Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Opini"
Adsense ANEKA AYAM ANEKA BUBUR KOLAK ANEKA CAMILAN ANEKA DAGING ANEKA ES ANEKA GORENGAN ANEKA IKAN SEAFOOD ANEKA JAJANAN ANEKA KUE ANEKA KUE BASAH ANEKA KUE KERING ANEKA MAKANAN BAYI ANEKA MIE PASTA ANEKA MINUMAN ANEKA NASI ANEKA PUDING ANEKA ROTI ANEKA SAMBAL ANEKA SAYUR MAYUR ANEKA SUP SOTO ANEKA TAHU TEMPE ANEKA TELUR Bahasa Indonesia baju Blogging Catatan Guru SD Cerpen Css/Javascript Designs harga souvenir pernikahan murah bekasi harga souvenir pernikahan murah bogor harga souvenir pernikahan murah depok harga souvenir pernikahan murah jakarta harga souvenir pernikahan murah tangerang How To Informasi Informasi Pendidikan Informasi Umum Internet IPA jual souvenir pernikahan berkualitas bali jual souvenir pernikahan berkualitas bandung jual souvenir pernikahan berkualitas banjarmasin jual souvenir pernikahan berkualitas batam jual souvenir pernikahan berkualitas bekasi jual souvenir pernikahan berkualitas bogor jual souvenir pernikahan berkualitas depok jual souvenir pernikahan berkualitas jakarta jual souvenir pernikahan berkualitas medan jual souvenir pernikahan berkualitas palembang jual souvenir pernikahan berkualitas tangerang jual souvenir pernikahan lucu bali jual souvenir pernikahan lucu bandung jual souvenir pernikahan lucu banjarmasin jual souvenir pernikahan lucu batam jual souvenir pernikahan lucu bekasi jual souvenir pernikahan lucu bogor jual souvenir pernikahan lucu depok jual souvenir pernikahan lucu jakarta jual souvenir pernikahan lucu medan jual souvenir pernikahan lucu palembang jual souvenir pernikahan lucu tangerang jual souvenir pernikahan murah bali jual souvenir pernikahan murah bandung jual souvenir pernikahan murah banjarmasin jual souvenir pernikahan murah batam jual souvenir pernikahan murah bekasi jual souvenir pernikahan murah bogor jual souvenir pernikahan murah depok jual souvenir pernikahan murah medan jual souvenir pernikahan murah palembang jual souvenir pernikahan murah tangerang jual souvenir pernikahan rekomended bali jual souvenir pernikahan rekomended bandung jual souvenir pernikahan rekomended banjarmasin jual souvenir pernikahan rekomended batam jual souvenir pernikahan rekomended bekasi jual souvenir pernikahan rekomended bogor jual souvenir pernikahan rekomended depok jual souvenir pernikahan rekomended jakarta jual souvenir pernikahan rekomended medan jual souvenir pernikahan rekomended palembang jual souvenir pernikahan rekomended tangerang jual souvenir pernikahan terlaris bali jual souvenir pernikahan terlaris bandung jual souvenir pernikahan terlaris banjarmasin jual souvenir pernikahan terlaris batam jual souvenir pernikahan terlaris bekasi jual souvenir pernikahan terlaris bogor jual souvenir pernikahan terlaris depok jual souvenir pernikahan terlaris jakarta jual souvenir pernikahan terlaris medan jual souvenir pernikahan terlaris palembang jual souvenir pernikahan terlaris tangerang jual souvenir pernikahan termurah bali jual souvenir pernikahan termurah bandung jual souvenir pernikahan termurah banjarmasin jual souvenir pernikahan termurah batam jual souvenir pernikahan termurah bekasi jual souvenir pernikahan termurah bogor jual souvenir pernikahan termurah depok jual souvenir pernikahan termurah medan jual souvenir pernikahan termurah palembang jual souvenir pernikahan termurah tangerang jual souvenir pernikahan terpercaya bali jual souvenir pernikahan terpercaya bandung jual souvenir pernikahan terpercaya banjarmasin jual souvenir pernikahan terpercaya batam jual souvenir pernikahan terpercaya bekasi jual souvenir pernikahan terpercaya bogor jual souvenir pernikahan terpercaya depok jual souvenir pernikahan terpercaya jakarta jual souvenir pernikahan terpercaya medan jual souvenir pernikahan terpercaya palembang jual souvenir pernikahan terpercaya tangerang jual souvenir pernikahan unik bali jual souvenir pernikahan unik bandung jual souvenir pernikahan unik banjarmasin jual souvenir pernikahan unik batam jual souvenir pernikahan unik bekasi jual souvenir pernikahan unik bogor jual souvenir pernikahan unik depok jual souvenir pernikahan unik jakarta jual souvenir pernikahan unik medan jual souvenir pernikahan unik palembang jual souvenir pernikahan unik tangerang Kisi-kisi Soal Komputer Label Based Sitemap Themes lainnya Matematika Materi Ajar Multimedia Opini Otak-atik Blog Pages Pedagogis Pendidikan Posts SEO Settings Sitemap Themes Tips TIPS DAN INFO Tools Tutorial Tutorial Ms. Excel Tutorial Print Widgets

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Perkembangan Teknologi hingga Sistem Pendidikan Saat ini


Perkembangan teknologi ketika ini sudah dirasakan oleh semua kalangan. Bahkan usia berapapun tidak luput dari perkembangan teknologi ini.
 Perkembangan Teknologi hingga Sistem Pendidikan Saat ini Peran Pendidik di Era Youtube dan Instagram

Bisa kita bayangkan di sekitar kita. Anak seusia balita sudah disodorkan tontonan Youtube oleh orang tuanya hanya sekadar menonton video-video anak-anak. Belum lagi, orang tuanya pun sudah terserang keasyikan sendiri dengan perkembangan teknologi ini. Tak ayal, teknologi kini sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang.

Perangkat teknologi ini bisa menghubungkan seseorang dengan orang lain tanpa harus bertemu langsung. Melalui media umum orang mulai terhubung dengan banyak orang. Baik mereka yang sudah kenal maupun tidak asal mempunyai ketertarikan yang sama pada suatu hal, pertemanan pun akan terjalin. Media sosial juga bisa berkomunikasi secara pribadi dengan idola mereka dengan hanya mengikuti akun media umum sang idola.

Keberadaan media umum memang mengatakan dampak yang signifikan dalam perkembangan teknologi. Setiap orang bebas mengekspresikan apa saja di laman media sosialnya. Unggahan-unggahan poto, video, cuitan, dan curahan perasaan bebas mereka ekspresikan di sini. Kebebasan itu sebagai bentuk pelampiasan yang boleh jadi sebagai bentuk ekspresi diri ketika dirinya tidak bisa melampiaskan sesuatu di dunia nyata.

Kemunculan informasi hoax boleh jadi lantaran kebebasan berekspresi ini. Penyebarnya mungkin saja lebih mengutamakan egonya daripada fakta-fakta yang sebenarnya. Mengesampingkan kebenaran untuk menciptakan kebenaran gres sesuai persepsinya juga membentuk norma gres yang terjadi remaja ini.

Namun, tidak semua suguhan-suguhan di media umum tersebut mengatakan dampak buruk. Ada juga orang-orang yang masih menebarkan kebaikan-kebaikan, nasihat-nasihat, atau apapun yang sifatnya kebaikan di media sosial.

Selain itu, media umum juga menyuguhkan peluang untuk mendapatkan penghasilan. Media sosial merupakan alat komunikasi paling efektif untuk memasarkan produk atau jasa. Selain itu, akomodasi pembayaran, pengiriman, hingga aplikasi transaksi jual beli online juga turut mengatakan andil semakin besar peluang mendapatkan penghasilan.

Peluang untuk mendapatkan penghasilan juga tidak hanya mengatakan produk dan jasa. Bahkan dengan menampilkan konten-konten menarik pun sanggup menghasilkan pundi-pundi rupiah. Misalnya saja Youtuber dan selebgram. Mereka bermodal akun media umum untuk menampilkan konten menarik yang sanggup ditonton oleh ribuan hingga jutaan orang. Rupiah pun gampang mengalir dari bermacam-macam sisi. Bisa berasal dari iklan yang dipasang melalui chanel youtubenya atau bisa juga melalui endors-endors beberapa produk yang bekerja sama dengannya.

Dari sinilah sanggup disimpulkan bahwa peranan gadget, internet, media umum menjadi lingkungan gres bagi kehidupan insan modern.  Di dalamnya terdapat interaksi sosial yang sanggup mengubah sikap manusia. Entah itu dari sisi ekonomi, psikologi, norma, hingga pendidikan model gres yang dilakukannya tanpa sadar.

Sebagai pendidik, melihat fenomena di atas bukanlah sesuatu yang aneh. Sebab guru dipersiapkan untuk mengatasi dilema globalisasi ini kepada siswa-siswanya. Meski perkembangan teknologi ini bukan suatu masalah, tetapi perkembangannya jangan hingga merusak jati diri anak bangsa.

Kemunculan berita-berita bohong, mis-persepsi, dan hoax menciptakan dunia pendidikan sadar bahwa ada hal yang mesti dibenahi dalam dunia pendidikan kita. Salah satunya dengan Penguatan Pendidikan Karakter dan Gerakan Literasi Nasional. Guru-guru disiapkan untuk memondasi abjad akseptor didik biar tidak gampang menjadi korban dari informasi bohong yang betebaran di internet.

Kemudahan setiap orang mendapatkan informasi melalui internet memberi dampak dalam sistem pendidikan kita. Pendidik maupun akseptor didik harus sanggup menentukan dan memilah informasi yang benar-benar valid. Keberadaan internet jangan hingga melunturkan nilai-nilai normatif. 

Salah satu upaya biar generasi penerus bangsa  tidak terjebak oleh buyarnya informasi ini dibutuhkan kemampuan literasi. Kemampuan literasi tidak hanya sebatas membaca dan memahami informasi, tetapi juga kemampuan dalam mengolah informasi.

Gerakan literasi nasional diberlakukan di setiap lingkungan akseptor didik. Tidak hanya di sekolah-sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat pun literasi harus dibangun. Literasi juga tidak sebatas pada pemaksaan untuk bisa menulis atau mengungkapkan pikiran melalui tulisan. Lebih dari itu, kemampuan literasi dibutuhkan bisa membawa generasi penerus untuk berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, sebelum mengomunikasikannya.


Memanfaatkan Youtube sebagai Media Pembelajaran


Bagi pendidik, niscaya sering melihat atau menyaksikan sendiri akseptor didik kita melaksanakan kebiasaan yang sedang trends ketika ini. Mereka bekerjsama telah melihat tontonan dari aneka macam sumber. Terutama Youtube dan Instragram.

Usia sekolah jenjang sd sudah mengenal youtube dan instagram lantaran lingkungannya. Entah itu berasal dari keluarganya, temannya, ataupun masyarakatnya. Proses peniruan ini bagi pendidik harus menjadi perhatian yang serius. Sebab, lingkungan mereka benar-benar mengatakan dampak proses pendidikan mereka.

Materi-materi sekolah yang disampaikan dengan metode biasa-biasa saja menciptakan siswa merasa bosan. Sebagian dari mereka bahan sekolah itu dipelajari untuk dilupakan. Dipelajari lantaran bahan ini menjadi evaluasi sebagai bentuk proses pembelajaran. Dilupakan alasannya ialah bahan ini tidak diyakini akan mengatakan manfaat bagi kehidupan mereka kelak.

Melihat peluang bawah umur menjiplak tontonan video di youtube sebagai proses pendidikan mereka, maka guru sanggup menyajikan youtube sebagai media pembelajaran. Guru sanggup mengunduh video kemudian menyesuaikan dengan skenario pembelajarannya.

Bagi pendidik yang sudah melek teknologi, menciptakan konten video menarik bersama siswa dengan memasukkan unsur pembelajaran ini menjadi salah satu alternatif. Peserta didik  merasa terlibat dalam prosea kreatifnya. Materi yang harus dikuasainya juga terasa gampang dipahami.

Keuntungan memakai media pembalajaran dengan youtube jangkauannya lebih luas. Video pembelajaram yang kita susun tidak secara khusus hanya peaerta didik kita. 

Perkembangan Teknologi hingga Sistem Pendidikan Saat ini


Perkembangan teknologi ketika ini sudah dirasakan oleh semua kalangan. Bahkan usia berapapun tidak luput dari perkembangan teknologi ini.
 Perkembangan Teknologi hingga Sistem Pendidikan Saat ini Peran Pendidik di Era Youtube dan Instagram

Bisa kita bayangkan di sekitar kita. Anak seusia balita sudah disodorkan tontonan Youtube oleh orang tuanya hanya sekadar menonton video-video anak-anak. Belum lagi, orang tuanya pun sudah terserang keasyikan sendiri dengan perkembangan teknologi ini. Tak ayal, teknologi kini sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang.

Perangkat teknologi ini bisa menghubungkan seseorang dengan orang lain tanpa harus bertemu langsung. Melalui media umum orang mulai terhubung dengan banyak orang. Baik mereka yang sudah kenal maupun tidak asal mempunyai ketertarikan yang sama pada suatu hal, pertemanan pun akan terjalin. Media sosial juga bisa berkomunikasi secara pribadi dengan idola mereka dengan hanya mengikuti akun media umum sang idola.

Keberadaan media umum memang mengatakan dampak yang signifikan dalam perkembangan teknologi. Setiap orang bebas mengekspresikan apa saja di laman media sosialnya. Unggahan-unggahan poto, video, cuitan, dan curahan perasaan bebas mereka ekspresikan di sini. Kebebasan itu sebagai bentuk pelampiasan yang boleh jadi sebagai bentuk ekspresi diri ketika dirinya tidak bisa melampiaskan sesuatu di dunia nyata.

Kemunculan informasi hoax boleh jadi lantaran kebebasan berekspresi ini. Penyebarnya mungkin saja lebih mengutamakan egonya daripada fakta-fakta yang sebenarnya. Mengesampingkan kebenaran untuk menciptakan kebenaran gres sesuai persepsinya juga membentuk norma gres yang terjadi remaja ini.

Namun, tidak semua suguhan-suguhan di media umum tersebut mengatakan dampak buruk. Ada juga orang-orang yang masih menebarkan kebaikan-kebaikan, nasihat-nasihat, atau apapun yang sifatnya kebaikan di media sosial.

Selain itu, media umum juga menyuguhkan peluang untuk mendapatkan penghasilan. Media sosial merupakan alat komunikasi paling efektif untuk memasarkan produk atau jasa. Selain itu, akomodasi pembayaran, pengiriman, hingga aplikasi transaksi jual beli online juga turut mengatakan andil semakin besar peluang mendapatkan penghasilan.

Peluang untuk mendapatkan penghasilan juga tidak hanya mengatakan produk dan jasa. Bahkan dengan menampilkan konten-konten menarik pun sanggup menghasilkan pundi-pundi rupiah. Misalnya saja Youtuber dan selebgram. Mereka bermodal akun media umum untuk menampilkan konten menarik yang sanggup ditonton oleh ribuan hingga jutaan orang. Rupiah pun gampang mengalir dari bermacam-macam sisi. Bisa berasal dari iklan yang dipasang melalui chanel youtubenya atau bisa juga melalui endors-endors beberapa produk yang bekerja sama dengannya.

Dari sinilah sanggup disimpulkan bahwa peranan gadget, internet, media umum menjadi lingkungan gres bagi kehidupan insan modern.  Di dalamnya terdapat interaksi sosial yang sanggup mengubah sikap manusia. Entah itu dari sisi ekonomi, psikologi, norma, hingga pendidikan model gres yang dilakukannya tanpa sadar.

Sebagai pendidik, melihat fenomena di atas bukanlah sesuatu yang aneh. Sebab guru dipersiapkan untuk mengatasi dilema globalisasi ini kepada siswa-siswanya. Meski perkembangan teknologi ini bukan suatu masalah, tetapi perkembangannya jangan hingga merusak jati diri anak bangsa.

Kemunculan berita-berita bohong, mis-persepsi, dan hoax menciptakan dunia pendidikan sadar bahwa ada hal yang mesti dibenahi dalam dunia pendidikan kita. Salah satunya dengan Penguatan Pendidikan Karakter dan Gerakan Literasi Nasional. Guru-guru disiapkan untuk memondasi abjad akseptor didik biar tidak gampang menjadi korban dari informasi bohong yang betebaran di internet.

Kemudahan setiap orang mendapatkan informasi melalui internet memberi dampak dalam sistem pendidikan kita. Pendidik maupun akseptor didik harus sanggup menentukan dan memilah informasi yang benar-benar valid. Keberadaan internet jangan hingga melunturkan nilai-nilai normatif. 

Salah satu upaya biar generasi penerus bangsa  tidak terjebak oleh buyarnya informasi ini dibutuhkan kemampuan literasi. Kemampuan literasi tidak hanya sebatas membaca dan memahami informasi, tetapi juga kemampuan dalam mengolah informasi.

Gerakan literasi nasional diberlakukan di setiap lingkungan akseptor didik. Tidak hanya di sekolah-sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat pun literasi harus dibangun. Literasi juga tidak sebatas pada pemaksaan untuk bisa menulis atau mengungkapkan pikiran melalui tulisan. Lebih dari itu, kemampuan literasi dibutuhkan bisa membawa generasi penerus untuk berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, sebelum mengomunikasikannya.


Memanfaatkan Youtube sebagai Media Pembelajaran


Bagi pendidik, niscaya sering melihat atau menyaksikan sendiri akseptor didik kita melaksanakan kebiasaan yang sedang trends ketika ini. Mereka bekerjsama telah melihat tontonan dari aneka macam sumber. Terutama Youtube dan Instragram.

Usia sekolah jenjang sd sudah mengenal youtube dan instagram lantaran lingkungannya. Entah itu berasal dari keluarganya, temannya, ataupun masyarakatnya. Proses peniruan ini bagi pendidik harus menjadi perhatian yang serius. Sebab, lingkungan mereka benar-benar mengatakan dampak proses pendidikan mereka.

Materi-materi sekolah yang disampaikan dengan metode biasa-biasa saja menciptakan siswa merasa bosan. Sebagian dari mereka bahan sekolah itu dipelajari untuk dilupakan. Dipelajari lantaran bahan ini menjadi evaluasi sebagai bentuk proses pembelajaran. Dilupakan alasannya ialah bahan ini tidak diyakini akan mengatakan manfaat bagi kehidupan mereka kelak.

Melihat peluang bawah umur menjiplak tontonan video di youtube sebagai proses pendidikan mereka, maka guru sanggup menyajikan youtube sebagai media pembelajaran. Guru sanggup mengunduh video kemudian menyesuaikan dengan skenario pembelajarannya.

Bagi pendidik yang sudah melek teknologi, menciptakan konten video menarik bersama siswa dengan memasukkan unsur pembelajaran ini menjadi salah satu alternatif. Peserta didik  merasa terlibat dalam prosea kreatifnya. Materi yang harus dikuasainya juga terasa gampang dipahami.

Keuntungan memakai media pembalajaran dengan youtube jangkauannya lebih luas. Video pembelajaram yang kita susun tidak secara khusus hanya peaerta didik kita. 

Assalamualaikum, Kawan Bloggerr...

Hari ini, Rabu 17 April 2019 rakyat Indonesia sedang melaksanakan pesta demokrasi melalui pelaksanaan Pemilihan Serentak 2019. Pada pemilu kali ini, kita sebagai warga negara menentukan 5 calon perwakilan kita di pemerintahan.
 rakyat Indonesia sedang melaksanakan pesta demokrasi melalui pelaksanaan Pemilihan Serent Pemilu Serentak 2019


Pertama, kita menentukan calon presiden dan wakil presiden priode 2019-2024. Ada dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang sanggup kita pilih. Yaitu pasangan calon nomor 01: Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amien; dan pasangan calon nomor 02: Prabowo Subianto dan Sandiaga S. Uno.

Pada pemilihan serentak ini, kita juga menentukan calon perwakilan kita di dewan perwakilan rakyat RI, DPRD Kab/Kota, DPD, dan dewan perwakilan rakyat Provinsi. Keempat perwakilan kita inilah yang menjadi perwakilan legislatif dalam menjalankan roda pemerintahan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pemilu tahun ini masyarakat sangat antusias menawarkan suaranya dalam menentukan calon perwakilan. Masyarakat rela pulang kampung, bermacet-macetan, demi mennyumbangkan hak suaranya. Bagi masyarakat yang tidak sanggup mudik pun masih tetap sanggup menentukan di TPS kawasan mereka tinggal sementara. Hanya dengan memperlihatkan e-KTP, mereka berhak menawarkan bunyi pemilihannya.

Pelaksanaan pencoblosan dimulai semenjak pukul 08.00 pagi waktu setempat. Namun, masyarakat sudah mendatangi TPS (Tempat pemungutan suara) semenjak pukul 07.00 pagi. Banyak di antara mereka ingin lekas-lekas mencoblos alasannya ialah antusiasnya. Selain itu, di antara mereka pun ada yang menginginkan momen libur ini dimanfaatkan untuk liburan.

Beredar surat pemberitahuan dari pemerintah bahwa pada hari Rabu, 17 April 2019 ditetapkan sebagai hari libur. Semua instansi, khususnya forum pemerintah, libur untuk memperingati pelaksanaan pemilu serentak ini.

Tidak hingga di situ, antusias masyarakat pada pemilu dikala ini juga terlihat dari waktu perhitungan suara. Kebanyakan dari mereka, lebih ingin mengetahui bunyi terbanyak dalam pemilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Padahal, pemilihan ini tidak hanya menentukan calon presiden/wakil presiden saja. Ada pemilihan anggota legislatif juga. Namun, demam isu masyakarat terhadap keingintahuan terhadap jumlah bunyi paslon presiden dan wakil presiden lebih menarik perhatian daripada jumlah bunyi anggota legislatif.

Berbeda dengan kawasan saya, ada seorang calon legisltif yang mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif tingkat Kota. Apalagi, calon ini saya sendiri mengenalnya. Tentunya, ada harap-harap cemas bagi tim pendukungnya yang ingin mengetahui perolehan bunyi yang dimilikinya. Jangan hingga di 'kandang' sendiri, malah kalah bunyi dengan calon legislatif lain.

Hal Menarik Selama Pemilu 2019


Sebenarnya, saya enggan membahas persoalan politik di blog ini. Mengingat politik sering menciptakan kegaduhan di antara pendukungnya. Saya sendiri memosisikan netral. Tidak berpihak kepada siapapun dan dengan alasan apapun. Bahkan untuk ikut mengomentari sesuatu yang sedang viral, saya enggan.

Sebelum pelaksanaan pemilu, ada masa kampanye. Di sinilah masa-masa yang paling tidak menyenangkan. Tidak dalam kehidupan kasatmata maupun di media sosial. Perdebatan sering terjadi. Malah terkadang, sering menyudutkan hingga menjelek-jelekkan lawan pilihannya.

Saya bersama istri, sering mengingatkan untuk tidak ikut-ikutan dalam mengomentari atau menawarkan jawaban terhadap thread atau pernyataan yang timbul selama masa kampanye. Menurut saya, apapun yang keluar dari masa kampanye ialah segala bentuk persuasi pendudung sekaligus persekusi moral pendukung.

Saya lebih menentukan tidak turut mengikuti perkembangannya. Pun tidak turut membaca atau melibatkan diri dalam keingintahuan dalam persoalan yang terjadi. Malah, saya menonaktifkan beberapa sosial media demi menjaga diri untuk tidak terlibat.

Saya pikir, selama masa kampanye banyak di antara orang-orang sekitar telah berubah. Teman seakan musuh, saudara seakan lawan, rekan kerja seakan rival. Tidak mengapa kalau persoalan persaingan sehat, tetapi kenyataannya malah justru menciptakan hati tidak nyaman.

Anda niscaya sering melihat beberapa sahabat Anda terlibat dengan orang lain dalam diskusi di media sosial. Salah satunya menyerang dengan pendapat, cacian, sebutan 'cebong' dan 'kampret' seakan menjadi fenomen tersendiri pada masa pemilu 2019 ini. Berita hoax saling bertebaran, klarfikasi saling menyudutkan. Semua itu, bagi saya, seakan-akan menawarkan bibit-bibit kedengkian hingga permusuhan di antara kita sendiri.

Maka dari itu, saya enggan untuk mengikut perkembangan politik dengan cara menonaktifkan beberapa akun media sosial.

Pilihan keluarga


Berbeda dengan istri saya. Dia sering bersosialisasi di dunia maya alasannya ialah sedang menjalankan bisnis onlinenya. Sesekali menemukan dialog dengan temannya, malah jatuh pada urusan politik. Padahal, istri sudah mengingatkan untuk tidak lagi berdebat dengan persoalan pilihan. Silakan mengusung paslon lainnya, tetapi jangan saling bermusuhan. Sayangnya, di antara temannya itu memvonis kalau istri saya mendukung bukan pilihan temannya itu.

Saya sendiri sudah menggaris bawahi, ketika sedang melaksanakan dialog keluarga, untuk tidak terlibat dalam urusan politik. Silakan suka pada pasangan calon apapun, cari apa yang menurutnya cocok sebagai pemimpin, kalau sudah mengetahuinya cukup diri sendiri saja yang tahu. Tidak usah memberitahukan kepada orang lain. Sebab orang lain belum tentu sepaham. Jika tidak sepaham, kadang malah timbul kedengkian. Yang rugi pun bukan mereka yang dengki, kita pun akan merasa dengki ketika pilihan kita dicacimaki. Maka dari itu, berhenti untuk terlibat ialah cara terbaik.

Assalamualaikum, Kawan Bloggerr...

Hari ini, Rabu 17 April 2019 rakyat Indonesia sedang melaksanakan pesta demokrasi melalui pelaksanaan Pemilihan Serentak 2019. Pada pemilu kali ini, kita sebagai warga negara menentukan 5 calon perwakilan kita di pemerintahan.
 rakyat Indonesia sedang melaksanakan pesta demokrasi melalui pelaksanaan Pemilihan Serent Pemilu Serentak 2019


Pertama, kita menentukan calon presiden dan wakil presiden priode 2019-2024. Ada dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang sanggup kita pilih. Yaitu pasangan calon nomor 01: Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amien; dan pasangan calon nomor 02: Prabowo Subianto dan Sandiaga S. Uno.

Pada pemilihan serentak ini, kita juga menentukan calon perwakilan kita di dewan perwakilan rakyat RI, DPRD Kab/Kota, DPD, dan dewan perwakilan rakyat Provinsi. Keempat perwakilan kita inilah yang menjadi perwakilan legislatif dalam menjalankan roda pemerintahan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pemilu tahun ini masyarakat sangat antusias menawarkan suaranya dalam menentukan calon perwakilan. Masyarakat rela pulang kampung, bermacet-macetan, demi mennyumbangkan hak suaranya. Bagi masyarakat yang tidak sanggup mudik pun masih tetap sanggup menentukan di TPS kawasan mereka tinggal sementara. Hanya dengan memperlihatkan e-KTP, mereka berhak menawarkan bunyi pemilihannya.

Pelaksanaan pencoblosan dimulai semenjak pukul 08.00 pagi waktu setempat. Namun, masyarakat sudah mendatangi TPS (Tempat pemungutan suara) semenjak pukul 07.00 pagi. Banyak di antara mereka ingin lekas-lekas mencoblos alasannya ialah antusiasnya. Selain itu, di antara mereka pun ada yang menginginkan momen libur ini dimanfaatkan untuk liburan.

Beredar surat pemberitahuan dari pemerintah bahwa pada hari Rabu, 17 April 2019 ditetapkan sebagai hari libur. Semua instansi, khususnya forum pemerintah, libur untuk memperingati pelaksanaan pemilu serentak ini.

Tidak hingga di situ, antusias masyarakat pada pemilu dikala ini juga terlihat dari waktu perhitungan suara. Kebanyakan dari mereka, lebih ingin mengetahui bunyi terbanyak dalam pemilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Padahal, pemilihan ini tidak hanya menentukan calon presiden/wakil presiden saja. Ada pemilihan anggota legislatif juga. Namun, demam isu masyakarat terhadap keingintahuan terhadap jumlah bunyi paslon presiden dan wakil presiden lebih menarik perhatian daripada jumlah bunyi anggota legislatif.

Berbeda dengan kawasan saya, ada seorang calon legisltif yang mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif tingkat Kota. Apalagi, calon ini saya sendiri mengenalnya. Tentunya, ada harap-harap cemas bagi tim pendukungnya yang ingin mengetahui perolehan bunyi yang dimilikinya. Jangan hingga di 'kandang' sendiri, malah kalah bunyi dengan calon legislatif lain.

Hal Menarik Selama Pemilu 2019


Sebenarnya, saya enggan membahas persoalan politik di blog ini. Mengingat politik sering menciptakan kegaduhan di antara pendukungnya. Saya sendiri memosisikan netral. Tidak berpihak kepada siapapun dan dengan alasan apapun. Bahkan untuk ikut mengomentari sesuatu yang sedang viral, saya enggan.

Sebelum pelaksanaan pemilu, ada masa kampanye. Di sinilah masa-masa yang paling tidak menyenangkan. Tidak dalam kehidupan kasatmata maupun di media sosial. Perdebatan sering terjadi. Malah terkadang, sering menyudutkan hingga menjelek-jelekkan lawan pilihannya.

Saya bersama istri, sering mengingatkan untuk tidak ikut-ikutan dalam mengomentari atau menawarkan jawaban terhadap thread atau pernyataan yang timbul selama masa kampanye. Menurut saya, apapun yang keluar dari masa kampanye ialah segala bentuk persuasi pendudung sekaligus persekusi moral pendukung.

Saya lebih menentukan tidak turut mengikuti perkembangannya. Pun tidak turut membaca atau melibatkan diri dalam keingintahuan dalam persoalan yang terjadi. Malah, saya menonaktifkan beberapa sosial media demi menjaga diri untuk tidak terlibat.

Saya pikir, selama masa kampanye banyak di antara orang-orang sekitar telah berubah. Teman seakan musuh, saudara seakan lawan, rekan kerja seakan rival. Tidak mengapa kalau persoalan persaingan sehat, tetapi kenyataannya malah justru menciptakan hati tidak nyaman.

Anda niscaya sering melihat beberapa sahabat Anda terlibat dengan orang lain dalam diskusi di media sosial. Salah satunya menyerang dengan pendapat, cacian, sebutan 'cebong' dan 'kampret' seakan menjadi fenomen tersendiri pada masa pemilu 2019 ini. Berita hoax saling bertebaran, klarfikasi saling menyudutkan. Semua itu, bagi saya, seakan-akan menawarkan bibit-bibit kedengkian hingga permusuhan di antara kita sendiri.

Maka dari itu, saya enggan untuk mengikut perkembangan politik dengan cara menonaktifkan beberapa akun media sosial.

Pilihan keluarga


Berbeda dengan istri saya. Dia sering bersosialisasi di dunia maya alasannya ialah sedang menjalankan bisnis onlinenya. Sesekali menemukan dialog dengan temannya, malah jatuh pada urusan politik. Padahal, istri sudah mengingatkan untuk tidak lagi berdebat dengan persoalan pilihan. Silakan mengusung paslon lainnya, tetapi jangan saling bermusuhan. Sayangnya, di antara temannya itu memvonis kalau istri saya mendukung bukan pilihan temannya itu.

Saya sendiri sudah menggaris bawahi, ketika sedang melaksanakan dialog keluarga, untuk tidak terlibat dalam urusan politik. Silakan suka pada pasangan calon apapun, cari apa yang menurutnya cocok sebagai pemimpin, kalau sudah mengetahuinya cukup diri sendiri saja yang tahu. Tidak usah memberitahukan kepada orang lain. Sebab orang lain belum tentu sepaham. Jika tidak sepaham, kadang malah timbul kedengkian. Yang rugi pun bukan mereka yang dengki, kita pun akan merasa dengki ketika pilihan kita dicacimaki. Maka dari itu, berhenti untuk terlibat ialah cara terbaik.


Sejak diberlakukannya kurikulum nasional (kurikulum 2013), guru harus menguasai perangkat komputer dan internet. Penguasaan komputer dan internet ini menunjang kiprah guru dalam melakukan kiprah pokoknya. Misalnya saja menciptakan materi bimbing yang terintegrasi sumber berguru digital (bse buku guru).

 Sejak diberlakukannya kurikulum nasional  Mengapa Guru harus bisa menguasai Formula Microsoft Excel


Penilaian kurikulum 2013 meliputi 4 aspek yang semuanya harus diukur dan dinilai. Keempat aspek tersebut yakni aspek spiritual, aspek sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Pengolahan tiap aspeknya pun berbeda sesuai dengan isyarat dari Kemendikbud. Penilaiain ini diolah guru yang bersinggungan eksklusif dengan murid demi mengetahui perkembangan hasil belajar.

Sejak diberlakukannya kurikulum 2013, memang mengakibatkan pro dan kontra di kalangan para pendidik. Sistem evaluasi yang rumit menciptakan sebagian guru merasa kesulitan mengolah hasil belajar. Meski Dinas Pendidikan terkait memperlihatkan pelatihan-pelatihan mengenai kurikulum 2013, para guru tidak sepenuhnya paham. Belum lagi, laporan hasil berguru atau raport memakai sistem deskripsi dimana nilai-nilai hasil berguru siswa harus dideskripsikan mana-mana kompetensi dasar yang sangat dikuasai dan kurang terlalu dikuasai.

Deskripsi hasil berguru dengan mengacu pada kriteria tertentu menciptakan guru yang belum paham evaluasi kurikulum 2013 akan mengalami kesulitan. Apalagi kalau dilakukan secara manual -- tanpa sumbangan komputer -- akan membutuhkan waktu yang usang dan melelahkan. Maka dari itu diciptakanlah semacam aplikasi pengolahan nilai berbasis Microsoft Excel.

Pengolahan nilai dalam kurikulum 2013 akan gampang dilakukan melalui perangkat komputer dengan software spreadsheet menyerupai Microsoft Excel. Karena sifatnya yang bersifat menyerupai pengolahan data, Microsoft Excel menjadi alat bantu wajib untuk mengolah hasil berguru dalam pembelajaran kurikulum 2013. Maka tak heran kalau di alat pencarian daring menyerupai google, bermacam-macam aplikasi raport yang berbasis Microsoft Excel bertebaran di internet.

Berdasarkan pengamatan saya sendiri, aplikasi-aplikasi raport yang betebaran di internet tersebut memang memakai microsoft excel. Setidaknya, dengan memakai microsft excel telah disediakan beberapa formula untuk mengolah data-data yang dibutuhkan. Seperti formula penjumlahan, rata-rata, nilai maksimal, nilai minimal.


Deskripsi nilai pada laporan hasil berguru pun bisa diakses dengan sumbangan formula di dalam excel. Misalnya formula 'if condition' ataupun 'vlookup'. Asal mengerti formulasi di dalam excel, maka deskripsi akan muncul sesuai kriteria tertertentu yang diinginkan.

Pemahaman mengenai formula Microsoft Excel membantu guru dalam mengolah nilai. Tidak hanya itu, pemahaman mengenai dasar-dasar penggunaan Excel pun akan membantu guru dalam melaporkan manajemen penilaiannya. 

Setidaknya dengan menguasai beberapa pemahaman penggunaan excel berikut akan membantu kiprah guru dalam melaporkan administrasinya.

Formula-formula berikut ini cukup bermanfaat bagi guru dalam memakai Microsoft Excel



Fungsi Jumlah


Formulanya =Sum(RangeyangAkandiJumlah)


Fungsi jumlah dipakai untuk menghitung sekumpulan area (range) yang berisi angka-angka. Biasanya formula ini dipakai untuk menghitung jumlah nilai siswa dalam mata pelajaran tertentu.


Fungsi Rata-rata


Formulanya =Average(Rangeyangakandirata-rata)


Fungsi rata-rata dipakai untuk menghitung rata-rata dari sekumpulan area (range) yang berisi angka-angka. Misalnya mencari nilai rata-rata dari nilai mata pelajaran tertentu.


Fungsi Max


Formula = Max(RangeYangInginDicariNilaiTerbesarnya)


Sama halnya dengan fungsi rata-rata, fungsi max dipakai untuk mencari nilai terbesari dari sekumpulan area (range) yang berisi angka-angka.


Fungsi Min


Formula =Min(RangeYangInginDicariNilaiTerkecilnya)


Sama halnya dengan fungsi rata-rata dan fungsi max, fungsi min dipakai untuk mencari nilai terkecil dari sekumpulan area (range) yang berisi angka-angka.


Fungsi Rank


Formula =Rank(CellsNilaiAnak;RangeNilaiAcuan;0)


Fungsi rank dipakai untuk mencari rangking suatu nilai menurut area (range) nilai. Area nilai yang dimaksud yakni area sekumpulan nilai untuk membandingkan nilai seorang anak dengan seluruh nilai yang ada. Biasanya rangeNilaiAcuan diambil dari hasil penjumlahan.  Nilai absolute 0 merupakan kriteria yang akan diambil. 0 memperlihatkan data yang diambil dari terbesar ke terkecil (ascending). Sedangkan nilai absolute lain yakni 1 yang memperlihatkan data rangking dari nilai terkecil ke terbesar.

Penggunaan rumus untuk memisahkan CellsNilaiAnak dengan RangeNilaiAcuan tiap PC berbeda-beda. Ada yang memakai titik-koma (;) ada juga dengan memakai koma (,). Ini semua tergantung dari settingan waktu yang ada di komputer.


Fungsi = Index-Match


Sebenarnya fungsi index-match lebih saya sukai daripada VLookup dan HLookup. Anda boleh suka memakai formula VLookup atau HLookup untuk mencari data tertentu menurut kriterianya. Sama halnya dengan Index-match, formula ini dipakai untuk mencari kriteria tertentu menurut kecocokan (match) posisi kriteria.

Contoh formula index-match:


=INDEX(IndeksYangInginDicari;MATCH(SelKriteria;RangeKolompokSelKriteria;0)


Fomula Excel If


Satu lagi formula yang mesti dipahami guru yaitu formula excel if. Formula ini sering dipakai untuk mencari nilai tertentudengan persyaratan/kondisi benar dan salah. Dalam evaluasi kurikulum 2013, formula excel if sering dipakai untuk memilih kriteria dari nilai yang diperoleh siswa. Misalnya nilai yang diperoleh siswa yakni 76,65 kemudian diformulasikan dengan formula excel, maka akan tampil kriterianya.


Mohon maaf dalam postingan kali ini tidak saya cantumkan tutorial formulanya. Saya yakin dalam pencarian google banyak yang memposting mengenai formula-formula tersebut, bahkan mungkin lebih lengkap dari uraian postingan saya.

Selain mencari warta mengenai cara mempelajari formula excel di google, Anda juga sanggup bergabung dalam forum-forum diskusi online. Misalnya grup Facebook Excel User Indonesia Group (EUIG), banyak para anggota grup yang siap membantu permasalahan formula excel Anda. Bahkan untuk tingkat lanjut dari sekadar formula, VBA sanggup Anda pelajari di grup ini.


Simpulan:


Microsoft Excel merupakan software yang mempunyai kegunaan untuk guru dalam mengolah manajemen evaluasi atau yang lainnya bersifat data. Dengan software ini, guru bisa mengolah nilai dengan cepat tanpa harus menghitung manual. Cukup dengan pengetahuan formula excel, maka pekerjaan kita akan terbantu dengan cepat.

Banyak warta mengenai cara berguru formula excel di internet. Bahkan, banyak pula yang menyediakan semacam aplikasi pengolahan nilai untuk dijadikan laporan hasil belajar. Pembuat aplikasi raport rata-rata memakai formula dari excel. Kita tinggal menginput nilai, maka nilai bisa eksklusif jadi dan siap mencetaknya ke dalam format laporan hasil berguru (buku raport).

Namun, tidak semua aplikasi berbasis excel itu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Beberapa aplikasi berbasis excel yang betebaran di internet kebanyakan dirombak ulang oleh sekolah-sekolah untuk diubahsuaikan dengan kebijakan sekolah dalam evaluasi kurtilas. Untuk bisa menyesuaikannya diharapkan pemahaman dasar berupa pengetahuan mengenai formula microsoft excel.

Mungkin itu saja yang sanggup saya sampaikan, supaya bermanfaat...


Sejak diberlakukannya kurikulum nasional (kurikulum 2013), guru harus menguasai perangkat komputer dan internet. Penguasaan komputer dan internet ini menunjang kiprah guru dalam melakukan kiprah pokoknya. Misalnya saja menciptakan materi bimbing yang terintegrasi sumber berguru digital (bse buku guru).

 Sejak diberlakukannya kurikulum nasional  Mengapa Guru harus bisa menguasai Formula Microsoft Excel


Penilaian kurikulum 2013 meliputi 4 aspek yang semuanya harus diukur dan dinilai. Keempat aspek tersebut yakni aspek spiritual, aspek sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Pengolahan tiap aspeknya pun berbeda sesuai dengan isyarat dari Kemendikbud. Penilaiain ini diolah guru yang bersinggungan eksklusif dengan murid demi mengetahui perkembangan hasil belajar.

Sejak diberlakukannya kurikulum 2013, memang mengakibatkan pro dan kontra di kalangan para pendidik. Sistem evaluasi yang rumit menciptakan sebagian guru merasa kesulitan mengolah hasil belajar. Meski Dinas Pendidikan terkait memperlihatkan pelatihan-pelatihan mengenai kurikulum 2013, para guru tidak sepenuhnya paham. Belum lagi, laporan hasil berguru atau raport memakai sistem deskripsi dimana nilai-nilai hasil berguru siswa harus dideskripsikan mana-mana kompetensi dasar yang sangat dikuasai dan kurang terlalu dikuasai.

Deskripsi hasil berguru dengan mengacu pada kriteria tertentu menciptakan guru yang belum paham evaluasi kurikulum 2013 akan mengalami kesulitan. Apalagi kalau dilakukan secara manual -- tanpa sumbangan komputer -- akan membutuhkan waktu yang usang dan melelahkan. Maka dari itu diciptakanlah semacam aplikasi pengolahan nilai berbasis Microsoft Excel.

Pengolahan nilai dalam kurikulum 2013 akan gampang dilakukan melalui perangkat komputer dengan software spreadsheet menyerupai Microsoft Excel. Karena sifatnya yang bersifat menyerupai pengolahan data, Microsoft Excel menjadi alat bantu wajib untuk mengolah hasil berguru dalam pembelajaran kurikulum 2013. Maka tak heran kalau di alat pencarian daring menyerupai google, bermacam-macam aplikasi raport yang berbasis Microsoft Excel bertebaran di internet.

Berdasarkan pengamatan saya sendiri, aplikasi-aplikasi raport yang betebaran di internet tersebut memang memakai microsoft excel. Setidaknya, dengan memakai microsft excel telah disediakan beberapa formula untuk mengolah data-data yang dibutuhkan. Seperti formula penjumlahan, rata-rata, nilai maksimal, nilai minimal.


Deskripsi nilai pada laporan hasil berguru pun bisa diakses dengan sumbangan formula di dalam excel. Misalnya formula 'if condition' ataupun 'vlookup'. Asal mengerti formulasi di dalam excel, maka deskripsi akan muncul sesuai kriteria tertertentu yang diinginkan.

Pemahaman mengenai formula Microsoft Excel membantu guru dalam mengolah nilai. Tidak hanya itu, pemahaman mengenai dasar-dasar penggunaan Excel pun akan membantu guru dalam melaporkan manajemen penilaiannya. 

Setidaknya dengan menguasai beberapa pemahaman penggunaan excel berikut akan membantu kiprah guru dalam melaporkan administrasinya.

Formula-formula berikut ini cukup bermanfaat bagi guru dalam memakai Microsoft Excel



Fungsi Jumlah


Formulanya =Sum(RangeyangAkandiJumlah)


Fungsi jumlah dipakai untuk menghitung sekumpulan area (range) yang berisi angka-angka. Biasanya formula ini dipakai untuk menghitung jumlah nilai siswa dalam mata pelajaran tertentu.


Fungsi Rata-rata


Formulanya =Average(Rangeyangakandirata-rata)


Fungsi rata-rata dipakai untuk menghitung rata-rata dari sekumpulan area (range) yang berisi angka-angka. Misalnya mencari nilai rata-rata dari nilai mata pelajaran tertentu.


Fungsi Max


Formula = Max(RangeYangInginDicariNilaiTerbesarnya)


Sama halnya dengan fungsi rata-rata, fungsi max dipakai untuk mencari nilai terbesari dari sekumpulan area (range) yang berisi angka-angka.


Fungsi Min


Formula =Min(RangeYangInginDicariNilaiTerkecilnya)


Sama halnya dengan fungsi rata-rata dan fungsi max, fungsi min dipakai untuk mencari nilai terkecil dari sekumpulan area (range) yang berisi angka-angka.


Fungsi Rank


Formula =Rank(CellsNilaiAnak;RangeNilaiAcuan;0)


Fungsi rank dipakai untuk mencari rangking suatu nilai menurut area (range) nilai. Area nilai yang dimaksud yakni area sekumpulan nilai untuk membandingkan nilai seorang anak dengan seluruh nilai yang ada. Biasanya rangeNilaiAcuan diambil dari hasil penjumlahan.  Nilai absolute 0 merupakan kriteria yang akan diambil. 0 memperlihatkan data yang diambil dari terbesar ke terkecil (ascending). Sedangkan nilai absolute lain yakni 1 yang memperlihatkan data rangking dari nilai terkecil ke terbesar.

Penggunaan rumus untuk memisahkan CellsNilaiAnak dengan RangeNilaiAcuan tiap PC berbeda-beda. Ada yang memakai titik-koma (;) ada juga dengan memakai koma (,). Ini semua tergantung dari settingan waktu yang ada di komputer.


Fungsi = Index-Match


Sebenarnya fungsi index-match lebih saya sukai daripada VLookup dan HLookup. Anda boleh suka memakai formula VLookup atau HLookup untuk mencari data tertentu menurut kriterianya. Sama halnya dengan Index-match, formula ini dipakai untuk mencari kriteria tertentu menurut kecocokan (match) posisi kriteria.

Contoh formula index-match:


=INDEX(IndeksYangInginDicari;MATCH(SelKriteria;RangeKolompokSelKriteria;0)


Fomula Excel If


Satu lagi formula yang mesti dipahami guru yaitu formula excel if. Formula ini sering dipakai untuk mencari nilai tertentudengan persyaratan/kondisi benar dan salah. Dalam evaluasi kurikulum 2013, formula excel if sering dipakai untuk memilih kriteria dari nilai yang diperoleh siswa. Misalnya nilai yang diperoleh siswa yakni 76,65 kemudian diformulasikan dengan formula excel, maka akan tampil kriterianya.


Mohon maaf dalam postingan kali ini tidak saya cantumkan tutorial formulanya. Saya yakin dalam pencarian google banyak yang memposting mengenai formula-formula tersebut, bahkan mungkin lebih lengkap dari uraian postingan saya.

Selain mencari warta mengenai cara mempelajari formula excel di google, Anda juga sanggup bergabung dalam forum-forum diskusi online. Misalnya grup Facebook Excel User Indonesia Group (EUIG), banyak para anggota grup yang siap membantu permasalahan formula excel Anda. Bahkan untuk tingkat lanjut dari sekadar formula, VBA sanggup Anda pelajari di grup ini.


Simpulan:


Microsoft Excel merupakan software yang mempunyai kegunaan untuk guru dalam mengolah manajemen evaluasi atau yang lainnya bersifat data. Dengan software ini, guru bisa mengolah nilai dengan cepat tanpa harus menghitung manual. Cukup dengan pengetahuan formula excel, maka pekerjaan kita akan terbantu dengan cepat.

Banyak warta mengenai cara berguru formula excel di internet. Bahkan, banyak pula yang menyediakan semacam aplikasi pengolahan nilai untuk dijadikan laporan hasil belajar. Pembuat aplikasi raport rata-rata memakai formula dari excel. Kita tinggal menginput nilai, maka nilai bisa eksklusif jadi dan siap mencetaknya ke dalam format laporan hasil berguru (buku raport).

Namun, tidak semua aplikasi berbasis excel itu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Beberapa aplikasi berbasis excel yang betebaran di internet kebanyakan dirombak ulang oleh sekolah-sekolah untuk diubahsuaikan dengan kebijakan sekolah dalam evaluasi kurtilas. Untuk bisa menyesuaikannya diharapkan pemahaman dasar berupa pengetahuan mengenai formula microsoft excel.

Mungkin itu saja yang sanggup saya sampaikan, supaya bermanfaat...

Menjelang selesai tahun pelajaran, guru kelas 6 akan selalu disibukkan dengan banyak sekali macam aktivitas jam pelengkap guna memperdalam pengetahuan siswa dalam menghadapi soal-soal Ujian Sekolah. Di antarnya guru kelas 6 akan melaksanakan jam pelengkap di luar jam pelajaran sekolah. Berbagai taktik pembelajaran pun diterapkan oleh guru kelas 6.


 akan selalu disibukkan dengan banyak sekali macam aktivitas jam pelengkap guna memperdalam penge Cara Mengajar siswa Kelas 6 dalam Mempersiapkan Ujian Sekolah

Beberapa cara berikut ini mungkin menjadi salah satu di antara banyak cara yang biasa dilakukan guru kelas 6 dalam mempersiapkan penerima didiknya menghadapi soal-soal Ujian Sekolah.

Tips Sukses Mengajar Siswa Kelas 6 dalam menghadapi Soal-Soal USBN 


1.    Mengatur ulang agenda pelajaran


Biasanya guru kelas 6 mengatur ulang agenda pelajaran. Mereka lebih cenderung akan memfokuskan pada tiga mata pelajaran yang diujikan. Tiga mata pelajaran yang di Uji Nasionalkan biasanya diatur dalam kisi-kisi yang diterbitkan oleh Kemendikbud. Yaitu Mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Kebiasaan mengatur ulang agenda pelajaran ini umum dilakukan oleh guru kelas 6 alasannya indikator dari diterima tidaknya siswa kelas 6 di jenjag Sekolah Menengah Pertama Negeri dilihat dari nilai ketiga mata pelajaran tersebut. Meski tidak mengesampingkan mata pelajaran lain, fokus ketiga mata pelajaran ini menjadi yang paling utama yang diajarkan oleh guru kelas 6.

Fokus terhadap pengajaran tiga mata pelajaran ini menjadi hal yang sangat tidak dianjurkan oleh pengawas sekolah sampai dinas pendidikan. Hal ini lantaran pendidikan seharusnya memberikan seluruh materi di setiap mata pelajaran. Kecenderungan guru yang hanya mengajarkan tiga mata pelajaran menjadi suatu budaya yang tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh para guru kelas 6, mengingat tuntutan semoga lulusan bisa menuntaskan soal latihan juga guru dituntut menunjukkan output sekolah semoga mempunyai angka lulusan terbanyak masuk ke sekolah menengah favorit.


2.    Mengelempokkan beberapa siswa menurut kemampuannya


Materi kelas 6 merupakan materi pengulangan dari materi pelajaran di jenjang kelas sebelumnya. Terutama kelas 4 dan kelas 5. Hanya beberapa materi yang merupakan materi pengayaan yang benar diajarkan di kelas 6. Itu pun konsep dasarnya tetap berasal dari jenjang kelas sebelumnya.

Pemahaman terhadap materi di jenjang kelas sebelumnya menciptakan guru kelas 6 harus bisa mengelompokkan siswa siapa saja yang belum menguasai materi di kelas sebelumnya. Memang ini menjadi polemik sendiri dikala seharusnya siswa yang sudah naik kelas maka kompetensi yang sudah diajarkan di kelas sebelumnya juga tuntas dan sudah dipahami. Sayangnya, kenyataannya berbeda.

Sering guru kelas 6 mengeluhkan beberapa siswanya masih belum bisa melaksanakan operasi hitung dasar. Sedangkan kelas 6 sudah harus bisa mengerjakan operasi hitung yang lebih kompleks lagi. Ini sebagian pola kecil saja dari keluhan guru kelas 6 dikala menghadapi kenyataan bahwa siswa kelas 6 tidak sepenuhnya menguasai materi di kelas sebelumnya.

Oleh lantaran itu, banyak di antara guru kelas 6 mengelompokkan beberapa siswa menurut kemampuan-kemampuannya. Hal ini dilakukan semoga bisa memetakkan kelompok siswa yang membutuhkan pelayanan pembelajaran semoga semua kompetensi benar-benar sanggup dikuasai. Dan itu dibuktikan dengan ujian sekolah yang akan dihadapi siswa kelas 6.

Beberapa tujuan dari pengelempokkan ini di antaranya untuk memeberikan jenis pelayanan pembelajaran pada masing-masing kelompok. Misalnya saja guru melaksanakan pengelompokkan menurut siswa yang sudah menguasai materi tertentu dengan yang belum. Guru akan menunjukkan pelayanan pembelajaran berupa pengayaan kepada siswa yang telah menguasai materi pembelajaran. Sedangkan untuk yang kurang memahami materi, guru akan menunjukkan pelayanan pembelajaran berupa remedial.


3.    Memilih tutor sebaya untuk menyamaratakan kompetensi


Di antara tujuan mengelompokkan siswa di atas juga bertujuan untuk menentukan tutor sebaya. Tutor sebaya biasanya berasal dari kelompok siswa yang lebih pintar yang ditunjuk oleh guru untuk memimpin berguru sahabat sebayanya yang belum menguasai materi.

Tutor sebaya akan menunjukkan imbas psikologis lantaran yang menunjukkan materi pelengkap berasal dari sahabat seusianya. Kecenderungan siswa yang belum berani mengungkapkan pertanyaan kepada guru akan lebih berani mereka ungkapkan kepada tutor sebaya. Karena kedekatan emosional usia juga menjadi alasan mengapa guru kelas 6 sanggup menentukan taktik ini dalam menunjukkan pelayanan pendidikan.




Namun, tutor sebaya tidak dilepas guru begitu saja. Tutor sebaya akan terus diawasi oleh guru selama menunjukkan pembelajaran kepada temannya. Guru membimbing dan memfasilator terhadap kesulitan berguru yang dialami oleh siswa-siswanya. Termasuk kepada tutor sebaya yang telah ditunjuknya.

4.    Membuat media pembelajaran yang lebih menciptakan siswa memahami materi


Media pembelajar pun turut menjadi pendukung keberhasilan guru dalam memantapkan materi. Media visual ataupun audio-visual menunjukkan bantuan yang positif untuk lebih meningkatkan pemahaman siswa.

Media pembelajaran visual bisa dibentuk oleh guru maupun alat peraga yang sudah tersedia di sekolah. Guru kelas 6 seyogianya memanfaatkan proyektor sebagai alat pembelajaran wajib setiap kali melaksanakan aktivitas pembelajaran.  Slide yang berisi ringkasan materi maupun gambar pendukung akan menunjukkan penguatan terhadap ingatan siswa melalui pengalaman berguru ini. Oleh karenanya, guru kelas 6 cenderung harus menguasai tehnologi guna mengupdate pengetahuan terkini semoga proses pembelajaran semakin menarik bagi siswa.

Media audio-visual pun akan menarik fokus siswa terhadap materi pembelajaran. Metode ceramah sering mereka alami sejak kelas 1. Melalui media audi-visual, siswa akan merasa bahwa mereka sedang mencari hiburan yang kontennya merupakan informasi materi ujian.


5.    Menyusun banyak sekali macam soal latihan Sesuai dengan kisi-kisi terbaru (Misalnya: Kisi-kisi USBN SD 2019)


Soal-soal latihan merupakan bab terpenting dalam menyukseskan pemantapan materi ujian nasional. Kumpulan beberapa soal ujian nasional dari tahun-tahun sebelumnya menjadi referensi latihan siswa kelas 6.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru kelas 6. Kumpulan soal-soal latihan yang merujuk dari pola soal latihan tahun sebelumnya harus diubahsuaikan dengan kisi-kisi Ujian Nasional terkini.

Terkadang, ada beberapa guru yang masih tetap memakai latihan soal-soal tahun sebelumnya yang tidak ada di dalam kisi-kisi Ujian Nasional tahun sekarang.  Latihan soal yang dikerjakan oleh siswa haruslah fokus semoga siswa bisa mengerjakan ragam soal yang tetap mengacu pada kisi-kisi soal ujian nasional tahun sekarang. Tujuannya yaitu semoga siswa lebih fokus memecahkan materi yang diprediksi sebagian besar muncul.

Kisi-kisi ujian nasional hampir tiap tahun mengalami perubahan. Setiap tahunnya guru harus jeli terhadap perubahan kisi-kisi ujian nasional. Guru juga harus mempunyai kemampuan menyusun soal sendiri. Caranya yaitu dengan menciptakan prediksi soal dengan mengacu pada kisi-kisi.

Jika guru hanya mengacu pada pola soal-soal latihan tahun sebelumnya, maka guru tersebut belum bisa memodifikasi kebutuhan soal latihan dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam menguasai kompetensi yang akan diujikan.

Maka dari itu, untuk menyusun soal latihan guru harus mempunyai kumpulan soal latihan hasil karyanya semoga sanggup membantu pemahaman siswa lebih optimal.


Mungkin itu saja cukup mewakili semoga siswa kita sanggup lebih mantap dan yakin dalam menghadapi soal-soal Ujian Nasional.

Menjelang selesai tahun pelajaran, guru kelas 6 akan selalu disibukkan dengan banyak sekali macam aktivitas jam pelengkap guna memperdalam pengetahuan siswa dalam menghadapi soal-soal Ujian Sekolah. Di antarnya guru kelas 6 akan melaksanakan jam pelengkap di luar jam pelajaran sekolah. Berbagai taktik pembelajaran pun diterapkan oleh guru kelas 6.


 akan selalu disibukkan dengan banyak sekali macam aktivitas jam pelengkap guna memperdalam penge Cara Mengajar siswa Kelas 6 dalam Mempersiapkan Ujian Sekolah

Beberapa cara berikut ini mungkin menjadi salah satu di antara banyak cara yang biasa dilakukan guru kelas 6 dalam mempersiapkan penerima didiknya menghadapi soal-soal Ujian Sekolah.

Tips Sukses Mengajar Siswa Kelas 6 dalam menghadapi Soal-Soal USBN 


1.    Mengatur ulang agenda pelajaran


Biasanya guru kelas 6 mengatur ulang agenda pelajaran. Mereka lebih cenderung akan memfokuskan pada tiga mata pelajaran yang diujikan. Tiga mata pelajaran yang di Uji Nasionalkan biasanya diatur dalam kisi-kisi yang diterbitkan oleh Kemendikbud. Yaitu Mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Kebiasaan mengatur ulang agenda pelajaran ini umum dilakukan oleh guru kelas 6 alasannya indikator dari diterima tidaknya siswa kelas 6 di jenjag Sekolah Menengah Pertama Negeri dilihat dari nilai ketiga mata pelajaran tersebut. Meski tidak mengesampingkan mata pelajaran lain, fokus ketiga mata pelajaran ini menjadi yang paling utama yang diajarkan oleh guru kelas 6.

Fokus terhadap pengajaran tiga mata pelajaran ini menjadi hal yang sangat tidak dianjurkan oleh pengawas sekolah sampai dinas pendidikan. Hal ini lantaran pendidikan seharusnya memberikan seluruh materi di setiap mata pelajaran. Kecenderungan guru yang hanya mengajarkan tiga mata pelajaran menjadi suatu budaya yang tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh para guru kelas 6, mengingat tuntutan semoga lulusan bisa menuntaskan soal latihan juga guru dituntut menunjukkan output sekolah semoga mempunyai angka lulusan terbanyak masuk ke sekolah menengah favorit.


2.    Mengelempokkan beberapa siswa menurut kemampuannya


Materi kelas 6 merupakan materi pengulangan dari materi pelajaran di jenjang kelas sebelumnya. Terutama kelas 4 dan kelas 5. Hanya beberapa materi yang merupakan materi pengayaan yang benar diajarkan di kelas 6. Itu pun konsep dasarnya tetap berasal dari jenjang kelas sebelumnya.

Pemahaman terhadap materi di jenjang kelas sebelumnya menciptakan guru kelas 6 harus bisa mengelompokkan siswa siapa saja yang belum menguasai materi di kelas sebelumnya. Memang ini menjadi polemik sendiri dikala seharusnya siswa yang sudah naik kelas maka kompetensi yang sudah diajarkan di kelas sebelumnya juga tuntas dan sudah dipahami. Sayangnya, kenyataannya berbeda.

Sering guru kelas 6 mengeluhkan beberapa siswanya masih belum bisa melaksanakan operasi hitung dasar. Sedangkan kelas 6 sudah harus bisa mengerjakan operasi hitung yang lebih kompleks lagi. Ini sebagian pola kecil saja dari keluhan guru kelas 6 dikala menghadapi kenyataan bahwa siswa kelas 6 tidak sepenuhnya menguasai materi di kelas sebelumnya.

Oleh lantaran itu, banyak di antara guru kelas 6 mengelompokkan beberapa siswa menurut kemampuan-kemampuannya. Hal ini dilakukan semoga bisa memetakkan kelompok siswa yang membutuhkan pelayanan pembelajaran semoga semua kompetensi benar-benar sanggup dikuasai. Dan itu dibuktikan dengan ujian sekolah yang akan dihadapi siswa kelas 6.

Beberapa tujuan dari pengelempokkan ini di antaranya untuk memeberikan jenis pelayanan pembelajaran pada masing-masing kelompok. Misalnya saja guru melaksanakan pengelompokkan menurut siswa yang sudah menguasai materi tertentu dengan yang belum. Guru akan menunjukkan pelayanan pembelajaran berupa pengayaan kepada siswa yang telah menguasai materi pembelajaran. Sedangkan untuk yang kurang memahami materi, guru akan menunjukkan pelayanan pembelajaran berupa remedial.


3.    Memilih tutor sebaya untuk menyamaratakan kompetensi


Di antara tujuan mengelompokkan siswa di atas juga bertujuan untuk menentukan tutor sebaya. Tutor sebaya biasanya berasal dari kelompok siswa yang lebih pintar yang ditunjuk oleh guru untuk memimpin berguru sahabat sebayanya yang belum menguasai materi.

Tutor sebaya akan menunjukkan imbas psikologis lantaran yang menunjukkan materi pelengkap berasal dari sahabat seusianya. Kecenderungan siswa yang belum berani mengungkapkan pertanyaan kepada guru akan lebih berani mereka ungkapkan kepada tutor sebaya. Karena kedekatan emosional usia juga menjadi alasan mengapa guru kelas 6 sanggup menentukan taktik ini dalam menunjukkan pelayanan pendidikan.




Namun, tutor sebaya tidak dilepas guru begitu saja. Tutor sebaya akan terus diawasi oleh guru selama menunjukkan pembelajaran kepada temannya. Guru membimbing dan memfasilator terhadap kesulitan berguru yang dialami oleh siswa-siswanya. Termasuk kepada tutor sebaya yang telah ditunjuknya.

4.    Membuat media pembelajaran yang lebih menciptakan siswa memahami materi


Media pembelajar pun turut menjadi pendukung keberhasilan guru dalam memantapkan materi. Media visual ataupun audio-visual menunjukkan bantuan yang positif untuk lebih meningkatkan pemahaman siswa.

Media pembelajaran visual bisa dibentuk oleh guru maupun alat peraga yang sudah tersedia di sekolah. Guru kelas 6 seyogianya memanfaatkan proyektor sebagai alat pembelajaran wajib setiap kali melaksanakan aktivitas pembelajaran.  Slide yang berisi ringkasan materi maupun gambar pendukung akan menunjukkan penguatan terhadap ingatan siswa melalui pengalaman berguru ini. Oleh karenanya, guru kelas 6 cenderung harus menguasai tehnologi guna mengupdate pengetahuan terkini semoga proses pembelajaran semakin menarik bagi siswa.

Media audio-visual pun akan menarik fokus siswa terhadap materi pembelajaran. Metode ceramah sering mereka alami sejak kelas 1. Melalui media audi-visual, siswa akan merasa bahwa mereka sedang mencari hiburan yang kontennya merupakan informasi materi ujian.


5.    Menyusun banyak sekali macam soal latihan Sesuai dengan kisi-kisi terbaru (Misalnya: Kisi-kisi USBN SD 2019)


Soal-soal latihan merupakan bab terpenting dalam menyukseskan pemantapan materi ujian nasional. Kumpulan beberapa soal ujian nasional dari tahun-tahun sebelumnya menjadi referensi latihan siswa kelas 6.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru kelas 6. Kumpulan soal-soal latihan yang merujuk dari pola soal latihan tahun sebelumnya harus diubahsuaikan dengan kisi-kisi Ujian Nasional terkini.

Terkadang, ada beberapa guru yang masih tetap memakai latihan soal-soal tahun sebelumnya yang tidak ada di dalam kisi-kisi Ujian Nasional tahun sekarang.  Latihan soal yang dikerjakan oleh siswa haruslah fokus semoga siswa bisa mengerjakan ragam soal yang tetap mengacu pada kisi-kisi soal ujian nasional tahun sekarang. Tujuannya yaitu semoga siswa lebih fokus memecahkan materi yang diprediksi sebagian besar muncul.

Kisi-kisi ujian nasional hampir tiap tahun mengalami perubahan. Setiap tahunnya guru harus jeli terhadap perubahan kisi-kisi ujian nasional. Guru juga harus mempunyai kemampuan menyusun soal sendiri. Caranya yaitu dengan menciptakan prediksi soal dengan mengacu pada kisi-kisi.

Jika guru hanya mengacu pada pola soal-soal latihan tahun sebelumnya, maka guru tersebut belum bisa memodifikasi kebutuhan soal latihan dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam menguasai kompetensi yang akan diujikan.

Maka dari itu, untuk menyusun soal latihan guru harus mempunyai kumpulan soal latihan hasil karyanya semoga sanggup membantu pemahaman siswa lebih optimal.


Mungkin itu saja cukup mewakili semoga siswa kita sanggup lebih mantap dan yakin dalam menghadapi soal-soal Ujian Nasional.

Sebuah Opini:

Tenaga kependidikan mempunyai kiprah yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, ketrampilan, dan huruf penerima didik. Oleh alasannya itu tenaga kependidikan yang professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, Adapun salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu dengan pengembangan profesionalisme.

 Tenaga kependidikan mempunyai kiprah yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan PERILAKU KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH


Peningkatan profesionalisme membutuhkan sumbangan dari pihak yang mempunyai kiprah penting, dalam hal ini yaitu kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting alasannya kepala sekolah bekerjasama eksklusif dengan pelaksanaan jadwal pendidikan di sekolah.

Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan akal kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dapat dipastikan bahwa kinerja kepala sekolah berkorelasi positif terhadap kualitas input, proses, dan output pendidikan di sekolah. Kenyataan di lapangan kondisi kepemimpinan yang ideal dan efektif belum sanggup terwujud alasannya kepemimpinan kepala yang belum professional, sehingga proses dan hasil pendidikan belum sesuai dengan tujuan pendidikan.

Apakah kepemimpinan pendidikan itu?
Kepemimpinan pendidikan yaitu kemampuan untuk mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan seluruh potensi pendidikan, supaya kegiatan-kegiatan yang dijalankan sanggup lebih efisien dan efektif di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan

Berdasarkan pengertian di atas terdapat 4(empat) keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pendidikan, yaitu keterampilan mempengaruhi, keterampilan menggerakkan, keterampilan mengembangkan, dam keterampilan memberdayakan. Keempat keterampilan itulah yang akan diuaraikan dalam goresan pena ini.

Keterampilan menghipnotis yaitu kemampuan untuk mengajak orang lain supaya mendukung program/kebijakan seorang pemimpin. Hal ini bukan semata-mata untuk memaksakan kehendak seorang pemimpin, tetapi lebih diperuntukkan  pada kesamaan mind set dalam langkah-langkah mencapai tujuan pendidikan. Implementasi dari keerampilan menghipnotis di antaranya melalui tauladan dan komunikasi. Kepala sekolah yang baik harus bisa menjadi teladan, baik secara etika maupun profesional. Secara etika artinya sikap kepala sekolah benar-benar menjadi teladan, baik bagi guru, siswa, maupun masyarakatnya. Secara profesional, kepala sekolah harus bisa pertanda bahwa dalam bekerja ia tidak hanya didasarkan pada intuisi, melainkan pada patokan-patokan ilmiah yang jelas. Dengan demikian, target yang hendak dicapai pun sesuai dengan kriteria professional. Tanpa keteladanan, bila seorang pemimpin hanya bisa berbicara tanpa bisa berbuat maka, ia tidak akan dipercaya dan tidak akan didengarkan oleh orang lain sehingga kepemimpinannya bermetamorfosis tidak efektif.

Keterampilan menggerakkan yaitu ketarampilan seorang kepala sekolah dalam membangkitkan energi positif dari sumber daya insan yang ada di sekolahnya, untuk secara proaktif garang dan bersemangat tinggi dalam meraih prestasi yang maksimal. Motivasi bukan berarti sekedar berteriak-teriak dengan semangat tinggi, tapi lebih kepada cara untuk merangkul hati dan pikiran positif para guru. Lalu, membangun keinginan dan rasa percaya diri mereka untuk menjadi lebih hebat.

Keterampilan menyebarkan yaitu segala upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas potensi yang ada di sekolahnya secara progesif. Dalam hal ini terjadi penemuan pendidikan, supaya kualitas pendidikan sanggup seiring dengan kemajuan jaman. Implementasi dari keterampilan menyebarkan di antaranya yaitu melalui penyelenggaraan training di sekolah, di Kelompok Kerja Guru (KKG), atau mengirim guru akan mengikuti pendidikan dan training di tingkat yang lebih tinggi.

Keterampilan memberdayakan yaitu keterampilan memanfaatkan semua potensi yang ada sesuai dengan keahliannya. Kepala sekolah harus memandang bahwa tiap individu/guru  mempunyai kekuatan cipta, rasa dan karsa dan bila ketiga aspek kekuatan diri insan ini mempunyai tempat untuk berkembang secara semestinya, maka hal ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi kemajuan organisasi. Oleh alasannya itu, partisipasi dan keterlibatan individu dalam setiap pengambilan keputusan mempunyai arti penting bagi pertumbuhan organisasi. Dengan keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan, pada gilirannya akan terbentuk rasa tanggung jawab bersama dalam mengimplementasikan setiap keputusan yang diambil.

Berikut ini beberapa pengalaman selama menjadi guru yang mungkin ada kaitannya dengan keempat keterampilan kepemimpinan pendidikan.

Pertama berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi,. Salah satu permasalahan yang dihadapi di sekolah biasanya yaitu beberapa orang guru belum disiplin dalam waktu dating dan pulang sekolah,. Berupaya menawarkan donasi terhadap penyelesaian problem ini dengan konsep meneladani. Hal ini membawa imbas positif terhadap rekan-rekan yang sebelumnya selalu dating kesiangan. Masih berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi, pemberian tauladan yang lakukan yaitu melalui penerapan PAIKEM dalam pembelajaran. Berupaya menerapkan PAIKEM dalam pembelajaran di kelas dan bahkan sesekali memakai sarana Teknologi yaitu laptop dan LCD walaupun LCDnya masih meminjam ke KKG. Hal tersebut membawa imbas positif terhadap rekan-rekan. Beberapa rekan bertanya dan memalsukan penerapan PAIKEM dan ICT dalam pembelajaran.

Menggerakkan potensi sekolah bisa dilakukan dalam penyusunan kurikulum sekolah. Sejak tahun 2007 menerima kiprah sebagai sekretaris dalam penyusunan kurikulum dan kesulitan selalu muncul Karena sebelumnya tidak semua guru mau dan bisa membantu pelkasanaan kiprah tersebut. Dengan pendekatan yang luwes dan memotivasi bahwa tidak ada yang gampang tetapi tidak ada yang tidak mungkin, maka rekan-rekan sanggup membantu pelaksanaan penyusunan kurikulum sekolah tersebut.

Pengalaman wacana menyebarkan potensi sekolah dilakukan dengan cara mengikuti dan mengajak rekan-rekan  dalam acara Kelompok Kerja Guru (KKG).

Pengembangan potensi sekolah juga sanggup dilaksanakan dalam pelaksanaan mata pelajaran muatan lokal anyaman. Potensi yang terdapat di lingkungan sekolah sekolah yaitu masyarakatnya banyak yang menciptakan anyaman bongsang(tempat buah-buahan). Cobalah untuk mendatingakan nara sumber dari salah seorang masyarakat untuk mengajar menganyam bongsang tersebut pada mata pelajaran muatan lokal.

Pengalaman yang berkaitan dengan memberdayakan potensi sekolah dilakukan saat kami menerima kesulitan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. Kami belum mempunyai petugas khusus yang menangani problem tersebut. Memberanikan diri mengusulkan seorang rekan non PNS yang pernah menerima training sehari wacana pengelolaan perpustakaan dan hal ini menerima sumbangan dari semua guru.

Berdasarkan uraian-uraian di atas, kita sanggup berusaha melaksanakan evaluasi diri terhadap pengalaman-pengalaman yang berkenaan dengan empat keterampilan kepemimpinan pendidikan. Sebagian besar apa yang sudah dilakukan yang berkaitan dengan empat keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sudah menerima respon positif dan berhasil, namun masih ditemukan kendala.

Pertama, dalam menawarkan tauladan mungkin harus dibarengi dengan komunikasi yang lebih luwes supaya rekan-rekan sanggup mencontoh sikap tersebut. Terbukti masih ada rekan guru yang belum disiplin dalam waktu mengajar, walaupun hanya 6 %  dari jumlah guru di sekolah.

Kedua, dalam menyebarkan potensi sekolah melalui acara KKG atau pendidikan dan latihan, juga gres sebagian guru yang telah menerima kesempatan mengikutinya. Hal ini Karen terbatasnya kuota penerima jadwal bermutu, sehingga tidak semua guru belum menerima kesempatan.

Ketiga, dalam memberdayakan potensi sekolah perlu menerima peningkatan alasannya ternyata tidak sedikit potensi yang menunggu untuk diberdayakan. Di antaranya potensi perjuangan kerajinan anyaman yang terdapat di lingkungan sekolah.

Keempat, pembelajaran berbasis PAIKEM belum optimal Karen terkendala oleh kurangnya sarana alat peraga.

Rencana tindak yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut:
Pertama, akan meningkatkan lagi keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan.

Kedua, terkait dengan pengembangan potensi sekolah, terutama guru, yang akan melaksanakan Penilaian Kinerja Guru, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan Program Induksi Guru Pemula sesuai dengan rambu-rambu dan bersiklus dengan baik. Ketiga jadwal tersebut bila dilaksanakan dengan benar akan menawarkan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan/meningkatkan profesionalismenya. Melalui Penilaian Kinerja Guru sanggup dilihat kekuatan dan keleemahan seorang guru, selanjutnya sanggup dibentuk rencana Pengembangannya melalui Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Untuk guru PNS hal tersebut dilakukan melalui Program Indukdi Guru Pemula. Selanjutnya akan dilaksanakan kerjasama dengan KKG atau melalui dinas pendidikan.Tindakan tersebut diambil dengan alasan, kebutuhan tiap guru terhadap keterampilan berbeda alasannya tiap individu itu unik. PKG dan PKB menawarkan keseptan yang sesuai dengan keberagaman kepentingan guru tersebut.

Ketiga, untuk memberdayakan potensi anyaman di sekolah, akan diadakan obrolan dengan komite, warga, dan pengusaha, selanjutnya akan dibentuk usulan supaya hal tersebut menjadi perjuangan yang dikelola oleh warga sekolah.

Keempat, untuk mengoptomalkan pembelajaran berbasis PAIKEM, akan dilaksanakan melalui training di KKG yang didukung pula oleh supervise kepala sekolah yang berkesinambungan.

Kelima, untuk mengatasi permasalahan kekurangan ruangan kelas, upaya yang sanggup dilakukan sebagai berikut:
1. koordinasi dengan komite sekolah dan warga masyarakat,
2. selanjutnya menyusun jadwal kerja dan anggaran dalam penambahan ruang kelas baru,
3. kemudian mensosialisasikan jadwal kerja dan anggaran kepada stake holder yaitu kepada pemerintah kawasan memalui proposal, pengusaha, dan komite sekolah.

Tindakan tersebut diambil dengan alasan bahwa sekolah harus memenuhi standar pelayanan minimal, yaitu jumlah rombongan beljar sama dengan jumlah ruangan kelas, serta sarana prasarana pendidikan bukan hanya kewajiban pihak sekolah, tetapi juga kewajiban masyarakat, komite sekolah, masyarakat termasuk pengusaha, dan terutama kewajiban pemerintah.

Demikian sebagian pengalaman, penialaian diri dan rencana tindak yang berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan seorang pemimpin pendidikan. Mudah-mudahan bermanfaat!


Sebuah Opini:

Tenaga kependidikan mempunyai kiprah yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, ketrampilan, dan huruf penerima didik. Oleh alasannya itu tenaga kependidikan yang professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, Adapun salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu dengan pengembangan profesionalisme.

 Tenaga kependidikan mempunyai kiprah yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan PERILAKU KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH


Peningkatan profesionalisme membutuhkan sumbangan dari pihak yang mempunyai kiprah penting, dalam hal ini yaitu kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting alasannya kepala sekolah bekerjasama eksklusif dengan pelaksanaan jadwal pendidikan di sekolah.

Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan akal kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dapat dipastikan bahwa kinerja kepala sekolah berkorelasi positif terhadap kualitas input, proses, dan output pendidikan di sekolah. Kenyataan di lapangan kondisi kepemimpinan yang ideal dan efektif belum sanggup terwujud alasannya kepemimpinan kepala yang belum professional, sehingga proses dan hasil pendidikan belum sesuai dengan tujuan pendidikan.

Apakah kepemimpinan pendidikan itu?
Kepemimpinan pendidikan yaitu kemampuan untuk mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan seluruh potensi pendidikan, supaya kegiatan-kegiatan yang dijalankan sanggup lebih efisien dan efektif di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan

Berdasarkan pengertian di atas terdapat 4(empat) keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pendidikan, yaitu keterampilan mempengaruhi, keterampilan menggerakkan, keterampilan mengembangkan, dam keterampilan memberdayakan. Keempat keterampilan itulah yang akan diuaraikan dalam goresan pena ini.

Keterampilan menghipnotis yaitu kemampuan untuk mengajak orang lain supaya mendukung program/kebijakan seorang pemimpin. Hal ini bukan semata-mata untuk memaksakan kehendak seorang pemimpin, tetapi lebih diperuntukkan  pada kesamaan mind set dalam langkah-langkah mencapai tujuan pendidikan. Implementasi dari keerampilan menghipnotis di antaranya melalui tauladan dan komunikasi. Kepala sekolah yang baik harus bisa menjadi teladan, baik secara etika maupun profesional. Secara etika artinya sikap kepala sekolah benar-benar menjadi teladan, baik bagi guru, siswa, maupun masyarakatnya. Secara profesional, kepala sekolah harus bisa pertanda bahwa dalam bekerja ia tidak hanya didasarkan pada intuisi, melainkan pada patokan-patokan ilmiah yang jelas. Dengan demikian, target yang hendak dicapai pun sesuai dengan kriteria professional. Tanpa keteladanan, bila seorang pemimpin hanya bisa berbicara tanpa bisa berbuat maka, ia tidak akan dipercaya dan tidak akan didengarkan oleh orang lain sehingga kepemimpinannya bermetamorfosis tidak efektif.

Keterampilan menggerakkan yaitu ketarampilan seorang kepala sekolah dalam membangkitkan energi positif dari sumber daya insan yang ada di sekolahnya, untuk secara proaktif garang dan bersemangat tinggi dalam meraih prestasi yang maksimal. Motivasi bukan berarti sekedar berteriak-teriak dengan semangat tinggi, tapi lebih kepada cara untuk merangkul hati dan pikiran positif para guru. Lalu, membangun keinginan dan rasa percaya diri mereka untuk menjadi lebih hebat.

Keterampilan menyebarkan yaitu segala upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas potensi yang ada di sekolahnya secara progesif. Dalam hal ini terjadi penemuan pendidikan, supaya kualitas pendidikan sanggup seiring dengan kemajuan jaman. Implementasi dari keterampilan menyebarkan di antaranya yaitu melalui penyelenggaraan training di sekolah, di Kelompok Kerja Guru (KKG), atau mengirim guru akan mengikuti pendidikan dan training di tingkat yang lebih tinggi.

Keterampilan memberdayakan yaitu keterampilan memanfaatkan semua potensi yang ada sesuai dengan keahliannya. Kepala sekolah harus memandang bahwa tiap individu/guru  mempunyai kekuatan cipta, rasa dan karsa dan bila ketiga aspek kekuatan diri insan ini mempunyai tempat untuk berkembang secara semestinya, maka hal ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi kemajuan organisasi. Oleh alasannya itu, partisipasi dan keterlibatan individu dalam setiap pengambilan keputusan mempunyai arti penting bagi pertumbuhan organisasi. Dengan keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan, pada gilirannya akan terbentuk rasa tanggung jawab bersama dalam mengimplementasikan setiap keputusan yang diambil.

Berikut ini beberapa pengalaman selama menjadi guru yang mungkin ada kaitannya dengan keempat keterampilan kepemimpinan pendidikan.

Pertama berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi,. Salah satu permasalahan yang dihadapi di sekolah biasanya yaitu beberapa orang guru belum disiplin dalam waktu dating dan pulang sekolah,. Berupaya menawarkan donasi terhadap penyelesaian problem ini dengan konsep meneladani. Hal ini membawa imbas positif terhadap rekan-rekan yang sebelumnya selalu dating kesiangan. Masih berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi, pemberian tauladan yang lakukan yaitu melalui penerapan PAIKEM dalam pembelajaran. Berupaya menerapkan PAIKEM dalam pembelajaran di kelas dan bahkan sesekali memakai sarana Teknologi yaitu laptop dan LCD walaupun LCDnya masih meminjam ke KKG. Hal tersebut membawa imbas positif terhadap rekan-rekan. Beberapa rekan bertanya dan memalsukan penerapan PAIKEM dan ICT dalam pembelajaran.

Menggerakkan potensi sekolah bisa dilakukan dalam penyusunan kurikulum sekolah. Sejak tahun 2007 menerima kiprah sebagai sekretaris dalam penyusunan kurikulum dan kesulitan selalu muncul Karena sebelumnya tidak semua guru mau dan bisa membantu pelkasanaan kiprah tersebut. Dengan pendekatan yang luwes dan memotivasi bahwa tidak ada yang gampang tetapi tidak ada yang tidak mungkin, maka rekan-rekan sanggup membantu pelaksanaan penyusunan kurikulum sekolah tersebut.

Pengalaman wacana menyebarkan potensi sekolah dilakukan dengan cara mengikuti dan mengajak rekan-rekan  dalam acara Kelompok Kerja Guru (KKG).

Pengembangan potensi sekolah juga sanggup dilaksanakan dalam pelaksanaan mata pelajaran muatan lokal anyaman. Potensi yang terdapat di lingkungan sekolah sekolah yaitu masyarakatnya banyak yang menciptakan anyaman bongsang(tempat buah-buahan). Cobalah untuk mendatingakan nara sumber dari salah seorang masyarakat untuk mengajar menganyam bongsang tersebut pada mata pelajaran muatan lokal.

Pengalaman yang berkaitan dengan memberdayakan potensi sekolah dilakukan saat kami menerima kesulitan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. Kami belum mempunyai petugas khusus yang menangani problem tersebut. Memberanikan diri mengusulkan seorang rekan non PNS yang pernah menerima training sehari wacana pengelolaan perpustakaan dan hal ini menerima sumbangan dari semua guru.

Berdasarkan uraian-uraian di atas, kita sanggup berusaha melaksanakan evaluasi diri terhadap pengalaman-pengalaman yang berkenaan dengan empat keterampilan kepemimpinan pendidikan. Sebagian besar apa yang sudah dilakukan yang berkaitan dengan empat keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sudah menerima respon positif dan berhasil, namun masih ditemukan kendala.

Pertama, dalam menawarkan tauladan mungkin harus dibarengi dengan komunikasi yang lebih luwes supaya rekan-rekan sanggup mencontoh sikap tersebut. Terbukti masih ada rekan guru yang belum disiplin dalam waktu mengajar, walaupun hanya 6 %  dari jumlah guru di sekolah.

Kedua, dalam menyebarkan potensi sekolah melalui acara KKG atau pendidikan dan latihan, juga gres sebagian guru yang telah menerima kesempatan mengikutinya. Hal ini Karen terbatasnya kuota penerima jadwal bermutu, sehingga tidak semua guru belum menerima kesempatan.

Ketiga, dalam memberdayakan potensi sekolah perlu menerima peningkatan alasannya ternyata tidak sedikit potensi yang menunggu untuk diberdayakan. Di antaranya potensi perjuangan kerajinan anyaman yang terdapat di lingkungan sekolah.

Keempat, pembelajaran berbasis PAIKEM belum optimal Karen terkendala oleh kurangnya sarana alat peraga.

Rencana tindak yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut:
Pertama, akan meningkatkan lagi keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan.

Kedua, terkait dengan pengembangan potensi sekolah, terutama guru, yang akan melaksanakan Penilaian Kinerja Guru, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan Program Induksi Guru Pemula sesuai dengan rambu-rambu dan bersiklus dengan baik. Ketiga jadwal tersebut bila dilaksanakan dengan benar akan menawarkan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan/meningkatkan profesionalismenya. Melalui Penilaian Kinerja Guru sanggup dilihat kekuatan dan keleemahan seorang guru, selanjutnya sanggup dibentuk rencana Pengembangannya melalui Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Untuk guru PNS hal tersebut dilakukan melalui Program Indukdi Guru Pemula. Selanjutnya akan dilaksanakan kerjasama dengan KKG atau melalui dinas pendidikan.Tindakan tersebut diambil dengan alasan, kebutuhan tiap guru terhadap keterampilan berbeda alasannya tiap individu itu unik. PKG dan PKB menawarkan keseptan yang sesuai dengan keberagaman kepentingan guru tersebut.

Ketiga, untuk memberdayakan potensi anyaman di sekolah, akan diadakan obrolan dengan komite, warga, dan pengusaha, selanjutnya akan dibentuk usulan supaya hal tersebut menjadi perjuangan yang dikelola oleh warga sekolah.

Keempat, untuk mengoptomalkan pembelajaran berbasis PAIKEM, akan dilaksanakan melalui training di KKG yang didukung pula oleh supervise kepala sekolah yang berkesinambungan.

Kelima, untuk mengatasi permasalahan kekurangan ruangan kelas, upaya yang sanggup dilakukan sebagai berikut:
1. koordinasi dengan komite sekolah dan warga masyarakat,
2. selanjutnya menyusun jadwal kerja dan anggaran dalam penambahan ruang kelas baru,
3. kemudian mensosialisasikan jadwal kerja dan anggaran kepada stake holder yaitu kepada pemerintah kawasan memalui proposal, pengusaha, dan komite sekolah.

Tindakan tersebut diambil dengan alasan bahwa sekolah harus memenuhi standar pelayanan minimal, yaitu jumlah rombongan beljar sama dengan jumlah ruangan kelas, serta sarana prasarana pendidikan bukan hanya kewajiban pihak sekolah, tetapi juga kewajiban masyarakat, komite sekolah, masyarakat termasuk pengusaha, dan terutama kewajiban pemerintah.

Demikian sebagian pengalaman, penialaian diri dan rencana tindak yang berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan seorang pemimpin pendidikan. Mudah-mudahan bermanfaat!




Malas atau istilah kekiniannya 'mager', malas gerak, sering melanda setiap orang. Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginannya terwujud. Sayangnya, rasa malas sudah merupakan pilihan bagi pelaku lantaran sudah berada dalam zona nyaman.

Bukan siapa-siapa, saya sendiri sering mengalami fase malas ini. Berasa pada zona nyaman sering terbuai dan otak berpikir bahwa apa yang sedang dikerjakan dikala ini lebih mengasyikan dibandingkan dengan pekerjaan yang terbayang menumpuknya.

 Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginann Alasan Mengapa Orang Malas


Rasa malas merupakan kegiatan psikologis seseorang dimana syaraf/otak kita merespon kenyamanan lebih penting daripada apa-apa yang dianggap penting dan seharusnya dilakukan. Hal ini sejalan dengan definisi yang dikemukakan oleh seorang motivator sekaligus penulis produktif best seller "RESEP CESPLENG MENULIS BUKU BESTSELLER", Edy Zaques. Beliau menyampaikan bahwa rasa malas ialah keengganan seseorang untuk melaksanakan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya ia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas ialah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dll.

Sudah terperinci bahwa malas merupakan sikap negatif yang merugikan. Pasalnya, ini akan menghambat bahkan menghalangi produktivitas seseorang dalam bekerja. Kita semua niscaya mencicipi imbas dari malas ini. Kegagalan yang kita alami salah satunya akhir dari rasa malas.
Namun tidak sedikit kegagalan itu lantaran faktor keberuntungan. Akan tetapi, faktor keberuntungan dengan faktor kemalasan akan memperlihatkan imbas 'kaduhung'/menyesal yang berbeda. Jika lantaran keberuntungan, maka orang tersebut akan menerimanya lantaran faktor yang disebabkan di luar darinya. Jika lantaran kemalasan ini akan menghukum diri secara psikologis mengapa seharusnya kita dilarang malas.

Nah, untuk mengetahui alasan lebih lanjut mengapa seseorang berperilaku malas, berikut saya rangkum beberapa alasannya.

1. Faktor Kecerdasan Afektif yang salah

Setiap orang mempunyai tiga kecerdasan utama dalam dirinya. Yaitu kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotor. Afek kognitif berkaitan dengan kecerdasan berpikir seseorang. Afektif berkaitan dengan pengolahan perasaan seseorang. Sedangkan psikomotor berkaitan dengan keterampilan seseorang.

Hubungan rasa malas dengan kecerdasan afektif ialah lantaran faktor rasa nyaman yang menghinggapinya. Sebagaimana yang saya sebutkan tadi, perasaan nyaman pada sikap malas ini lebih mengalahkan kecerdasan bernalarnya dalam mempertimbangkan imbas negatif dari malas. Si pemalas akan lebih menentukan kenyamanan dengan sikap malasnya dibanding dengan pikirannya bahwa malas itu mempunyai dampak negatif di kemudian hari.

Perlu diketahui bahwa dalam ranah afektif terdapat beberapa aspek yang melingkupinya. Yaitu:

a. Receiveing (penerimaan)
b. Responding (Respon)
c. Valuing (penilaian)
d. Organization (pengorganisasian)
e. Characterization (karakter)

Kelima aspek tersebut sanggup dipersingkat dengan 3 aspek yaitu minat, sikap, dan nilai.

Penjelasannya ibarat ini:

Ketika seseorang dalam fase malas akan mendapatkan 'kenyamanan' untuk tidak melaksanakan apapun. Kenyamanan ini ia terima sebagai perasaan yang menyenangkan (zona nyaman) dalam perasaan. Penerimaan (Recieving) ini menjadikan penyadaran (awareness) yang salah dimana akan sikap atau sikap kita merespon (responding) untuk menolak logika (pikiran) bahwa malas itu bergotong-royong akan merugikan dirinya.

Setelah merespon kenyamanan yang salah tersebut, pelaku akan menilai dengan segudang alasan bahwa pekerjaan yang seharusnya dilakukan itu akan mempunyai toleransi. Maksudnya, ia akan bisa beralasan bahwa pekerjaan yang seharusnya dilakukan dikala ini sanggup dikerjakan nanti. Penilaian ini justru akan menjadikan kekacauan dalam kerangka berpikirnya kelak. Setelah Pengorganisasian (organization) perasaan ketika ia melaksanakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan jauh-jauh hari dengan pekerjaan dikala itu juga. Pelaku akan merasa terpaksa untuk melakukannya padahal itu merupakan sesuatu yang semesti dilakukannya.

Belum lagi ketika pelaku kemalasan telah mengalami ambang batas kesadarannya. Ketika kegagalan itu ia alami sebagai suatu konsekuensi dari penerimaan zona nyaman. Hal itu akan menjadikan huruf negatif yang terus terbentuk pada diri seseorang.

2. Faktor biologis

Banyak yang tidak menyadari bahwa faktor biologis juga mensugesti seseorang mengalami rasa malas. Kelelahan, banyak mengkonsumsi makanan, serta sistem syaraf (otak) yang meliputinya pun turut menjadi faktor ini.

Kelelahan mungkin bisa diterima ketika seseorang merasa malas untuk melaksanakan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Kondisi dimana sesorang tidak mempunyai tenaga dan merasa lemas untuk beraktifitas akan menjadikan rasa malas. Sayangnya, rasa malas itu merupakan suatu tindakan negatif dimana kondisi dalam keadaan sehat atau tidak menglami gangguan apapun. Sehingga, faktor kelelahan tersebut masih belum bisa dikategorikan sebagai alasan utama rasa malas.

Kemudian kondisi dimana seseorang merasa kekenyangan. Dimana sikap malas akhir rasa malas ini menciptakan kondisi badan merasa perlu untuk mengistirahatkan sebagaian tubuhnya untuk membiarkan badan memproses masakan menjadi sumber tenaga. Dan ini masih bisa tertolerir sebagai suatu yang bukan alasan khusus yang menjadikan kemalasan.

Alasan mengapa saya memasukan sebagai alasan mengapa faktor biologis sebagai alasan kemalasan seseorang ialah lantaran faktor pencegahannya. Kita harus bisa mencegah badan kita semoga malas sekaligus menghindari masakan berlebih semoga tidak terjangkiti rasa malas.

Dalam kitab Ta'lim Muta'alim, ada panduan dimana masakan berlebih memang menjadi faktor utama sebagai kemalasan dalam beribadah. Beberapa kitab kuning menyebutkan bahwa kekenyangan akan menciptakan orang malas untuk beribadah. Di sinilah alasan ini dibentuk lantaran faktor biologis juga mensugesti sikap malas itu sendiri.

Belum lagi, beberapa evaluasi menyebutkan bahwa kemalasan seseorang sanggup terdeteksi oleh peneliti di bidang kedokteran. Melalui alat MRI (Magnetic Resonance Imaging). Para peneliti telah melaksanakan pemindaian dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk meneliti motivasi dan rasa malas. Hasil scan memperlihatkan bahwa ketika orang memutuskan untuk melaksanakan sesuatu, korteks pra-motor pada otaknya cenderung menyala sesaat sebelum titik lain di otak yang mengendalikan gerakan menjadi aktif.


 Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginann Alasan Mengapa Orang Malas


Namun pada orang yang malas, korteks pra-motor ini justru tidak menyala lantaran koneksinya terputus. Peneliti menduga bahwa koneksi otak yang menghubungkan “keputusan untuk melaksanakan sesuatu” menjadi tindakan aktual menjadi kurang efektif pada orang yang malas. Akibatnya, otak mereka harus melaksanakan upaya yang lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil otak menjadi tindakan agresi yang nyata.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cerebral Cortex pada tahun 2012 menemukan bahwa tingkat dopamin di otak juga sanggup berdampak pada motivasi seseorang dalam melaksanakan sesuatu. Tingkat dopamin akan memperlihatkan dampak yang berbeda di aneka macam area otak. Peneliti menemukan bahwa para pekerja keras mempunyai dopamin paling banyak di dua area otak yang memainkan kiprah penting dalam penghargaan dan motivasi; namun mempunyai tingkat dopamin yang rendah di insula anterior, wilayah yang terkait dengan penurunan motivasi dan persepsi. (sumber: https://www.msn.com/id-id/gayahidup/hidup-pintar/rasa-malas-ternyata-disebabkan-gangguan-di-otak-bagaimana-mengatasinya/ar-AApB4qA)

Jadi jelaslah faktor biologis juga sanggup mensugesti kemalasan seseorang

3. Kecerdasan spritual seseorang (Lemah dogma atau dalam keadaan futur)

Selain pengklasifikasian ketiga kecerdasan di atas, kecerdasan juga sanggup dikelompokkan menjadi tiga yaiut IQ (Intelectual Quostiont), EQ (Emotional Quotiont), dan SQ (Spiritual Quotiont). Ketiga kecerdasan di sini yang akan saya bahas ialah SQ.


 Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginann Alasan Mengapa Orang Malas


Menurut Danah Zohar dan Ian Marshall, Kecerdasan Spiritual sesuatu yang kita akai untuk berbagi kemampuan dan kerinduan kita akan makna, visi, dan nilai. Kecerdasan ini memungkinkan kita untuk bermimpi dan berjuang. Dia mendasari hal-hal yang kita percayai dan kiprah yang dimainkan oleh kepercayaan maupun nilai-nilai dalam tindakan yang kita ambil.

Kecerdasan sosial berkaitan dengan keyakinan. Orang malas mempunyai tingkat keimanan yang rendah dimana ia akan melalaikan kewajiban sebagai perangkat keimanan. Agama mengatur umatnya untuk selalu berbuat baik bagi kehidupannya. Dengan meyakini dan mengimani segala perintah dan laranganNya maka segala sifat malas berusaha akan selalu dihindarinya.

Orang malas sering tidak mengetahui makna hidupnya. Sebab yang ia lakukan belum mempunyai arti apa-apapun bagi kehidupannya.

Ada dongeng menarik ketika Einstein ditanya, pertanyaan apa yang akan ia olok-olokan kepada Tuhan kalau ia sanggup bertanya. Einstein menjawab, "Bagaimana awal mula jagad raya ini? Karena segala sesuatu sesudahnya hanya problem Matematika." Tetapi, setelah berpikir sesaat. Einstein mengubah pikirannya kemudian bilang, "Bukan itu. Saya yang akan bertanya, 'Kenapa dunia ini diciptakan?' Karena dengan demikian saya akan mengetahui makna hidup saya sendiri."

Bayangkan, seorang Einstein yang mempunyai IQ tinggi saja masih memikirkan makna hidupnya.

Sebenarnya masih banyak faktor-faktor yang menciptakan malas seseorang. Namun, apapun alasan faktornya kemalasan tetaplah sikap atau sikap negatif yang dilarang tertolerir.



MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget