Assalamualaikum,
Kali ini saya ingin membagikan ringkasan materi soal PPG yang berkaitan dengan soal PPG. Contoh soal PPG sanggup Anda lihat dalam postingan di blog ini sebelumnya dengan judul Contoh Soal PPG. Pada soal PPG menyangkut soal-soal wacana kompetensi pedagogi. Salah satunya ialah soal wacana Teori Belajar. Guru harus paham mengenai teori-teori berguru sehingga sanggup melaksanakan pembelajaran yang lebih efektif dalam mencapai kompetensi penerima didik yang diinginkan.
Dengan memahami teori belajar, pengajar akan memahami proses terjadinya berguru pada manusia. Pengajar akan mengetahui apa yang harus dilakukan sehingga siswa sanggup berguru dengan optimal.
Menurut Hudoyo (1988) berguru merupakan suatu perjuangan yang berupa acara hingga terjadi perubahan tingkah laris yang relatif usang dan tetap. Kegiatan yang dimaksud itu sanggup diamati dengan adanya interaksi individu dengan lingkungannya.
1) akuisisi,
2) eliminasi,
3) generalisasi,
4) deskriminasi
1. Hukum Kesiapan (law of readiness),
2. Hukum Latihan (law of exercise),
3. Hukum Akibat (law of effect)
1. Periode sensori motor (0 -2 tahun),
2. Periode pra operasional (2 -7 tahun ),
3. Periode operasional konkrit (7 – 11/12 tahun), dan
4. Periode operasi formal (11/12 tahun ke atas)
(input) kemudian proses (procces) dan keluaran (output).
Stimulus tidak hingga kepada ingatan jangka pendek lantaran stimulus tersebut tidak sanggup menjadi perhatian, untuk itu guru perlu menyusun materi pelajaran tersebut biar gampang diingat, contohnya menyusun menurut kekompleksitasnya atau dengan jembatan keledai.
1) Permainan bebas (free play),
2) Permainan yang memakai hukum (games),
3) Permainan mencari kesamaan sifat (searching for comunalities),
4) Permainan dengan representasi (representation),
5) Permainan dengan simbulisasi (simbolization),
6) Formalisasi (formalization).
Tahapan-tahapan berguru Geometri :
Misalnya di dalam struktur mental siswa telah ada pengorganisasian dan
pengelompokan bentuk-bentuk persegi, persegi panjang, jajargenjang. Kemudian siswa diberikan berdiri trapesium, siswa mengerti bahwa trapesium merupakan segi empat dengan sifat yang sedikit berbeda dengan struktur kognitif yang telah dimilki. Berarti siswa tersebut menyatukan objek ke dalam struktur kognitif yang sudah dimilikinya dan terjadilah apa yang disebut asimilasi. Setelah itu, terjadi penstrukturan kembali konsep yang telah dimiliki siswa lantaran adanya informasi gres wacana trapesium tadi. Ini berarti terjadi akomodasi.
Sumbangan penting teori Vygotsky ialah pemfokusan pada hakikat pembelajaran sosiakultural. Inti teori Vygotsky ialah menekankan interaksi antara aspek internal dan eksternal dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran.
Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Perilaku jelek itu sesungguhnya tak lain hanyalah dari ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memperlihatkan kepuasan baginya, sehingga yang penting ialah bagaimana membawa siswa untuk memperoleh arti/makna bagi pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya.
Dalam diri individu ada dua hal, yaitu suatu usaha yang positif untuk berkembang dan kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis. Menurut Maslow, setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan yang tersusun secara hirarki dari tingkat yang paling fundamental hingga pada tingkat yang paling tinggi. Setiap kali kebutuhan pada tingkatan paling bawah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi.
Menurut Rogers (2002) yang terpenting dalam proses pembelajaran ialah guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
lantaran berangkat dari asumsi-asumsi yang berbeda dalam penyusunan teori belajar
tersebut
Nah, itulah beberapa rangkuman materi soal PPG bila dilihat dari indikator kompetensi yang diujikan. Semoga bermanfaat
10. Menjelaskan implikasi prinsip- prinsip pembelajaran bagi siswa dan guru Sekolah Dasar. a. Agar perhatian dan motivasi siswa menjadi lebih, guru perlu memakai model,
metode yang bervariasi. Guru perlu memakai media pembelajaran yang tepat biar perhatian dan motivasi siswa menjadi meningkat dalam mempelajari materi pembelajaran.
b. Implikasi dari prinsip keaktifan adalah guru harus berupaya biar pembelajaran yang dilakukan menimbulkan siswa aktif berguru baik secara fisik maupun psikis dengan menggunakan berbagai macam model dan metode yang bervariasi dan juga harus menghadirkan multimedia yang tepat.
c. Guru harus mementingkan kegiatan pembelajaran yang menimbulkan siswa melaksanakan acara eksperimen dari pada hanya sekedar demonstrasi.
d. Perilaku guru sebagai implikasi dari prinsip pengulangan antara lain, guru sanggup merancang kegiatan-kegiatan pengulangan, misalnya memberikan soal- soal yang sejenis. Mengembangkan soal-soal latihan yang terstruktur. Mengembangkan petunjuk acara psikomotorik dan menyebarkan alat penilaian acara pengulangan.
e. Perilaku guru sebagai implikasi prinsip tantangan antara lain ialah merancang dan mengelola acara eksperimen yang memperlihatkan kesempatan siswa untuk tertantang melaksanakan kegiatan tersebut.
f. Implikasi dari prinsip balikan dan penguatan bagi guru, perilaku-perilaku yang dilakukan guru antara lain, perlu memberikan tanggapan yang benar dari soal- soal yang diberikan kepada siswa.
g. guru harus mau dan mampu mengenali karakteristik setiap siswanya, sehingga sanggup memilih pembelajaran yang tepat bagi siswa tersebut. Guru harus berusaha melayani setiap siswa sesuai dengan karakteristiknya. Dalam acara pembelajaran, garu harus bisa memakai teknik yang bervariasi sehingga diharapkan sanggup melayani kebutuhan siswa sesuai karakteristiknya.
Kali ini saya ingin membagikan ringkasan materi soal PPG yang berkaitan dengan soal PPG. Contoh soal PPG sanggup Anda lihat dalam postingan di blog ini sebelumnya dengan judul Contoh Soal PPG. Pada soal PPG menyangkut soal-soal wacana kompetensi pedagogi. Salah satunya ialah soal wacana Teori Belajar. Guru harus paham mengenai teori-teori berguru sehingga sanggup melaksanakan pembelajaran yang lebih efektif dalam mencapai kompetensi penerima didik yang diinginkan.
Indikator Pencapaian Kompetensi Soal PPG pada Bab Teori Belajar
1. Menjelaskan manfaat guru mempelajari teori belajar
Dengan memahami teori belajar, pengajar akan memahami proses terjadinya berguru pada manusia. Pengajar akan mengetahui apa yang harus dilakukan sehingga siswa sanggup berguru dengan optimal.
2. Menjelaskan hakekat berguru dengan benar
Menurut Hudoyo (1988) berguru merupakan suatu perjuangan yang berupa acara hingga terjadi perubahan tingkah laris yang relatif usang dan tetap. Kegiatan yang dimaksud itu sanggup diamati dengan adanya interaksi individu dengan lingkungannya.
3. Menjelaskan teori berguru behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme dan humanisme
a. Behaviorisme
Pavlov
Dengan memakai rangsangan-rangsangan tertentu, perilaku insan sanggup berubah sesuai dengan apa yang diinginkan melalui 4 fase, yaitu:1) akuisisi,
2) eliminasi,
3) generalisasi,
4) deskriminasi
Throndik
berguru ialah upaya untuk membentuk korelasi stimulus dan respon sebanyak- banyaknya, sehingga paham ini disebut paham koneksionisme.1. Hukum Kesiapan (law of readiness),
2. Hukum Latihan (law of exercise),
3. Hukum Akibat (law of effect)
Skinner
Usaha untuk memodifikasi sikap antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi penghargaan pada sikap yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada sikap yang tidak tepat.Bandura
orang sanggup mempelajari tindakan-tindakan gres hanya dengan mengamati bagaimana orang lain melakukannya.Gutrie
Peningkatan hasil berguru secara berangsur-angsur sanggup dicapai oleh siswa lantaran kedekatan asosiasi antara stimulus dan respon.b. Kognitivisme
Peaget
proses berpikir insan sebagai suatu perkembangan yang sedikit demi sedikit dari berpikir intelektual konkrit ke abnormal yang berurutan melalui empat periode.1. Periode sensori motor (0 -2 tahun),
2. Periode pra operasional (2 -7 tahun ),
3. Periode operasional konkrit (7 – 11/12 tahun), dan
4. Periode operasi formal (11/12 tahun ke atas)
Gagne
Proses yang terjadi menyerupai cara kerja komputer, yang dimulai dari masukan(input) kemudian proses (procces) dan keluaran (output).
Stimulus tidak hingga kepada ingatan jangka pendek lantaran stimulus tersebut tidak sanggup menjadi perhatian, untuk itu guru perlu menyusun materi pelajaran tersebut biar gampang diingat, contohnya menyusun menurut kekompleksitasnya atau dengan jembatan keledai.
Bruner
memahami konsep-konsep dan struktur-struktur yang terdapat dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut.Enactive.
belajarnya memakai / memanipulasi objek-obek secara langsung.Ikonic.
memanipulasi dengan memakai citra dari objek.Symbolic.
memanipulasi simbol-simbol secara pribadi dan tidak lagi ada kaitannya dengan objek-objek.Enaktif
siswa memanipulasi obyek secara langsung. Guru membawa benda konkrit berupa 3 buah jeruk kemudian guru memperlihatkan lagi 2 buah jeruk. Siswa dan guru bersama- sama menghitung buah jeruk, sehingga ada 5 buah jeruk.Ikonik
Guru menyajikan gambar jeruk dipapan tulis, biar siswa mempunyai citra dari objekSimbolik
Selanjutnya guru menuliskan dalam simbol bilangan dipapan tulis. 3+2= 5Ausubel
Belajar dikatakan menjadi bermakna (meaningful) bila informasi yang akan dipelajari siswa disusun sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa sehingga siswa sanggup mengaitkan informasi barunya dengan struktur kognitif yang dimilikinya.Dienes
Setiap konsep atau prinsip matematika sanggup dimengerti secara tepat hanya bila pertama-tama disajikan kepada siswa dalam bentuk-bentuk konkrit.1) Permainan bebas (free play),
2) Permainan yang memakai hukum (games),
3) Permainan mencari kesamaan sifat (searching for comunalities),
4) Permainan dengan representasi (representation),
5) Permainan dengan simbulisasi (simbolization),
6) Formalisasi (formalization).
Van Hiele
Tiga unsur utama dalam pembelajaran Geometri, yaitu waktu, materi pembelajaran, dan metode pembelajaran yang diterapkan.Tahapan-tahapan berguru Geometri :
- Pengenalan bentuk suatu berdiri geometri,
- Analisis sifat-sifat dari berdiri geometri,
- Pengurutan bangun-bangun geometri yang satu dengan lainnya saling berhubungan,
- Deduksi, dan
- Akurasi
Brownell dan Van Engen
Belajar matematika itu harus merupakan berguru bermakna dan pengertianc. Konstruktivisme
Jean Piaget
Belajar itu tidak hanya mendapatkan informasi dan pengalaman gres saja, tetapi juga penstrukturan kembali informasi dan pengalaman yang baru.Misalnya di dalam struktur mental siswa telah ada pengorganisasian dan
pengelompokan bentuk-bentuk persegi, persegi panjang, jajargenjang. Kemudian siswa diberikan berdiri trapesium, siswa mengerti bahwa trapesium merupakan segi empat dengan sifat yang sedikit berbeda dengan struktur kognitif yang telah dimilki. Berarti siswa tersebut menyatukan objek ke dalam struktur kognitif yang sudah dimilikinya dan terjadilah apa yang disebut asimilasi. Setelah itu, terjadi penstrukturan kembali konsep yang telah dimiliki siswa lantaran adanya informasi gres wacana trapesium tadi. Ini berarti terjadi akomodasi.
Vygotsky
Perkembangan kognitif terbatas dalam rentang kecil pada setiap usia dan interaksi sosial dengan orang-orang yang lebih berpengalaman dibutuhkan untuk menemukan “zona perkembangan terdekat” yang dikenal dengan ZPD (Zone of Proximal Development).Sumbangan penting teori Vygotsky ialah pemfokusan pada hakikat pembelajaran sosiakultural. Inti teori Vygotsky ialah menekankan interaksi antara aspek internal dan eksternal dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran.
d. Humanisme
Humanisme memandang bahwa berguru ialah perjuangan untuk memanusiakan manusia. Proses berguru dianggap berhasil bila si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri.Arthur Combs
Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Perilaku jelek itu sesungguhnya tak lain hanyalah dari ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memperlihatkan kepuasan baginya, sehingga yang penting ialah bagaimana membawa siswa untuk memperoleh arti/makna bagi pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya.
Maslow
Dalam diri individu ada dua hal, yaitu suatu usaha yang positif untuk berkembang dan kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis. Menurut Maslow, setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan yang tersusun secara hirarki dari tingkat yang paling fundamental hingga pada tingkat yang paling tinggi. Setiap kali kebutuhan pada tingkatan paling bawah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi.
Carl Rogers
Carl Rogers (dalam Suranto, 2015) membedakan dua tipe belajar, yaitu: Kognitif (kebermaknaan) dan experiential (pengalaman atau signifikansi). Setiap individu mempunyai impian untuk mengaktualisasi diri dan mempunyai dorongan untuk menjadi dirinya sendiri. Karena setiap individu terdapat kemampuan untuk mengerti dirinya sendiri, memilih hidupnya sendiri, dan menangani sendiri masalah yang dihadapinya. Itulah sebabnya dalam proses pembelajaran hendaknya diciptakan kondisi pembelajaran yang memungkinkan siswa secara aktif mengaktualisasi dirinya.Menurut Rogers (2002) yang terpenting dalam proses pembelajaran ialah guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
- Menjadi insan berarti memiliki kekuatan yang masuk akal untuk belajar.
- Siswa tidak harus berguru wacana hal-hal yang tidak ada artinya.
- Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya.
- Pengorganisasian bahan pelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan wangsit gres sebagai potongan yang bermakna bagi siswa
- Pengorganisasian bahan pembelajaran berarti mengorganisasikan materi dan wangsit gres sebagai potongan yang bermakna bagi siswa.
- Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti berguru wacana proses.
6. Menjelaskan tugas hakekat berguru untuk merumuskan banyak sekali teori belajar
Untuk lebih mengoptimalkan hasil pembelajaran, guru perlu memadukan beberapa teori belajar. Namun harus diperhatikan bahwa tidak semua teori berguru sanggup dipadukan,lantaran berangkat dari asumsi-asumsi yang berbeda dalam penyusunan teori belajar
tersebut
7. Membedakan behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme dan humanism
a. Behavioristik
- Menekankan pada stimulus dan respon dalam pembentukan perilaku.
- Setiap sikap sanggup dipelajari.
- Tingkah laris usang sanggup diganti dengan tingkah laris baru.
- Menekankan pada perubahan sikap yang teramati.
b. Humanistik
- Menekankan pada keunikan sikap individu.
- Individu ialah orang yang bebas memilih apa yang dipelajarinya.
- Belajar dipandang sebagai pemerolehan informasi atau pengalaman dan menemukan maknanya secara personal atau pribadi.
c. Kognitif
1. Menekankan pada perubahan atau proses-proses mental dan sikap tidak kasat mata.
d. Konstruktivistik sosial
- Pebelajar ialah orang yang secara aktif membangun pengetahuan danketerampilan melalui interaksi atau kerja sama dengan orang lain.
- Siswa tidak mempunyai pemahaman satu persepsi.
e. Konstruktivistik kognitif
- Individu membangun pemahamannya melalui eksplorasi
- Menyatakan bahwa pebelajar ialah orang yang secara individual harus menemukan , mentransformasi, dan mengecek kemballi, serta merevisi informasi yang lama.
- Siswa mempunyai pemahaman satu persepsi.
9. Menjelaskan prinsip-prinsip pembelajaran
- Proses pembelajaran ialah membentuk kreasi lingkungan yang sanggup membentukdan mengubah struktur kognitif siswa,
- Berhubungan dengan tipe-tipe pengetahuan yang harus dipelajari. Pengetahuan tersebut ialah pengetahuan fisis, sosial dan logika.
- Dalam proses pembelajaran harus melibatkan tugas lingkungan sosial
Nah, itulah beberapa rangkuman materi soal PPG bila dilihat dari indikator kompetensi yang diujikan. Semoga bermanfaat
10. Menjelaskan implikasi prinsip- prinsip pembelajaran bagi siswa dan guru Sekolah Dasar. a. Agar perhatian dan motivasi siswa menjadi lebih, guru perlu memakai model,
metode yang bervariasi. Guru perlu memakai media pembelajaran yang tepat biar perhatian dan motivasi siswa menjadi meningkat dalam mempelajari materi pembelajaran.
b. Implikasi dari prinsip keaktifan adalah guru harus berupaya biar pembelajaran yang dilakukan menimbulkan siswa aktif berguru baik secara fisik maupun psikis dengan menggunakan berbagai macam model dan metode yang bervariasi dan juga harus menghadirkan multimedia yang tepat.
c. Guru harus mementingkan kegiatan pembelajaran yang menimbulkan siswa melaksanakan acara eksperimen dari pada hanya sekedar demonstrasi.
d. Perilaku guru sebagai implikasi dari prinsip pengulangan antara lain, guru sanggup merancang kegiatan-kegiatan pengulangan, misalnya memberikan soal- soal yang sejenis. Mengembangkan soal-soal latihan yang terstruktur. Mengembangkan petunjuk acara psikomotorik dan menyebarkan alat penilaian acara pengulangan.
e. Perilaku guru sebagai implikasi prinsip tantangan antara lain ialah merancang dan mengelola acara eksperimen yang memperlihatkan kesempatan siswa untuk tertantang melaksanakan kegiatan tersebut.
f. Implikasi dari prinsip balikan dan penguatan bagi guru, perilaku-perilaku yang dilakukan guru antara lain, perlu memberikan tanggapan yang benar dari soal- soal yang diberikan kepada siswa.
g. guru harus mau dan mampu mengenali karakteristik setiap siswanya, sehingga sanggup memilih pembelajaran yang tepat bagi siswa tersebut. Guru harus berusaha melayani setiap siswa sesuai dengan karakteristiknya. Dalam acara pembelajaran, garu harus bisa memakai teknik yang bervariasi sehingga diharapkan sanggup melayani kebutuhan siswa sesuai karakteristiknya.

Post a Comment