Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Blogging"
Adsense ANEKA AYAM ANEKA BUBUR KOLAK ANEKA CAMILAN ANEKA DAGING ANEKA ES ANEKA GORENGAN ANEKA IKAN SEAFOOD ANEKA JAJANAN ANEKA KUE ANEKA KUE BASAH ANEKA KUE KERING ANEKA MAKANAN BAYI ANEKA MIE PASTA ANEKA MINUMAN ANEKA NASI ANEKA PUDING ANEKA ROTI ANEKA SAMBAL ANEKA SAYUR MAYUR ANEKA SUP SOTO ANEKA TAHU TEMPE ANEKA TELUR Bahasa Indonesia baju Blogging Catatan Guru SD Cerpen Css/Javascript Designs harga souvenir pernikahan murah bekasi harga souvenir pernikahan murah bogor harga souvenir pernikahan murah depok harga souvenir pernikahan murah jakarta harga souvenir pernikahan murah tangerang How To Informasi Informasi Pendidikan Informasi Umum Internet IPA jual souvenir pernikahan berkualitas bali jual souvenir pernikahan berkualitas bandung jual souvenir pernikahan berkualitas banjarmasin jual souvenir pernikahan berkualitas batam jual souvenir pernikahan berkualitas bekasi jual souvenir pernikahan berkualitas bogor jual souvenir pernikahan berkualitas depok jual souvenir pernikahan berkualitas jakarta jual souvenir pernikahan berkualitas medan jual souvenir pernikahan berkualitas palembang jual souvenir pernikahan berkualitas tangerang jual souvenir pernikahan lucu bali jual souvenir pernikahan lucu bandung jual souvenir pernikahan lucu banjarmasin jual souvenir pernikahan lucu batam jual souvenir pernikahan lucu bekasi jual souvenir pernikahan lucu bogor jual souvenir pernikahan lucu depok jual souvenir pernikahan lucu jakarta jual souvenir pernikahan lucu medan jual souvenir pernikahan lucu palembang jual souvenir pernikahan lucu tangerang jual souvenir pernikahan murah bali jual souvenir pernikahan murah bandung jual souvenir pernikahan murah banjarmasin jual souvenir pernikahan murah batam jual souvenir pernikahan murah bekasi jual souvenir pernikahan murah bogor jual souvenir pernikahan murah depok jual souvenir pernikahan murah medan jual souvenir pernikahan murah palembang jual souvenir pernikahan murah tangerang jual souvenir pernikahan rekomended bali jual souvenir pernikahan rekomended bandung jual souvenir pernikahan rekomended banjarmasin jual souvenir pernikahan rekomended batam jual souvenir pernikahan rekomended bekasi jual souvenir pernikahan rekomended bogor jual souvenir pernikahan rekomended depok jual souvenir pernikahan rekomended jakarta jual souvenir pernikahan rekomended medan jual souvenir pernikahan rekomended palembang jual souvenir pernikahan rekomended tangerang jual souvenir pernikahan terlaris bali jual souvenir pernikahan terlaris bandung jual souvenir pernikahan terlaris banjarmasin jual souvenir pernikahan terlaris batam jual souvenir pernikahan terlaris bekasi jual souvenir pernikahan terlaris bogor jual souvenir pernikahan terlaris depok jual souvenir pernikahan terlaris jakarta jual souvenir pernikahan terlaris medan jual souvenir pernikahan terlaris palembang jual souvenir pernikahan terlaris tangerang jual souvenir pernikahan termurah bali jual souvenir pernikahan termurah bandung jual souvenir pernikahan termurah banjarmasin jual souvenir pernikahan termurah batam jual souvenir pernikahan termurah bekasi jual souvenir pernikahan termurah bogor jual souvenir pernikahan termurah depok jual souvenir pernikahan termurah medan jual souvenir pernikahan termurah palembang jual souvenir pernikahan termurah tangerang jual souvenir pernikahan terpercaya bali jual souvenir pernikahan terpercaya bandung jual souvenir pernikahan terpercaya banjarmasin jual souvenir pernikahan terpercaya batam jual souvenir pernikahan terpercaya bekasi jual souvenir pernikahan terpercaya bogor jual souvenir pernikahan terpercaya depok jual souvenir pernikahan terpercaya jakarta jual souvenir pernikahan terpercaya medan jual souvenir pernikahan terpercaya palembang jual souvenir pernikahan terpercaya tangerang jual souvenir pernikahan unik bali jual souvenir pernikahan unik bandung jual souvenir pernikahan unik banjarmasin jual souvenir pernikahan unik batam jual souvenir pernikahan unik bekasi jual souvenir pernikahan unik bogor jual souvenir pernikahan unik depok jual souvenir pernikahan unik jakarta jual souvenir pernikahan unik medan jual souvenir pernikahan unik palembang jual souvenir pernikahan unik tangerang Kisi-kisi Soal Komputer Label Based Sitemap Themes lainnya Matematika Materi Ajar Multimedia Opini Otak-atik Blog Pages Pedagogis Pendidikan Posts SEO Settings Sitemap Themes Tips TIPS DAN INFO Tools Tutorial Tutorial Ms. Excel Tutorial Print Widgets

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya


Catatan sederhana ini bahwasanya tidak ditujukan kepada teman-teman blogger yang sedang mencari referensi wacana bagiamana memuat tulisan/artikel blog yang berkualitas, atau yang menciptakan postingan itu semakin menambah pengunjung. Tidak. Tulisan ini sengaja saya tulis untuk merenungi diri sendiri saja. Kalau pun kelak catatan ini sanggup membantu ya tidak apa-apa. Catatan ini lebih pada renungan diri saja.
Catatan sederhana ini bahwasanya tidak ditujukan kepada sahabat Menjadi Blogger, Apa saja yang mesti diperhatikan?



Saya sendiri masih aib ketika disebut oleh orang lain sebagai blogger atau narablog. Sebabnya, seorang blogger itu mesti mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah gagasan berupa warta kepada pembacanya.

Sementara itu, saya masih belum bisa menawarkan pengetahuan kepada pembaca, kecuali sedikit saja. Namun, satu kaidah niscaya (menurut saya) bahwa seorang blogger itu mempunyai keterampilan untuk mencari warta dan mengolahnya menjadi pengetahuan yang layak dibagikan kepada pembaca.

Keterampilan itulah yang sedang saya pelajari dikala ini. Melalui sarana blog ini, saya mencoba berguru banyak hal. Mulai dari mencari sumber referensi bacaan warta dari blog/web lain kemudian diolahnya menjadi bacaan sesuai huruf goresan pena sendiri, hingga pada dikala mendapatkan reaksi komentar dari sahabat blogger lain akan menciptakan pengetahuan kita bertambah. Setidaknya, untuk diri sendiri saja dulu.

Blog yakni sarana langsung dalam mengekspresikan gagasan berupa warta yang telah didapat kemudian dipublikasikan di internet yang sanggup diakses oleh banyak orang. Di sinilah kebebasan berekspresi tidak dibatasi oleh pihak manapun dan oleh hukum apapun. Setiap goresan pena yang lahir di blog tidak memandang siapa yang menulis, tetapi apa yang ditulis.

Berbeda dengan penulis buku. Gagasan penulis buku akan hingga kepada pembaca melalui bukunya melalui beberapa tahapan. Di antaranya draft-draft yang diajukan kepada redaktur, penelaah naskah, hingga proses percetakan, dan terakhir pemasaran buku. Orang yang membaca karyanya pun harus membdeli buku tersebut sehingga gagasan yang ditulis benar-benar hingga kepada pembaca.

Sedangkan narablog, ia hanya butuh menuliskan gagasan di blog. Lalu orang lain yang menemukan tulisan-tulisannya melalui kolom pencarian online, maka tulisannya akan segera terbaca hanya bermodal internet saja.

Di sini saya tidak sedang membandingkan dua profesi penulis buku dengan blogger. Karena keduanya merupakan profesi yang sangat mengagumkan bagi saya. Mengapa? Karena kedua profesi tersebut yakni profesi intelektual yang membuatkan gagasan menjadi informasy yang diperlukan oleh pembaca. Dan tentu saja keduanya mempunyai target pembaca yang berbeda-beda.

Saya ingin memfokuskan pada proses kreatif para penulis tersebut. Baik seorang penulis buku maupun blogger, mereka yakni orang-orang yang mau menawarkan kontribusinya terhadap dunia warta yang akan disampaikan kepada pembaca.

Proses kreatif tersebut meliput proses prapenulisan, penulisan, dan penyuntingan. Ketiga tahap tersebut telah saya jelaskan sebelumnya melalui postingan-postingan di blog ini sebelumnya.

Mungki ada kecenderungan bagi para cendikia di negeri ini bahwa rujukan-rujukan yang bersumber dari web tidaklah sevalid referensi pada buku teks. Sebab, buku teks selalu melalui tahapan-tahapan tertentu. Namun bagi saya, penulis di blog pun akan selalu berusaha menawarkan warta yang diyakini kevalidannya semoga pembaca tidak terkungkung oleh buku teks yang semua pembaca mau membaca goresan pena dalam format buku.

Memang, sebagian para cendikia beralasan bahwa dalam dunia internet siapapun boleh menulis tulisannya. Baik itu yang bukan ahlinya mapun konten artikelnya.

Tapi pendapat saya, menulis itu yakni hak hakiki insan dimana orang bebas beropini terhadap apa yang diyakini kebenarannya. Sedangkan mengenai apa yang telah ditulis itu sebagai suatu kebenaran atau tidak, selama penulisnya meyakini kebenarannya itu, penulis sendiri menyerahkannya kepada pembaca. Apakah pembaca itu bisa memilah warta valid dan sah atau tidak.

Kecenderungan membaca dan mendapatkan warta terkadang menjadi boomerang sendiri bagi para blogger. Ketika apa yang dituliskannya itu sebuah fakta, maka beberapa di antara pembaca terkadang mengabaikannya dan tidak menawarkan masukan sebagai suatu fakta yang harus dipertanggungjawabkannya. Malah, sering kali terjadi debat kusir antara pembaca ketika suatu goresan pena itu meluncur dan hingga kepada pembaca hingga muncul pro dan kontra. Di sini terkadang blogger harus jeli dalam melihat suatu informasi. Apakah warta itu akan menguntungkannya atau malah merugikannya.

Lepas dari itu semua, setidaknya ada beberapa yang harus diperhatikan sebelum benar-benar ingin menjadi blogger. Sebenarnya ini berlaku juga untuk para penulis lainnya.



1) Tidak mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri


Dunia blogger rawan terhadap dengan plagiat. Betapa tidak, blog-blog yang dituis dengan jerih payah sendiri harus rela dicopy-paste oleh oknum blogger yang mengcopy paste tulisannya itu di blog lain.

Mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri yakni sikap yang tidak gentle. Penulis semacam ini biasanya mengambil laba dengan cara licik. Mereka mengabaikan jerih payah penulis aslinya dalam mengolah gagasan menjadi tulisan.

Di dunia blogger pun demikian. Biasanya oknum blogger tersebut demi memenuhi kuantitas konten blognya. Dengan semakin banyaknya konten blog, mereka berharap akan mendapatkan peringkat di mesin pencarian google sehingga blog miliknya tampil di halaman pertama setiap pencarian google atau pencarian online lainnya.

Hal ini tentu menciptakan penulis orisinil blog merasa dirugikan. Selain duduk kasus persaingan di mesin pencari online, tentu saja ini akan menciptakan reputasi blognya jauh dari pencarian online.

Beruntung, Google berkembang terus menerus. Meski oknum blogger yang telah mengcopy paste blog penulis orisinil mengubah waktu terbitnya, Google ternyata lebih pintar. Google akan melihat reputasi pengindekan konten terhadap  pembaruan blog. Meski oknum tersebut mengelabuhi google atau pembaca lain dengan cara mengatur waktu terbitnya lebih dulu dari blog penulis aslinya, google bisa mendeteksi siapa yang sejatinya pemilik orisinil konten tersebut.

Kejadian ini pernah saya alami. Hampir seluruh isi kontent blog ini telah dicopy paste oleh oknum blogger yang tidak saya kenal. Semua artikelnya berasal dari artikel blog ini. Bahkan ketika saya cek waktu terbit goresan pena tersebut, malah lebih dulu artikel blog copast tersebut. Hebatnya lagi, blog copast tersebut sudah berdomain TLD.

Untungnya, saya telah mendaftarkan dan menciptakan seluruh artikel sehabis terbit untuk segera diindeks oleh google dan alat pencarian lainnya. Sehingga masih kondusif untuk bersaing di mesin google.

Alhamdulillahnya, saya menghindari untuk mengcopy paste tulisan-tulisan orang lain dari blog saya ini. Semua goresan pena ini yakni hasil pengolahan gagasan-gagasan saya. Insya Allah ....


2) Menukangi (Memanipulasi) Data


Hal yang tabu bagi para penulis yakni memanipulasi data. Entah dengan tujuan baik atau tidak, memanipulasi data yakni perbuatan tidak terpuji. Sama halnya dengan mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri. Memanipulasi data yakni perbuatan yang tidak gentle.

Data di sini biasanya ditujukan bagi para penulis karya ilmiah yang memang membutuhkan warta berupa data yang diakui keabsahannya. Di dunia blogger data bisa berupa warta referensi lain. Blogger harus bisa mengakui sumber referensi yang diambilnya semoga pembaca yakin akan keabsahan warta yang dibentuk pada tulisannya. Misalnya dengan menawarkan link atau pranalaluar pada pembacanya.

3) Menyulitkan Pembaca


Menyulitkan pembaca bisa dilhat dari banyak sekali aspek. Misalnya tampilan blog yang tidak jelas, ejaan yang bermasalah, tampilan konten terhalang oleh widget atau komponen blog lainnya. Semua itu sanggup menawarkan pembaca kesulitan dalam menikmati bacaan di blog kita.

Selain itu, kenyamanan dalam membaca artikel blog pun turut menjadi perhitungan. Blog dengan background putih dan warna font hitam menjadi saran utama untuk konten artikel blog.

Bahasa yang dipakai pun terkadang menjadi prasyarat lain. Bahasa yang baik dalam penulisan artikel sangat berperan dalam kepuasan pembaca. Terlebih Google dalam menargetkan blog yang mempunyai pengalaman pembaca terbaik akan mendukung pengindeksan di mesin pencarian.

Konten artikel yang memperhatikan ejaan, terlebih ejaan yang disempurnakan, akan memudahkan mesin penerjemah ketika blog kita dikunjungi oleh orang lain di luar Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwa internet tidak hanya menjangkau satu negara saja, melainkan lebih luas lagi. Boleh jadi blog kita menyasar ke negara Amerika, Afrika, atau bahkan negara yang tidak kita kenal sekalipun yang telah dibaca oleh orang yang membutuhkan artikel yang kita buat.

Saya sendiri masih belum yakin terhadap penulisan seluruh artikel saya di blog ini sesuai dengan ejaan atau tidak. Setidaknya, saya berusaha sebaik mungkin untuk sanggup menciptakan artikel dengan menerapkan ejaan yang benar semoga gampang dipahami oleh siapapun dan dimanapun.


4) Kontinuitas tanpa mengesampingkan Kualitas


Setidaknya, ada dua kategori blogger di dunia maya ini. Yang pertama yakni Full Blogger dan Blogger biasa (entah apa namanya yang menandakan beliau itu bukan seorang full blogger).

Dari dua kategori tersebut masing-masing mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Biasanya kontinuitas seorang full blogger relatif tetap. Mereka akan selalu update dalam waktu tertentu untuk memposting artikel. Biasanya mereka akan memposting artikel dalam waktu sehari sekali, atau lima artikel sehari, atau bahkan lebih dari itu. Mereka secara kontinu (berkelanjutan) memperbarui artikelnya.

Namun, alih-alih beralasan untuk tetap kontinuitas memperbarui artikel dalam waktu tertentu, ada sebagian blogger yang mengesampingkan kualitas postingannya. Bahkan melanggar beberapa budpekerti penulis dengan cara mengcopy-paste artikel orang lain untuk dijadikan tulisannya sendiri.

Kontinuitas memang suatu hal yang mesti yang ada pada diri seorang full blogger. Akan tetapi, kualitas postingan pun tetap menjadi hal yang utama.

Seorang penulis, entah itu blogger ataupun penulis pada umumnya, harus memperhatikan kualitas tulisannya. Ada beberapa tahapan dalam proses kreatif dalam menulis. Semua itu pernah saya posting di blog ini wacana tahapan prapenulisan, penulisan, dan tahap pascapenulisan.

Ketiga tahapan itu mesti dilewati oleh seorang penulis semoga konten yang dibuatnya berkualitas. Sayangnya, cita-cita untuk tetap kontinuitas mengisi konten blog menutup logika untuk segera memposting artikel apa saja tanpa melalui tahapan-tahapan tersebut.

Di sinilah keterampilan seorang penulis diuji. Mereka harus terampil dalam menciptakan goresan pena yang berkualitas semoga pembaca pun mendapatkan warta sedetail-detailnya dari artikel yang kita buat.

Terampil membutuhkan proses. Proses membutuhkan waktu. Dan para penulis membutuhkan kesabaran dalam menaklukkan waktu. Maka dari itu, keterampilan menulis seorang blogger akan lahir dari kesabarannya dalam mengikuti tahapan menulis.

Dalam kesehariannya, seorang full blogger memang mempunyai fokus utama terhadap dunia blog. Mungkin di antara para blog yang benar-benar menjadi full blogger tidak mempunyai pekerjaan pokok di dunia nyata. Mungkin juga tidak. Tetapi fokus yang menjadi utama seorang full blogger yakni keseriusan dalam mengelola blognya itu semoga semakin hidup dan layak dibaca oleh pembaca.

Kontinuitas memang suatu kepastian bagi seorang blogger, tetapi kualitas tetap menjadi hal utama. Menjadi seorang blogger harus gentle, dan benar-benar menawarkan khazanah pengetahuan bagia pengunjug blognya. Tidak mengkhianati pembaca dengan konten yang mencederai kepercayaan pembaca terhadap goresan pena kita.


Catatan sederhana ini bahwasanya tidak ditujukan kepada teman-teman blogger yang sedang mencari referensi wacana bagiamana memuat tulisan/artikel blog yang berkualitas, atau yang menciptakan postingan itu semakin menambah pengunjung. Tidak. Tulisan ini sengaja saya tulis untuk merenungi diri sendiri saja. Kalau pun kelak catatan ini sanggup membantu ya tidak apa-apa. Catatan ini lebih pada renungan diri saja.
Catatan sederhana ini bahwasanya tidak ditujukan kepada sahabat Menjadi Blogger, Apa saja yang mesti diperhatikan?



Saya sendiri masih aib ketika disebut oleh orang lain sebagai blogger atau narablog. Sebabnya, seorang blogger itu mesti mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah gagasan berupa warta kepada pembacanya.

Sementara itu, saya masih belum bisa menawarkan pengetahuan kepada pembaca, kecuali sedikit saja. Namun, satu kaidah niscaya (menurut saya) bahwa seorang blogger itu mempunyai keterampilan untuk mencari warta dan mengolahnya menjadi pengetahuan yang layak dibagikan kepada pembaca.

Keterampilan itulah yang sedang saya pelajari dikala ini. Melalui sarana blog ini, saya mencoba berguru banyak hal. Mulai dari mencari sumber referensi bacaan warta dari blog/web lain kemudian diolahnya menjadi bacaan sesuai huruf goresan pena sendiri, hingga pada dikala mendapatkan reaksi komentar dari sahabat blogger lain akan menciptakan pengetahuan kita bertambah. Setidaknya, untuk diri sendiri saja dulu.

Blog yakni sarana langsung dalam mengekspresikan gagasan berupa warta yang telah didapat kemudian dipublikasikan di internet yang sanggup diakses oleh banyak orang. Di sinilah kebebasan berekspresi tidak dibatasi oleh pihak manapun dan oleh hukum apapun. Setiap goresan pena yang lahir di blog tidak memandang siapa yang menulis, tetapi apa yang ditulis.

Berbeda dengan penulis buku. Gagasan penulis buku akan hingga kepada pembaca melalui bukunya melalui beberapa tahapan. Di antaranya draft-draft yang diajukan kepada redaktur, penelaah naskah, hingga proses percetakan, dan terakhir pemasaran buku. Orang yang membaca karyanya pun harus membdeli buku tersebut sehingga gagasan yang ditulis benar-benar hingga kepada pembaca.

Sedangkan narablog, ia hanya butuh menuliskan gagasan di blog. Lalu orang lain yang menemukan tulisan-tulisannya melalui kolom pencarian online, maka tulisannya akan segera terbaca hanya bermodal internet saja.

Di sini saya tidak sedang membandingkan dua profesi penulis buku dengan blogger. Karena keduanya merupakan profesi yang sangat mengagumkan bagi saya. Mengapa? Karena kedua profesi tersebut yakni profesi intelektual yang membuatkan gagasan menjadi informasy yang diperlukan oleh pembaca. Dan tentu saja keduanya mempunyai target pembaca yang berbeda-beda.

Saya ingin memfokuskan pada proses kreatif para penulis tersebut. Baik seorang penulis buku maupun blogger, mereka yakni orang-orang yang mau menawarkan kontribusinya terhadap dunia warta yang akan disampaikan kepada pembaca.

Proses kreatif tersebut meliput proses prapenulisan, penulisan, dan penyuntingan. Ketiga tahap tersebut telah saya jelaskan sebelumnya melalui postingan-postingan di blog ini sebelumnya.

Mungki ada kecenderungan bagi para cendikia di negeri ini bahwa rujukan-rujukan yang bersumber dari web tidaklah sevalid referensi pada buku teks. Sebab, buku teks selalu melalui tahapan-tahapan tertentu. Namun bagi saya, penulis di blog pun akan selalu berusaha menawarkan warta yang diyakini kevalidannya semoga pembaca tidak terkungkung oleh buku teks yang semua pembaca mau membaca goresan pena dalam format buku.

Memang, sebagian para cendikia beralasan bahwa dalam dunia internet siapapun boleh menulis tulisannya. Baik itu yang bukan ahlinya mapun konten artikelnya.

Tapi pendapat saya, menulis itu yakni hak hakiki insan dimana orang bebas beropini terhadap apa yang diyakini kebenarannya. Sedangkan mengenai apa yang telah ditulis itu sebagai suatu kebenaran atau tidak, selama penulisnya meyakini kebenarannya itu, penulis sendiri menyerahkannya kepada pembaca. Apakah pembaca itu bisa memilah warta valid dan sah atau tidak.

Kecenderungan membaca dan mendapatkan warta terkadang menjadi boomerang sendiri bagi para blogger. Ketika apa yang dituliskannya itu sebuah fakta, maka beberapa di antara pembaca terkadang mengabaikannya dan tidak menawarkan masukan sebagai suatu fakta yang harus dipertanggungjawabkannya. Malah, sering kali terjadi debat kusir antara pembaca ketika suatu goresan pena itu meluncur dan hingga kepada pembaca hingga muncul pro dan kontra. Di sini terkadang blogger harus jeli dalam melihat suatu informasi. Apakah warta itu akan menguntungkannya atau malah merugikannya.

Lepas dari itu semua, setidaknya ada beberapa yang harus diperhatikan sebelum benar-benar ingin menjadi blogger. Sebenarnya ini berlaku juga untuk para penulis lainnya.



1) Tidak mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri


Dunia blogger rawan terhadap dengan plagiat. Betapa tidak, blog-blog yang dituis dengan jerih payah sendiri harus rela dicopy-paste oleh oknum blogger yang mengcopy paste tulisannya itu di blog lain.

Mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri yakni sikap yang tidak gentle. Penulis semacam ini biasanya mengambil laba dengan cara licik. Mereka mengabaikan jerih payah penulis aslinya dalam mengolah gagasan menjadi tulisan.

Di dunia blogger pun demikian. Biasanya oknum blogger tersebut demi memenuhi kuantitas konten blognya. Dengan semakin banyaknya konten blog, mereka berharap akan mendapatkan peringkat di mesin pencarian google sehingga blog miliknya tampil di halaman pertama setiap pencarian google atau pencarian online lainnya.

Hal ini tentu menciptakan penulis orisinil blog merasa dirugikan. Selain duduk kasus persaingan di mesin pencari online, tentu saja ini akan menciptakan reputasi blognya jauh dari pencarian online.

Beruntung, Google berkembang terus menerus. Meski oknum blogger yang telah mengcopy paste blog penulis orisinil mengubah waktu terbitnya, Google ternyata lebih pintar. Google akan melihat reputasi pengindekan konten terhadap  pembaruan blog. Meski oknum tersebut mengelabuhi google atau pembaca lain dengan cara mengatur waktu terbitnya lebih dulu dari blog penulis aslinya, google bisa mendeteksi siapa yang sejatinya pemilik orisinil konten tersebut.

Kejadian ini pernah saya alami. Hampir seluruh isi kontent blog ini telah dicopy paste oleh oknum blogger yang tidak saya kenal. Semua artikelnya berasal dari artikel blog ini. Bahkan ketika saya cek waktu terbit goresan pena tersebut, malah lebih dulu artikel blog copast tersebut. Hebatnya lagi, blog copast tersebut sudah berdomain TLD.

Untungnya, saya telah mendaftarkan dan menciptakan seluruh artikel sehabis terbit untuk segera diindeks oleh google dan alat pencarian lainnya. Sehingga masih kondusif untuk bersaing di mesin google.

Alhamdulillahnya, saya menghindari untuk mengcopy paste tulisan-tulisan orang lain dari blog saya ini. Semua goresan pena ini yakni hasil pengolahan gagasan-gagasan saya. Insya Allah ....


2) Menukangi (Memanipulasi) Data


Hal yang tabu bagi para penulis yakni memanipulasi data. Entah dengan tujuan baik atau tidak, memanipulasi data yakni perbuatan tidak terpuji. Sama halnya dengan mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri. Memanipulasi data yakni perbuatan yang tidak gentle.

Data di sini biasanya ditujukan bagi para penulis karya ilmiah yang memang membutuhkan warta berupa data yang diakui keabsahannya. Di dunia blogger data bisa berupa warta referensi lain. Blogger harus bisa mengakui sumber referensi yang diambilnya semoga pembaca yakin akan keabsahan warta yang dibentuk pada tulisannya. Misalnya dengan menawarkan link atau pranalaluar pada pembacanya.

3) Menyulitkan Pembaca


Menyulitkan pembaca bisa dilhat dari banyak sekali aspek. Misalnya tampilan blog yang tidak jelas, ejaan yang bermasalah, tampilan konten terhalang oleh widget atau komponen blog lainnya. Semua itu sanggup menawarkan pembaca kesulitan dalam menikmati bacaan di blog kita.

Selain itu, kenyamanan dalam membaca artikel blog pun turut menjadi perhitungan. Blog dengan background putih dan warna font hitam menjadi saran utama untuk konten artikel blog.

Bahasa yang dipakai pun terkadang menjadi prasyarat lain. Bahasa yang baik dalam penulisan artikel sangat berperan dalam kepuasan pembaca. Terlebih Google dalam menargetkan blog yang mempunyai pengalaman pembaca terbaik akan mendukung pengindeksan di mesin pencarian.

Konten artikel yang memperhatikan ejaan, terlebih ejaan yang disempurnakan, akan memudahkan mesin penerjemah ketika blog kita dikunjungi oleh orang lain di luar Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwa internet tidak hanya menjangkau satu negara saja, melainkan lebih luas lagi. Boleh jadi blog kita menyasar ke negara Amerika, Afrika, atau bahkan negara yang tidak kita kenal sekalipun yang telah dibaca oleh orang yang membutuhkan artikel yang kita buat.

Saya sendiri masih belum yakin terhadap penulisan seluruh artikel saya di blog ini sesuai dengan ejaan atau tidak. Setidaknya, saya berusaha sebaik mungkin untuk sanggup menciptakan artikel dengan menerapkan ejaan yang benar semoga gampang dipahami oleh siapapun dan dimanapun.


4) Kontinuitas tanpa mengesampingkan Kualitas


Setidaknya, ada dua kategori blogger di dunia maya ini. Yang pertama yakni Full Blogger dan Blogger biasa (entah apa namanya yang menandakan beliau itu bukan seorang full blogger).

Dari dua kategori tersebut masing-masing mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Biasanya kontinuitas seorang full blogger relatif tetap. Mereka akan selalu update dalam waktu tertentu untuk memposting artikel. Biasanya mereka akan memposting artikel dalam waktu sehari sekali, atau lima artikel sehari, atau bahkan lebih dari itu. Mereka secara kontinu (berkelanjutan) memperbarui artikelnya.

Namun, alih-alih beralasan untuk tetap kontinuitas memperbarui artikel dalam waktu tertentu, ada sebagian blogger yang mengesampingkan kualitas postingannya. Bahkan melanggar beberapa budpekerti penulis dengan cara mengcopy-paste artikel orang lain untuk dijadikan tulisannya sendiri.

Kontinuitas memang suatu hal yang mesti yang ada pada diri seorang full blogger. Akan tetapi, kualitas postingan pun tetap menjadi hal yang utama.

Seorang penulis, entah itu blogger ataupun penulis pada umumnya, harus memperhatikan kualitas tulisannya. Ada beberapa tahapan dalam proses kreatif dalam menulis. Semua itu pernah saya posting di blog ini wacana tahapan prapenulisan, penulisan, dan tahap pascapenulisan.

Ketiga tahapan itu mesti dilewati oleh seorang penulis semoga konten yang dibuatnya berkualitas. Sayangnya, cita-cita untuk tetap kontinuitas mengisi konten blog menutup logika untuk segera memposting artikel apa saja tanpa melalui tahapan-tahapan tersebut.

Di sinilah keterampilan seorang penulis diuji. Mereka harus terampil dalam menciptakan goresan pena yang berkualitas semoga pembaca pun mendapatkan warta sedetail-detailnya dari artikel yang kita buat.

Terampil membutuhkan proses. Proses membutuhkan waktu. Dan para penulis membutuhkan kesabaran dalam menaklukkan waktu. Maka dari itu, keterampilan menulis seorang blogger akan lahir dari kesabarannya dalam mengikuti tahapan menulis.

Dalam kesehariannya, seorang full blogger memang mempunyai fokus utama terhadap dunia blog. Mungkin di antara para blog yang benar-benar menjadi full blogger tidak mempunyai pekerjaan pokok di dunia nyata. Mungkin juga tidak. Tetapi fokus yang menjadi utama seorang full blogger yakni keseriusan dalam mengelola blognya itu semoga semakin hidup dan layak dibaca oleh pembaca.

Kontinuitas memang suatu kepastian bagi seorang blogger, tetapi kualitas tetap menjadi hal utama. Menjadi seorang blogger harus gentle, dan benar-benar menawarkan khazanah pengetahuan bagia pengunjug blognya. Tidak mengkhianati pembaca dengan konten yang mencederai kepercayaan pembaca terhadap goresan pena kita.

Seperti sebuah lirik lagu Peterpen (Sekarang berganti nama menjadi Noah), "Lepas semua yang kuinginkan ... tak 'kan kuulangi ..."

Menganlisis Kekuatan dan kelemahan Blog dengan ANalisis SWOT Menganalisis Kekuatan dan Kelemahan dalam Membangun Blog






Saya sedang membangun blog lagi. Kali ini, blog tersebut akan aku daftarkan domainnya menjadi Top Level Domain atau TLD. Pilihan domain ada tiga, yaitu: .com, .net, atau .id.

Ketiganya mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Blog yang akan aku daftarkan ialah blog edaklopedia. Kalau merujuk pada domain yang ada pada pilihan, beberapa nama blog tersebut akan menjadi edaklopedia.com atau edaklopedia.net atau mungkin edaklopedia.id

Saya belum memutuskan untuk menentukan domain apa yang akan aku pakai. Alasannya, blog tersebut masih kosong dan belum diposting apa-apa.

Saya sendiri masih bingung. Blog ini akan diisi dengan artikel bertema apa. Maka di sini, aku akan berandai-andai ihwal blog ini nantinya.

====================== andai-andai pertama =====================

Blog edaklopedia ialah blog dengan tema edukasi dan ensiklopedia. Artikelnya mempunyai ciri khusus dibandingkan dengan blog yang sejenisnya. Blog dengan edukasi akan menginformasikan ragan informasi edukasi yang sanggup dinikmati oleh pembaca. Begitupun ensiklopedia.

Kelebihan dari blog ini ialah postingannya yang kekinian. Disusun secara runtdown ibarat on the spot-nya Trans 7. Materi artikel merujuk pada bahan yang ada di sekolah. Mulai dari jenjang sekolah dasar sampai menengah.

Oleh alasannya ialah itu, sebelum aku memutuskan blog ini. Saya akan menciptakan analisis terkait blog ini.

Analisis Blog


Strength (Kekuatan)

Blog berisi informasi yang bertemakan edukasi dan ensiklopedia. Disusun runtdown biar menarik. Nantinya, blog ini akan dijadikan kliping video youtube dengan nama chanel yang sama.

Untuk kekuatan yang aku miliki dalam membangun blog tersebut, adalah:

- Internet dan Laptop tersedia untuk mengmbangkan blog. Laptop dan internet di sini, aku tidak perlu mengeluarkan duit untuk mengoneksi internet.

- Koneksi internet begitu gampang diakses. Jadi, aku gampang untuk mencari referensi artikel maupun proses publikasi artikel di blog.

- Saya mempunyai pengalaman menulis fiksi bersama kawan-kawan penulis. Jadi, dasar penulisan setidaknya sudah aku kuasai.

Kelemahan (Weakness):

 - Saya masih galau membangun artikel. Artinya, artikel yang akan aku susun itu harus ibarat apa
- Kesibukan pokok aku sehari-hari sering menjadi kendala dalam membangun blog. Semisal sehari sanggup menuntaskan satu artikel saja itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Belum lagi kiprah pokok sebagai pengajar malah belum sanggup menawarkan kesempatan penuh biar berkonsentrasi menciptakan artikel blog.

Opportunity (Peluang)

- Beruntung, aku masuk ke beberapa lembaga ihwal blog. Baik di Whatsapp maupun di situs jejaring sosial lainnya. Di lembaga tersebut aku sanggup berguru banyak bagaimana menyebarkan blog

Ancaman (Threatness):

Blog akan terbengkalai kalau aku benar-benar tidak memprogramkan sistem kerja blog ini. Terutama mengenai kelemahan aku dalam membangun artikel


Program Kerja


Program kerja dalam membangun dan membesarkan blog.

Target: Setiap hari minimal satu postingan. Target yang diupayakan ialah sehari dengan 5 postingan.

Cara kerja: >> Menyusun porgram artikel >> Mencari informasi >> Mencari referensi >> Pengeditan gambar atau ilustrasi >> Posting >>

Seperti sebuah lirik lagu Peterpen (Sekarang berganti nama menjadi Noah), "Lepas semua yang kuinginkan ... tak 'kan kuulangi ..."

Menganlisis Kekuatan dan kelemahan Blog dengan ANalisis SWOT Menganalisis Kekuatan dan Kelemahan dalam Membangun Blog






Saya sedang membangun blog lagi. Kali ini, blog tersebut akan aku daftarkan domainnya menjadi Top Level Domain atau TLD. Pilihan domain ada tiga, yaitu: .com, .net, atau .id.

Ketiganya mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Blog yang akan aku daftarkan ialah blog edaklopedia. Kalau merujuk pada domain yang ada pada pilihan, beberapa nama blog tersebut akan menjadi edaklopedia.com atau edaklopedia.net atau mungkin edaklopedia.id

Saya belum memutuskan untuk menentukan domain apa yang akan aku pakai. Alasannya, blog tersebut masih kosong dan belum diposting apa-apa.

Saya sendiri masih bingung. Blog ini akan diisi dengan artikel bertema apa. Maka di sini, aku akan berandai-andai ihwal blog ini nantinya.

====================== andai-andai pertama =====================

Blog edaklopedia ialah blog dengan tema edukasi dan ensiklopedia. Artikelnya mempunyai ciri khusus dibandingkan dengan blog yang sejenisnya. Blog dengan edukasi akan menginformasikan ragan informasi edukasi yang sanggup dinikmati oleh pembaca. Begitupun ensiklopedia.

Kelebihan dari blog ini ialah postingannya yang kekinian. Disusun secara runtdown ibarat on the spot-nya Trans 7. Materi artikel merujuk pada bahan yang ada di sekolah. Mulai dari jenjang sekolah dasar sampai menengah.

Oleh alasannya ialah itu, sebelum aku memutuskan blog ini. Saya akan menciptakan analisis terkait blog ini.

Analisis Blog


Strength (Kekuatan)

Blog berisi informasi yang bertemakan edukasi dan ensiklopedia. Disusun runtdown biar menarik. Nantinya, blog ini akan dijadikan kliping video youtube dengan nama chanel yang sama.

Untuk kekuatan yang aku miliki dalam membangun blog tersebut, adalah:

- Internet dan Laptop tersedia untuk mengmbangkan blog. Laptop dan internet di sini, aku tidak perlu mengeluarkan duit untuk mengoneksi internet.

- Koneksi internet begitu gampang diakses. Jadi, aku gampang untuk mencari referensi artikel maupun proses publikasi artikel di blog.

- Saya mempunyai pengalaman menulis fiksi bersama kawan-kawan penulis. Jadi, dasar penulisan setidaknya sudah aku kuasai.

Kelemahan (Weakness):

 - Saya masih galau membangun artikel. Artinya, artikel yang akan aku susun itu harus ibarat apa
- Kesibukan pokok aku sehari-hari sering menjadi kendala dalam membangun blog. Semisal sehari sanggup menuntaskan satu artikel saja itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Belum lagi kiprah pokok sebagai pengajar malah belum sanggup menawarkan kesempatan penuh biar berkonsentrasi menciptakan artikel blog.

Opportunity (Peluang)

- Beruntung, aku masuk ke beberapa lembaga ihwal blog. Baik di Whatsapp maupun di situs jejaring sosial lainnya. Di lembaga tersebut aku sanggup berguru banyak bagaimana menyebarkan blog

Ancaman (Threatness):

Blog akan terbengkalai kalau aku benar-benar tidak memprogramkan sistem kerja blog ini. Terutama mengenai kelemahan aku dalam membangun artikel


Program Kerja


Program kerja dalam membangun dan membesarkan blog.

Target: Setiap hari minimal satu postingan. Target yang diupayakan ialah sehari dengan 5 postingan.

Cara kerja: >> Menyusun porgram artikel >> Mencari informasi >> Mencari referensi >> Pengeditan gambar atau ilustrasi >> Posting >>

Assalamualaikum, Gan ...

Seharian ini saya melaksanakan blog walking alias mengunjungi blog teman-teman blogger. Banyak ilmu yang saya dapatkan. Melalui konten blog, Sembari membaca beberapa artikelnya, saya juga mempelajari gaya penulisan, konten, penampilan.

 Seharian ini saya melaksanakan blog walking alias mengunjungi blog sobat Oleh-oleh Blogwalking: Keliru Besar Kalau Tujuan Utama Ngeblog Itu Nyari Duit


Selama blogwalking, saya membawa misi: mencari tahu yang mengakibatkan blog yang saya baca ini begitu sukses (versi saya loh ya ... hehehe).

Saya membandingkan-bandingkan antara blog saya dengan dengan blog yang saya kunjungi tersebut. Adakah kemiripan dengan blog yang saya bangun. Apalagi jikalau menemukan kaya gini: Dari sisi isi, blog ini bagusan saya. Tapi kenapa miliknya jauh lebih banyak diminati?

Rasa ingin tau terus menggelayuti daku (halaaah ... alay, hahahaha). pertanyaan kenapa sanggup kaya gitu saya menduga-duga jawabannya. Ya ... tanggapan pasrah mah gini: emang nasib baiknya beliau kali. Lu ga usah sirik. Hahaha

Lalu saya kembali masuk ke beberapa forum. Umumnya lembaga diskusi pembuat konten. Saya merayapi (kaya googleboot ya...) beberapa thread dan komen anggota. Saya mencari topik yang saya alami. Ternyata ada juga yang menanyakan hal itu meski threadnya menscroll paling bawah.

Intinya, untuk memperkaya dan menstabilkan pengunjung cuman satu. Kualitas artikel begitu yahud alias t.o.p begete.

Sekarang problem gres muncul. Lantas artikel berkualitas cantik itu kaya apa?


Apakah artikel cantik itu super duper panjang. Sekitar 70.000 kata atau ibarat apa?

Jawaban apik saya sanggup malah dari klarifikasi Neil Patel. Menurutnya, artikel yang cantik itu ialah artikel yang menciptakan orang puas sehabis pengunuung membacanya. Pembaca konten akan merasa tuntas apa yang mereka cari di google (atau alat penelusuran) ada di artikel kita. Jadi, pembaca akan merasa berterimakasih terhadap klarifikasi yang kita berikan lewat artikel di blog.

Tambahnya lagi, berdasarkan Neil Patel, bukan seberapa banyak jumlah kata yang mesti jadi pijakan kualitas. Seandainya blogger membatasi dengan artikel sebanyak 10.000 kata, mereka akan cenderung lebih fokus pada jumlah kata itu. Seandainya pembahasan telah habis pada angka kurang dari 10.000 kata, ia akan menambah-nambahkan materi yang tidak penting pada artikelnya. Alhasil, artikel jatuh membosankan.

Oke, problem artikel udah dapet jawaban. Sekarang bagaimana hasil blogging selanjutnya.

Beberapa blog yang saya kunjungi rata-rata sama dalam satu hal. Blog yang mereka bangkit harus memiliki pelayanan puas. Jangan alih-alih ingin ramai pengunjung, konten blog kita jadi miskin kualitas. Apa saja yang di luar tema dimasukkan. Biasanya ini terjadi pada blogger pemula. Mereka cenderung ingin menaikkan traffick guna mendapat earning AdSense. (Nah ..., ini bab menohoknya. Saya ibarat disindir abis. Hehehehe)

Memang bener sih, sebagai blog pemula saya cenderung memposting artikel tiap hari. Saya semaksimal mungkin mendatangkan pengunjung dengan artikel yang cukup bermanfaat. Hasilnya? Lumayan sepakat daripada tidak sama sekali.

Pageview saya masih di bawah 100-an pada awal-awal berdirinya blog. Beberapa tahun kemudian saya tinggalkan.  Baru final tahun 2018 saya mulai mengisi konten blog. Mulanya hanya tiap seminggu sekali, akhirnyabhingga hampir tiap hari. Pageview pun meningkat dari di bawah 100 pengunjung sampai 300 pengunjung.

Namun itu masih jauh dari target. Pengennya sih blog ini ramai minimal per hari sanggup pengujung sebanyak 1000 orang. Terus banyak yang ngeshare artikel ini ke mereka. Banyak interaksi positif melalui komentar. Sehingga blig semakin hidup.

Lah ... yang namanya perjuangan harus liat prosesnya di final kan? Yang penting jangan mengalah aja memperlihatkan yang terbaik. Iya ngga, Bro ...? Hehehe

Nah ..., melalui postingan ini coba deh pembaca yang tidak sengaja membaca konten ini berikan pendapatnya: bagaimana dengan kualitas artikel yang ada di blog ini? Isi di kolom komentar ya ....

Oke, kembali ke topik.

Poin besar apa yang saya dapatkan dari blogwalking?


Beberapa blogger sepakat bahwa dalam blogging, tujuan utamanya itu bukan untuk nyari duit. Kaprikornus salah besar jikalau ngeblog dilatarbelakangi untuk mencari duit. Duit sanggup tiba sendiri sehabis kita memperlihatkan yang terbaik ke pengunjung, melayani kebutuhan mereka, sampai pengunjung merasa puas sehabis meninggalkan blog.

Selalu ingat, perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. Kaprikornus tetaplah berusaha yang terbaik untuk memperlihatkan yang terbaik untuk pembaca kita. Oke?

Kalau ada tambah-tambahan informasi, silakan komentar ya ... kali aja kita sanggup saling menyebarkan informasi.


Assalamualaikum, Gan ...

Seharian ini saya melaksanakan blog walking alias mengunjungi blog teman-teman blogger. Banyak ilmu yang saya dapatkan. Melalui konten blog, Sembari membaca beberapa artikelnya, saya juga mempelajari gaya penulisan, konten, penampilan.

 Seharian ini saya melaksanakan blog walking alias mengunjungi blog sobat Oleh-oleh Blogwalking: Keliru Besar Kalau Tujuan Utama Ngeblog Itu Nyari Duit


Selama blogwalking, saya membawa misi: mencari tahu yang mengakibatkan blog yang saya baca ini begitu sukses (versi saya loh ya ... hehehe).

Saya membandingkan-bandingkan antara blog saya dengan dengan blog yang saya kunjungi tersebut. Adakah kemiripan dengan blog yang saya bangun. Apalagi jikalau menemukan kaya gini: Dari sisi isi, blog ini bagusan saya. Tapi kenapa miliknya jauh lebih banyak diminati?

Rasa ingin tau terus menggelayuti daku (halaaah ... alay, hahahaha). pertanyaan kenapa sanggup kaya gitu saya menduga-duga jawabannya. Ya ... tanggapan pasrah mah gini: emang nasib baiknya beliau kali. Lu ga usah sirik. Hahaha

Lalu saya kembali masuk ke beberapa forum. Umumnya lembaga diskusi pembuat konten. Saya merayapi (kaya googleboot ya...) beberapa thread dan komen anggota. Saya mencari topik yang saya alami. Ternyata ada juga yang menanyakan hal itu meski threadnya menscroll paling bawah.

Intinya, untuk memperkaya dan menstabilkan pengunjung cuman satu. Kualitas artikel begitu yahud alias t.o.p begete.

Sekarang problem gres muncul. Lantas artikel berkualitas cantik itu kaya apa?


Apakah artikel cantik itu super duper panjang. Sekitar 70.000 kata atau ibarat apa?

Jawaban apik saya sanggup malah dari klarifikasi Neil Patel. Menurutnya, artikel yang cantik itu ialah artikel yang menciptakan orang puas sehabis pengunuung membacanya. Pembaca konten akan merasa tuntas apa yang mereka cari di google (atau alat penelusuran) ada di artikel kita. Jadi, pembaca akan merasa berterimakasih terhadap klarifikasi yang kita berikan lewat artikel di blog.

Tambahnya lagi, berdasarkan Neil Patel, bukan seberapa banyak jumlah kata yang mesti jadi pijakan kualitas. Seandainya blogger membatasi dengan artikel sebanyak 10.000 kata, mereka akan cenderung lebih fokus pada jumlah kata itu. Seandainya pembahasan telah habis pada angka kurang dari 10.000 kata, ia akan menambah-nambahkan materi yang tidak penting pada artikelnya. Alhasil, artikel jatuh membosankan.

Oke, problem artikel udah dapet jawaban. Sekarang bagaimana hasil blogging selanjutnya.

Beberapa blog yang saya kunjungi rata-rata sama dalam satu hal. Blog yang mereka bangkit harus memiliki pelayanan puas. Jangan alih-alih ingin ramai pengunjung, konten blog kita jadi miskin kualitas. Apa saja yang di luar tema dimasukkan. Biasanya ini terjadi pada blogger pemula. Mereka cenderung ingin menaikkan traffick guna mendapat earning AdSense. (Nah ..., ini bab menohoknya. Saya ibarat disindir abis. Hehehehe)

Memang bener sih, sebagai blog pemula saya cenderung memposting artikel tiap hari. Saya semaksimal mungkin mendatangkan pengunjung dengan artikel yang cukup bermanfaat. Hasilnya? Lumayan sepakat daripada tidak sama sekali.

Pageview saya masih di bawah 100-an pada awal-awal berdirinya blog. Beberapa tahun kemudian saya tinggalkan.  Baru final tahun 2018 saya mulai mengisi konten blog. Mulanya hanya tiap seminggu sekali, akhirnyabhingga hampir tiap hari. Pageview pun meningkat dari di bawah 100 pengunjung sampai 300 pengunjung.

Namun itu masih jauh dari target. Pengennya sih blog ini ramai minimal per hari sanggup pengujung sebanyak 1000 orang. Terus banyak yang ngeshare artikel ini ke mereka. Banyak interaksi positif melalui komentar. Sehingga blig semakin hidup.

Lah ... yang namanya perjuangan harus liat prosesnya di final kan? Yang penting jangan mengalah aja memperlihatkan yang terbaik. Iya ngga, Bro ...? Hehehe

Nah ..., melalui postingan ini coba deh pembaca yang tidak sengaja membaca konten ini berikan pendapatnya: bagaimana dengan kualitas artikel yang ada di blog ini? Isi di kolom komentar ya ....

Oke, kembali ke topik.

Poin besar apa yang saya dapatkan dari blogwalking?


Beberapa blogger sepakat bahwa dalam blogging, tujuan utamanya itu bukan untuk nyari duit. Kaprikornus salah besar jikalau ngeblog dilatarbelakangi untuk mencari duit. Duit sanggup tiba sendiri sehabis kita memperlihatkan yang terbaik ke pengunjung, melayani kebutuhan mereka, sampai pengunjung merasa puas sehabis meninggalkan blog.

Selalu ingat, perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. Kaprikornus tetaplah berusaha yang terbaik untuk memperlihatkan yang terbaik untuk pembaca kita. Oke?

Kalau ada tambah-tambahan informasi, silakan komentar ya ... kali aja kita sanggup saling menyebarkan informasi.


Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog teman-teman dan juga mengunjungi lembaga diskusi. Ada thread yang ditanyakan oleh salah satu sahabat blog kami mengenai cara menampilkan file PDF ke dalam postingan blog. Sebenarnya bukan hanya file PDF saja sih, tapi semua jenis file dokumen (PDF, Word, PPt, Excel)  dapat diupload ke dalam postingan blog. Kemudian tampil dan dapat diakses oleh pembaca blog kita.
 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog


Banyak blogger yang berniche tutorial komputer mengulas cara menampilkan file PDF atau jenis dokumen lainnya di blog mereka. Ketika Anda googling pun, banyak artikel yang mengulas perihal itu.

Menampilkan file dokumen ke dalam postingan blog menjadi daya tarik sendiri bagi konten kita. Dengan menampilkan file dokumen di postingan kita, pengunjung akan lebih tertarik. Selain itu, dokumen biasanya diharapkan oleh pembaca dibandingkan dengan menyajikan kalimat di tubuh postingan kita.

Misalnya gini: Ketika kita memposting format surat resmi. Pengunjung/pembaca blog kita akan lebih tertarik dengan melihat rujukan dokumen, entah itu pdf atau word, dibandingkan dengan goresan pena postingan kita. Sehingga, pengunjung akan gampang mengambil manfaat dari artikel kita tersebut.

Cara Menampilkan (Menyematkan/Embed) File Dokumen (PDF, Word, Powerpoint, Excel) pada Postingan Blog


Langkah ke-1: Login ke fitur google dokumen


Bagi Anda pengguna akun Google, satu akun dapat login ke banyak sekali produk google. Kita akan dapat login dengan akun gmail kita ke situs google dokumen. Caranya, kunjungi link berikut: https://doc.google.com. Kemudian, loginlah dengan akun gmail Anda.


Setelah Anda login, tampilan Google Dokumen akan terlihat menyerupai gambar berikut:


 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog

Kebetulan produk google milik saya sudah berbahasa Indonesia. Jika Anda memakai bahasa Inggris sesuaikan aja ya..., yang penting kawasan dan fungsinya sama

Langkah ke-2 : Pilih logo Folder


Setelah tampil menyerupai gambar tadi, pilih ikon Folder yang ada di pojok kanan. Nantinya akan ada judul "Buka Pemilih File" dikala kursor mendekati file tersebut. Perhatikan gambar:

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog


Langkah ke-3: Pilih sajian 'Upload"


Setelah itu, akan tampil menyerupai gambar di bawah ini. Kemudian pilih "Upload"

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog


Dengan mengeklik "Pilih File dari Komputer Anda", Anda akan diarahkan ke Drive komputer Anda untuk mengambil file dokumen (PDF, Word, Excel, PPt). Setelah Anda pilih, silakan klik simpan

Langkah ke-4: Mengatur Publikasi Dokumen


Langkah ke-4 ini begitu penting untuk dilakukan biar file yang akan kita sematkan di postingan blog biar terbaca secara umum. Permasalahan yang sering muncul bagi blogger ialah dikala sudah berhasil mengupload dan sudah menyematkan linknya di postingan blog, malah tidak muncul oleh pembaca lain. Oleh alasannya ialah itu, langkah ke-4 ini sangat penting.

Perhatikan jenis dokumen berikut:

Dokumen berekstensi Word, Excel, dan PPt atur publikasinya dengan cara:

  •  Buka File hasil upload Anda di doc.google.com, nanti akan tampil menyerupai gambar berikut:

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog

  • Kemudian Pilih Menu "File" >> Pilih Menu "Berbagi" (English: Shared) >> Pilih Kolom dan pilih "Lainnya" (English: "Others") >> Kemudian pilih "Aktif di Web". Perhatikan Gambar berikut:
 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog


Dokumen berekstensi PDF, atur publikasinya dengan cara:


  •  Buka File hasil upload Pdf, Pilih simbol tiga titik kemudian pilih "Drive"

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog
  • Anda akan diarahkan pada situs drive.google.com milik Anda. Aktifkan rantai sampai berwara hijau, kemudian pilih "Setelan Berbagi"

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog
  • Kemudian, pilih sajian Rantai >> Pilih "Setelan Berbagi" >> Pilih Kolom dan pilih "Lainnya" (English: "Others") >> Kemudian pilih "Aktif di Web. Perhatikan gambar animasi berikut:

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog

Langkah Ke-5: Mengcopy format link yang akan disematkan (Embed Link) pada postingan 


Untuk menyematkan/embed link dokumen berformat Word, Excel, dan PPt. Link Penyematan dillakukan dengan cara:

  • - Buka file Word atau Excel atau PPt di doc.google.com
  • - Akan tampil secara online dokumen tersebut, kemudian piih sajian kafetaria "File" dan pilih "Publikasikan di web"
  • - Lalu copy instruksi HTML yang ada di kolom tersebut, kemudian klik "Publikasikan"
 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog

Untuk menyematkan/embed link dokumen berformat pdf, dilakukan dengan cara:

  • - buka file Pdf yang sudah Anda upload
  • - akan tampil secara online dokumen tersebut menyerupai gambar, kemudian pilih sajian atau simbol titik tiga, kemudian pilih "sematkan item"
 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog

Langkah Ke-6: Mem-paste-kan instruksi HTML di postingan


Selanjutnya, Anda tinggal memposting instruksi HTML di postingan blog. Ingat, format inputnya harus dalam bentuk "HTML", bukan "Compose"

baca juga: Menjadi blogger, apa saja yang mesti diperhatikan?
Jika Anda berhasil mengikuti langkah-langkahnya di blog ini, maka akan tampil menyerupai berikut:

Format Word:


Format Excel:


Format Power Point (PPT)

Format PDF
Selama memposting artikel ini, saya juga akan membagikan tutorial ini dalam bentuk video. Tunggu saja ya ....

Itulah cara menampilkan atau upload file dokumen (Pdf, Word, Excel, Ppt) pada postingan blog. Semoga bermanfaat ....

Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog teman-teman dan juga mengunjungi lembaga diskusi. Ada thread yang ditanyakan oleh salah satu sahabat blog kami mengenai cara menampilkan file PDF ke dalam postingan blog. Sebenarnya bukan hanya file PDF saja sih, tapi semua jenis file dokumen (PDF, Word, PPt, Excel)  dapat diupload ke dalam postingan blog. Kemudian tampil dan dapat diakses oleh pembaca blog kita.
 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog


Banyak blogger yang berniche tutorial komputer mengulas cara menampilkan file PDF atau jenis dokumen lainnya di blog mereka. Ketika Anda googling pun, banyak artikel yang mengulas perihal itu.

Menampilkan file dokumen ke dalam postingan blog menjadi daya tarik sendiri bagi konten kita. Dengan menampilkan file dokumen di postingan kita, pengunjung akan lebih tertarik. Selain itu, dokumen biasanya diharapkan oleh pembaca dibandingkan dengan menyajikan kalimat di tubuh postingan kita.

Misalnya gini: Ketika kita memposting format surat resmi. Pengunjung/pembaca blog kita akan lebih tertarik dengan melihat rujukan dokumen, entah itu pdf atau word, dibandingkan dengan goresan pena postingan kita. Sehingga, pengunjung akan gampang mengambil manfaat dari artikel kita tersebut.

Cara Menampilkan (Menyematkan/Embed) File Dokumen (PDF, Word, Powerpoint, Excel) pada Postingan Blog


Langkah ke-1: Login ke fitur google dokumen


Bagi Anda pengguna akun Google, satu akun dapat login ke banyak sekali produk google. Kita akan dapat login dengan akun gmail kita ke situs google dokumen. Caranya, kunjungi link berikut: https://doc.google.com. Kemudian, loginlah dengan akun gmail Anda.


Setelah Anda login, tampilan Google Dokumen akan terlihat menyerupai gambar berikut:


 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog

Kebetulan produk google milik saya sudah berbahasa Indonesia. Jika Anda memakai bahasa Inggris sesuaikan aja ya..., yang penting kawasan dan fungsinya sama

Langkah ke-2 : Pilih logo Folder


Setelah tampil menyerupai gambar tadi, pilih ikon Folder yang ada di pojok kanan. Nantinya akan ada judul "Buka Pemilih File" dikala kursor mendekati file tersebut. Perhatikan gambar:

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog


Langkah ke-3: Pilih sajian 'Upload"


Setelah itu, akan tampil menyerupai gambar di bawah ini. Kemudian pilih "Upload"

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog


Dengan mengeklik "Pilih File dari Komputer Anda", Anda akan diarahkan ke Drive komputer Anda untuk mengambil file dokumen (PDF, Word, Excel, PPt). Setelah Anda pilih, silakan klik simpan

Langkah ke-4: Mengatur Publikasi Dokumen


Langkah ke-4 ini begitu penting untuk dilakukan biar file yang akan kita sematkan di postingan blog biar terbaca secara umum. Permasalahan yang sering muncul bagi blogger ialah dikala sudah berhasil mengupload dan sudah menyematkan linknya di postingan blog, malah tidak muncul oleh pembaca lain. Oleh alasannya ialah itu, langkah ke-4 ini sangat penting.

Perhatikan jenis dokumen berikut:

Dokumen berekstensi Word, Excel, dan PPt atur publikasinya dengan cara:

  •  Buka File hasil upload Anda di doc.google.com, nanti akan tampil menyerupai gambar berikut:

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog

  • Kemudian Pilih Menu "File" >> Pilih Menu "Berbagi" (English: Shared) >> Pilih Kolom dan pilih "Lainnya" (English: "Others") >> Kemudian pilih "Aktif di Web". Perhatikan Gambar berikut:
 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog


Dokumen berekstensi PDF, atur publikasinya dengan cara:


  •  Buka File hasil upload Pdf, Pilih simbol tiga titik kemudian pilih "Drive"

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog
  • Anda akan diarahkan pada situs drive.google.com milik Anda. Aktifkan rantai sampai berwara hijau, kemudian pilih "Setelan Berbagi"

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog
  • Kemudian, pilih sajian Rantai >> Pilih "Setelan Berbagi" >> Pilih Kolom dan pilih "Lainnya" (English: "Others") >> Kemudian pilih "Aktif di Web. Perhatikan gambar animasi berikut:

 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog

Langkah Ke-5: Mengcopy format link yang akan disematkan (Embed Link) pada postingan 


Untuk menyematkan/embed link dokumen berformat Word, Excel, dan PPt. Link Penyematan dillakukan dengan cara:

  • - Buka file Word atau Excel atau PPt di doc.google.com
  • - Akan tampil secara online dokumen tersebut, kemudian piih sajian kafetaria "File" dan pilih "Publikasikan di web"
  • - Lalu copy instruksi HTML yang ada di kolom tersebut, kemudian klik "Publikasikan"
 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog

Untuk menyematkan/embed link dokumen berformat pdf, dilakukan dengan cara:

  • - buka file Pdf yang sudah Anda upload
  • - akan tampil secara online dokumen tersebut menyerupai gambar, kemudian pilih sajian atau simbol titik tiga, kemudian pilih "sematkan item"
 Kemarin sempat blogwalking di beberapa blog sahabat Cara Menampilkan atau Upload File Dokumen (PDF, Word, PPt, Excel) pada Postingan Blog

Langkah Ke-6: Mem-paste-kan instruksi HTML di postingan


Selanjutnya, Anda tinggal memposting instruksi HTML di postingan blog. Ingat, format inputnya harus dalam bentuk "HTML", bukan "Compose"

baca juga: Menjadi blogger, apa saja yang mesti diperhatikan?
Jika Anda berhasil mengikuti langkah-langkahnya di blog ini, maka akan tampil menyerupai berikut:

Format Word:


Format Excel:


Format Power Point (PPT)

Format PDF
Selama memposting artikel ini, saya juga akan membagikan tutorial ini dalam bentuk video. Tunggu saja ya ....

Itulah cara menampilkan atau upload file dokumen (Pdf, Word, Excel, Ppt) pada postingan blog. Semoga bermanfaat ....

Assalamualaikum,

Beberapa bulan terakhir, Youtuber di internet -- khususnya Youtuber pemula --  yang ingin chanelnya diterima Google AdSense terbilang amat sulit. Syarat monetisasi chanel Youtube biar mendapat rupiah amat berat. Mereka harus mendapat 1.000 subcriber dan penayangan selama 4.000 jam dalam setahun.

 yang ingin chanelnya diterima Google AdSense terbilang amat sulit Video Youtube apa  yang Bisa Mendatangkan 1.000 Subcriber dan 4.000 Jam Tayang?


Syarat mutlak dari Google Adsense gres diberlakukan pertengahan Februari lalu. Banyak Youtuber tercengang mendapat pengumuman ini. Bukan hanya bagi pemula, bagi Youtuber yang sudah diterima AdSense pun terkena dampaknya bila tidak mengikuti syarat Monetisasi Youtube terbaru ini.

Kebijakan gres AdSense untuk Youtube menjadi perbincangan ramai di beberapa forum. Banyak Youtuber mengeluhkan syarat dan ketentuan  ini. Sampai-sampai para Youtuber bertukar subcriber dan menonton chanel anggota lembaga demi mengejar syarat monetisasi.

Masalahnya, saat kita diminta men-subcribe chanel yang kurang diminati malah justru menggangu. Email kita akan penuh dengan pemberitahuan gres dari chanel yang kita subscribe. Apalagi bila email itu yaitu email utama milik kita.

Jika kita sedang berada di forum  atau grup online. Akan banyak betebaran link-link Youtube di thread-thread gres biar kita mengunjungi tautan tersebut. Lebih lagi bila kita diminta menjadi subcribernya dan diminta menonton videonya itu minimal 1 menit.

Berapa banyak kuota yang kita butuhkan untuk membantu Youtuber lain biar terpenuhi syarat monetisasinya? Berapa usang waktu yang terbuang saat menonton video yang tidak begitu kita minati?

Saya tidak menyalahkan atau memandang sinis kawan-kawan Youtuber. Hanya saja saya berpikir bahwa dengan cara bertukar subscribe dan meminta untuk menonton videonya yaitu cara yang "dipaksakan". Malah resiko ditinggalkan subcriber lebih besar alasannya merasa risih dengan videonya ini. Kawan blogger boleh baiklah atau tidak dengan pendapat saya ini.

Lantas ibarat apa dan bagaimana biar cepat dimonetisasi akun Youtube-nya?

Jika pertanyaan ini muncul di benak kawan di sini, maka saya akan mengajukan balik pertanyaan lain sebelum saya menjawabnya. Pertanyaanya: "Apa Anda ingin Cepat kaya dari Youtube?"

Jika balasan Anda "Iya, saya ingin cepat kaya dari Youtube", maka sadarilah bahwa Anda tergolong orang yang ambisius yang kurang mengenali diri Anda. Kenapa? Karena Anda akan melaksanakan cara apa saja biar cepat kaya. Masih mending caranya halal, tapi kalau tidak? Harta yang kita makan akan jadi darah dan daging sebagai bukti dosa-dosa yang dilakukan.

Kita jangan terlalu melihat ke atas kita. Dalam duduk perkara ini jangan melihat Youtuber sukses yang sudah kaya. Sebab kita tidak tahu sudah berapa usang mereka menjadi Youtuber. Bagaimana usaha mereka. Maka lihatlah sisi ke bawah Youtuber sukses itu.

Barangkali kita sering menonton atau membaca Youtuber yang berpenghasilan tinggi, baik dari kalangan artis atau orang biasa, kemudian menjadi topik isu nasional maupun diulas secara masif di media-media? Seandainya kita mengikuti jejak mereka pun kita masih ada faktor 'x' yang belum kita punyai dari mereka.

Seandainya Anda setuju, beberapa faktor yang menciptakan Youtuber sekses itu saya rangkum sebagai berikut:

1. Lakukan dengan Hati

Banyak Youtuber pemula, termasuk saya, menjadi Youtuber itu alasannya ingin dikenal atau ingin mendapat uang dari Youtube. Al hasil video pun dibentuk asal-asalan. Tema chanel video pun awut-awutan dan entah chanel apaan isinya.

Menjadi Youtuber sejati akan melakukannya dengan hati. Ia akan bertanya-tanya sebelum menguploadnya. Apa videonya akan memperlihatkan manfaat bagi penontonnya? Apa videonya sesuai chanel yang ia bangun?

Semisal chanel tutorial kecantikan, sebut saja begitu. Youtubernya akan membagikan tips-tipsnya biar terlihat cantik. Saya yakin si pengupload melakukannya dengan hati alasannya ia bahagia melaksanakan itu hingga memvideokannya dan menguploadnya di Youtube. Jika hasil video tutorialnya memang bagus, tentu akan banyak pengunjung yang ingin mengikuti tutorialnya. Bahkan menjadi subcribernya secara sukarela yaitu sebuah kepastian alasannya merasa puas.

Percayalah, bila kita melakukannya dengan hati, maka kita tidak akan dibebani dengan syarat-syarat monetisasi youtube. Kita akan bahagia melakukannya. Diterima menjadi kawan AdSense yaitu bonus, anggaplah begitu.

Berbeda dengan yang melakukannya tidak dengan hati. Mereka akan mencari materi video yang berpotensi viral, bersusah payah mencari judul yang berpotensi spekulatif atau penonton ingin melihatnya, apalagi malah mengupload video ulang alasannya melihat video-video tersebut banyak ditonton.

Saya sebut saja contohnya. Anda pernah mencari video perihal program TV "Karma"? Jika iya, maka akan ada banyak pengupload yang bermunculan di sana dengan video yang sama. Hanya berbeda judulnya saja atau bahkan deskripsinya yang menciptakan Anda ingin menontonnya. Padahal video tersebut sudah pernah Anda tonton di chanel Youtube yang lain. Seandainya begini, berdasarkan Anda mereka melakukannya dengan hati atau tidak?


2. Menyampaikan Ide atau Materi yang Kita Kuasai atau Nilai Lebih dari Kita

Saya percaya bahwa setiap orang itu mempunyai keahlian yang berbeda. Bertanyalah apa yang bergotong-royong apa yang paling kita kuasai kemudian bagaimana caranya biar orang lain juga menguasainya.

Maksudnya begini, bila Anda andal berdagang buatlah video perihal berdagang dengan cara Anda.

Saya pernah melihat video perihal seorang dropshiper. Videonya sederhana berdasarkan saya. Tapi beliau andal dalam bidang dropshiper. Ia memberikan gagasannya dan cara-caranya menjadi dropshiper. Sampai-sampai videonya ini dibagikan beberapa ribu kali di media sosial.

Anda pun niscaya pernah mencari video tutorial di Youtube, bukan? Artinya pemilik chanel tersebut memang andal dalam tutorial tersebut. Meski tidak mutlak juga bahwa youtuber tersebut memang ahli. Tapi setidaknya, dengan menonton salah satu videonya ada orang yang membutuhkan tutorialnya, bukan?

Jika kita masih resah apa yang kita bergotong-royong kuasai, cobalah tanyakan apa nilai lebih dari kita. Jika Anda mempunyai nilai lebih ibarat Anda sanggup menghibur teman-teman Anda, Silakan Anda buat video perihal nilai lebih dari Anda tersebut. Contohnya banyak. Sebut saja Ria Ricis. Dia selebgram yang mempunyai kelebihan sanggup menghibur followernya dengan kelucu-lucuan yang beliau buat. Raditya Dika menyajikan komedi dari materi stand up. Itu yaitu pola dari nilai lebih yang kita miliki.

3. Serius Menekuni Youtube dan Tujuannya

Hampir Youtuber sukses itu alasannya memang serius menekuninya. Bukan hampir lagi, malah. Sebagian besar memang mereka fokus. Artinya mereka tidak setengah-setengah dalam menciptakan video. Mereka tidak segan-segan membentuk tim dalam pembuatan videonya.

Misalnya Chanel Cumi-cumi. Chanel ini fokus pada berita-berita gosip dan seputar informasi selebritis tanah air. Chanel ini berada dibawah naungan Indigo Production yang notabene-nya mempunyai banyak karyawan. Chanel ini memang berisikan awak media.

Lain hal dengan Youtuber perorangan. Contohnya Ria Ricis, Keluarga Halilintar, dan beberapa lainnya. Mereka mengambil tema video yang menghibur masyarakat. Video hiburan tersebut dikemas dan disajikan dengan cara yang berbeda sehingga banyak yang suka.

Dari beberapa Youtuber di atas, ada satu persamaan yang besar. Baik diproduksi oleh sebuah tim maupun perorangan. Persamaan tersebut yaitu mereka serius menciptakan konten.


4. Paham Tujuan kita Menjadi Youtuber

Dalam hidup, kita harus mempunyai sebuah visi dan misi. Begitu juga dengan Youtuber. Seorang Youtuber harus mempunyai visi dan misi yang terperinci dalam mengurusi chanel Youtube-nya.

Chanel cumi-cumi mempunyai tujuan menyajikan berita-berita seputar selebritis, gosip, dan hiburan lainnya. Chanel Ria Ricis bertujuan menghibur dengan video-video lucu miliknya. Chanel Raditya Dika bertujuan untuk menghibur dengan  memuat video komedi uniknya. Itulah beberapa chanel Youtuber sukses dengan tujuan yang difokuskannya.

Bagimana bila Youtuber bertujuan untuk menghasilkan uang? Tidak salah sih ... sah-sah saja. Tapi kalau chanel yang kita buat tak bertujuan, kita akan sanggup apa dari penonton kita? Palingan ditinggalin, ya nggak? Hehehe ....

Simpulannya:

Membuat video Youtube biar sanggup mendatangkan 1000 subcriber dan 4.000 jam penayangan bergotong-royong bersumber dari diri Youtuber masing-masing. Bagaimana niatnya menjadi seorang Youtuber. nilai lebih atau apa yang kita kuasai untuk disampaikan pada penonton, bagaimana keseriusannya, bagaimana tujuan kita menjadi Youtuber. Semuanya akan berbalik kepada Youtuber itu sendiri.

Itu saja sih ... Semoga bermanfaat. Jika ada tambahan, silakan lanjut di kolom komentar ...


Assalamualaikum,

Beberapa bulan terakhir, Youtuber di internet -- khususnya Youtuber pemula --  yang ingin chanelnya diterima Google AdSense terbilang amat sulit. Syarat monetisasi chanel Youtube biar mendapat rupiah amat berat. Mereka harus mendapat 1.000 subcriber dan penayangan selama 4.000 jam dalam setahun.

 yang ingin chanelnya diterima Google AdSense terbilang amat sulit Video Youtube apa  yang Bisa Mendatangkan 1.000 Subcriber dan 4.000 Jam Tayang?


Syarat mutlak dari Google Adsense gres diberlakukan pertengahan Februari lalu. Banyak Youtuber tercengang mendapat pengumuman ini. Bukan hanya bagi pemula, bagi Youtuber yang sudah diterima AdSense pun terkena dampaknya bila tidak mengikuti syarat Monetisasi Youtube terbaru ini.

Kebijakan gres AdSense untuk Youtube menjadi perbincangan ramai di beberapa forum. Banyak Youtuber mengeluhkan syarat dan ketentuan  ini. Sampai-sampai para Youtuber bertukar subcriber dan menonton chanel anggota lembaga demi mengejar syarat monetisasi.

Masalahnya, saat kita diminta men-subcribe chanel yang kurang diminati malah justru menggangu. Email kita akan penuh dengan pemberitahuan gres dari chanel yang kita subscribe. Apalagi bila email itu yaitu email utama milik kita.

Jika kita sedang berada di forum  atau grup online. Akan banyak betebaran link-link Youtube di thread-thread gres biar kita mengunjungi tautan tersebut. Lebih lagi bila kita diminta menjadi subcribernya dan diminta menonton videonya itu minimal 1 menit.

Berapa banyak kuota yang kita butuhkan untuk membantu Youtuber lain biar terpenuhi syarat monetisasinya? Berapa usang waktu yang terbuang saat menonton video yang tidak begitu kita minati?

Saya tidak menyalahkan atau memandang sinis kawan-kawan Youtuber. Hanya saja saya berpikir bahwa dengan cara bertukar subscribe dan meminta untuk menonton videonya yaitu cara yang "dipaksakan". Malah resiko ditinggalkan subcriber lebih besar alasannya merasa risih dengan videonya ini. Kawan blogger boleh baiklah atau tidak dengan pendapat saya ini.

Lantas ibarat apa dan bagaimana biar cepat dimonetisasi akun Youtube-nya?

Jika pertanyaan ini muncul di benak kawan di sini, maka saya akan mengajukan balik pertanyaan lain sebelum saya menjawabnya. Pertanyaanya: "Apa Anda ingin Cepat kaya dari Youtube?"

Jika balasan Anda "Iya, saya ingin cepat kaya dari Youtube", maka sadarilah bahwa Anda tergolong orang yang ambisius yang kurang mengenali diri Anda. Kenapa? Karena Anda akan melaksanakan cara apa saja biar cepat kaya. Masih mending caranya halal, tapi kalau tidak? Harta yang kita makan akan jadi darah dan daging sebagai bukti dosa-dosa yang dilakukan.

Kita jangan terlalu melihat ke atas kita. Dalam duduk perkara ini jangan melihat Youtuber sukses yang sudah kaya. Sebab kita tidak tahu sudah berapa usang mereka menjadi Youtuber. Bagaimana usaha mereka. Maka lihatlah sisi ke bawah Youtuber sukses itu.

Barangkali kita sering menonton atau membaca Youtuber yang berpenghasilan tinggi, baik dari kalangan artis atau orang biasa, kemudian menjadi topik isu nasional maupun diulas secara masif di media-media? Seandainya kita mengikuti jejak mereka pun kita masih ada faktor 'x' yang belum kita punyai dari mereka.

Seandainya Anda setuju, beberapa faktor yang menciptakan Youtuber sekses itu saya rangkum sebagai berikut:

1. Lakukan dengan Hati

Banyak Youtuber pemula, termasuk saya, menjadi Youtuber itu alasannya ingin dikenal atau ingin mendapat uang dari Youtube. Al hasil video pun dibentuk asal-asalan. Tema chanel video pun awut-awutan dan entah chanel apaan isinya.

Menjadi Youtuber sejati akan melakukannya dengan hati. Ia akan bertanya-tanya sebelum menguploadnya. Apa videonya akan memperlihatkan manfaat bagi penontonnya? Apa videonya sesuai chanel yang ia bangun?

Semisal chanel tutorial kecantikan, sebut saja begitu. Youtubernya akan membagikan tips-tipsnya biar terlihat cantik. Saya yakin si pengupload melakukannya dengan hati alasannya ia bahagia melaksanakan itu hingga memvideokannya dan menguploadnya di Youtube. Jika hasil video tutorialnya memang bagus, tentu akan banyak pengunjung yang ingin mengikuti tutorialnya. Bahkan menjadi subcribernya secara sukarela yaitu sebuah kepastian alasannya merasa puas.

Percayalah, bila kita melakukannya dengan hati, maka kita tidak akan dibebani dengan syarat-syarat monetisasi youtube. Kita akan bahagia melakukannya. Diterima menjadi kawan AdSense yaitu bonus, anggaplah begitu.

Berbeda dengan yang melakukannya tidak dengan hati. Mereka akan mencari materi video yang berpotensi viral, bersusah payah mencari judul yang berpotensi spekulatif atau penonton ingin melihatnya, apalagi malah mengupload video ulang alasannya melihat video-video tersebut banyak ditonton.

Saya sebut saja contohnya. Anda pernah mencari video perihal program TV "Karma"? Jika iya, maka akan ada banyak pengupload yang bermunculan di sana dengan video yang sama. Hanya berbeda judulnya saja atau bahkan deskripsinya yang menciptakan Anda ingin menontonnya. Padahal video tersebut sudah pernah Anda tonton di chanel Youtube yang lain. Seandainya begini, berdasarkan Anda mereka melakukannya dengan hati atau tidak?


2. Menyampaikan Ide atau Materi yang Kita Kuasai atau Nilai Lebih dari Kita

Saya percaya bahwa setiap orang itu mempunyai keahlian yang berbeda. Bertanyalah apa yang bergotong-royong apa yang paling kita kuasai kemudian bagaimana caranya biar orang lain juga menguasainya.

Maksudnya begini, bila Anda andal berdagang buatlah video perihal berdagang dengan cara Anda.

Saya pernah melihat video perihal seorang dropshiper. Videonya sederhana berdasarkan saya. Tapi beliau andal dalam bidang dropshiper. Ia memberikan gagasannya dan cara-caranya menjadi dropshiper. Sampai-sampai videonya ini dibagikan beberapa ribu kali di media sosial.

Anda pun niscaya pernah mencari video tutorial di Youtube, bukan? Artinya pemilik chanel tersebut memang andal dalam tutorial tersebut. Meski tidak mutlak juga bahwa youtuber tersebut memang ahli. Tapi setidaknya, dengan menonton salah satu videonya ada orang yang membutuhkan tutorialnya, bukan?

Jika kita masih resah apa yang kita bergotong-royong kuasai, cobalah tanyakan apa nilai lebih dari kita. Jika Anda mempunyai nilai lebih ibarat Anda sanggup menghibur teman-teman Anda, Silakan Anda buat video perihal nilai lebih dari Anda tersebut. Contohnya banyak. Sebut saja Ria Ricis. Dia selebgram yang mempunyai kelebihan sanggup menghibur followernya dengan kelucu-lucuan yang beliau buat. Raditya Dika menyajikan komedi dari materi stand up. Itu yaitu pola dari nilai lebih yang kita miliki.

3. Serius Menekuni Youtube dan Tujuannya

Hampir Youtuber sukses itu alasannya memang serius menekuninya. Bukan hampir lagi, malah. Sebagian besar memang mereka fokus. Artinya mereka tidak setengah-setengah dalam menciptakan video. Mereka tidak segan-segan membentuk tim dalam pembuatan videonya.

Misalnya Chanel Cumi-cumi. Chanel ini fokus pada berita-berita gosip dan seputar informasi selebritis tanah air. Chanel ini berada dibawah naungan Indigo Production yang notabene-nya mempunyai banyak karyawan. Chanel ini memang berisikan awak media.

Lain hal dengan Youtuber perorangan. Contohnya Ria Ricis, Keluarga Halilintar, dan beberapa lainnya. Mereka mengambil tema video yang menghibur masyarakat. Video hiburan tersebut dikemas dan disajikan dengan cara yang berbeda sehingga banyak yang suka.

Dari beberapa Youtuber di atas, ada satu persamaan yang besar. Baik diproduksi oleh sebuah tim maupun perorangan. Persamaan tersebut yaitu mereka serius menciptakan konten.


4. Paham Tujuan kita Menjadi Youtuber

Dalam hidup, kita harus mempunyai sebuah visi dan misi. Begitu juga dengan Youtuber. Seorang Youtuber harus mempunyai visi dan misi yang terperinci dalam mengurusi chanel Youtube-nya.

Chanel cumi-cumi mempunyai tujuan menyajikan berita-berita seputar selebritis, gosip, dan hiburan lainnya. Chanel Ria Ricis bertujuan menghibur dengan video-video lucu miliknya. Chanel Raditya Dika bertujuan untuk menghibur dengan  memuat video komedi uniknya. Itulah beberapa chanel Youtuber sukses dengan tujuan yang difokuskannya.

Bagimana bila Youtuber bertujuan untuk menghasilkan uang? Tidak salah sih ... sah-sah saja. Tapi kalau chanel yang kita buat tak bertujuan, kita akan sanggup apa dari penonton kita? Palingan ditinggalin, ya nggak? Hehehe ....

Simpulannya:

Membuat video Youtube biar sanggup mendatangkan 1000 subcriber dan 4.000 jam penayangan bergotong-royong bersumber dari diri Youtuber masing-masing. Bagaimana niatnya menjadi seorang Youtuber. nilai lebih atau apa yang kita kuasai untuk disampaikan pada penonton, bagaimana keseriusannya, bagaimana tujuan kita menjadi Youtuber. Semuanya akan berbalik kepada Youtuber itu sendiri.

Itu saja sih ... Semoga bermanfaat. Jika ada tambahan, silakan lanjut di kolom komentar ...


MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget