Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Internet"
Adsense ANEKA AYAM ANEKA BUBUR KOLAK ANEKA CAMILAN ANEKA DAGING ANEKA ES ANEKA GORENGAN ANEKA IKAN SEAFOOD ANEKA JAJANAN ANEKA KUE ANEKA KUE BASAH ANEKA KUE KERING ANEKA MAKANAN BAYI ANEKA MIE PASTA ANEKA MINUMAN ANEKA NASI ANEKA PUDING ANEKA ROTI ANEKA SAMBAL ANEKA SAYUR MAYUR ANEKA SUP SOTO ANEKA TAHU TEMPE ANEKA TELUR Bahasa Indonesia baju Blogging Catatan Guru SD Cerpen Css/Javascript Designs harga souvenir pernikahan murah bekasi harga souvenir pernikahan murah bogor harga souvenir pernikahan murah depok harga souvenir pernikahan murah jakarta harga souvenir pernikahan murah tangerang How To Informasi Informasi Pendidikan Informasi Umum Internet IPA jual souvenir pernikahan berkualitas bali jual souvenir pernikahan berkualitas bandung jual souvenir pernikahan berkualitas banjarmasin jual souvenir pernikahan berkualitas batam jual souvenir pernikahan berkualitas bekasi jual souvenir pernikahan berkualitas bogor jual souvenir pernikahan berkualitas depok jual souvenir pernikahan berkualitas jakarta jual souvenir pernikahan berkualitas medan jual souvenir pernikahan berkualitas palembang jual souvenir pernikahan berkualitas tangerang jual souvenir pernikahan lucu bali jual souvenir pernikahan lucu bandung jual souvenir pernikahan lucu banjarmasin jual souvenir pernikahan lucu batam jual souvenir pernikahan lucu bekasi jual souvenir pernikahan lucu bogor jual souvenir pernikahan lucu depok jual souvenir pernikahan lucu jakarta jual souvenir pernikahan lucu medan jual souvenir pernikahan lucu palembang jual souvenir pernikahan lucu tangerang jual souvenir pernikahan murah bali jual souvenir pernikahan murah bandung jual souvenir pernikahan murah banjarmasin jual souvenir pernikahan murah batam jual souvenir pernikahan murah bekasi jual souvenir pernikahan murah bogor jual souvenir pernikahan murah depok jual souvenir pernikahan murah medan jual souvenir pernikahan murah palembang jual souvenir pernikahan murah tangerang jual souvenir pernikahan rekomended bali jual souvenir pernikahan rekomended bandung jual souvenir pernikahan rekomended banjarmasin jual souvenir pernikahan rekomended batam jual souvenir pernikahan rekomended bekasi jual souvenir pernikahan rekomended bogor jual souvenir pernikahan rekomended depok jual souvenir pernikahan rekomended jakarta jual souvenir pernikahan rekomended medan jual souvenir pernikahan rekomended palembang jual souvenir pernikahan rekomended tangerang jual souvenir pernikahan terlaris bali jual souvenir pernikahan terlaris bandung jual souvenir pernikahan terlaris banjarmasin jual souvenir pernikahan terlaris batam jual souvenir pernikahan terlaris bekasi jual souvenir pernikahan terlaris bogor jual souvenir pernikahan terlaris depok jual souvenir pernikahan terlaris jakarta jual souvenir pernikahan terlaris medan jual souvenir pernikahan terlaris palembang jual souvenir pernikahan terlaris tangerang jual souvenir pernikahan termurah bali jual souvenir pernikahan termurah bandung jual souvenir pernikahan termurah banjarmasin jual souvenir pernikahan termurah batam jual souvenir pernikahan termurah bekasi jual souvenir pernikahan termurah bogor jual souvenir pernikahan termurah depok jual souvenir pernikahan termurah medan jual souvenir pernikahan termurah palembang jual souvenir pernikahan termurah tangerang jual souvenir pernikahan terpercaya bali jual souvenir pernikahan terpercaya bandung jual souvenir pernikahan terpercaya banjarmasin jual souvenir pernikahan terpercaya batam jual souvenir pernikahan terpercaya bekasi jual souvenir pernikahan terpercaya bogor jual souvenir pernikahan terpercaya depok jual souvenir pernikahan terpercaya jakarta jual souvenir pernikahan terpercaya medan jual souvenir pernikahan terpercaya palembang jual souvenir pernikahan terpercaya tangerang jual souvenir pernikahan unik bali jual souvenir pernikahan unik bandung jual souvenir pernikahan unik banjarmasin jual souvenir pernikahan unik batam jual souvenir pernikahan unik bekasi jual souvenir pernikahan unik bogor jual souvenir pernikahan unik depok jual souvenir pernikahan unik jakarta jual souvenir pernikahan unik medan jual souvenir pernikahan unik palembang jual souvenir pernikahan unik tangerang Kisi-kisi Soal Komputer Label Based Sitemap Themes lainnya Matematika Materi Ajar Multimedia Opini Otak-atik Blog Pages Pedagogis Pendidikan Posts SEO Settings Sitemap Themes Tips TIPS DAN INFO Tools Tutorial Tutorial Ms. Excel Tutorial Print Widgets

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya


Catatan sederhana ini bahwasanya tidak ditujukan kepada teman-teman blogger yang sedang mencari referensi wacana bagiamana memuat tulisan/artikel blog yang berkualitas, atau yang menciptakan postingan itu semakin menambah pengunjung. Tidak. Tulisan ini sengaja saya tulis untuk merenungi diri sendiri saja. Kalau pun kelak catatan ini sanggup membantu ya tidak apa-apa. Catatan ini lebih pada renungan diri saja.
Catatan sederhana ini bahwasanya tidak ditujukan kepada sahabat Menjadi Blogger, Apa saja yang mesti diperhatikan?



Saya sendiri masih aib ketika disebut oleh orang lain sebagai blogger atau narablog. Sebabnya, seorang blogger itu mesti mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah gagasan berupa warta kepada pembacanya.

Sementara itu, saya masih belum bisa menawarkan pengetahuan kepada pembaca, kecuali sedikit saja. Namun, satu kaidah niscaya (menurut saya) bahwa seorang blogger itu mempunyai keterampilan untuk mencari warta dan mengolahnya menjadi pengetahuan yang layak dibagikan kepada pembaca.

Keterampilan itulah yang sedang saya pelajari dikala ini. Melalui sarana blog ini, saya mencoba berguru banyak hal. Mulai dari mencari sumber referensi bacaan warta dari blog/web lain kemudian diolahnya menjadi bacaan sesuai huruf goresan pena sendiri, hingga pada dikala mendapatkan reaksi komentar dari sahabat blogger lain akan menciptakan pengetahuan kita bertambah. Setidaknya, untuk diri sendiri saja dulu.

Blog yakni sarana langsung dalam mengekspresikan gagasan berupa warta yang telah didapat kemudian dipublikasikan di internet yang sanggup diakses oleh banyak orang. Di sinilah kebebasan berekspresi tidak dibatasi oleh pihak manapun dan oleh hukum apapun. Setiap goresan pena yang lahir di blog tidak memandang siapa yang menulis, tetapi apa yang ditulis.

Berbeda dengan penulis buku. Gagasan penulis buku akan hingga kepada pembaca melalui bukunya melalui beberapa tahapan. Di antaranya draft-draft yang diajukan kepada redaktur, penelaah naskah, hingga proses percetakan, dan terakhir pemasaran buku. Orang yang membaca karyanya pun harus membdeli buku tersebut sehingga gagasan yang ditulis benar-benar hingga kepada pembaca.

Sedangkan narablog, ia hanya butuh menuliskan gagasan di blog. Lalu orang lain yang menemukan tulisan-tulisannya melalui kolom pencarian online, maka tulisannya akan segera terbaca hanya bermodal internet saja.

Di sini saya tidak sedang membandingkan dua profesi penulis buku dengan blogger. Karena keduanya merupakan profesi yang sangat mengagumkan bagi saya. Mengapa? Karena kedua profesi tersebut yakni profesi intelektual yang membuatkan gagasan menjadi informasy yang diperlukan oleh pembaca. Dan tentu saja keduanya mempunyai target pembaca yang berbeda-beda.

Saya ingin memfokuskan pada proses kreatif para penulis tersebut. Baik seorang penulis buku maupun blogger, mereka yakni orang-orang yang mau menawarkan kontribusinya terhadap dunia warta yang akan disampaikan kepada pembaca.

Proses kreatif tersebut meliput proses prapenulisan, penulisan, dan penyuntingan. Ketiga tahap tersebut telah saya jelaskan sebelumnya melalui postingan-postingan di blog ini sebelumnya.

Mungki ada kecenderungan bagi para cendikia di negeri ini bahwa rujukan-rujukan yang bersumber dari web tidaklah sevalid referensi pada buku teks. Sebab, buku teks selalu melalui tahapan-tahapan tertentu. Namun bagi saya, penulis di blog pun akan selalu berusaha menawarkan warta yang diyakini kevalidannya semoga pembaca tidak terkungkung oleh buku teks yang semua pembaca mau membaca goresan pena dalam format buku.

Memang, sebagian para cendikia beralasan bahwa dalam dunia internet siapapun boleh menulis tulisannya. Baik itu yang bukan ahlinya mapun konten artikelnya.

Tapi pendapat saya, menulis itu yakni hak hakiki insan dimana orang bebas beropini terhadap apa yang diyakini kebenarannya. Sedangkan mengenai apa yang telah ditulis itu sebagai suatu kebenaran atau tidak, selama penulisnya meyakini kebenarannya itu, penulis sendiri menyerahkannya kepada pembaca. Apakah pembaca itu bisa memilah warta valid dan sah atau tidak.

Kecenderungan membaca dan mendapatkan warta terkadang menjadi boomerang sendiri bagi para blogger. Ketika apa yang dituliskannya itu sebuah fakta, maka beberapa di antara pembaca terkadang mengabaikannya dan tidak menawarkan masukan sebagai suatu fakta yang harus dipertanggungjawabkannya. Malah, sering kali terjadi debat kusir antara pembaca ketika suatu goresan pena itu meluncur dan hingga kepada pembaca hingga muncul pro dan kontra. Di sini terkadang blogger harus jeli dalam melihat suatu informasi. Apakah warta itu akan menguntungkannya atau malah merugikannya.

Lepas dari itu semua, setidaknya ada beberapa yang harus diperhatikan sebelum benar-benar ingin menjadi blogger. Sebenarnya ini berlaku juga untuk para penulis lainnya.



1) Tidak mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri


Dunia blogger rawan terhadap dengan plagiat. Betapa tidak, blog-blog yang dituis dengan jerih payah sendiri harus rela dicopy-paste oleh oknum blogger yang mengcopy paste tulisannya itu di blog lain.

Mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri yakni sikap yang tidak gentle. Penulis semacam ini biasanya mengambil laba dengan cara licik. Mereka mengabaikan jerih payah penulis aslinya dalam mengolah gagasan menjadi tulisan.

Di dunia blogger pun demikian. Biasanya oknum blogger tersebut demi memenuhi kuantitas konten blognya. Dengan semakin banyaknya konten blog, mereka berharap akan mendapatkan peringkat di mesin pencarian google sehingga blog miliknya tampil di halaman pertama setiap pencarian google atau pencarian online lainnya.

Hal ini tentu menciptakan penulis orisinil blog merasa dirugikan. Selain duduk kasus persaingan di mesin pencari online, tentu saja ini akan menciptakan reputasi blognya jauh dari pencarian online.

Beruntung, Google berkembang terus menerus. Meski oknum blogger yang telah mengcopy paste blog penulis orisinil mengubah waktu terbitnya, Google ternyata lebih pintar. Google akan melihat reputasi pengindekan konten terhadap  pembaruan blog. Meski oknum tersebut mengelabuhi google atau pembaca lain dengan cara mengatur waktu terbitnya lebih dulu dari blog penulis aslinya, google bisa mendeteksi siapa yang sejatinya pemilik orisinil konten tersebut.

Kejadian ini pernah saya alami. Hampir seluruh isi kontent blog ini telah dicopy paste oleh oknum blogger yang tidak saya kenal. Semua artikelnya berasal dari artikel blog ini. Bahkan ketika saya cek waktu terbit goresan pena tersebut, malah lebih dulu artikel blog copast tersebut. Hebatnya lagi, blog copast tersebut sudah berdomain TLD.

Untungnya, saya telah mendaftarkan dan menciptakan seluruh artikel sehabis terbit untuk segera diindeks oleh google dan alat pencarian lainnya. Sehingga masih kondusif untuk bersaing di mesin google.

Alhamdulillahnya, saya menghindari untuk mengcopy paste tulisan-tulisan orang lain dari blog saya ini. Semua goresan pena ini yakni hasil pengolahan gagasan-gagasan saya. Insya Allah ....


2) Menukangi (Memanipulasi) Data


Hal yang tabu bagi para penulis yakni memanipulasi data. Entah dengan tujuan baik atau tidak, memanipulasi data yakni perbuatan tidak terpuji. Sama halnya dengan mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri. Memanipulasi data yakni perbuatan yang tidak gentle.

Data di sini biasanya ditujukan bagi para penulis karya ilmiah yang memang membutuhkan warta berupa data yang diakui keabsahannya. Di dunia blogger data bisa berupa warta referensi lain. Blogger harus bisa mengakui sumber referensi yang diambilnya semoga pembaca yakin akan keabsahan warta yang dibentuk pada tulisannya. Misalnya dengan menawarkan link atau pranalaluar pada pembacanya.

3) Menyulitkan Pembaca


Menyulitkan pembaca bisa dilhat dari banyak sekali aspek. Misalnya tampilan blog yang tidak jelas, ejaan yang bermasalah, tampilan konten terhalang oleh widget atau komponen blog lainnya. Semua itu sanggup menawarkan pembaca kesulitan dalam menikmati bacaan di blog kita.

Selain itu, kenyamanan dalam membaca artikel blog pun turut menjadi perhitungan. Blog dengan background putih dan warna font hitam menjadi saran utama untuk konten artikel blog.

Bahasa yang dipakai pun terkadang menjadi prasyarat lain. Bahasa yang baik dalam penulisan artikel sangat berperan dalam kepuasan pembaca. Terlebih Google dalam menargetkan blog yang mempunyai pengalaman pembaca terbaik akan mendukung pengindeksan di mesin pencarian.

Konten artikel yang memperhatikan ejaan, terlebih ejaan yang disempurnakan, akan memudahkan mesin penerjemah ketika blog kita dikunjungi oleh orang lain di luar Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwa internet tidak hanya menjangkau satu negara saja, melainkan lebih luas lagi. Boleh jadi blog kita menyasar ke negara Amerika, Afrika, atau bahkan negara yang tidak kita kenal sekalipun yang telah dibaca oleh orang yang membutuhkan artikel yang kita buat.

Saya sendiri masih belum yakin terhadap penulisan seluruh artikel saya di blog ini sesuai dengan ejaan atau tidak. Setidaknya, saya berusaha sebaik mungkin untuk sanggup menciptakan artikel dengan menerapkan ejaan yang benar semoga gampang dipahami oleh siapapun dan dimanapun.


4) Kontinuitas tanpa mengesampingkan Kualitas


Setidaknya, ada dua kategori blogger di dunia maya ini. Yang pertama yakni Full Blogger dan Blogger biasa (entah apa namanya yang menandakan beliau itu bukan seorang full blogger).

Dari dua kategori tersebut masing-masing mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Biasanya kontinuitas seorang full blogger relatif tetap. Mereka akan selalu update dalam waktu tertentu untuk memposting artikel. Biasanya mereka akan memposting artikel dalam waktu sehari sekali, atau lima artikel sehari, atau bahkan lebih dari itu. Mereka secara kontinu (berkelanjutan) memperbarui artikelnya.

Namun, alih-alih beralasan untuk tetap kontinuitas memperbarui artikel dalam waktu tertentu, ada sebagian blogger yang mengesampingkan kualitas postingannya. Bahkan melanggar beberapa budpekerti penulis dengan cara mengcopy-paste artikel orang lain untuk dijadikan tulisannya sendiri.

Kontinuitas memang suatu hal yang mesti yang ada pada diri seorang full blogger. Akan tetapi, kualitas postingan pun tetap menjadi hal yang utama.

Seorang penulis, entah itu blogger ataupun penulis pada umumnya, harus memperhatikan kualitas tulisannya. Ada beberapa tahapan dalam proses kreatif dalam menulis. Semua itu pernah saya posting di blog ini wacana tahapan prapenulisan, penulisan, dan tahap pascapenulisan.

Ketiga tahapan itu mesti dilewati oleh seorang penulis semoga konten yang dibuatnya berkualitas. Sayangnya, cita-cita untuk tetap kontinuitas mengisi konten blog menutup logika untuk segera memposting artikel apa saja tanpa melalui tahapan-tahapan tersebut.

Di sinilah keterampilan seorang penulis diuji. Mereka harus terampil dalam menciptakan goresan pena yang berkualitas semoga pembaca pun mendapatkan warta sedetail-detailnya dari artikel yang kita buat.

Terampil membutuhkan proses. Proses membutuhkan waktu. Dan para penulis membutuhkan kesabaran dalam menaklukkan waktu. Maka dari itu, keterampilan menulis seorang blogger akan lahir dari kesabarannya dalam mengikuti tahapan menulis.

Dalam kesehariannya, seorang full blogger memang mempunyai fokus utama terhadap dunia blog. Mungkin di antara para blog yang benar-benar menjadi full blogger tidak mempunyai pekerjaan pokok di dunia nyata. Mungkin juga tidak. Tetapi fokus yang menjadi utama seorang full blogger yakni keseriusan dalam mengelola blognya itu semoga semakin hidup dan layak dibaca oleh pembaca.

Kontinuitas memang suatu kepastian bagi seorang blogger, tetapi kualitas tetap menjadi hal utama. Menjadi seorang blogger harus gentle, dan benar-benar menawarkan khazanah pengetahuan bagia pengunjug blognya. Tidak mengkhianati pembaca dengan konten yang mencederai kepercayaan pembaca terhadap goresan pena kita.


Catatan sederhana ini bahwasanya tidak ditujukan kepada teman-teman blogger yang sedang mencari referensi wacana bagiamana memuat tulisan/artikel blog yang berkualitas, atau yang menciptakan postingan itu semakin menambah pengunjung. Tidak. Tulisan ini sengaja saya tulis untuk merenungi diri sendiri saja. Kalau pun kelak catatan ini sanggup membantu ya tidak apa-apa. Catatan ini lebih pada renungan diri saja.
Catatan sederhana ini bahwasanya tidak ditujukan kepada sahabat Menjadi Blogger, Apa saja yang mesti diperhatikan?



Saya sendiri masih aib ketika disebut oleh orang lain sebagai blogger atau narablog. Sebabnya, seorang blogger itu mesti mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah gagasan berupa warta kepada pembacanya.

Sementara itu, saya masih belum bisa menawarkan pengetahuan kepada pembaca, kecuali sedikit saja. Namun, satu kaidah niscaya (menurut saya) bahwa seorang blogger itu mempunyai keterampilan untuk mencari warta dan mengolahnya menjadi pengetahuan yang layak dibagikan kepada pembaca.

Keterampilan itulah yang sedang saya pelajari dikala ini. Melalui sarana blog ini, saya mencoba berguru banyak hal. Mulai dari mencari sumber referensi bacaan warta dari blog/web lain kemudian diolahnya menjadi bacaan sesuai huruf goresan pena sendiri, hingga pada dikala mendapatkan reaksi komentar dari sahabat blogger lain akan menciptakan pengetahuan kita bertambah. Setidaknya, untuk diri sendiri saja dulu.

Blog yakni sarana langsung dalam mengekspresikan gagasan berupa warta yang telah didapat kemudian dipublikasikan di internet yang sanggup diakses oleh banyak orang. Di sinilah kebebasan berekspresi tidak dibatasi oleh pihak manapun dan oleh hukum apapun. Setiap goresan pena yang lahir di blog tidak memandang siapa yang menulis, tetapi apa yang ditulis.

Berbeda dengan penulis buku. Gagasan penulis buku akan hingga kepada pembaca melalui bukunya melalui beberapa tahapan. Di antaranya draft-draft yang diajukan kepada redaktur, penelaah naskah, hingga proses percetakan, dan terakhir pemasaran buku. Orang yang membaca karyanya pun harus membdeli buku tersebut sehingga gagasan yang ditulis benar-benar hingga kepada pembaca.

Sedangkan narablog, ia hanya butuh menuliskan gagasan di blog. Lalu orang lain yang menemukan tulisan-tulisannya melalui kolom pencarian online, maka tulisannya akan segera terbaca hanya bermodal internet saja.

Di sini saya tidak sedang membandingkan dua profesi penulis buku dengan blogger. Karena keduanya merupakan profesi yang sangat mengagumkan bagi saya. Mengapa? Karena kedua profesi tersebut yakni profesi intelektual yang membuatkan gagasan menjadi informasy yang diperlukan oleh pembaca. Dan tentu saja keduanya mempunyai target pembaca yang berbeda-beda.

Saya ingin memfokuskan pada proses kreatif para penulis tersebut. Baik seorang penulis buku maupun blogger, mereka yakni orang-orang yang mau menawarkan kontribusinya terhadap dunia warta yang akan disampaikan kepada pembaca.

Proses kreatif tersebut meliput proses prapenulisan, penulisan, dan penyuntingan. Ketiga tahap tersebut telah saya jelaskan sebelumnya melalui postingan-postingan di blog ini sebelumnya.

Mungki ada kecenderungan bagi para cendikia di negeri ini bahwa rujukan-rujukan yang bersumber dari web tidaklah sevalid referensi pada buku teks. Sebab, buku teks selalu melalui tahapan-tahapan tertentu. Namun bagi saya, penulis di blog pun akan selalu berusaha menawarkan warta yang diyakini kevalidannya semoga pembaca tidak terkungkung oleh buku teks yang semua pembaca mau membaca goresan pena dalam format buku.

Memang, sebagian para cendikia beralasan bahwa dalam dunia internet siapapun boleh menulis tulisannya. Baik itu yang bukan ahlinya mapun konten artikelnya.

Tapi pendapat saya, menulis itu yakni hak hakiki insan dimana orang bebas beropini terhadap apa yang diyakini kebenarannya. Sedangkan mengenai apa yang telah ditulis itu sebagai suatu kebenaran atau tidak, selama penulisnya meyakini kebenarannya itu, penulis sendiri menyerahkannya kepada pembaca. Apakah pembaca itu bisa memilah warta valid dan sah atau tidak.

Kecenderungan membaca dan mendapatkan warta terkadang menjadi boomerang sendiri bagi para blogger. Ketika apa yang dituliskannya itu sebuah fakta, maka beberapa di antara pembaca terkadang mengabaikannya dan tidak menawarkan masukan sebagai suatu fakta yang harus dipertanggungjawabkannya. Malah, sering kali terjadi debat kusir antara pembaca ketika suatu goresan pena itu meluncur dan hingga kepada pembaca hingga muncul pro dan kontra. Di sini terkadang blogger harus jeli dalam melihat suatu informasi. Apakah warta itu akan menguntungkannya atau malah merugikannya.

Lepas dari itu semua, setidaknya ada beberapa yang harus diperhatikan sebelum benar-benar ingin menjadi blogger. Sebenarnya ini berlaku juga untuk para penulis lainnya.



1) Tidak mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri


Dunia blogger rawan terhadap dengan plagiat. Betapa tidak, blog-blog yang dituis dengan jerih payah sendiri harus rela dicopy-paste oleh oknum blogger yang mengcopy paste tulisannya itu di blog lain.

Mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri yakni sikap yang tidak gentle. Penulis semacam ini biasanya mengambil laba dengan cara licik. Mereka mengabaikan jerih payah penulis aslinya dalam mengolah gagasan menjadi tulisan.

Di dunia blogger pun demikian. Biasanya oknum blogger tersebut demi memenuhi kuantitas konten blognya. Dengan semakin banyaknya konten blog, mereka berharap akan mendapatkan peringkat di mesin pencarian google sehingga blog miliknya tampil di halaman pertama setiap pencarian google atau pencarian online lainnya.

Hal ini tentu menciptakan penulis orisinil blog merasa dirugikan. Selain duduk kasus persaingan di mesin pencari online, tentu saja ini akan menciptakan reputasi blognya jauh dari pencarian online.

Beruntung, Google berkembang terus menerus. Meski oknum blogger yang telah mengcopy paste blog penulis orisinil mengubah waktu terbitnya, Google ternyata lebih pintar. Google akan melihat reputasi pengindekan konten terhadap  pembaruan blog. Meski oknum tersebut mengelabuhi google atau pembaca lain dengan cara mengatur waktu terbitnya lebih dulu dari blog penulis aslinya, google bisa mendeteksi siapa yang sejatinya pemilik orisinil konten tersebut.

Kejadian ini pernah saya alami. Hampir seluruh isi kontent blog ini telah dicopy paste oleh oknum blogger yang tidak saya kenal. Semua artikelnya berasal dari artikel blog ini. Bahkan ketika saya cek waktu terbit goresan pena tersebut, malah lebih dulu artikel blog copast tersebut. Hebatnya lagi, blog copast tersebut sudah berdomain TLD.

Untungnya, saya telah mendaftarkan dan menciptakan seluruh artikel sehabis terbit untuk segera diindeks oleh google dan alat pencarian lainnya. Sehingga masih kondusif untuk bersaing di mesin google.

Alhamdulillahnya, saya menghindari untuk mengcopy paste tulisan-tulisan orang lain dari blog saya ini. Semua goresan pena ini yakni hasil pengolahan gagasan-gagasan saya. Insya Allah ....


2) Menukangi (Memanipulasi) Data


Hal yang tabu bagi para penulis yakni memanipulasi data. Entah dengan tujuan baik atau tidak, memanipulasi data yakni perbuatan tidak terpuji. Sama halnya dengan mengakui goresan pena orang lain sebagai goresan pena sendiri. Memanipulasi data yakni perbuatan yang tidak gentle.

Data di sini biasanya ditujukan bagi para penulis karya ilmiah yang memang membutuhkan warta berupa data yang diakui keabsahannya. Di dunia blogger data bisa berupa warta referensi lain. Blogger harus bisa mengakui sumber referensi yang diambilnya semoga pembaca yakin akan keabsahan warta yang dibentuk pada tulisannya. Misalnya dengan menawarkan link atau pranalaluar pada pembacanya.

3) Menyulitkan Pembaca


Menyulitkan pembaca bisa dilhat dari banyak sekali aspek. Misalnya tampilan blog yang tidak jelas, ejaan yang bermasalah, tampilan konten terhalang oleh widget atau komponen blog lainnya. Semua itu sanggup menawarkan pembaca kesulitan dalam menikmati bacaan di blog kita.

Selain itu, kenyamanan dalam membaca artikel blog pun turut menjadi perhitungan. Blog dengan background putih dan warna font hitam menjadi saran utama untuk konten artikel blog.

Bahasa yang dipakai pun terkadang menjadi prasyarat lain. Bahasa yang baik dalam penulisan artikel sangat berperan dalam kepuasan pembaca. Terlebih Google dalam menargetkan blog yang mempunyai pengalaman pembaca terbaik akan mendukung pengindeksan di mesin pencarian.

Konten artikel yang memperhatikan ejaan, terlebih ejaan yang disempurnakan, akan memudahkan mesin penerjemah ketika blog kita dikunjungi oleh orang lain di luar Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwa internet tidak hanya menjangkau satu negara saja, melainkan lebih luas lagi. Boleh jadi blog kita menyasar ke negara Amerika, Afrika, atau bahkan negara yang tidak kita kenal sekalipun yang telah dibaca oleh orang yang membutuhkan artikel yang kita buat.

Saya sendiri masih belum yakin terhadap penulisan seluruh artikel saya di blog ini sesuai dengan ejaan atau tidak. Setidaknya, saya berusaha sebaik mungkin untuk sanggup menciptakan artikel dengan menerapkan ejaan yang benar semoga gampang dipahami oleh siapapun dan dimanapun.


4) Kontinuitas tanpa mengesampingkan Kualitas


Setidaknya, ada dua kategori blogger di dunia maya ini. Yang pertama yakni Full Blogger dan Blogger biasa (entah apa namanya yang menandakan beliau itu bukan seorang full blogger).

Dari dua kategori tersebut masing-masing mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Biasanya kontinuitas seorang full blogger relatif tetap. Mereka akan selalu update dalam waktu tertentu untuk memposting artikel. Biasanya mereka akan memposting artikel dalam waktu sehari sekali, atau lima artikel sehari, atau bahkan lebih dari itu. Mereka secara kontinu (berkelanjutan) memperbarui artikelnya.

Namun, alih-alih beralasan untuk tetap kontinuitas memperbarui artikel dalam waktu tertentu, ada sebagian blogger yang mengesampingkan kualitas postingannya. Bahkan melanggar beberapa budpekerti penulis dengan cara mengcopy-paste artikel orang lain untuk dijadikan tulisannya sendiri.

Kontinuitas memang suatu hal yang mesti yang ada pada diri seorang full blogger. Akan tetapi, kualitas postingan pun tetap menjadi hal yang utama.

Seorang penulis, entah itu blogger ataupun penulis pada umumnya, harus memperhatikan kualitas tulisannya. Ada beberapa tahapan dalam proses kreatif dalam menulis. Semua itu pernah saya posting di blog ini wacana tahapan prapenulisan, penulisan, dan tahap pascapenulisan.

Ketiga tahapan itu mesti dilewati oleh seorang penulis semoga konten yang dibuatnya berkualitas. Sayangnya, cita-cita untuk tetap kontinuitas mengisi konten blog menutup logika untuk segera memposting artikel apa saja tanpa melalui tahapan-tahapan tersebut.

Di sinilah keterampilan seorang penulis diuji. Mereka harus terampil dalam menciptakan goresan pena yang berkualitas semoga pembaca pun mendapatkan warta sedetail-detailnya dari artikel yang kita buat.

Terampil membutuhkan proses. Proses membutuhkan waktu. Dan para penulis membutuhkan kesabaran dalam menaklukkan waktu. Maka dari itu, keterampilan menulis seorang blogger akan lahir dari kesabarannya dalam mengikuti tahapan menulis.

Dalam kesehariannya, seorang full blogger memang mempunyai fokus utama terhadap dunia blog. Mungkin di antara para blog yang benar-benar menjadi full blogger tidak mempunyai pekerjaan pokok di dunia nyata. Mungkin juga tidak. Tetapi fokus yang menjadi utama seorang full blogger yakni keseriusan dalam mengelola blognya itu semoga semakin hidup dan layak dibaca oleh pembaca.

Kontinuitas memang suatu kepastian bagi seorang blogger, tetapi kualitas tetap menjadi hal utama. Menjadi seorang blogger harus gentle, dan benar-benar menawarkan khazanah pengetahuan bagia pengunjug blognya. Tidak mengkhianati pembaca dengan konten yang mencederai kepercayaan pembaca terhadap goresan pena kita.

Sebenarnya postingan kali ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul di atas. Saya hanya ingin mengembangkan pertimbangan dan analisa saya dikala mau terjun ke dunia per-youtube-an (macam dunia persilatan aja nih, hehehe ...)

 Sebenarnya postingan kali ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul di atas Bagaimana Menjadi Youtuber Sukses, ya? [Curhatan aja]


Pertimbangan ini saya awali dengan apa yang mengharuskan Saya menciptakan Youtube? Sederhananya, "Ngapain Lu maenan Youtube?"

Jawabannya niscaya beragam, ya kan? Ada yang pengen tenar, ada yang pengen jadi artis kaya kisah Justin Beiber, atau mungkin pengen viral biar diundang program tivi-tivi gitu. Di kalangan pencari dollar, youtube bisa menjadi daerah pencari dollar paling banyak diburu. Okelah itu hanya sekelumit motivasi para youtuber.

Sah-sah aja sih keinginan kaum youtuber ini. Mereka berlomba-lomba menyajikan konten unik. Tujuannya semoga banyak ditonton oleh warganet di seluruh dunia. Seluruh dunia loh, Coy ... bukan hanya Indonesia aja. Makanya kini banyak sekali chanel-chanel gres dengan bermacam-macam kontennya.

Selain itu, dunia gadget juga udah semakin berkembang. Banyak produk-produk gadget bermunculan dan persaingan pasar pun turut andil mengakibatkan banyaknya chanel gres ini. Alasannya, gadget murah menunjukkan ragam fitur bagi penggunanya termasuk youtube. Jadi, biar Hp murah juga kita bisa upload youtube via hp.

Yah ..., apapun itu. Never mind lah ...

Balik lagi ke pambahasan awal. Kaprikornus apa bekerjsama yang melatarbelakangi kita bermain youtube?

Kita kunci dulu jawabannya. Endapkan dan yakinkan. Silakan jawab sesuai versinya masing-masing. Bagi saya, saya sudah mempertimbangkan alasannya.

Setelah mengetahui apa yang melatarbelakangi bermain youtube. Selanjutnya, kita kerucutkan lagi dengan pertanyaan, "Konten apa yang cocok untuk saya kembangkan?

Pikirkan baik-baik juga apa yang kita kuasai dan sumber daya yang kita miliki. Saya sih mengupayakan apa yang benar-benar saya kuasai kemudian eksekusi. Jangan pernah bikin konten yang tidak sama sekali kita tahu. Bisa menyesatkan nanti. Hehehe....

Lalu sekarang, mari kita pertimbangkan apa sih yang kita bisa dalam menciptakan konten youtube?

Istilahnya, mungkin, apa kelebihan yang kita punyai sehingga kita bisa berhasil bermain youtube.

Saya mencoba list beberapa kelebihan atau kekuatan yang saya miliki:


  • Saya mempunyai kelebihan dalam mendeskripsikan atau menarasikan suatu materi
  • Saya bisa mengoperasikan beberapa aplikasi atau software pembuat video
  • Saya mempunya HP dengan kamera beresolusi tinggi untuk merekam video atau suara
  • Saya difasilitasi PC dengan spek tidak mengecewakan untuk merender video
  • Koneksi Wifi yang gampang dan cepat
Oke itu aja dulu. Sekarang, yuk kita cari kelemahan dalam bermain youtube. Meskipun saya mempunyai beberapa kemampuan atau kelebihan di atas, saya juga mempunyai kelemahan. Yaitu :

  • PC belum cukup untuk mendesain ilustrasi. Maksudnya, spek PC tersebut masih belum cukup bagi saya
  • Meskipun menguasai beberapa aplikasi render video, tetapi penguasaan materinya masih dalam level pemula. Bukan expert atau mahir
  • Meski begitu, saya sanggup berguru menciptakan gambaran original karya sendiri. Sayangnya, ini membutuhkan waktu yang cukup lama.
  • Saya belum mempunyai konten yang sanggup mengilustrasikan materi
  • Saya bekerja sendirian, tidak ada tim atau rekan kerja. Jadi, saya kesulitan membagi waktu untuk mengurusi dan menciptakan konten youtube.

Hmmm, kelemahannya lebih banyak daripada kekuatan/kelebihan yang saya miliki ya?

Tidak apa apa. Coba kita lihat kesempatan (oportunity) semoga bisa bermain youtube. Kita coba list ya ....
  • Saya punya kesempatan untuk berguru dari  banyak sekali tutorial.
  • Banyak konten youtube sanggup mengilustrasikan beberapa materi yang dijadikan materi atau sumber pembuat konten [cara haram]
  • Memanfaatkan barang yang ada secara optimal. Maksudnya, sembari mengumpulkan modal mempunyai peralatan lengkap pembuatan video kita optimalkan barangbyabg ada saja
  • Sudah memikiki partner pengiklan (advertiser), kemungkinan hobi inibdapat mendatangkan uang. 

Loh kok kesempatannya ada poin haramnya? 

Kata Bang Napi pernah bilang kan, "Kejahatan bukan hanya terjadi alasannya ialah niat dari pelakunya. Tapi alasannya ialah adanya kesempatan. Waspadalah ... waspadalah!

Hehehehe ...

Youtube memang memfasilitasi penggunanya untuk bebas mengupload video apa saja. Baik itu miliknya atau miliknirang lain. Tapi, harus diingat, youtube juga berhak menghapus video jikalau memang melanggar ketentuan dan kebijakan youtube. 

Misalnya ada youtube yang mengupload video rekaman yang menyinggung pihak tertentu. Pihak tersebut melaporkan ke youtube dan youtube memprosesnya. Jika memang benar melanggar, dihapuslah konten tersbut. Bahkan jikalau parah, akun youtubenya bisa dihapus juga.

Jadi, bermain youtube juga mempunyai ketentuan yang harus kita patuhi. 

Selanjutnya coba kita daftarkan juga ancaman-ancaman yang menciptakan kita gagal bermain youtube. 
  • Konten menyinggung pihak tertentu
  • Konten berisi sebagian atau keseluruhan dari youtuber lain dan pihak lain melaporkannya
  • Konten dilaporkan oleh pengunjung
  • Konten beresiko mengakibatkan kegaduhan

Cukup segitu aja ancamannya. Kalau dibanyakin nanti malah takut bermain youtube.

Kesimpulannya?

Analisa dibatas ialah analisis saya dengan model SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threathness). Analisa ini bekerjsama sangat mempunyai kegunaan untuk membangun suatu perusahaan semoga maju dan sukses. 

Oleh alasannya ialah itu, saya coba memposting pertimbangan-pertimbangan ini untuk menguji pertanyaan bagaimana menjadi youtuber sukses tersebut.

Kita tentu tahu, kesuksesan itu banyak sekali faktornya. Jadi, bukan jadinrujukan utama juga analisa SWOT untuk Youtube di atas Anda terapkan. Karena aslinya, ini curhatan saya aja kok... hehehe...

Akhir-akhir ini, saya sering temui di grup-grup Facebook, Google Plus, Instagram, bahkan ampe Whatsapp  betebaran link share youtube. Habis gitu, si penyebar link "ngemis-ngemis" minta ditonton semenit aja, terus minta "like" dan "subcribe".

Cara kayak gitu berdasarkan saya kurang efektif. Selain alasannya ialah nyepam di grup, harapannya juga tipis buat berkembang. Banyak sekali buktinya. Youtuber ada yang kecewa alasannya ialah subcribernya tiba-tiba berkurang, yang menonton kurang dari semenit alias cuman lewat doang. Ya ... gitu deh.

Lagian juga mikir sih... kalau yang dishare itu video yang kurang diminati kita ngapaim nonton ampe tuntas? Boros kuota dong ... rugilah. Niatnya bantu, malah dirugikan.

Jika ingin chanelnya berjaya dan sukses, beberapa master youtube mengatakan citra umum. Misalnya, konten harus unik dan kontinu membahas satu bahasan unik. Meta tag relevan. Deskripsi benar-benar optimal. Banyak lagi yang lainnya ....

Sebenarnya postingan kali ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul di atas. Saya hanya ingin mengembangkan pertimbangan dan analisa saya dikala mau terjun ke dunia per-youtube-an (macam dunia persilatan aja nih, hehehe ...)

 Sebenarnya postingan kali ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul di atas Bagaimana Menjadi Youtuber Sukses, ya? [Curhatan aja]


Pertimbangan ini saya awali dengan apa yang mengharuskan Saya menciptakan Youtube? Sederhananya, "Ngapain Lu maenan Youtube?"

Jawabannya niscaya beragam, ya kan? Ada yang pengen tenar, ada yang pengen jadi artis kaya kisah Justin Beiber, atau mungkin pengen viral biar diundang program tivi-tivi gitu. Di kalangan pencari dollar, youtube bisa menjadi daerah pencari dollar paling banyak diburu. Okelah itu hanya sekelumit motivasi para youtuber.

Sah-sah aja sih keinginan kaum youtuber ini. Mereka berlomba-lomba menyajikan konten unik. Tujuannya semoga banyak ditonton oleh warganet di seluruh dunia. Seluruh dunia loh, Coy ... bukan hanya Indonesia aja. Makanya kini banyak sekali chanel-chanel gres dengan bermacam-macam kontennya.

Selain itu, dunia gadget juga udah semakin berkembang. Banyak produk-produk gadget bermunculan dan persaingan pasar pun turut andil mengakibatkan banyaknya chanel gres ini. Alasannya, gadget murah menunjukkan ragam fitur bagi penggunanya termasuk youtube. Jadi, biar Hp murah juga kita bisa upload youtube via hp.

Yah ..., apapun itu. Never mind lah ...

Balik lagi ke pambahasan awal. Kaprikornus apa bekerjsama yang melatarbelakangi kita bermain youtube?

Kita kunci dulu jawabannya. Endapkan dan yakinkan. Silakan jawab sesuai versinya masing-masing. Bagi saya, saya sudah mempertimbangkan alasannya.

Setelah mengetahui apa yang melatarbelakangi bermain youtube. Selanjutnya, kita kerucutkan lagi dengan pertanyaan, "Konten apa yang cocok untuk saya kembangkan?

Pikirkan baik-baik juga apa yang kita kuasai dan sumber daya yang kita miliki. Saya sih mengupayakan apa yang benar-benar saya kuasai kemudian eksekusi. Jangan pernah bikin konten yang tidak sama sekali kita tahu. Bisa menyesatkan nanti. Hehehe....

Lalu sekarang, mari kita pertimbangkan apa sih yang kita bisa dalam menciptakan konten youtube?

Istilahnya, mungkin, apa kelebihan yang kita punyai sehingga kita bisa berhasil bermain youtube.

Saya mencoba list beberapa kelebihan atau kekuatan yang saya miliki:


  • Saya mempunyai kelebihan dalam mendeskripsikan atau menarasikan suatu materi
  • Saya bisa mengoperasikan beberapa aplikasi atau software pembuat video
  • Saya mempunya HP dengan kamera beresolusi tinggi untuk merekam video atau suara
  • Saya difasilitasi PC dengan spek tidak mengecewakan untuk merender video
  • Koneksi Wifi yang gampang dan cepat
Oke itu aja dulu. Sekarang, yuk kita cari kelemahan dalam bermain youtube. Meskipun saya mempunyai beberapa kemampuan atau kelebihan di atas, saya juga mempunyai kelemahan. Yaitu :

  • PC belum cukup untuk mendesain ilustrasi. Maksudnya, spek PC tersebut masih belum cukup bagi saya
  • Meskipun menguasai beberapa aplikasi render video, tetapi penguasaan materinya masih dalam level pemula. Bukan expert atau mahir
  • Meski begitu, saya sanggup berguru menciptakan gambaran original karya sendiri. Sayangnya, ini membutuhkan waktu yang cukup lama.
  • Saya belum mempunyai konten yang sanggup mengilustrasikan materi
  • Saya bekerja sendirian, tidak ada tim atau rekan kerja. Jadi, saya kesulitan membagi waktu untuk mengurusi dan menciptakan konten youtube.

Hmmm, kelemahannya lebih banyak daripada kekuatan/kelebihan yang saya miliki ya?

Tidak apa apa. Coba kita lihat kesempatan (oportunity) semoga bisa bermain youtube. Kita coba list ya ....
  • Saya punya kesempatan untuk berguru dari  banyak sekali tutorial.
  • Banyak konten youtube sanggup mengilustrasikan beberapa materi yang dijadikan materi atau sumber pembuat konten [cara haram]
  • Memanfaatkan barang yang ada secara optimal. Maksudnya, sembari mengumpulkan modal mempunyai peralatan lengkap pembuatan video kita optimalkan barangbyabg ada saja
  • Sudah memikiki partner pengiklan (advertiser), kemungkinan hobi inibdapat mendatangkan uang. 

Loh kok kesempatannya ada poin haramnya? 

Kata Bang Napi pernah bilang kan, "Kejahatan bukan hanya terjadi alasannya ialah niat dari pelakunya. Tapi alasannya ialah adanya kesempatan. Waspadalah ... waspadalah!

Hehehehe ...

Youtube memang memfasilitasi penggunanya untuk bebas mengupload video apa saja. Baik itu miliknya atau miliknirang lain. Tapi, harus diingat, youtube juga berhak menghapus video jikalau memang melanggar ketentuan dan kebijakan youtube. 

Misalnya ada youtube yang mengupload video rekaman yang menyinggung pihak tertentu. Pihak tersebut melaporkan ke youtube dan youtube memprosesnya. Jika memang benar melanggar, dihapuslah konten tersbut. Bahkan jikalau parah, akun youtubenya bisa dihapus juga.

Jadi, bermain youtube juga mempunyai ketentuan yang harus kita patuhi. 

Selanjutnya coba kita daftarkan juga ancaman-ancaman yang menciptakan kita gagal bermain youtube. 
  • Konten menyinggung pihak tertentu
  • Konten berisi sebagian atau keseluruhan dari youtuber lain dan pihak lain melaporkannya
  • Konten dilaporkan oleh pengunjung
  • Konten beresiko mengakibatkan kegaduhan

Cukup segitu aja ancamannya. Kalau dibanyakin nanti malah takut bermain youtube.

Kesimpulannya?

Analisa dibatas ialah analisis saya dengan model SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threathness). Analisa ini bekerjsama sangat mempunyai kegunaan untuk membangun suatu perusahaan semoga maju dan sukses. 

Oleh alasannya ialah itu, saya coba memposting pertimbangan-pertimbangan ini untuk menguji pertanyaan bagaimana menjadi youtuber sukses tersebut.

Kita tentu tahu, kesuksesan itu banyak sekali faktornya. Jadi, bukan jadinrujukan utama juga analisa SWOT untuk Youtube di atas Anda terapkan. Karena aslinya, ini curhatan saya aja kok... hehehe...

Akhir-akhir ini, saya sering temui di grup-grup Facebook, Google Plus, Instagram, bahkan ampe Whatsapp  betebaran link share youtube. Habis gitu, si penyebar link "ngemis-ngemis" minta ditonton semenit aja, terus minta "like" dan "subcribe".

Cara kayak gitu berdasarkan saya kurang efektif. Selain alasannya ialah nyepam di grup, harapannya juga tipis buat berkembang. Banyak sekali buktinya. Youtuber ada yang kecewa alasannya ialah subcribernya tiba-tiba berkurang, yang menonton kurang dari semenit alias cuman lewat doang. Ya ... gitu deh.

Lagian juga mikir sih... kalau yang dishare itu video yang kurang diminati kita ngapaim nonton ampe tuntas? Boros kuota dong ... rugilah. Niatnya bantu, malah dirugikan.

Jika ingin chanelnya berjaya dan sukses, beberapa master youtube mengatakan citra umum. Misalnya, konten harus unik dan kontinu membahas satu bahasan unik. Meta tag relevan. Deskripsi benar-benar optimal. Banyak lagi yang lainnya ....

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget