Aku sempat menolak dan berharap ibumu saja yang menyampaikannya. Tapi ia memaksa. Aku menuliskan surat ini di samping bangsalnya. Sehari kemudian, ibumu ...,” Isakan Awan melahirkan lelehan mata di pipiku. Aku ...

Duniaku tertutup awan sedih di hari yang cerah. Ibu, saya tahu saya terlambat menyampaikannya. Bahwa saya telah lulus menjadi orang yang pertama. Aku Cummlaude, Bu. Aku orang yang telah berhasil mempunyai nilai tinggi, dan itu saya ingin ibu menyaksikan aku—anakmu.

Awan cerah bagiku gelap, mendungku pecah. Ditipkan mata yang mengalir gerimis. Merindukan ibu di sini.

Indramayu, 16 Maret 2013

Sebenarnya postingan kali ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul di atas. Saya hanya ingin mengembangkan pertimbangan dan analisa saya dikala mau terjun ke dunia per-youtube-an (macam dunia persilatan aja nih, hehehe ...)

 Sebenarnya postingan kali ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul di atas Bagaimana Menjadi Youtuber Sukses, ya? [Curhatan aja]


Pertimbangan ini saya awali dengan apa yang mengharuskan Saya menciptakan Youtube? Sederhananya, "Ngapain Lu maenan Youtube?"

Jawabannya niscaya beragam, ya kan? Ada yang pengen tenar, ada yang pengen jadi artis kaya kisah Justin Beiber, atau mungkin pengen viral biar diundang program tivi-tivi gitu. Di kalangan pencari dollar, youtube bisa menjadi daerah pencari dollar paling banyak diburu. Okelah itu hanya sekelumit motivasi para youtuber.

Sah-sah aja sih keinginan kaum youtuber ini. Mereka berlomba-lomba menyajikan konten unik. Tujuannya semoga banyak ditonton oleh warganet di seluruh dunia. Seluruh dunia loh, Coy ... bukan hanya Indonesia aja. Makanya kini banyak sekali chanel-chanel gres dengan bermacam-macam kontennya.

Selain itu, dunia gadget juga udah semakin berkembang. Banyak produk-produk gadget bermunculan dan persaingan pasar pun turut andil mengakibatkan banyaknya chanel gres ini. Alasannya, gadget murah menunjukkan ragam fitur bagi penggunanya termasuk youtube. Jadi, biar Hp murah juga kita bisa upload youtube via hp.

Yah ..., apapun itu. Never mind lah ...

Balik lagi ke pambahasan awal. Kaprikornus apa bekerjsama yang melatarbelakangi kita bermain youtube?

Kita kunci dulu jawabannya. Endapkan dan yakinkan. Silakan jawab sesuai versinya masing-masing. Bagi saya, saya sudah mempertimbangkan alasannya.

Setelah mengetahui apa yang melatarbelakangi bermain youtube. Selanjutnya, kita kerucutkan lagi dengan pertanyaan, "Konten apa yang cocok untuk saya kembangkan?

Pikirkan baik-baik juga apa yang kita kuasai dan sumber daya yang kita miliki. Saya sih mengupayakan apa yang benar-benar saya kuasai kemudian eksekusi. Jangan pernah bikin konten yang tidak sama sekali kita tahu. Bisa menyesatkan nanti. Hehehe....

Lalu sekarang, mari kita pertimbangkan apa sih yang kita bisa dalam menciptakan konten youtube?

Istilahnya, mungkin, apa kelebihan yang kita punyai sehingga kita bisa berhasil bermain youtube.

Saya mencoba list beberapa kelebihan atau kekuatan yang saya miliki:


  • Saya mempunyai kelebihan dalam mendeskripsikan atau menarasikan suatu materi
  • Saya bisa mengoperasikan beberapa aplikasi atau software pembuat video
  • Saya mempunya HP dengan kamera beresolusi tinggi untuk merekam video atau suara
  • Saya difasilitasi PC dengan spek tidak mengecewakan untuk merender video
  • Koneksi Wifi yang gampang dan cepat
Oke itu aja dulu. Sekarang, yuk kita cari kelemahan dalam bermain youtube. Meskipun saya mempunyai beberapa kemampuan atau kelebihan di atas, saya juga mempunyai kelemahan. Yaitu :

  • PC belum cukup untuk mendesain ilustrasi. Maksudnya, spek PC tersebut masih belum cukup bagi saya
  • Meskipun menguasai beberapa aplikasi render video, tetapi penguasaan materinya masih dalam level pemula. Bukan expert atau mahir
  • Meski begitu, saya sanggup berguru menciptakan gambaran original karya sendiri. Sayangnya, ini membutuhkan waktu yang cukup lama.
  • Saya belum mempunyai konten yang sanggup mengilustrasikan materi
  • Saya bekerja sendirian, tidak ada tim atau rekan kerja. Jadi, saya kesulitan membagi waktu untuk mengurusi dan menciptakan konten youtube.

Hmmm, kelemahannya lebih banyak daripada kekuatan/kelebihan yang saya miliki ya?

Tidak apa apa. Coba kita lihat kesempatan (oportunity) semoga bisa bermain youtube. Kita coba list ya ....
  • Saya punya kesempatan untuk berguru dari  banyak sekali tutorial.
  • Banyak konten youtube sanggup mengilustrasikan beberapa materi yang dijadikan materi atau sumber pembuat konten [cara haram]
  • Memanfaatkan barang yang ada secara optimal. Maksudnya, sembari mengumpulkan modal mempunyai peralatan lengkap pembuatan video kita optimalkan barangbyabg ada saja
  • Sudah memikiki partner pengiklan (advertiser), kemungkinan hobi inibdapat mendatangkan uang. 

Loh kok kesempatannya ada poin haramnya? 

Kata Bang Napi pernah bilang kan, "Kejahatan bukan hanya terjadi alasannya ialah niat dari pelakunya. Tapi alasannya ialah adanya kesempatan. Waspadalah ... waspadalah!

Hehehehe ...

Youtube memang memfasilitasi penggunanya untuk bebas mengupload video apa saja. Baik itu miliknya atau miliknirang lain. Tapi, harus diingat, youtube juga berhak menghapus video jikalau memang melanggar ketentuan dan kebijakan youtube. 

Misalnya ada youtube yang mengupload video rekaman yang menyinggung pihak tertentu. Pihak tersebut melaporkan ke youtube dan youtube memprosesnya. Jika memang benar melanggar, dihapuslah konten tersbut. Bahkan jikalau parah, akun youtubenya bisa dihapus juga.

Jadi, bermain youtube juga mempunyai ketentuan yang harus kita patuhi. 

Selanjutnya coba kita daftarkan juga ancaman-ancaman yang menciptakan kita gagal bermain youtube. 
  • Konten menyinggung pihak tertentu
  • Konten berisi sebagian atau keseluruhan dari youtuber lain dan pihak lain melaporkannya
  • Konten dilaporkan oleh pengunjung
  • Konten beresiko mengakibatkan kegaduhan

Cukup segitu aja ancamannya. Kalau dibanyakin nanti malah takut bermain youtube.

Kesimpulannya?

Analisa dibatas ialah analisis saya dengan model SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threathness). Analisa ini bekerjsama sangat mempunyai kegunaan untuk membangun suatu perusahaan semoga maju dan sukses. 

Oleh alasannya ialah itu, saya coba memposting pertimbangan-pertimbangan ini untuk menguji pertanyaan bagaimana menjadi youtuber sukses tersebut.

Kita tentu tahu, kesuksesan itu banyak sekali faktornya. Jadi, bukan jadinrujukan utama juga analisa SWOT untuk Youtube di atas Anda terapkan. Karena aslinya, ini curhatan saya aja kok... hehehe...

Akhir-akhir ini, saya sering temui di grup-grup Facebook, Google Plus, Instagram, bahkan ampe Whatsapp  betebaran link share youtube. Habis gitu, si penyebar link "ngemis-ngemis" minta ditonton semenit aja, terus minta "like" dan "subcribe".

Cara kayak gitu berdasarkan saya kurang efektif. Selain alasannya ialah nyepam di grup, harapannya juga tipis buat berkembang. Banyak sekali buktinya. Youtuber ada yang kecewa alasannya ialah subcribernya tiba-tiba berkurang, yang menonton kurang dari semenit alias cuman lewat doang. Ya ... gitu deh.

Lagian juga mikir sih... kalau yang dishare itu video yang kurang diminati kita ngapaim nonton ampe tuntas? Boros kuota dong ... rugilah. Niatnya bantu, malah dirugikan.

Jika ingin chanelnya berjaya dan sukses, beberapa master youtube mengatakan citra umum. Misalnya, konten harus unik dan kontinu membahas satu bahasan unik. Meta tag relevan. Deskripsi benar-benar optimal. Banyak lagi yang lainnya ....

Sebenarnya postingan kali ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul di atas. Saya hanya ingin mengembangkan pertimbangan dan analisa saya dikala mau terjun ke dunia per-youtube-an (macam dunia persilatan aja nih, hehehe ...)

 Sebenarnya postingan kali ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul di atas Bagaimana Menjadi Youtuber Sukses, ya? [Curhatan aja]


Pertimbangan ini saya awali dengan apa yang mengharuskan Saya menciptakan Youtube? Sederhananya, "Ngapain Lu maenan Youtube?"

Jawabannya niscaya beragam, ya kan? Ada yang pengen tenar, ada yang pengen jadi artis kaya kisah Justin Beiber, atau mungkin pengen viral biar diundang program tivi-tivi gitu. Di kalangan pencari dollar, youtube bisa menjadi daerah pencari dollar paling banyak diburu. Okelah itu hanya sekelumit motivasi para youtuber.

Sah-sah aja sih keinginan kaum youtuber ini. Mereka berlomba-lomba menyajikan konten unik. Tujuannya semoga banyak ditonton oleh warganet di seluruh dunia. Seluruh dunia loh, Coy ... bukan hanya Indonesia aja. Makanya kini banyak sekali chanel-chanel gres dengan bermacam-macam kontennya.

Selain itu, dunia gadget juga udah semakin berkembang. Banyak produk-produk gadget bermunculan dan persaingan pasar pun turut andil mengakibatkan banyaknya chanel gres ini. Alasannya, gadget murah menunjukkan ragam fitur bagi penggunanya termasuk youtube. Jadi, biar Hp murah juga kita bisa upload youtube via hp.

Yah ..., apapun itu. Never mind lah ...

Balik lagi ke pambahasan awal. Kaprikornus apa bekerjsama yang melatarbelakangi kita bermain youtube?

Kita kunci dulu jawabannya. Endapkan dan yakinkan. Silakan jawab sesuai versinya masing-masing. Bagi saya, saya sudah mempertimbangkan alasannya.

Setelah mengetahui apa yang melatarbelakangi bermain youtube. Selanjutnya, kita kerucutkan lagi dengan pertanyaan, "Konten apa yang cocok untuk saya kembangkan?

Pikirkan baik-baik juga apa yang kita kuasai dan sumber daya yang kita miliki. Saya sih mengupayakan apa yang benar-benar saya kuasai kemudian eksekusi. Jangan pernah bikin konten yang tidak sama sekali kita tahu. Bisa menyesatkan nanti. Hehehe....

Lalu sekarang, mari kita pertimbangkan apa sih yang kita bisa dalam menciptakan konten youtube?

Istilahnya, mungkin, apa kelebihan yang kita punyai sehingga kita bisa berhasil bermain youtube.

Saya mencoba list beberapa kelebihan atau kekuatan yang saya miliki:


  • Saya mempunyai kelebihan dalam mendeskripsikan atau menarasikan suatu materi
  • Saya bisa mengoperasikan beberapa aplikasi atau software pembuat video
  • Saya mempunya HP dengan kamera beresolusi tinggi untuk merekam video atau suara
  • Saya difasilitasi PC dengan spek tidak mengecewakan untuk merender video
  • Koneksi Wifi yang gampang dan cepat
Oke itu aja dulu. Sekarang, yuk kita cari kelemahan dalam bermain youtube. Meskipun saya mempunyai beberapa kemampuan atau kelebihan di atas, saya juga mempunyai kelemahan. Yaitu :

  • PC belum cukup untuk mendesain ilustrasi. Maksudnya, spek PC tersebut masih belum cukup bagi saya
  • Meskipun menguasai beberapa aplikasi render video, tetapi penguasaan materinya masih dalam level pemula. Bukan expert atau mahir
  • Meski begitu, saya sanggup berguru menciptakan gambaran original karya sendiri. Sayangnya, ini membutuhkan waktu yang cukup lama.
  • Saya belum mempunyai konten yang sanggup mengilustrasikan materi
  • Saya bekerja sendirian, tidak ada tim atau rekan kerja. Jadi, saya kesulitan membagi waktu untuk mengurusi dan menciptakan konten youtube.

Hmmm, kelemahannya lebih banyak daripada kekuatan/kelebihan yang saya miliki ya?

Tidak apa apa. Coba kita lihat kesempatan (oportunity) semoga bisa bermain youtube. Kita coba list ya ....
  • Saya punya kesempatan untuk berguru dari  banyak sekali tutorial.
  • Banyak konten youtube sanggup mengilustrasikan beberapa materi yang dijadikan materi atau sumber pembuat konten [cara haram]
  • Memanfaatkan barang yang ada secara optimal. Maksudnya, sembari mengumpulkan modal mempunyai peralatan lengkap pembuatan video kita optimalkan barangbyabg ada saja
  • Sudah memikiki partner pengiklan (advertiser), kemungkinan hobi inibdapat mendatangkan uang. 

Loh kok kesempatannya ada poin haramnya? 

Kata Bang Napi pernah bilang kan, "Kejahatan bukan hanya terjadi alasannya ialah niat dari pelakunya. Tapi alasannya ialah adanya kesempatan. Waspadalah ... waspadalah!

Hehehehe ...

Youtube memang memfasilitasi penggunanya untuk bebas mengupload video apa saja. Baik itu miliknya atau miliknirang lain. Tapi, harus diingat, youtube juga berhak menghapus video jikalau memang melanggar ketentuan dan kebijakan youtube. 

Misalnya ada youtube yang mengupload video rekaman yang menyinggung pihak tertentu. Pihak tersebut melaporkan ke youtube dan youtube memprosesnya. Jika memang benar melanggar, dihapuslah konten tersbut. Bahkan jikalau parah, akun youtubenya bisa dihapus juga.

Jadi, bermain youtube juga mempunyai ketentuan yang harus kita patuhi. 

Selanjutnya coba kita daftarkan juga ancaman-ancaman yang menciptakan kita gagal bermain youtube. 
  • Konten menyinggung pihak tertentu
  • Konten berisi sebagian atau keseluruhan dari youtuber lain dan pihak lain melaporkannya
  • Konten dilaporkan oleh pengunjung
  • Konten beresiko mengakibatkan kegaduhan

Cukup segitu aja ancamannya. Kalau dibanyakin nanti malah takut bermain youtube.

Kesimpulannya?

Analisa dibatas ialah analisis saya dengan model SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threathness). Analisa ini bekerjsama sangat mempunyai kegunaan untuk membangun suatu perusahaan semoga maju dan sukses. 

Oleh alasannya ialah itu, saya coba memposting pertimbangan-pertimbangan ini untuk menguji pertanyaan bagaimana menjadi youtuber sukses tersebut.

Kita tentu tahu, kesuksesan itu banyak sekali faktornya. Jadi, bukan jadinrujukan utama juga analisa SWOT untuk Youtube di atas Anda terapkan. Karena aslinya, ini curhatan saya aja kok... hehehe...

Akhir-akhir ini, saya sering temui di grup-grup Facebook, Google Plus, Instagram, bahkan ampe Whatsapp  betebaran link share youtube. Habis gitu, si penyebar link "ngemis-ngemis" minta ditonton semenit aja, terus minta "like" dan "subcribe".

Cara kayak gitu berdasarkan saya kurang efektif. Selain alasannya ialah nyepam di grup, harapannya juga tipis buat berkembang. Banyak sekali buktinya. Youtuber ada yang kecewa alasannya ialah subcribernya tiba-tiba berkurang, yang menonton kurang dari semenit alias cuman lewat doang. Ya ... gitu deh.

Lagian juga mikir sih... kalau yang dishare itu video yang kurang diminati kita ngapaim nonton ampe tuntas? Boros kuota dong ... rugilah. Niatnya bantu, malah dirugikan.

Jika ingin chanelnya berjaya dan sukses, beberapa master youtube mengatakan citra umum. Misalnya, konten harus unik dan kontinu membahas satu bahasan unik. Meta tag relevan. Deskripsi benar-benar optimal. Banyak lagi yang lainnya ....

Mungkin, catatan ini terlalu dini saya buat di sini. Catatan yang menginspirasiku untuk menarikan daya imajinasi menjadi utuh. Tentang potongan dari sastra yang mengumbar estetika dalam berbahasa. Bagaimana menerjemahkan sebuah gelombang impuls syaraf yang kemudian disebut oleh gagasan. Gagasan inilah yang kemudian disebut nyawa dari munculnya kehidupan cerpen yang dibentuk si empunya.

 catatan ini terlalu dini saya buat di sini Hakikat Menulis Cerpen Untuk Surat Kabar


Namun, estetika berbahasa dalam prosa cerpen tidak melulu bagaimana kisah itu punya kemasan indah untuk dibaca. Ada unsur yang lebih universal lagi untuk kita pahami dan kita rasakan. Terlebih, bagi yang ingin benar-benar serius menggeluti pekerjaan menerjemahkan gagasan ini menjadi cerpen.

Baca juga: Epigonis Bagi seseorang  yang Memulai jadi Penulis

Ada ragam abjad goresan pena beberapa pengarang yang saya yakin itu bukan sesuatu yang didapat dari kemahirannya menjeremuskan gagasan berdasarkan aturan-aturan baku. Penilaianku, abjad itu muncul dari kegigihan pengarangnya dalam mengemas sebuah cerita. Di sini abjad itu menyerupai training tabiat yang menganjurkan kepribadian pengarangnya menuliskan jejak-jejak peristiwa. Semakin terasah kemahirannya, semakan tajam pula insting-insting pengarang itu menajamkan naluri berceritanya.

Lalu, mengapa goresan pena ini muncul dan kemudian tidak saya publish ke publik sebagai argumentasi yang mereka perlu juga mengetahui ini?

Jawabanku tidak. Sebab ini bukan sebuah isu yang sanggup saya pertanggungjawabkan. Argumentasi ini perlu saya uji untuk sanggup memperlihatkan jalan atas kehendak menentukan jalan menulis cerpen. Aku menuliskan pendapatku di sini sebagai potongan dari pembuktian pada hakikat menulis cerpen ala gaya dan karakteristikku sendiri.

Sampai di sini, amat terang bahwa saya sedang membaca karakterku sendiri dalam menulis. Karakter yang mengokohkan kekhasanku dalam menuturkan cerita. Bagian dari ciri-ciri menulis yang membedakan saya dengan pengarang-pengarang yang lain.

Kemudian, saya akan membebaskan dan memproklamirkan kemerdekaan diriku melalui karya-karya sebagai wujud diplomasi ke-akuanku dalam bergaya sastra. Meskipun begitu, saya terlalu dini mengakui dan memperkenalkan karakteristikku bersastra.

Karakter dari seorang pengarang bukan dinilai dari evaluasi pengarang itu sendiri. Pengarang hanya membatasi diri dari keingianannya meramu isu di kepalanya, yang berwujud gagasan itu, kemudian melemparkannya kepada pembaca. Apresiasi macam apa yang diterima pembaca setelahnya yakni evaluasi objektif atas suka-tidaknya dengan gaya penuturran-penuturanku bercerita. Dengan begitu, dikala mulai menyadari ada kekhususanku mendikter cerita, mereka juga menyimpan indikator-indikator dari kisah yang saya usung.

***

Seperti hari ini, saya membaca beberapa karya pengarang ternama. Cerpen pertama, kemudian saya jadikan sebagai refrensi karakter,  dari seorang cerpenis wanita, Yetti KA. Cerpennya berjudul "Ia yang menyimpan Api di hatinya" amat meninggalkan bekas sesudah kumembacanya. Mengapa? Karena kisah ini bukan ending yang menjadi tujuan dari cerita. Tapi bagaimana si pengarang meledakkan emosi dari setiap jalinan-jalinan ceritanya. Emosi mengakibatkan kekuatan terbesar pada cerpen ini. Cerpen yang kemudian berlanjut pada pemahaman dan filosofi kehidupan serta pemberontakan emosi yang meluap.

Beralih pada cerpen selanjutnya. Meski sesudah membaca cerpen milik Yetti KA telah membuatku haus pada kisah yang lebih baik darinya, telah membuatku malas melanjutkan baris-baris cerpen selanjutnya yang kubaca. Namun, harapan mengetahui abjad dari cerpen telah meronggotiku untuk mencarinya.

Aku beralih membaca cerpen terbitan Media Indonesia. Aku menentukan Media Indonesia  alasannya yakni redaktur untuk cerpennya yakni Damhuri Muhammad. Seorang cerpenis yang kukenal lewat cerpen "Talang Perindu" di koran lokal daerahku. Aku menghipotesa gaya-gaya Damhuri Muhammad dalam mendapatkan abjad cerpen macam apa yang menarik minatnya untuk mempubllikasi cerpen kontributor.

Aku membaca 2 cerpen terbitan ahad terakhir. Pertama berjudul "Mariantje dan Pasangan Tua" milik Erni Aladjai. Cerpen ini mengisahkan Mariantje  seorang pembantu di rumah pasangan tua--Luna dan Don. Alur kisah ini bekerjsama sederhana, namun pengarangnya memasukan unsur-unsur kehidupan yang lebih padat. Sehingga, kisah ini semakin kenyal dan berisi serta penuturan yang semakin menguji imajinasi.

Cerpen kedua berjudul "Ayat Kedelapan", milik Budi Hatees. Mengisahkan seorang mubaligh yang sering merasa dihantui oleh seorang pembunuh, sementara pembantunya--santri yang sering membantunya, Yusuf--memberikan ending dengan menerangkan bahwa simpulan hidup mestipun tak diminta niscaya akan tiba menjemput siapa saja.

Cerpen dari Media Indonesia ini ternyata lebih mendoktrin wacana nilai-nilai humanitas kemanusiaan. Lebih menyadarkan dan mengutamakan misi pencerahan bagi pembacanya. Aku tidak tahu apakah abjad dari redaktur, Damhuri Muhammad, yakni seorang visonis ataupun bagaimana.

Untuk kedua cerpen ahad terakhir, saya menjawab hipotesas awalku. Bahwa, Damhuri lebih mengutamakan misi penyampaian gagasan-gagasan pencerahan untuk sanggup ia loloskan kepada pembacanya.

Berbeda dengan Media Indonesia dengan Kompas. Seperti cerpen Yetti KA tadi, cerpen yang lebih saya nilai sebagai eksplorasi emosional dibandingkan pencerahan. Tampaknya, Kompas benar-benar lebih mengutamakan abjad dalam cerpen yang akan diterbitkannya. Gaya-gaya cerpen yang saya baca beberapa ahad ini, ternyata lebih mempunyai gaya-gaya yang tidak umum saya temukan di cerpen-cerpen yang seirng saya baca. Gaya yang lebih menohok pada pembagian terstruktur mengenai naluri-naluri cerita, juga alur-alur yang lebih mengedepankan "bagaimana" dibandingkan "mengapa" dalam menjelaskan cerita-cerita. Bagaimana menjelaskan keadaan, bukan menjelaskan alasan-alasan. Alhasil, cerpen kompas menjadi koran yang semakin sulit ditembus dan ditebak minat redakturnya untuk mempublikasikan seluruh karya-karya kontributornya. Meski begitu, nama-nama besar cerpenis yang sering memunculkan karyanya juga sering dikatakan alasan terbesar redaktur meloloskan karya mereka terbit.


Indramayu, 31/05/2013


Opini ini pernah saya arsipkan di tahun 2013. Belum pernah saya publish ke publik dan tersimpan rapih di 'catatan' facebook.

Mungkin, catatan ini terlalu dini saya buat di sini. Catatan yang menginspirasiku untuk menarikan daya imajinasi menjadi utuh. Tentang potongan dari sastra yang mengumbar estetika dalam berbahasa. Bagaimana menerjemahkan sebuah gelombang impuls syaraf yang kemudian disebut oleh gagasan. Gagasan inilah yang kemudian disebut nyawa dari munculnya kehidupan cerpen yang dibentuk si empunya.

 catatan ini terlalu dini saya buat di sini Hakikat Menulis Cerpen Untuk Surat Kabar


Namun, estetika berbahasa dalam prosa cerpen tidak melulu bagaimana kisah itu punya kemasan indah untuk dibaca. Ada unsur yang lebih universal lagi untuk kita pahami dan kita rasakan. Terlebih, bagi yang ingin benar-benar serius menggeluti pekerjaan menerjemahkan gagasan ini menjadi cerpen.

Baca juga: Epigonis Bagi seseorang  yang Memulai jadi Penulis

Ada ragam abjad goresan pena beberapa pengarang yang saya yakin itu bukan sesuatu yang didapat dari kemahirannya menjeremuskan gagasan berdasarkan aturan-aturan baku. Penilaianku, abjad itu muncul dari kegigihan pengarangnya dalam mengemas sebuah cerita. Di sini abjad itu menyerupai training tabiat yang menganjurkan kepribadian pengarangnya menuliskan jejak-jejak peristiwa. Semakin terasah kemahirannya, semakan tajam pula insting-insting pengarang itu menajamkan naluri berceritanya.

Lalu, mengapa goresan pena ini muncul dan kemudian tidak saya publish ke publik sebagai argumentasi yang mereka perlu juga mengetahui ini?

Jawabanku tidak. Sebab ini bukan sebuah isu yang sanggup saya pertanggungjawabkan. Argumentasi ini perlu saya uji untuk sanggup memperlihatkan jalan atas kehendak menentukan jalan menulis cerpen. Aku menuliskan pendapatku di sini sebagai potongan dari pembuktian pada hakikat menulis cerpen ala gaya dan karakteristikku sendiri.

Sampai di sini, amat terang bahwa saya sedang membaca karakterku sendiri dalam menulis. Karakter yang mengokohkan kekhasanku dalam menuturkan cerita. Bagian dari ciri-ciri menulis yang membedakan saya dengan pengarang-pengarang yang lain.

Kemudian, saya akan membebaskan dan memproklamirkan kemerdekaan diriku melalui karya-karya sebagai wujud diplomasi ke-akuanku dalam bergaya sastra. Meskipun begitu, saya terlalu dini mengakui dan memperkenalkan karakteristikku bersastra.

Karakter dari seorang pengarang bukan dinilai dari evaluasi pengarang itu sendiri. Pengarang hanya membatasi diri dari keingianannya meramu isu di kepalanya, yang berwujud gagasan itu, kemudian melemparkannya kepada pembaca. Apresiasi macam apa yang diterima pembaca setelahnya yakni evaluasi objektif atas suka-tidaknya dengan gaya penuturran-penuturanku bercerita. Dengan begitu, dikala mulai menyadari ada kekhususanku mendikter cerita, mereka juga menyimpan indikator-indikator dari kisah yang saya usung.

***

Seperti hari ini, saya membaca beberapa karya pengarang ternama. Cerpen pertama, kemudian saya jadikan sebagai refrensi karakter,  dari seorang cerpenis wanita, Yetti KA. Cerpennya berjudul "Ia yang menyimpan Api di hatinya" amat meninggalkan bekas sesudah kumembacanya. Mengapa? Karena kisah ini bukan ending yang menjadi tujuan dari cerita. Tapi bagaimana si pengarang meledakkan emosi dari setiap jalinan-jalinan ceritanya. Emosi mengakibatkan kekuatan terbesar pada cerpen ini. Cerpen yang kemudian berlanjut pada pemahaman dan filosofi kehidupan serta pemberontakan emosi yang meluap.

Beralih pada cerpen selanjutnya. Meski sesudah membaca cerpen milik Yetti KA telah membuatku haus pada kisah yang lebih baik darinya, telah membuatku malas melanjutkan baris-baris cerpen selanjutnya yang kubaca. Namun, harapan mengetahui abjad dari cerpen telah meronggotiku untuk mencarinya.

Aku beralih membaca cerpen terbitan Media Indonesia. Aku menentukan Media Indonesia  alasannya yakni redaktur untuk cerpennya yakni Damhuri Muhammad. Seorang cerpenis yang kukenal lewat cerpen "Talang Perindu" di koran lokal daerahku. Aku menghipotesa gaya-gaya Damhuri Muhammad dalam mendapatkan abjad cerpen macam apa yang menarik minatnya untuk mempubllikasi cerpen kontributor.

Aku membaca 2 cerpen terbitan ahad terakhir. Pertama berjudul "Mariantje dan Pasangan Tua" milik Erni Aladjai. Cerpen ini mengisahkan Mariantje  seorang pembantu di rumah pasangan tua--Luna dan Don. Alur kisah ini bekerjsama sederhana, namun pengarangnya memasukan unsur-unsur kehidupan yang lebih padat. Sehingga, kisah ini semakin kenyal dan berisi serta penuturan yang semakin menguji imajinasi.

Cerpen kedua berjudul "Ayat Kedelapan", milik Budi Hatees. Mengisahkan seorang mubaligh yang sering merasa dihantui oleh seorang pembunuh, sementara pembantunya--santri yang sering membantunya, Yusuf--memberikan ending dengan menerangkan bahwa simpulan hidup mestipun tak diminta niscaya akan tiba menjemput siapa saja.

Cerpen dari Media Indonesia ini ternyata lebih mendoktrin wacana nilai-nilai humanitas kemanusiaan. Lebih menyadarkan dan mengutamakan misi pencerahan bagi pembacanya. Aku tidak tahu apakah abjad dari redaktur, Damhuri Muhammad, yakni seorang visonis ataupun bagaimana.

Untuk kedua cerpen ahad terakhir, saya menjawab hipotesas awalku. Bahwa, Damhuri lebih mengutamakan misi penyampaian gagasan-gagasan pencerahan untuk sanggup ia loloskan kepada pembacanya.

Berbeda dengan Media Indonesia dengan Kompas. Seperti cerpen Yetti KA tadi, cerpen yang lebih saya nilai sebagai eksplorasi emosional dibandingkan pencerahan. Tampaknya, Kompas benar-benar lebih mengutamakan abjad dalam cerpen yang akan diterbitkannya. Gaya-gaya cerpen yang saya baca beberapa ahad ini, ternyata lebih mempunyai gaya-gaya yang tidak umum saya temukan di cerpen-cerpen yang seirng saya baca. Gaya yang lebih menohok pada pembagian terstruktur mengenai naluri-naluri cerita, juga alur-alur yang lebih mengedepankan "bagaimana" dibandingkan "mengapa" dalam menjelaskan cerita-cerita. Bagaimana menjelaskan keadaan, bukan menjelaskan alasan-alasan. Alhasil, cerpen kompas menjadi koran yang semakin sulit ditembus dan ditebak minat redakturnya untuk mempublikasikan seluruh karya-karya kontributornya. Meski begitu, nama-nama besar cerpenis yang sering memunculkan karyanya juga sering dikatakan alasan terbesar redaktur meloloskan karya mereka terbit.


Indramayu, 31/05/2013


Opini ini pernah saya arsipkan di tahun 2013. Belum pernah saya publish ke publik dan tersimpan rapih di 'catatan' facebook.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget