Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Bahasa Indonesia"
Adsense ANEKA AYAM ANEKA BUBUR KOLAK ANEKA CAMILAN ANEKA DAGING ANEKA ES ANEKA GORENGAN ANEKA IKAN SEAFOOD ANEKA JAJANAN ANEKA KUE ANEKA KUE BASAH ANEKA KUE KERING ANEKA MAKANAN BAYI ANEKA MIE PASTA ANEKA MINUMAN ANEKA NASI ANEKA PUDING ANEKA ROTI ANEKA SAMBAL ANEKA SAYUR MAYUR ANEKA SUP SOTO ANEKA TAHU TEMPE ANEKA TELUR Bahasa Indonesia baju Blogging Catatan Guru SD Cerpen Css/Javascript Designs harga souvenir pernikahan murah bekasi harga souvenir pernikahan murah bogor harga souvenir pernikahan murah depok harga souvenir pernikahan murah jakarta harga souvenir pernikahan murah tangerang How To Informasi Informasi Pendidikan Informasi Umum Internet IPA jual souvenir pernikahan berkualitas bali jual souvenir pernikahan berkualitas bandung jual souvenir pernikahan berkualitas banjarmasin jual souvenir pernikahan berkualitas batam jual souvenir pernikahan berkualitas bekasi jual souvenir pernikahan berkualitas bogor jual souvenir pernikahan berkualitas depok jual souvenir pernikahan berkualitas jakarta jual souvenir pernikahan berkualitas medan jual souvenir pernikahan berkualitas palembang jual souvenir pernikahan berkualitas tangerang jual souvenir pernikahan lucu bali jual souvenir pernikahan lucu bandung jual souvenir pernikahan lucu banjarmasin jual souvenir pernikahan lucu batam jual souvenir pernikahan lucu bekasi jual souvenir pernikahan lucu bogor jual souvenir pernikahan lucu depok jual souvenir pernikahan lucu jakarta jual souvenir pernikahan lucu medan jual souvenir pernikahan lucu palembang jual souvenir pernikahan lucu tangerang jual souvenir pernikahan murah bali jual souvenir pernikahan murah bandung jual souvenir pernikahan murah banjarmasin jual souvenir pernikahan murah batam jual souvenir pernikahan murah bekasi jual souvenir pernikahan murah bogor jual souvenir pernikahan murah depok jual souvenir pernikahan murah medan jual souvenir pernikahan murah palembang jual souvenir pernikahan murah tangerang jual souvenir pernikahan rekomended bali jual souvenir pernikahan rekomended bandung jual souvenir pernikahan rekomended banjarmasin jual souvenir pernikahan rekomended batam jual souvenir pernikahan rekomended bekasi jual souvenir pernikahan rekomended bogor jual souvenir pernikahan rekomended depok jual souvenir pernikahan rekomended jakarta jual souvenir pernikahan rekomended medan jual souvenir pernikahan rekomended palembang jual souvenir pernikahan rekomended tangerang jual souvenir pernikahan terlaris bali jual souvenir pernikahan terlaris bandung jual souvenir pernikahan terlaris banjarmasin jual souvenir pernikahan terlaris batam jual souvenir pernikahan terlaris bekasi jual souvenir pernikahan terlaris bogor jual souvenir pernikahan terlaris depok jual souvenir pernikahan terlaris jakarta jual souvenir pernikahan terlaris medan jual souvenir pernikahan terlaris palembang jual souvenir pernikahan terlaris tangerang jual souvenir pernikahan termurah bali jual souvenir pernikahan termurah bandung jual souvenir pernikahan termurah banjarmasin jual souvenir pernikahan termurah batam jual souvenir pernikahan termurah bekasi jual souvenir pernikahan termurah bogor jual souvenir pernikahan termurah depok jual souvenir pernikahan termurah medan jual souvenir pernikahan termurah palembang jual souvenir pernikahan termurah tangerang jual souvenir pernikahan terpercaya bali jual souvenir pernikahan terpercaya bandung jual souvenir pernikahan terpercaya banjarmasin jual souvenir pernikahan terpercaya batam jual souvenir pernikahan terpercaya bekasi jual souvenir pernikahan terpercaya bogor jual souvenir pernikahan terpercaya depok jual souvenir pernikahan terpercaya jakarta jual souvenir pernikahan terpercaya medan jual souvenir pernikahan terpercaya palembang jual souvenir pernikahan terpercaya tangerang jual souvenir pernikahan unik bali jual souvenir pernikahan unik bandung jual souvenir pernikahan unik banjarmasin jual souvenir pernikahan unik batam jual souvenir pernikahan unik bekasi jual souvenir pernikahan unik bogor jual souvenir pernikahan unik depok jual souvenir pernikahan unik jakarta jual souvenir pernikahan unik medan jual souvenir pernikahan unik palembang jual souvenir pernikahan unik tangerang Kisi-kisi Soal Komputer Label Based Sitemap Themes lainnya Matematika Materi Ajar Multimedia Opini Otak-atik Blog Pages Pedagogis Pendidikan Posts SEO Settings Sitemap Themes Tips TIPS DAN INFO Tools Tutorial Tutorial Ms. Excel Tutorial Print Widgets

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu, bahwa dalam mengasah keterampilan menulis dibutuhkan tiga tahapan penting. Yaitu:

Tahap Prapenulisan
Tahap Penulisan
Tahap Pascapenulisan

 Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Penulisan


Sekadar mereviu pembahasan sebelumnya pada tahap prapenulisan, bahwa sebelum kita menuliskan gagasan-gagasan dalam bentuk karangan utuh kita disarankan melaksanakan tahap persiapan. Beberapa tahapan ini dijelaskan dalam tahap prapnulisan.

Diantara tahapan tersebut diantaranya ialah memilih topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi, dan menciptakan kerangka karangan. Di dalam kerangka karangan terdapat tiga bab penting yaitu bab awal, bab tengah, dan bab akhir. Pada kerangka inilah tahap penulisan mulai dikembangkan.

Baca juga: Tahapan dalam Keterampilan Menulis: Tahap Prapenulisan

Tahap Penulisan


Proses penulisan bermuara pada kerangka karangan. Proses ini sanggup dikerjakan dengan menyebarkan bagian-bagian kerangka karangan. Ingat, bahwa kerangka karangan  sanggup dibagi-bagikan kedalam tiga bagian. Yaitu bab awal, tengah, dan akhir.

Tahap Penulisan pada Bagaian Awal Kerangka Karangan

Pada bab awal kerangka karangan terdapat gagasan-gagasan yang berfungsi mengenalkan dan sekaligus menggiring pembaca untuk melanjutkan seluruh karangan. Menurut beberapa penulis, disinilah letak seni penulisan teruji.

Setiap penulis yang menciptakan goresan pena awal semenarik mungkin, menciptakan orang ingin tau untuk melahap habis tulisan, serta karangan yang bisa menciptakan pembaca terusik untuk membacanya ialah tehnik yang sering dilakukan dalam tahapan penulisan di bab awal ini.

Pada bab awal kerangka karangan, kita dituntut untuk menciptakan goresan pena menurut gagasan-gagasan pembuka dan penggiringan opini pembaca kepada tujuan penulisan tersebut. Penulis dituntut untuk selalu bisa menciptakan goresan pena yang berkesan kepada pembacanya.

Beberapa penulis yang sudah melalang buana dan sudah terkenal, sering menunjukkan rumusan baku dalam menciptakan goresan pena di awal karangan. Di antaranya:
- Menggunakan konsep piramida terbalik
- Menggunakan kata spekulatif
- Menggunakan tehnik paradoks
- dan lain-lain.

Mengenai rumusan baku tersebut bahwasanya tetap pada kejelian dari penulis itu sendiri dimana memposisikan pembaca ialah senyaman mungkin. Maksudnya, dalam goresan pena itu penulis mencoba memposisikan diri bukan sebagai bab diluar pembaca. Akan tetapi berusaha memahami pembacanya. Dan yang lebih penting lagi, untuk bisa menciptakan goresan pena yang menciptakan terkesan dibutuhkan jam terbang yang cukup tinggi dalam menulis.

Tahap Penulisan pada bab Tangah atau isi karangan


Isi karangan menyajikan bahasan topik atau wangsit utama karangan. Di sini semua hal-hal yang berkaitan dengan warta yang telah dikumpulkan dalam tahap prapenulisan dikembangkan.

Ketika menyebarkan gagasan dalam isi karangan, penulis dituntut untuk mengambil keputusan mengenai kedalaman dan keluasan isi karangan, jenis warta yang disajikan, teladan organisasi karangan termasuk di dalamnya teknik pengembangan alenia, serta gaya dan cara pembahasan.

Pengambilan keputasan itu tetap harus mengacu dan mengimbangi atau menyelaraskan dengan topik, tujuan, corak karangan, dan sasaran pembaca. Selain itu, dalam prosesnya penulis mesti mempunyai kesadaran bahwa dalam menulis ini memang merupakan suatu proses yang terus berulang-ulang. Sehingga dibutuhkan kesabaran dalam melatih dan menumbuhkan huruf goresan pena diri penulis.


Tahap Penulisan pada bab Akhir kerangka karangan


Bagian Akhir pada kerangka karangan berfungsi untuk mengembalikan pembaca pada ide-ide inti karangan melalui perangkuman atau penekanan-penekanan ide-ide penting. Biasanya dalam bab selesai ini berisi simpulan, rekomendasi, saran, dan epilog lainnya.


Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu, bahwa dalam mengasah keterampilan menulis dibutuhkan tiga tahapan penting. Yaitu:

Tahap Prapenulisan
Tahap Penulisan
Tahap Pascapenulisan

 Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Penulisan


Sekadar mereviu pembahasan sebelumnya pada tahap prapenulisan, bahwa sebelum kita menuliskan gagasan-gagasan dalam bentuk karangan utuh kita disarankan melaksanakan tahap persiapan. Beberapa tahapan ini dijelaskan dalam tahap prapnulisan.

Diantara tahapan tersebut diantaranya ialah memilih topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi, dan menciptakan kerangka karangan. Di dalam kerangka karangan terdapat tiga bab penting yaitu bab awal, bab tengah, dan bab akhir. Pada kerangka inilah tahap penulisan mulai dikembangkan.

Baca juga: Tahapan dalam Keterampilan Menulis: Tahap Prapenulisan

Tahap Penulisan


Proses penulisan bermuara pada kerangka karangan. Proses ini sanggup dikerjakan dengan menyebarkan bagian-bagian kerangka karangan. Ingat, bahwa kerangka karangan  sanggup dibagi-bagikan kedalam tiga bagian. Yaitu bab awal, tengah, dan akhir.

Tahap Penulisan pada Bagaian Awal Kerangka Karangan

Pada bab awal kerangka karangan terdapat gagasan-gagasan yang berfungsi mengenalkan dan sekaligus menggiring pembaca untuk melanjutkan seluruh karangan. Menurut beberapa penulis, disinilah letak seni penulisan teruji.

Setiap penulis yang menciptakan goresan pena awal semenarik mungkin, menciptakan orang ingin tau untuk melahap habis tulisan, serta karangan yang bisa menciptakan pembaca terusik untuk membacanya ialah tehnik yang sering dilakukan dalam tahapan penulisan di bab awal ini.

Pada bab awal kerangka karangan, kita dituntut untuk menciptakan goresan pena menurut gagasan-gagasan pembuka dan penggiringan opini pembaca kepada tujuan penulisan tersebut. Penulis dituntut untuk selalu bisa menciptakan goresan pena yang berkesan kepada pembacanya.

Beberapa penulis yang sudah melalang buana dan sudah terkenal, sering menunjukkan rumusan baku dalam menciptakan goresan pena di awal karangan. Di antaranya:
- Menggunakan konsep piramida terbalik
- Menggunakan kata spekulatif
- Menggunakan tehnik paradoks
- dan lain-lain.

Mengenai rumusan baku tersebut bahwasanya tetap pada kejelian dari penulis itu sendiri dimana memposisikan pembaca ialah senyaman mungkin. Maksudnya, dalam goresan pena itu penulis mencoba memposisikan diri bukan sebagai bab diluar pembaca. Akan tetapi berusaha memahami pembacanya. Dan yang lebih penting lagi, untuk bisa menciptakan goresan pena yang menciptakan terkesan dibutuhkan jam terbang yang cukup tinggi dalam menulis.

Tahap Penulisan pada bab Tangah atau isi karangan


Isi karangan menyajikan bahasan topik atau wangsit utama karangan. Di sini semua hal-hal yang berkaitan dengan warta yang telah dikumpulkan dalam tahap prapenulisan dikembangkan.

Ketika menyebarkan gagasan dalam isi karangan, penulis dituntut untuk mengambil keputusan mengenai kedalaman dan keluasan isi karangan, jenis warta yang disajikan, teladan organisasi karangan termasuk di dalamnya teknik pengembangan alenia, serta gaya dan cara pembahasan.

Pengambilan keputasan itu tetap harus mengacu dan mengimbangi atau menyelaraskan dengan topik, tujuan, corak karangan, dan sasaran pembaca. Selain itu, dalam prosesnya penulis mesti mempunyai kesadaran bahwa dalam menulis ini memang merupakan suatu proses yang terus berulang-ulang. Sehingga dibutuhkan kesabaran dalam melatih dan menumbuhkan huruf goresan pena diri penulis.


Tahap Penulisan pada bab Akhir kerangka karangan


Bagian Akhir pada kerangka karangan berfungsi untuk mengembalikan pembaca pada ide-ide inti karangan melalui perangkuman atau penekanan-penekanan ide-ide penting. Biasanya dalam bab selesai ini berisi simpulan, rekomendasi, saran, dan epilog lainnya.


Assalamualaikum,

Sebagian mitra blogger mungkin menulis yaitu hal yang lumrah. Sesuatu yang biasa dilakukan untuk menghidupkan blognya.

 Sebagian mitra blogger mungkin menulis yaitu hal yang lumrah Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Prapenulisan


Menulis merupakan keterampilan dimana seseorang mempunyai keterampilan dalam menuangkan gagasan-gagasan dikepalanya untuk disampaikan kepada orang lain dalam bentuk simbol-simbol tulisan. Di dalam keterampilan sendiri akan ada seni dalam merangkaikan kata sehingga pembaca akan memahami gagasan yang disampaikan.

Sebagaimana suatu keterampilan pada umumnya, keterampilan membutuhkan suatu keberlanjutan atau kekontinuitas dalam melakukannya. Maka, menulis pun membutuhkan suatu latihan dalam merangkaikan gagasan. Oleh lantaran itu, keterampilan menulis membutuhkan upaya yang sangat gigih semoga tulisannya bermutu dan berkualitas.

Sayangnya, dari banyak yang enggan berjuang dalam melatih keterampilan ini. Terutama blogger ecek-ecek yang dengan sengaja tanpa aib meng-copy goresan pena orang lain untuk diakui sebagai tulisannya. Entah apa yang ada di benak tipe blogger ini, apakah tujuan bloggingnya itu sebatas untuk eksis saja atau malah menciptakan dirinya menjadi kerdil.

Untuk mengasah keterampilan menulis, maka perhatikan pula bagaimana kita menjadi mahir dan terampil dalam menguraikang gagasan dalam tulisan. Setidaknya, ada tiga tahapan dalam menulis yang harus kita pahami. Meski tidak harus demikian namun ketiga tahapan ini akan membantu penulis terampil dalam menguraikan gagasannya. Tahapan itu yaitu tahapan prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap pascapenulisan.

Tahap Prapenulisan


Dikatakan sebagai tahapan prapenulisan lantaran pada tahap ini merupakan fase persiapan dalam menulis. Kebanyakan dari penulis, kadang merasa mempunyai berjuta-juta gagasan di kepala. Akan tetapi, ketika akan memulai menuliskannya malah ia bingung. Sekalinya sudah bisa memulainya pun, gres beberapa alenia inspirasi itu serasa habis.

Sebenarnya, pedoman menyerupai di atas disebabkan lantaran penulis tersebut tidak pernah mempunyai inspirasi yang benar-benar lengkap, siap, dan tersusun sistematis. Mengapa demikian, lantaran inspirasi dasar kemunculan-kemunculan gagasan tersebut hanya muncul ketika 'napsu' keinginan menulis muncul begitu saja tanpa ada kesiapan sama sekali.

Baca juga seluruh materi Bahasa Indonesia di blog ini

Oleh lantaran itu, tahap prapenulisan ini akan mendorong kita mempersiapkan segala bentuk isu dari gagasan yang kita punya semoga menjadi inspirasi yang lengkap, siap, dan sistematis.

Pada tahap prapenulisan ini, kita harus merinci bebrapa hal berikut:


a. Menentukan topik


Menentukan topik merupakan hal yang paling utama yang harus dilakukan. Mengapa? Karena dalam topik goresan pena akan membahas persoalan-persoalan yang menjiwai seluruh karangan.

Mungkin bagi penulis yang sudah terlatih dalam menentukan topik ini tidak mesti ditulis atau diuraikan dalam lembar kerja. Mereka akan menyimpannya di otak mereka. Tapi ini tidak akan berlaku bagi penulis pemula atau penulis yang tidak terbiasa (jika tidak dikatakan mahir atau terampil)

Ada beberapa tips dalam menentukan topik, diantaranya:

1) seseorang mempunyai banyak topik yang dipilih, semua topik sangat menarik dan cukup dikenali. Maka pilihlah topik yang paling sesuai dengan maksud dan tujuan kita menulis. Berbeda jikalau seseorang mempunyai topik yang banyak dan semuanya menarik, tetapi pengetahuan wacana topik tersebut sangat minim dan beresiko akan menjadikan salah tafsir. Maka, pilihlah topik yang memang benar-benar kita kuasai.

2) Kita menentukan suatu topik, tetapi tidak ada inspirasi sama sekali wacana topik tersebut. Biasanya ini terjadi lantaran topik yang dipilih terlalu umum atau mungkin topik yang dipilih trlalu sempit sehingga kesulitan dalam mnari arah atau fokus dari id kita itu. Untuk mengatasinya, kita perlu berdiskusi atau meminta saran dari orang lain, membaca refrensi (buku, artikel, laporan penelitian, dll), melaksanakan refleksi atau pengamtan.

3) Terlalu ambisius dalam menentukan topik sehingga topik yang dipilih terlalu luas. Begitu banyak yang ingin ditulis dan dikupas dalam goresan pena dalam tulisannya sementara pengetahuan, waktu, dan rfrnsi sangat terbatas. Disini pnulis harus pandai-pandai dalam mengdalikan diri.


b.  Mempertimbangkan maksud dan tujuan penulisan


Tujuan penulisan mengarah pada corak (genre) dan bentuk karangan, gaya penyampaian, serta tingkat kerincian isi karangan. Tujuan penulisan berbeda dengan manfaat mengarang.

Misalnya begini: Seorang mahasiswa yang akan mengarang menentukan topiknya  Dampak negatif sajian televisi dan cara mengatasinya. Ketika ditanya apa tujuan mengarang dengan topik tersebut beliau mengatakan, "Agar belum dewasa terhindar dari dampak negatif program-program yang ditayangkan di televisi."

Rumusan tujuan karangan tersebut terasa aneh. Mustahil sebuah karangan sanggup menjaga belum dewasa dari dampak negatif tayangan televisi. Iya Nggak? Munculnya rumusan tersebut muncul lantaran penulis belum memahami dalam membedakan antara impian atau manfaat karangan dengan tujuan mengarangnya. Dalam hal ini tujuan penulisan karangan tersebut.

Tujuan penulisan dalam konteks ini yaitu tujuan mengarang. Seperti menghibur, memberi tahu atau menginformasikan, mngklarifikasi atau membuktikan, atau membujuk (persuasif). Di sinilah tujuan penulisan tersebut akan mengarah pada corak (genre) dan bentuk karangan.

Ditelisik dari permasalahan masalah penulis mahasiswa tersebut, tujuan penulisan dari topik yang beliau pilih kemunkinan tujuannya yaitu menunjukan atau menginformasikan kepada pembaca mengenai dampak negatif tayangan televisi terhadap sikap anak-anak. Dari tujuan penulisan ini maka corak karangan yang sesuai yaitu eksposisi dengahan gaya pemapaparan (prosa ekspositoris).


c.  Memperhatikan sasaran karangan (Sasaran pembaca)


Agar goresan pena itu hingga kepada pembaca, kita harus memperhatikan dan menyesuaikan goresan pena kita dengan level sosial, tingkat pengalaman, pengetahuan, kemampuan, dan kebutuhan pembaca. Terkesan deskiriminatif memang, tapi memang menyerupai itulah kenyataannya.

Tidak mungkin juga kan seorang dokter menulis ilmu kedokterannya, dengan memaparkan istilah-istilah yang hanya dipahami oleh akademisi kedokteran, kemudian goresan pena tersbut disajikan kepada pembaca umum? Yang terjadi, isu yang disampaikan penulis melalui goresan pena tersebut tidak akan tercapai lantaran pemahamannya belum hingga kesitu.

Seorang hebat menyatakan bahwa keberhasilan menulis dipengaruhi oleh ketepatan pemahaman penulis terhadap pembaca tulisannya. Kemampuan ini memungkinkan kita sebagai penulis menentukan isu serta penyajian yang sesuai. Alasan ini pula yang kerap mendorong seorang penulis berulang-ulang membaca atau meminta orang lain membaca goresan pena kita, dan memperbaikinya.


d.  Mengumpulkan isu pendukung


Anda mungkin pernah membaca artikel bagus, tulisannya panjang dengan kupasan yang dalam, luas, dan kaya. Anda mungkin akan bertanya, darimana penulis tersebut mengumpulkan isu dari banyak sekali sumber, mengaitkan begitu banyak isu menjadi satu ksatuan utuh yang saling mendukung dan berhubungan, serta menyajikannya dengan enak?

Jawaban pastinya, yaitu lantaran penulis tersebut tidak terburu-buru menuliskan gagasannya menjadi bentuk karangan utuh yang dipublikasikan sebelum semua isu yang terkumpulkannya itu banyak dan saling berkaitan.

Pengumpulan isu sanggup dilakukan sebelum, sewaktu menulis, atau sesudah menulis. Namun, banyak pembinaan penulisan-penulisan ilmiah menyarankan proses pengumpulan isu ini dilakukan sebelum proses penulisan, yakni pada tahap prapenulisan ini. Tujuannya yaitu semoga proses penulisan tidak mengalami gangguan lantaran isu yang diperlukan telah terkumpul secukupnya. Meski begitu, ketika penulisan pun terkadang muncul kebutuhan akan isu tambahan, pencarian isu tambahan ini akan lebih gampang lantaran kita tahu persis apa yang kita perlukan.


e. Mengorganisasikan ide/gagasan


Kalau Anda sering mengalami kondisi dimana Anda begitu menggebu ingin menulis lantaran ide-ide di kepala begitu hebat, akan tetapi ketika Anda menuliskannya Anda galau mulai dari mana. Atau bisa jadi ketika Anda sudah menuliskan beberapa gagasan Anda namun hanya selesai pada beberapa alenia saja.

Mengatasi permasalahan ini, kita memerlukan kerangka karangan semoga semua inspirasi atau gagasan terjaring. Dari karangan tersebut kita akan menentukan gagasan-gagasan mana yang harus dimunculkan pertama, tengah, hingga akhiran.

Kerangka karangan merupakan suatau rencana kerja yang memuat garis-garis besar karangan yang akan ditulis. Sederhananya, kerangka karangan merupakan panduan seseorang dalam menulis ketika membuatkan suatu karangan.

Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kerangka karangan tidaklah selalu sanggup sekali jadi. Bisa berkali-kali, ditulis, dikaji ulang, dan diperbaiki lagi. Perbaikan itu tidak hanya berlaku sebelum menulis, bahkan ketika berada di tengah-tengah proses penyusunan kerangka karangan.

Refrensi:
  • Suparno., Yunus, Mohamad. 2009. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka
  • Tompkins, G.E. dan Hoskisson E. (1995). Language Arts: Content and Teaching Strategies. Colombus, OH: Prentice Hall
  • Keraf, G. (1984). Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende-Flores: Nusa Indah

Assalamualaikum,

Sebagian mitra blogger mungkin menulis yaitu hal yang lumrah. Sesuatu yang biasa dilakukan untuk menghidupkan blognya.

 Sebagian mitra blogger mungkin menulis yaitu hal yang lumrah Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Prapenulisan


Menulis merupakan keterampilan dimana seseorang mempunyai keterampilan dalam menuangkan gagasan-gagasan dikepalanya untuk disampaikan kepada orang lain dalam bentuk simbol-simbol tulisan. Di dalam keterampilan sendiri akan ada seni dalam merangkaikan kata sehingga pembaca akan memahami gagasan yang disampaikan.

Sebagaimana suatu keterampilan pada umumnya, keterampilan membutuhkan suatu keberlanjutan atau kekontinuitas dalam melakukannya. Maka, menulis pun membutuhkan suatu latihan dalam merangkaikan gagasan. Oleh lantaran itu, keterampilan menulis membutuhkan upaya yang sangat gigih semoga tulisannya bermutu dan berkualitas.

Sayangnya, dari banyak yang enggan berjuang dalam melatih keterampilan ini. Terutama blogger ecek-ecek yang dengan sengaja tanpa aib meng-copy goresan pena orang lain untuk diakui sebagai tulisannya. Entah apa yang ada di benak tipe blogger ini, apakah tujuan bloggingnya itu sebatas untuk eksis saja atau malah menciptakan dirinya menjadi kerdil.

Untuk mengasah keterampilan menulis, maka perhatikan pula bagaimana kita menjadi mahir dan terampil dalam menguraikang gagasan dalam tulisan. Setidaknya, ada tiga tahapan dalam menulis yang harus kita pahami. Meski tidak harus demikian namun ketiga tahapan ini akan membantu penulis terampil dalam menguraikan gagasannya. Tahapan itu yaitu tahapan prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap pascapenulisan.

Tahap Prapenulisan


Dikatakan sebagai tahapan prapenulisan lantaran pada tahap ini merupakan fase persiapan dalam menulis. Kebanyakan dari penulis, kadang merasa mempunyai berjuta-juta gagasan di kepala. Akan tetapi, ketika akan memulai menuliskannya malah ia bingung. Sekalinya sudah bisa memulainya pun, gres beberapa alenia inspirasi itu serasa habis.

Sebenarnya, pedoman menyerupai di atas disebabkan lantaran penulis tersebut tidak pernah mempunyai inspirasi yang benar-benar lengkap, siap, dan tersusun sistematis. Mengapa demikian, lantaran inspirasi dasar kemunculan-kemunculan gagasan tersebut hanya muncul ketika 'napsu' keinginan menulis muncul begitu saja tanpa ada kesiapan sama sekali.

Baca juga seluruh materi Bahasa Indonesia di blog ini

Oleh lantaran itu, tahap prapenulisan ini akan mendorong kita mempersiapkan segala bentuk isu dari gagasan yang kita punya semoga menjadi inspirasi yang lengkap, siap, dan sistematis.

Pada tahap prapenulisan ini, kita harus merinci bebrapa hal berikut:


a. Menentukan topik


Menentukan topik merupakan hal yang paling utama yang harus dilakukan. Mengapa? Karena dalam topik goresan pena akan membahas persoalan-persoalan yang menjiwai seluruh karangan.

Mungkin bagi penulis yang sudah terlatih dalam menentukan topik ini tidak mesti ditulis atau diuraikan dalam lembar kerja. Mereka akan menyimpannya di otak mereka. Tapi ini tidak akan berlaku bagi penulis pemula atau penulis yang tidak terbiasa (jika tidak dikatakan mahir atau terampil)

Ada beberapa tips dalam menentukan topik, diantaranya:

1) seseorang mempunyai banyak topik yang dipilih, semua topik sangat menarik dan cukup dikenali. Maka pilihlah topik yang paling sesuai dengan maksud dan tujuan kita menulis. Berbeda jikalau seseorang mempunyai topik yang banyak dan semuanya menarik, tetapi pengetahuan wacana topik tersebut sangat minim dan beresiko akan menjadikan salah tafsir. Maka, pilihlah topik yang memang benar-benar kita kuasai.

2) Kita menentukan suatu topik, tetapi tidak ada inspirasi sama sekali wacana topik tersebut. Biasanya ini terjadi lantaran topik yang dipilih terlalu umum atau mungkin topik yang dipilih trlalu sempit sehingga kesulitan dalam mnari arah atau fokus dari id kita itu. Untuk mengatasinya, kita perlu berdiskusi atau meminta saran dari orang lain, membaca refrensi (buku, artikel, laporan penelitian, dll), melaksanakan refleksi atau pengamtan.

3) Terlalu ambisius dalam menentukan topik sehingga topik yang dipilih terlalu luas. Begitu banyak yang ingin ditulis dan dikupas dalam goresan pena dalam tulisannya sementara pengetahuan, waktu, dan rfrnsi sangat terbatas. Disini pnulis harus pandai-pandai dalam mengdalikan diri.


b.  Mempertimbangkan maksud dan tujuan penulisan


Tujuan penulisan mengarah pada corak (genre) dan bentuk karangan, gaya penyampaian, serta tingkat kerincian isi karangan. Tujuan penulisan berbeda dengan manfaat mengarang.

Misalnya begini: Seorang mahasiswa yang akan mengarang menentukan topiknya  Dampak negatif sajian televisi dan cara mengatasinya. Ketika ditanya apa tujuan mengarang dengan topik tersebut beliau mengatakan, "Agar belum dewasa terhindar dari dampak negatif program-program yang ditayangkan di televisi."

Rumusan tujuan karangan tersebut terasa aneh. Mustahil sebuah karangan sanggup menjaga belum dewasa dari dampak negatif tayangan televisi. Iya Nggak? Munculnya rumusan tersebut muncul lantaran penulis belum memahami dalam membedakan antara impian atau manfaat karangan dengan tujuan mengarangnya. Dalam hal ini tujuan penulisan karangan tersebut.

Tujuan penulisan dalam konteks ini yaitu tujuan mengarang. Seperti menghibur, memberi tahu atau menginformasikan, mngklarifikasi atau membuktikan, atau membujuk (persuasif). Di sinilah tujuan penulisan tersebut akan mengarah pada corak (genre) dan bentuk karangan.

Ditelisik dari permasalahan masalah penulis mahasiswa tersebut, tujuan penulisan dari topik yang beliau pilih kemunkinan tujuannya yaitu menunjukan atau menginformasikan kepada pembaca mengenai dampak negatif tayangan televisi terhadap sikap anak-anak. Dari tujuan penulisan ini maka corak karangan yang sesuai yaitu eksposisi dengahan gaya pemapaparan (prosa ekspositoris).


c.  Memperhatikan sasaran karangan (Sasaran pembaca)


Agar goresan pena itu hingga kepada pembaca, kita harus memperhatikan dan menyesuaikan goresan pena kita dengan level sosial, tingkat pengalaman, pengetahuan, kemampuan, dan kebutuhan pembaca. Terkesan deskiriminatif memang, tapi memang menyerupai itulah kenyataannya.

Tidak mungkin juga kan seorang dokter menulis ilmu kedokterannya, dengan memaparkan istilah-istilah yang hanya dipahami oleh akademisi kedokteran, kemudian goresan pena tersbut disajikan kepada pembaca umum? Yang terjadi, isu yang disampaikan penulis melalui goresan pena tersebut tidak akan tercapai lantaran pemahamannya belum hingga kesitu.

Seorang hebat menyatakan bahwa keberhasilan menulis dipengaruhi oleh ketepatan pemahaman penulis terhadap pembaca tulisannya. Kemampuan ini memungkinkan kita sebagai penulis menentukan isu serta penyajian yang sesuai. Alasan ini pula yang kerap mendorong seorang penulis berulang-ulang membaca atau meminta orang lain membaca goresan pena kita, dan memperbaikinya.


d.  Mengumpulkan isu pendukung


Anda mungkin pernah membaca artikel bagus, tulisannya panjang dengan kupasan yang dalam, luas, dan kaya. Anda mungkin akan bertanya, darimana penulis tersebut mengumpulkan isu dari banyak sekali sumber, mengaitkan begitu banyak isu menjadi satu ksatuan utuh yang saling mendukung dan berhubungan, serta menyajikannya dengan enak?

Jawaban pastinya, yaitu lantaran penulis tersebut tidak terburu-buru menuliskan gagasannya menjadi bentuk karangan utuh yang dipublikasikan sebelum semua isu yang terkumpulkannya itu banyak dan saling berkaitan.

Pengumpulan isu sanggup dilakukan sebelum, sewaktu menulis, atau sesudah menulis. Namun, banyak pembinaan penulisan-penulisan ilmiah menyarankan proses pengumpulan isu ini dilakukan sebelum proses penulisan, yakni pada tahap prapenulisan ini. Tujuannya yaitu semoga proses penulisan tidak mengalami gangguan lantaran isu yang diperlukan telah terkumpul secukupnya. Meski begitu, ketika penulisan pun terkadang muncul kebutuhan akan isu tambahan, pencarian isu tambahan ini akan lebih gampang lantaran kita tahu persis apa yang kita perlukan.


e. Mengorganisasikan ide/gagasan


Kalau Anda sering mengalami kondisi dimana Anda begitu menggebu ingin menulis lantaran ide-ide di kepala begitu hebat, akan tetapi ketika Anda menuliskannya Anda galau mulai dari mana. Atau bisa jadi ketika Anda sudah menuliskan beberapa gagasan Anda namun hanya selesai pada beberapa alenia saja.

Mengatasi permasalahan ini, kita memerlukan kerangka karangan semoga semua inspirasi atau gagasan terjaring. Dari karangan tersebut kita akan menentukan gagasan-gagasan mana yang harus dimunculkan pertama, tengah, hingga akhiran.

Kerangka karangan merupakan suatau rencana kerja yang memuat garis-garis besar karangan yang akan ditulis. Sederhananya, kerangka karangan merupakan panduan seseorang dalam menulis ketika membuatkan suatu karangan.

Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kerangka karangan tidaklah selalu sanggup sekali jadi. Bisa berkali-kali, ditulis, dikaji ulang, dan diperbaiki lagi. Perbaikan itu tidak hanya berlaku sebelum menulis, bahkan ketika berada di tengah-tengah proses penyusunan kerangka karangan.

Refrensi:
  • Suparno., Yunus, Mohamad. 2009. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka
  • Tompkins, G.E. dan Hoskisson E. (1995). Language Arts: Content and Teaching Strategies. Colombus, OH: Prentice Hall
  • Keraf, G. (1984). Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende-Flores: Nusa Indah

Postingan ini merupakan seri terakhir dari tahapan dalam mengasah keterampilan menulis. Tahapan ini terdiri dari tiga tahapan penting yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan kini tahap pascapenulisan.


 Postingan ini merupakan seri terakhir dari tahapan dalam mengasah keterampilan menulis Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Pascapenulisan

Saya menyarankan untuk membaca postingan sebelumnya biar pemahaman ihwal tahapan dalam mengasah keterampilan menulis. Pada tahapan ini ada dua acara yang harus dilakukan. Yaitu Penyuntingan dan Revisi.

Tahapan Penyuntingan dan Revisi suatu naskah


Kegiatan penyuntingan dan revisi mempunyai acara yang berbeda. Penyuntingan (editing) mempunyai makna investigasi dan perbaikan unsur mekanik karangan menyerupai ejaan, pengtuasi, dan konvensi penulisan lainnya. Sedangkan revisi atau perbaikan mengarah kepada investigasi dan perbaikan isi karangan.

Kegiatan penyuntingan merupakan acara membaca ulang suatu draft karangan dengan tujuan untuk merasakan, menilai, memeriksa, baik unsur mekanik maupun isinya. Tujuannya untuk memperoleh isu ihwal unsur-unsur karangan yang perlu disempurnakan. Kegiatan ini sanggup dilakukan sendiri ataupun orang lain.

Setelah hasil penyuntingana maka kegaitan revisi dilakukan. Kegiatan penambahan, penggantian, penghilangan, pengubahan, atau penyusunan kembali unsur-unsur karangan. Kadar revisi tergantung dari tingkat keperluannya saja. Bila revisi berat,  sanggup juga sedang atau ringan.

Agar lebih memahami, acara penyuntingan dan revisi sanggup dilakukan dengan kegiatan-kegiatan berikut:

1. Membaca keseluruhan karangan


Bacalah karangan beberapa kali biar tujuan penulisan karangan tercapai. Maksudnya, ketika membaca karangan kita sendiri pastikan bahwa segala isu yang ingin Anda sampaikan tersampaikan dengan baik dan jelas. Tidak menjadikan ambigu kepada pembaca karangan kita.
Selain itu, dikala membaca karangan posisikan diri bukan lagi sebagai penulis. Akan tetapi posisikan sebagai pembaca atau sasaran pembaca Anda.

2. Menandai hal-hal yang perlu diperbaiki atau catatan penting.


Menanda hal-hal yang perlu disini sesudah Anda membaca beberapa kali goresan pena Anda. Disarankan Anda menandai karangan ini sesudah Anda minimal sudah membaca dua kali karangan Anda sendiri. Tujuannya yaitu untuk mengantisipasi subjektivitas diri Anda sebagai penulis.

Hal-hal yang perlu diperbaiki dengan menawarkan tanda atau catatan jika ada yang diganti, ditambahkan, atau disempurnakan pada draft karangan Anda. Setelah menawarkan Tanda, lalu lakukan revisi seperlunya.

3. Melakukan perbaikan sesuai dengan temuan dikala penyuntingan


Setelah membaca karangan secara umum, lalu menandai beberapa kesalahan atau perbaikan yang mesti dilakukan, maka acara selanjutnya yaitu perbaikan atau revisi. Kegiatan ini terus dilakukan bahkan akan mengalami proses penulisan dimana kembali membuatkan gagasan. Kegiatan revisi akan berakhir ketika karangan sudah menjadi karangan yang kita inginkan.

Postingan ini merupakan seri terakhir dari tahapan dalam mengasah keterampilan menulis. Tahapan ini terdiri dari tiga tahapan penting yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan kini tahap pascapenulisan.


 Postingan ini merupakan seri terakhir dari tahapan dalam mengasah keterampilan menulis Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Pascapenulisan

Saya menyarankan untuk membaca postingan sebelumnya biar pemahaman ihwal tahapan dalam mengasah keterampilan menulis. Pada tahapan ini ada dua acara yang harus dilakukan. Yaitu Penyuntingan dan Revisi.

Tahapan Penyuntingan dan Revisi suatu naskah


Kegiatan penyuntingan dan revisi mempunyai acara yang berbeda. Penyuntingan (editing) mempunyai makna investigasi dan perbaikan unsur mekanik karangan menyerupai ejaan, pengtuasi, dan konvensi penulisan lainnya. Sedangkan revisi atau perbaikan mengarah kepada investigasi dan perbaikan isi karangan.

Kegiatan penyuntingan merupakan acara membaca ulang suatu draft karangan dengan tujuan untuk merasakan, menilai, memeriksa, baik unsur mekanik maupun isinya. Tujuannya untuk memperoleh isu ihwal unsur-unsur karangan yang perlu disempurnakan. Kegiatan ini sanggup dilakukan sendiri ataupun orang lain.

Setelah hasil penyuntingana maka kegaitan revisi dilakukan. Kegiatan penambahan, penggantian, penghilangan, pengubahan, atau penyusunan kembali unsur-unsur karangan. Kadar revisi tergantung dari tingkat keperluannya saja. Bila revisi berat,  sanggup juga sedang atau ringan.

Agar lebih memahami, acara penyuntingan dan revisi sanggup dilakukan dengan kegiatan-kegiatan berikut:

1. Membaca keseluruhan karangan


Bacalah karangan beberapa kali biar tujuan penulisan karangan tercapai. Maksudnya, ketika membaca karangan kita sendiri pastikan bahwa segala isu yang ingin Anda sampaikan tersampaikan dengan baik dan jelas. Tidak menjadikan ambigu kepada pembaca karangan kita.
Selain itu, dikala membaca karangan posisikan diri bukan lagi sebagai penulis. Akan tetapi posisikan sebagai pembaca atau sasaran pembaca Anda.

2. Menandai hal-hal yang perlu diperbaiki atau catatan penting.


Menanda hal-hal yang perlu disini sesudah Anda membaca beberapa kali goresan pena Anda. Disarankan Anda menandai karangan ini sesudah Anda minimal sudah membaca dua kali karangan Anda sendiri. Tujuannya yaitu untuk mengantisipasi subjektivitas diri Anda sebagai penulis.

Hal-hal yang perlu diperbaiki dengan menawarkan tanda atau catatan jika ada yang diganti, ditambahkan, atau disempurnakan pada draft karangan Anda. Setelah menawarkan Tanda, lalu lakukan revisi seperlunya.

3. Melakukan perbaikan sesuai dengan temuan dikala penyuntingan


Setelah membaca karangan secara umum, lalu menandai beberapa kesalahan atau perbaikan yang mesti dilakukan, maka acara selanjutnya yaitu perbaikan atau revisi. Kegiatan ini terus dilakukan bahkan akan mengalami proses penulisan dimana kembali membuatkan gagasan. Kegiatan revisi akan berakhir ketika karangan sudah menjadi karangan yang kita inginkan.

Cara ini bersama-sama pernah saya terapkan dikala aktif dalam lembaga penulis cerpen tahun 2013-an.  Catatan ini juga udah pernah saya bahas dalam grup Facebook saya dengan judul "Caraku Memanggil Gagasan".



 Cara ini bersama-sama pernah saya terapkan dikala aktif dalam lembaga penulis cerpen tahun  Cara Mengatasi Kebuntuan dalam Menulis Cerpen


Oke, beberapa cerpen yang baru-baru ini saya buat dengan menerapkan tehnik berikut. Tehnik yang saya analisa dan saya hipotesiskan sebagai suatu cara yang cocok untuk saya terapkan sendiri.

Pengalaman pertama, cerpen yang berjudul “Panggung Kenyataan di Ruang Tamu.” Cerpen ini bermula dari keniatanku menceritakan wacana seorang istri yang dilukai suaminya. Karma jadi ending niat titik puncak penuntasan ceritaku.


Mulanya saya buntu. Bingung akan memulai dari mana. Aku mencoba menghipotesis dengan menerapkan training Ideom Spontan. Sekalian dengan menerapkan bagan VOKAG, saya menentukan kata-kata yang masih mempunyai keterkaitan dengan teladan dongeng yang akan saya ceritakan.

Dari kumpulan kata-kata itu, saya berusaha mengoptimalkan otak kanan biar terjalin kalimat-kalimat yang bisa menempatkan semua kata-kata yang saya susun itu. Alhasil, saya ternyata begitu lanyah menuliskan gagasanku itu.


Pengalaman kedua, judul cerpen "Permintaan Ibu" mulanya gagasan dasarnya itu yaitu kerinduan sang ibu pada anaknya untuk pulang. Cuman itu. Tapi saya galau sendiri anaknya pergi kemana sehingga ibu itu harus merindukannya. Aku akan menciptakan kejutan macam apa dari gagasan baku tersebut. Kadang terbesit dongeng seorang istri yang patuh pada perintah suaminya bahwa dihentikan keluar rumah meski ibunya meninggal dunia. Tapi rasanya itu terlalu umum. Bagaimana kalau saya buat si anaknya itu pergi dengan merahasiakan pekerjaannya, berbohong demi menyenangkan hatinya. Sampai janjkematian sang ibu, si anak belum juga berani pulang karena merasa aib alasannya pekerjaan sang anak yaitu seorang pelacur.

Aku berpikir inilah caraku melancarkan energi tulisanku. Aku ingin terus menerus menulis dengan ada atau tidak adanya materi untuk kuceritakan. Kadang sesudah menyusun kata-kata yang sudah saya kumpulkan, imajinasiku menyentuh untuk segera bergesekan untuk segera menuliskan wacananya.

Aku ibarat terbesit gagasan cemerlang untuk memberikan sesuatu yang mengagumkan. Aku meyakini bahwa dengan ini menjadi salah satu penawar writerblock kala kubuntu.

Dari situ, saya menarik sesimpulan. Ternyata saya bisa menerapkan metode berikut dalam memancing ilham untuk menuliskan sesuatu.

1.    Apa yang ingin kau ceritakan? Tentukan!


Kalau dalam unsur interinsik prosa, langkah awal ini bisa saya sejajarkan dengan Tema. Tema apa yang ingin saya sampaikan kepada pembaca, itulah tema yang sedang saya akan sajikan kepada pembaca. Semisal begini, ada rasa yang menggebu-gebu kita diri ini ingin menuliskan sesuatu. 

Seperti cerpen yang kusebutkan tadi. Maka boleh kusebutkan bahwa saya ingin menuliskan sebuah dongeng yang berkaitan dengan keadaan istri dikala dilukai suaminya. Sebenarnya, saya bertanya apa penyebab yang cocok untuk saya jelaskan nantinya. Saat itu saya menemukan gagasan bahwa kelak suaminya itu akan mendapatkan karma.

2.    Biar merasa terpancing, saya susun kata-kata yang berklasifikasi VOKAG.


Kata-kata tersebut saya sengaja mendekati hal-hal yang berkaitan dengan dongeng yang saya buat. Semisal saya menentukan perih, lebam, jerit, kasar, manis. Kata tersebut sangat bersahabat dengan dongeng istri yang dilukai.

3.    Aku menuliskan menurut beberapa patokan kata tersebut.


Bila alur dan bahasan tulisanku separuh jalan. Aku mengatur budi supaya tidak terbentur kerancuan.

4.    Bila saya buntu di tengah jalan, sementara gagasan sudah tahu akan diapakan goresan pena ini. Aku mendaftarkan ulang-kata-kata yang bersinggungan dengan gagasan itu.

 

5.    Ulangi kebuntuan ini dengan cara-cara sebelumnya.


Kelebihan mendaftarkan kata-kata tersebut sebelum menulis yaitu mengurangi kadar kebuntuan ide. Bahkan, cara ini bisa memancing ending akan diapakan goresan pena ini.

Kelemahan dari cara ini yaitu kita mengesampingkan alur budi demi sebuah gagasan yang belum tersusun. Alhasil, masih banyak ketimpangan-ketimpangan logis sesudah rampung semua goresan pena dibuat.

Cara ini bersama-sama pernah saya terapkan dikala aktif dalam lembaga penulis cerpen tahun 2013-an.  Catatan ini juga udah pernah saya bahas dalam grup Facebook saya dengan judul "Caraku Memanggil Gagasan".



 Cara ini bersama-sama pernah saya terapkan dikala aktif dalam lembaga penulis cerpen tahun  Cara Mengatasi Kebuntuan dalam Menulis Cerpen


Oke, beberapa cerpen yang baru-baru ini saya buat dengan menerapkan tehnik berikut. Tehnik yang saya analisa dan saya hipotesiskan sebagai suatu cara yang cocok untuk saya terapkan sendiri.

Pengalaman pertama, cerpen yang berjudul “Panggung Kenyataan di Ruang Tamu.” Cerpen ini bermula dari keniatanku menceritakan wacana seorang istri yang dilukai suaminya. Karma jadi ending niat titik puncak penuntasan ceritaku.


Mulanya saya buntu. Bingung akan memulai dari mana. Aku mencoba menghipotesis dengan menerapkan training Ideom Spontan. Sekalian dengan menerapkan bagan VOKAG, saya menentukan kata-kata yang masih mempunyai keterkaitan dengan teladan dongeng yang akan saya ceritakan.

Dari kumpulan kata-kata itu, saya berusaha mengoptimalkan otak kanan biar terjalin kalimat-kalimat yang bisa menempatkan semua kata-kata yang saya susun itu. Alhasil, saya ternyata begitu lanyah menuliskan gagasanku itu.


Pengalaman kedua, judul cerpen "Permintaan Ibu" mulanya gagasan dasarnya itu yaitu kerinduan sang ibu pada anaknya untuk pulang. Cuman itu. Tapi saya galau sendiri anaknya pergi kemana sehingga ibu itu harus merindukannya. Aku akan menciptakan kejutan macam apa dari gagasan baku tersebut. Kadang terbesit dongeng seorang istri yang patuh pada perintah suaminya bahwa dihentikan keluar rumah meski ibunya meninggal dunia. Tapi rasanya itu terlalu umum. Bagaimana kalau saya buat si anaknya itu pergi dengan merahasiakan pekerjaannya, berbohong demi menyenangkan hatinya. Sampai janjkematian sang ibu, si anak belum juga berani pulang karena merasa aib alasannya pekerjaan sang anak yaitu seorang pelacur.

Aku berpikir inilah caraku melancarkan energi tulisanku. Aku ingin terus menerus menulis dengan ada atau tidak adanya materi untuk kuceritakan. Kadang sesudah menyusun kata-kata yang sudah saya kumpulkan, imajinasiku menyentuh untuk segera bergesekan untuk segera menuliskan wacananya.

Aku ibarat terbesit gagasan cemerlang untuk memberikan sesuatu yang mengagumkan. Aku meyakini bahwa dengan ini menjadi salah satu penawar writerblock kala kubuntu.

Dari situ, saya menarik sesimpulan. Ternyata saya bisa menerapkan metode berikut dalam memancing ilham untuk menuliskan sesuatu.

1.    Apa yang ingin kau ceritakan? Tentukan!


Kalau dalam unsur interinsik prosa, langkah awal ini bisa saya sejajarkan dengan Tema. Tema apa yang ingin saya sampaikan kepada pembaca, itulah tema yang sedang saya akan sajikan kepada pembaca. Semisal begini, ada rasa yang menggebu-gebu kita diri ini ingin menuliskan sesuatu. 

Seperti cerpen yang kusebutkan tadi. Maka boleh kusebutkan bahwa saya ingin menuliskan sebuah dongeng yang berkaitan dengan keadaan istri dikala dilukai suaminya. Sebenarnya, saya bertanya apa penyebab yang cocok untuk saya jelaskan nantinya. Saat itu saya menemukan gagasan bahwa kelak suaminya itu akan mendapatkan karma.

2.    Biar merasa terpancing, saya susun kata-kata yang berklasifikasi VOKAG.


Kata-kata tersebut saya sengaja mendekati hal-hal yang berkaitan dengan dongeng yang saya buat. Semisal saya menentukan perih, lebam, jerit, kasar, manis. Kata tersebut sangat bersahabat dengan dongeng istri yang dilukai.

3.    Aku menuliskan menurut beberapa patokan kata tersebut.


Bila alur dan bahasan tulisanku separuh jalan. Aku mengatur budi supaya tidak terbentur kerancuan.

4.    Bila saya buntu di tengah jalan, sementara gagasan sudah tahu akan diapakan goresan pena ini. Aku mendaftarkan ulang-kata-kata yang bersinggungan dengan gagasan itu.

 

5.    Ulangi kebuntuan ini dengan cara-cara sebelumnya.


Kelebihan mendaftarkan kata-kata tersebut sebelum menulis yaitu mengurangi kadar kebuntuan ide. Bahkan, cara ini bisa memancing ending akan diapakan goresan pena ini.

Kelemahan dari cara ini yaitu kita mengesampingkan alur budi demi sebuah gagasan yang belum tersusun. Alhasil, masih banyak ketimpangan-ketimpangan logis sesudah rampung semua goresan pena dibuat.

Mitos atau Pendapat Yang Keliru perihal Menulis dan Pembelajarannya


Seseorang enggan menulis sebab tidak tahu untuk apa yang ia menulis, merasa tidak berbakat menulis, dan merasa tidak tahu bagaimana menulis. Ketidaksukaan menulis tidak lepas dari imbas lingkungan keluarga dan masyarakatnya, serta pengalaman pembelajaran menulis atau mengarang di sekolah yang kurang memotivasi dan merangsang minat menulis.

 Mitos atau Pendapat Yang Keliru perihal Menulis dan Pembelajarannya Mitos atau Pendapat Yang Keliru perihal Menulis dan Pembelajarannya


Pengalaman menulis yang dialami siswa di sekolah tidak terlepas dari kondisi gurunya sendiri. Umumnya guru tidak dipersiapkan untuk terampil dalam menulis dan mengajarkannya. sebab itu, untuk menutupi keadaan yang sebetulnya muncullah banyak sekali mitos atau pendapat yang keliru perihal menulis dan pembelajarannya.

Di antara mitos tersebut adalah:

1. Menulis itu Mudah


Teori menulis atau mengarang memang mudah. Gampang sekali dihafal. Tetapi menulis atau mengarang bukanlah sekadar teori, melainkan keterampilan. Bahkan ada seni atau art di dalamnya. Teori hanyalah alat untuk mempercepat pemilikan kemampuan seseorang dalam mengarang.

Sebagai analog, kita rasanya setuju bahwa mengendarai kendaraan itu bukan hanya teori. Sehebat apapun penguasaan teorinya tak akan sanggup menjadi pengandara yang baik. Dia akan arif mengendarai sehabis berlatih, beruji coba, serta mengasah keberanian dan kepekaan.

Begitu pula dengan menulis. Tanpa melibatkan pribadi dalam acara dan latihan menulis, seseorang tidak akan pernah bisa menulis dengan baik. Dia harus mencoba dan berlatih brulang kali: menentukan topik, menentukan tujuan, mengenali pembaca, mencari gosip pendukung, menyusun kerangka karangan, serta menata dan menuangkan ide-idenya. Secara runtut dan tuntas dalam racikan bahasa yang terpahami.

2. Kemampuan Menggunakan Unsur Mekanik Tulisan Merupakan Inti dari Menulis


Unsur Mekanik ibarat penggunaan ejaan, pemilihan kata, pengkalimatan, pengaleniaan, dan pewacanaan tidaklah cukup. Karangan harus mengandung sesuatu isi yang disampaikan. Isi itu berupa ide, gagasan, perasaan, atau gosip yang akan diungkapkan penulis kepada orang lain atau pembaca. Unsur mekanik hanyalah sebagai alat yang dipakai untuk mengemas dan menyajikan isi karangan biar sanggup dipahami dengan baik oleh pembacanya.


3. Menulis itu Harus Sekali Jadi


Menulis dengan sekali jadi sering menciptakan penulisnya tidak puas. Orang yang meyakini bahwa menulis itu harus sekali jadi akan pribadi meremas kertas atau men-delete-nya sebelum goresan pena itu dipublis. Bisa jadi goresan pena itu sudah terpublis atau dianggap selesai, kita akan menemukan celah kekurangan. Misalnya goresan pena itu perlu diperbaiki, ditulis lagi, hingga kita anggap selesai.

Tidak banyak orang yang sanggup menulis sekali jadi. Bahkan penulis profesional sekalipun. Menulis merupakan sebuah proses. Proses yang melibatkan tahap prapenulisan, penulisan, serta pascapenulisan: penyuntingan, perbaikan, dan penyempurnaan.

4. Orang yang Tidak Menyukai dan Tidak Pernah menulis Dapat Mengajarkan Menulis


Ini yang lebih bahaya. Semisal kita ambil analogi si pengendara kendaraan beroda empat tadi. Mungkinkah orang yang tidak suka dan tidak pernah mengendarai sanggup mengajarkan mengendarai kendaraan beroda empat kepada orang lain. Tentu jawabannya mustahil bisa. Sama halnya dengan mengarang, siapapun yang mengajar mengarang ia harus menyukai dan mempunyai pengalaman dan keterampilan mengarang. Mengapa? Dia harus sanggup menentukan kepada muridnya manfaat dan nikmatnya mengarang. Sulit membayangkan seorang guru yang takut dan tidak suka menulis sanggup melaksanakan hal itu. Padahal, minat dan kemampuan siswa berguru menulis tak terlepas dari apa yang terjadi pada diri guru dan bagaimana ia mengajarkannya.

Itulah mitos-mitos dalam menulis. Intinya dalam menulis itu merupakan suatu proses yang harus dilalui. Mitos ini biasanya hinggap di antara para penulis pemula atau mereka yang ingin menjadi penulis.
Update: Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahapan Prapenulis

Informasi mengenai gosip mitos dalam menulis ini diajarkan dalam Keterampilan Dasar Menulis. Sumber artikel ini merupakan ringkasan modul PGSD UT. Semoga bermanfaat.

Mitos atau Pendapat Yang Keliru perihal Menulis dan Pembelajarannya


Seseorang enggan menulis sebab tidak tahu untuk apa yang ia menulis, merasa tidak berbakat menulis, dan merasa tidak tahu bagaimana menulis. Ketidaksukaan menulis tidak lepas dari imbas lingkungan keluarga dan masyarakatnya, serta pengalaman pembelajaran menulis atau mengarang di sekolah yang kurang memotivasi dan merangsang minat menulis.

 Mitos atau Pendapat Yang Keliru perihal Menulis dan Pembelajarannya Mitos atau Pendapat Yang Keliru perihal Menulis dan Pembelajarannya


Pengalaman menulis yang dialami siswa di sekolah tidak terlepas dari kondisi gurunya sendiri. Umumnya guru tidak dipersiapkan untuk terampil dalam menulis dan mengajarkannya. sebab itu, untuk menutupi keadaan yang sebetulnya muncullah banyak sekali mitos atau pendapat yang keliru perihal menulis dan pembelajarannya.

Di antara mitos tersebut adalah:

1. Menulis itu Mudah


Teori menulis atau mengarang memang mudah. Gampang sekali dihafal. Tetapi menulis atau mengarang bukanlah sekadar teori, melainkan keterampilan. Bahkan ada seni atau art di dalamnya. Teori hanyalah alat untuk mempercepat pemilikan kemampuan seseorang dalam mengarang.

Sebagai analog, kita rasanya setuju bahwa mengendarai kendaraan itu bukan hanya teori. Sehebat apapun penguasaan teorinya tak akan sanggup menjadi pengandara yang baik. Dia akan arif mengendarai sehabis berlatih, beruji coba, serta mengasah keberanian dan kepekaan.

Begitu pula dengan menulis. Tanpa melibatkan pribadi dalam acara dan latihan menulis, seseorang tidak akan pernah bisa menulis dengan baik. Dia harus mencoba dan berlatih brulang kali: menentukan topik, menentukan tujuan, mengenali pembaca, mencari gosip pendukung, menyusun kerangka karangan, serta menata dan menuangkan ide-idenya. Secara runtut dan tuntas dalam racikan bahasa yang terpahami.

2. Kemampuan Menggunakan Unsur Mekanik Tulisan Merupakan Inti dari Menulis


Unsur Mekanik ibarat penggunaan ejaan, pemilihan kata, pengkalimatan, pengaleniaan, dan pewacanaan tidaklah cukup. Karangan harus mengandung sesuatu isi yang disampaikan. Isi itu berupa ide, gagasan, perasaan, atau gosip yang akan diungkapkan penulis kepada orang lain atau pembaca. Unsur mekanik hanyalah sebagai alat yang dipakai untuk mengemas dan menyajikan isi karangan biar sanggup dipahami dengan baik oleh pembacanya.


3. Menulis itu Harus Sekali Jadi


Menulis dengan sekali jadi sering menciptakan penulisnya tidak puas. Orang yang meyakini bahwa menulis itu harus sekali jadi akan pribadi meremas kertas atau men-delete-nya sebelum goresan pena itu dipublis. Bisa jadi goresan pena itu sudah terpublis atau dianggap selesai, kita akan menemukan celah kekurangan. Misalnya goresan pena itu perlu diperbaiki, ditulis lagi, hingga kita anggap selesai.

Tidak banyak orang yang sanggup menulis sekali jadi. Bahkan penulis profesional sekalipun. Menulis merupakan sebuah proses. Proses yang melibatkan tahap prapenulisan, penulisan, serta pascapenulisan: penyuntingan, perbaikan, dan penyempurnaan.

4. Orang yang Tidak Menyukai dan Tidak Pernah menulis Dapat Mengajarkan Menulis


Ini yang lebih bahaya. Semisal kita ambil analogi si pengendara kendaraan beroda empat tadi. Mungkinkah orang yang tidak suka dan tidak pernah mengendarai sanggup mengajarkan mengendarai kendaraan beroda empat kepada orang lain. Tentu jawabannya mustahil bisa. Sama halnya dengan mengarang, siapapun yang mengajar mengarang ia harus menyukai dan mempunyai pengalaman dan keterampilan mengarang. Mengapa? Dia harus sanggup menentukan kepada muridnya manfaat dan nikmatnya mengarang. Sulit membayangkan seorang guru yang takut dan tidak suka menulis sanggup melaksanakan hal itu. Padahal, minat dan kemampuan siswa berguru menulis tak terlepas dari apa yang terjadi pada diri guru dan bagaimana ia mengajarkannya.

Itulah mitos-mitos dalam menulis. Intinya dalam menulis itu merupakan suatu proses yang harus dilalui. Mitos ini biasanya hinggap di antara para penulis pemula atau mereka yang ingin menjadi penulis.
Update: Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahapan Prapenulis

Informasi mengenai gosip mitos dalam menulis ini diajarkan dalam Keterampilan Dasar Menulis. Sumber artikel ini merupakan ringkasan modul PGSD UT. Semoga bermanfaat.

Minggu lalu, tepatnya hari Kamis, 03 Mei 2018, Sekolah jenjang SD melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pada hari itu, mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia.

 Sekolah jenjang SD melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional  Pembahasan Soal Isian USBN 2018 Bahasa Indonesia, Berikut Penskorannya


Mulai tahun 2018 ini, ujian sekolah jenjang SD memuat soal bertipe soal isian atau uraian. Jumlah soalnya pun mengkondisikan. Mengenai kisi-kisi USBN 2018 yang dijadikan soal isian sudah saya jelaskan di blog ini dengan judul: Inilah kisi-kisi USBN SD yang Akan Dijadikan Soal Isian pada Naskah Soal USBN.

Soal isian menyumbang nilai sebesar 20% dari nilai ujian. Berbeda dengan soal pilihan ganda, soal isian mempunyai poin lebih dari satu jikalau penerima didik mengisi jawaban. Jadi, siswa sanggup mendapat nilai pemanis dari soal isian.

Soal USBN SD juga disusun antara Pemerintah Pusat dengan Daerah. Pemda melalui Dinas Pendidikan setempat merancang dan menyusun naskah soalnya masing-masing. Maka dari itu, soal yang akan dibahas di sini memungkinkan berbeda dengan naskah soal di kawasan Anda.

Namun, konvesi evaluasi tetap mengacu pada peraturan Kemendikbud. Pengawasan dari dinas pendidikan terkait dalam penyusunan sampai pengoreksian betul-betul mengacu pada peraturan.

Berikut soal isian USBN 2018 yang dilaksanakan di wilayah Kota Depok Jawa Barat:
41. Bacalah puisi berikut!

NUSANTARAKU

Hijau nan bagus menghampar
Zamrud khatulistiwa kolam permadani
Sejuk nan tenang dipandang mata
Nyaman terasa di sanubari
Ribuan pulau berjajar rapi
Anak negeri yang bercorak ragam
Tanda kami yaitu negeri yang madani
Karya cipta yang Maha Tinggi
Walau tantangan tiba menghadang
Kau tak pemah tergoyahkan
Tetap kokoh dalam balutan
Bhinneka Tunggal Ika Indonesiaku tercinta

Karya . Kristi Anty

Parafrasakan puisi tersebut dengan bahasamu, sedikitnya 1 paragraf!


Jawaban:
Negara kita Indonesia disebut juga Nusantara. Negara yang luas, mempunyai banyak hutan. Udaranya sjuk, pemandangannya indah. Semua orang nyaman tinggal di Indoensia. Keistimewaan lainnya pulaunya banyak, penduduknya beragam. Tetap kokh dan bersatu. Itulah Indonesiaku.

Bobot = 30
Skor Maksimal = 6
Nilai Perolehan = 6/6 x 30

kriteria penilaian:
6 poin = terdapat 6 poin balasan benar
5 poin = terdapat 5 poin balasan benar
4 poin = terdapat 4 poin balasan benar
3 poin = terdapat 3 poin balasan benar
2 poin = terdapat 2 poin balasan benar
1 poin = terdapat 1 poin balasan benar
0 poin = tidak ada balasan yang mengarah ke balasan benar

42. Perhatikan kalimat berikut!

depok yaitu kota di provinsi jawa barat indonesia terletak sempurna di selatan jakarta yakni antarajakarta dan bogor

Tuliskan kembali kalimat tersebut dengan ejaan dan tanda baca yang benar!

Jawaban:
Depok yaitu kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, terletak di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta dan Bogor.

terdapat 8 skor penilaian, yaitu:
karakter kapital pada awal karakter kata "Depok" (1)
karakter kapital pada awal karakter kata "Provinsi" (1)
karakter kapital pada awal karakter kata "Jawa" dan "Barat" (2)
karakter kapital pada awal karakter kata "Indonesia" (1)
karakter kapital pada awal karakter kata "Jakarta" (2)
karakter kapital pada awal karakter kata "Bogor" (1)

Bobot = 10
Skor Maksimal = 2
Nilai Perolehan = 2/2 x 10

Kriteria penilaian:
2 poin = terdapat 8 balasan benar
1,5 poin = terdapat 6 balasan benar
1 poin = terdapat 4 balasan benar
0,5 poin = terdapat 2 balasan benar
0,25 poin = terdapat 1 balasan benar
0 = tidak ada balasan yang mengara ke balasan benar
43. Perhatikan gambar berikut!


 Sekolah jenjang SD melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional  Pembahasan Soal Isian USBN 2018 Bahasa Indonesia, Berikut Penskorannya

Tuliskan langkah-langkah memakai alat menyerupai pada gambar, sedikitnya 5 langkah!

Jawaban:
Langkah Menggunakan Printer
Siapkan komputer dan printer sambungkan kabel power dan stop kontak listrik koneksikan kabel printer dengan komputer hidupkan printer dengan menekan tombol power pada printercek di komputer pada device and printer, jikalau muncul printer (ready) berarti siap digunakan.

Bobot = 30
Skor Maksimal = 6
Nilai Perolehan = 6/6 x 30

Kriteria Penilaian:
6 poin = semua benar
5 poin = 5 balasan benar
4 poin = 4 balasan benar
3 poin = 3 balasan benar
2 poin = 2 balasan benar
1 poin = 1 balasan benar
0 poin = tidak ada balasan benar

44. Cermatilah paragraf berikut!

Nino adiknya melihat tertawa. Sungguh lucu, hidungnya hitam menyerupai kelinci alasannya terkena arang. Namun, Doni tidak menganggapnya lucu. Ia murka kepada Nino.


Pada paragraf tersebut terdapat kalimat yang berpola/susunannya salah. Tulislah dan perbaikilah menjadi kalimat yang benar!

Jawaban:
Nino tertawa melihat adiknya. Sungguh lucu, hidungnya hitam menyerupai kelinci alasannya terkena arang. Nama, Doni tidak menganggapnya lucu. Ia murka kepada Nino.

Bobot = 20
Skor Maksimal = 5
Nilai Perolehan = 5/5 x 20

Kriteria Penilaian:
5 poin = semua benar
4 poin = 4 balasan benar
3 poin = 3 balasan benar
2 poin = 2 balasan benar
1 poin = 1 balasan benar
0 poin = tidak ada balasan benar

45. Perhatikan kalimat berikut !

Dalam waktu dekat, pemerintah akan menyederhanakan hukum pembuatan passport, acara eksport, import sehingga arus barang lebih cepat.


Tuliskan kembali kalimat tersebut dengan ejaan yang sempurna pada kata passport, eksport, import, supaya kalimat tersebut menjadi benar!

Jawaban:
Passport = paspor
eksport = ekspor
import = impor

Bobot = 10
Skor Maksimal = 3
Nilai Perolehan = 3/3 x 10

Kriteria Penilaian:
3 poin = semua balasan benar
2 poin = 2 balasan benar
1 poin = 1 balasan benar
0 poin = tidak ada balasan benar



Ini yaitu kunci balasan naskah soal USBN 2018 mata pelajaran Bahasa Indonesia. Di sini kita sanggup melihat poin-poin yang harus diperoleh siswa.

Semoga bermanfaat....

Minggu lalu, tepatnya hari Kamis, 03 Mei 2018, Sekolah jenjang SD melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pada hari itu, mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia.

 Sekolah jenjang SD melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional  Pembahasan Soal Isian USBN 2018 Bahasa Indonesia, Berikut Penskorannya


Mulai tahun 2018 ini, ujian sekolah jenjang SD memuat soal bertipe soal isian atau uraian. Jumlah soalnya pun mengkondisikan. Mengenai kisi-kisi USBN 2018 yang dijadikan soal isian sudah saya jelaskan di blog ini dengan judul: Inilah kisi-kisi USBN SD yang Akan Dijadikan Soal Isian pada Naskah Soal USBN.

Soal isian menyumbang nilai sebesar 20% dari nilai ujian. Berbeda dengan soal pilihan ganda, soal isian mempunyai poin lebih dari satu jikalau penerima didik mengisi jawaban. Jadi, siswa sanggup mendapat nilai pemanis dari soal isian.

Soal USBN SD juga disusun antara Pemerintah Pusat dengan Daerah. Pemda melalui Dinas Pendidikan setempat merancang dan menyusun naskah soalnya masing-masing. Maka dari itu, soal yang akan dibahas di sini memungkinkan berbeda dengan naskah soal di kawasan Anda.

Namun, konvesi evaluasi tetap mengacu pada peraturan Kemendikbud. Pengawasan dari dinas pendidikan terkait dalam penyusunan sampai pengoreksian betul-betul mengacu pada peraturan.

Berikut soal isian USBN 2018 yang dilaksanakan di wilayah Kota Depok Jawa Barat:
41. Bacalah puisi berikut!

NUSANTARAKU

Hijau nan bagus menghampar
Zamrud khatulistiwa kolam permadani
Sejuk nan tenang dipandang mata
Nyaman terasa di sanubari
Ribuan pulau berjajar rapi
Anak negeri yang bercorak ragam
Tanda kami yaitu negeri yang madani
Karya cipta yang Maha Tinggi
Walau tantangan tiba menghadang
Kau tak pemah tergoyahkan
Tetap kokoh dalam balutan
Bhinneka Tunggal Ika Indonesiaku tercinta

Karya . Kristi Anty

Parafrasakan puisi tersebut dengan bahasamu, sedikitnya 1 paragraf!


Jawaban:
Negara kita Indonesia disebut juga Nusantara. Negara yang luas, mempunyai banyak hutan. Udaranya sjuk, pemandangannya indah. Semua orang nyaman tinggal di Indoensia. Keistimewaan lainnya pulaunya banyak, penduduknya beragam. Tetap kokh dan bersatu. Itulah Indonesiaku.

Bobot = 30
Skor Maksimal = 6
Nilai Perolehan = 6/6 x 30

kriteria penilaian:
6 poin = terdapat 6 poin balasan benar
5 poin = terdapat 5 poin balasan benar
4 poin = terdapat 4 poin balasan benar
3 poin = terdapat 3 poin balasan benar
2 poin = terdapat 2 poin balasan benar
1 poin = terdapat 1 poin balasan benar
0 poin = tidak ada balasan yang mengarah ke balasan benar

42. Perhatikan kalimat berikut!

depok yaitu kota di provinsi jawa barat indonesia terletak sempurna di selatan jakarta yakni antarajakarta dan bogor

Tuliskan kembali kalimat tersebut dengan ejaan dan tanda baca yang benar!

Jawaban:
Depok yaitu kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, terletak di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta dan Bogor.

terdapat 8 skor penilaian, yaitu:
karakter kapital pada awal karakter kata "Depok" (1)
karakter kapital pada awal karakter kata "Provinsi" (1)
karakter kapital pada awal karakter kata "Jawa" dan "Barat" (2)
karakter kapital pada awal karakter kata "Indonesia" (1)
karakter kapital pada awal karakter kata "Jakarta" (2)
karakter kapital pada awal karakter kata "Bogor" (1)

Bobot = 10
Skor Maksimal = 2
Nilai Perolehan = 2/2 x 10

Kriteria penilaian:
2 poin = terdapat 8 balasan benar
1,5 poin = terdapat 6 balasan benar
1 poin = terdapat 4 balasan benar
0,5 poin = terdapat 2 balasan benar
0,25 poin = terdapat 1 balasan benar
0 = tidak ada balasan yang mengara ke balasan benar
43. Perhatikan gambar berikut!


 Sekolah jenjang SD melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional  Pembahasan Soal Isian USBN 2018 Bahasa Indonesia, Berikut Penskorannya

Tuliskan langkah-langkah memakai alat menyerupai pada gambar, sedikitnya 5 langkah!

Jawaban:
Langkah Menggunakan Printer
Siapkan komputer dan printer sambungkan kabel power dan stop kontak listrik koneksikan kabel printer dengan komputer hidupkan printer dengan menekan tombol power pada printercek di komputer pada device and printer, jikalau muncul printer (ready) berarti siap digunakan.

Bobot = 30
Skor Maksimal = 6
Nilai Perolehan = 6/6 x 30

Kriteria Penilaian:
6 poin = semua benar
5 poin = 5 balasan benar
4 poin = 4 balasan benar
3 poin = 3 balasan benar
2 poin = 2 balasan benar
1 poin = 1 balasan benar
0 poin = tidak ada balasan benar

44. Cermatilah paragraf berikut!

Nino adiknya melihat tertawa. Sungguh lucu, hidungnya hitam menyerupai kelinci alasannya terkena arang. Namun, Doni tidak menganggapnya lucu. Ia murka kepada Nino.


Pada paragraf tersebut terdapat kalimat yang berpola/susunannya salah. Tulislah dan perbaikilah menjadi kalimat yang benar!

Jawaban:
Nino tertawa melihat adiknya. Sungguh lucu, hidungnya hitam menyerupai kelinci alasannya terkena arang. Nama, Doni tidak menganggapnya lucu. Ia murka kepada Nino.

Bobot = 20
Skor Maksimal = 5
Nilai Perolehan = 5/5 x 20

Kriteria Penilaian:
5 poin = semua benar
4 poin = 4 balasan benar
3 poin = 3 balasan benar
2 poin = 2 balasan benar
1 poin = 1 balasan benar
0 poin = tidak ada balasan benar

45. Perhatikan kalimat berikut !

Dalam waktu dekat, pemerintah akan menyederhanakan hukum pembuatan passport, acara eksport, import sehingga arus barang lebih cepat.


Tuliskan kembali kalimat tersebut dengan ejaan yang sempurna pada kata passport, eksport, import, supaya kalimat tersebut menjadi benar!

Jawaban:
Passport = paspor
eksport = ekspor
import = impor

Bobot = 10
Skor Maksimal = 3
Nilai Perolehan = 3/3 x 10

Kriteria Penilaian:
3 poin = semua balasan benar
2 poin = 2 balasan benar
1 poin = 1 balasan benar
0 poin = tidak ada balasan benar



Ini yaitu kunci balasan naskah soal USBN 2018 mata pelajaran Bahasa Indonesia. Di sini kita sanggup melihat poin-poin yang harus diperoleh siswa.

Semoga bermanfaat....

USBN 2018 mulai memakai dua tipe soal. Soal pilihan ganda dan soal isian/Essay/Uraian. Jumlah masing-masing tipe soal terdiri dari:
  • 40 soal pilihan ganda (No. 1 hingga 40)
  • 5 soal soal isian atau essay atau uraian (No. 41 hingga 45)

 soal soal isian atau essay atau uraian  Contoh Soal Isian USBN SD 2018 Bahasa Indonesia (Paket 1)


Sementara itu, kisi-kisi USBN SD yang diterbitkan balitbang kemendikbud hanya menginformasikan garis besarnya saja. Pemerintah tidak menentukkan indikator soal mana saja yang akan dijadikan soal pilihan ganda maupun soal uraian.

Namun, kita tidak perlu khawatir. Sebenarnya naskah soal USBN SD dikembangkan antara pemerintah sentra dengan pemerintah daerah. Pemerintah kawasan menawarkan kebebasan kepada pemerintah kawasan untuk mengembangkan naskah soal tersebut menurut karakteristik wilayahnya masing-masing.

Mengenai soal mana yang akan dijadikan soal isian, pemerintah kawasan melalui Dinas Pendidikan Daerah masing-masing wajib menginformasikan kepada sekolah-sekolah. Sosialisasi ini biasanya dilaksanakan melalui lembaga KKG, MGMP, dan K3S.

Saya sendiri mendapat warta soal mana yang akan dijadikan naskah soal pilihan ganda dan soal isian bersumber dari hasil pertemuan di program bedah kisi-kisi. Di sanalah kami selaku guru kelas 6 berkumpul dan mendapat warta perihal ini.

Baiklah, sebagaimana postingan terdahulu. Saya telah menginformasikan kisi-kisi USBN SD yang akan dijadikan soal isian, maka pada postingan kali ini saya mencoba menyebarkan kisi-kisi soal USBN SD Bahasa Indonesia untuk soal isian atau essay atau uraian.

Berikut teladan kisi-kisi USBN SD Bahasa Indonesia untuk naskah soal isian.

No Soal Indikator USBN 2018 Level Indikator Soal
41. Peserta didik dapat:
  • menentukan warta tersurat pada karya sastra
  • menentukan unsur intrinsik karya sastra (tokoh, latar, tabiat tokoh)
  • menentukan makna kata/simbol/kias
L1 Mnentukan final cerita
42. Peserta didik dapat:
  • memperlihatkan kesalahan penggunaan ejaan
  • menunjukkan kesalahan penggunaan tanda baca


L1 Memperbaiki kesalahan ejaan pada kalimat/paragraf
43. Peserta didik dapat:
  • menyusun banyak sekali petunjuk (menggunakan/membuat sesuatu)
  • menyusun banyak sekali teks (deskripsi, narasi)
  • melengkapi banyak sekali jenis teks (laporan, iklan, pidato)
  • melengkapi kalimat/teks dengan kata bentukan


L3 Menyusun kalimat-kalimat menjadi paragraf deskripsi
44. Soal dari Pusat
Memperbaiki ksalahan Ejaan pada kalimat
L1 L2 L3 Memperbaiki tata kalimat dalam paragraf
45. Peserta didik dapat:
  • memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan
  • memperbaiki penggunaan kesalahan penggunaan tanda baca
L3 Memperbaiki kesalahan ejaan


Nah, bentuk naskah soalnya adalah:
41.
Mengapa tidak Boleh Marah
Oleh: Nuniek Puspitawati

Ketika saya akan bermain lompat bambu bersama teman-teman di lapangan depan rumah, tiba-tiba tnpa saya tahu sebabnya si Ali yang gres saja melaksanakan hom pim pa untuk memilih pemain dan penjaga, mendadak membanting batang bambu yang sedang ia pegang. Bambu itu menimpa kaki Siti hingga berteriak kesakitan. Hanya dalam hitungan detik, Kakek berada di bersahabat kami dan membantu Siti yang terjatuh dan menangis. Rupanya Kakek duduk di beranda rumah dan mengawasi kami bermain.

Sesaat saya terpana, terkejut atas kejadian yang begitu cepat. Lalu saya tersadar, saya telah mendapat balasan dari pertanyaan yang selama ini berada dalam pikiranku, tidak mengapa kalau kita menjadi marah, tetapi bagaiman cara menyikapi murka itu sehingga tidak akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Manusialah yang seharusnya mengendalikan amarah dan bukan amarah yang mengendalikan manusia

Buatlah final dari dongeng di atas!

42.
para guru dan belum dewasa yang ibu banggakan dalam rangka menghadapi aktivitas FL2SN tingkat kecamatan di tahun ini Ibu berharap sekolah kita memperoleh prestasi lebih baik dari tahun kemudian
Demikian himbauan ini ibu sampaikan dan mohon diperhatikan.
Ejaan pada teks di atas yakni kurang tepat. Perbaikilah ejaan di atas hingga menjadi benar!

43. Perhatikan gambar berikut!

 soal soal isian atau essay atau uraian  Contoh Soal Isian USBN SD 2018 Bahasa Indonesia (Paket 1)


Deskripsikan gambar tersebut dalam satu paragraf utuh!

44.
Pada hari Minggu ini, Deni menonton pertandingan bola voli. Lapangan di desa Deni menyaksikan pertandingan. Deni begitu bersemangat mendukung regu kesukaannya.
Perbaikilah tata kalimat pada teks di atas sehingga menjadi kalimat yang benar dan tepat!

45. Perhatikan kalimat berikut!
Komala berkata “sepatu baruku orisinil buatan indonesia”

Perbaikilah penulisan ejaan pada teks di atas sehingga menjadi kalimat yang benar!




Demikian postingan teladan soal isian, essay, uraian untuk naskah USBN SD 2018 mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

USBN 2018 mulai memakai dua tipe soal. Soal pilihan ganda dan soal isian/Essay/Uraian. Jumlah masing-masing tipe soal terdiri dari:
  • 40 soal pilihan ganda (No. 1 hingga 40)
  • 5 soal soal isian atau essay atau uraian (No. 41 hingga 45)

 soal soal isian atau essay atau uraian  Contoh Soal Isian USBN SD 2018 Bahasa Indonesia (Paket 1)


Sementara itu, kisi-kisi USBN SD yang diterbitkan balitbang kemendikbud hanya menginformasikan garis besarnya saja. Pemerintah tidak menentukkan indikator soal mana saja yang akan dijadikan soal pilihan ganda maupun soal uraian.

Namun, kita tidak perlu khawatir. Sebenarnya naskah soal USBN SD dikembangkan antara pemerintah sentra dengan pemerintah daerah. Pemerintah kawasan menawarkan kebebasan kepada pemerintah kawasan untuk mengembangkan naskah soal tersebut menurut karakteristik wilayahnya masing-masing.

Mengenai soal mana yang akan dijadikan soal isian, pemerintah kawasan melalui Dinas Pendidikan Daerah masing-masing wajib menginformasikan kepada sekolah-sekolah. Sosialisasi ini biasanya dilaksanakan melalui lembaga KKG, MGMP, dan K3S.

Saya sendiri mendapat warta soal mana yang akan dijadikan naskah soal pilihan ganda dan soal isian bersumber dari hasil pertemuan di program bedah kisi-kisi. Di sanalah kami selaku guru kelas 6 berkumpul dan mendapat warta perihal ini.

Baiklah, sebagaimana postingan terdahulu. Saya telah menginformasikan kisi-kisi USBN SD yang akan dijadikan soal isian, maka pada postingan kali ini saya mencoba menyebarkan kisi-kisi soal USBN SD Bahasa Indonesia untuk soal isian atau essay atau uraian.

Berikut teladan kisi-kisi USBN SD Bahasa Indonesia untuk naskah soal isian.

No Soal Indikator USBN 2018 Level Indikator Soal
41. Peserta didik dapat:
  • menentukan warta tersurat pada karya sastra
  • menentukan unsur intrinsik karya sastra (tokoh, latar, tabiat tokoh)
  • menentukan makna kata/simbol/kias
L1 Mnentukan final cerita
42. Peserta didik dapat:
  • memperlihatkan kesalahan penggunaan ejaan
  • menunjukkan kesalahan penggunaan tanda baca


L1 Memperbaiki kesalahan ejaan pada kalimat/paragraf
43. Peserta didik dapat:
  • menyusun banyak sekali petunjuk (menggunakan/membuat sesuatu)
  • menyusun banyak sekali teks (deskripsi, narasi)
  • melengkapi banyak sekali jenis teks (laporan, iklan, pidato)
  • melengkapi kalimat/teks dengan kata bentukan


L3 Menyusun kalimat-kalimat menjadi paragraf deskripsi
44. Soal dari Pusat
Memperbaiki ksalahan Ejaan pada kalimat
L1 L2 L3 Memperbaiki tata kalimat dalam paragraf
45. Peserta didik dapat:
  • memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan
  • memperbaiki penggunaan kesalahan penggunaan tanda baca
L3 Memperbaiki kesalahan ejaan


Nah, bentuk naskah soalnya adalah:
41.
Mengapa tidak Boleh Marah
Oleh: Nuniek Puspitawati

Ketika saya akan bermain lompat bambu bersama teman-teman di lapangan depan rumah, tiba-tiba tnpa saya tahu sebabnya si Ali yang gres saja melaksanakan hom pim pa untuk memilih pemain dan penjaga, mendadak membanting batang bambu yang sedang ia pegang. Bambu itu menimpa kaki Siti hingga berteriak kesakitan. Hanya dalam hitungan detik, Kakek berada di bersahabat kami dan membantu Siti yang terjatuh dan menangis. Rupanya Kakek duduk di beranda rumah dan mengawasi kami bermain.

Sesaat saya terpana, terkejut atas kejadian yang begitu cepat. Lalu saya tersadar, saya telah mendapat balasan dari pertanyaan yang selama ini berada dalam pikiranku, tidak mengapa kalau kita menjadi marah, tetapi bagaiman cara menyikapi murka itu sehingga tidak akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Manusialah yang seharusnya mengendalikan amarah dan bukan amarah yang mengendalikan manusia

Buatlah final dari dongeng di atas!

42.
para guru dan belum dewasa yang ibu banggakan dalam rangka menghadapi aktivitas FL2SN tingkat kecamatan di tahun ini Ibu berharap sekolah kita memperoleh prestasi lebih baik dari tahun kemudian
Demikian himbauan ini ibu sampaikan dan mohon diperhatikan.
Ejaan pada teks di atas yakni kurang tepat. Perbaikilah ejaan di atas hingga menjadi benar!

43. Perhatikan gambar berikut!

 soal soal isian atau essay atau uraian  Contoh Soal Isian USBN SD 2018 Bahasa Indonesia (Paket 1)


Deskripsikan gambar tersebut dalam satu paragraf utuh!

44.
Pada hari Minggu ini, Deni menonton pertandingan bola voli. Lapangan di desa Deni menyaksikan pertandingan. Deni begitu bersemangat mendukung regu kesukaannya.
Perbaikilah tata kalimat pada teks di atas sehingga menjadi kalimat yang benar dan tepat!

45. Perhatikan kalimat berikut!
Komala berkata “sepatu baruku orisinil buatan indonesia”

Perbaikilah penulisan ejaan pada teks di atas sehingga menjadi kalimat yang benar!




Demikian postingan teladan soal isian, essay, uraian untuk naskah USBN SD 2018 mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget