Halloween Costume ideas 2015

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Rangkuman Bahan Ppg Untuk Soal Ppg Potongan Teori Belajar

Assalamualaikum,

Kali ini saya ingin membagikan ringkasan materi soal PPG yang berkaitan dengan soal PPG. Contoh soal PPG sanggup Anda lihat dalam postingan di blog ini sebelumnya dengan judul Contoh Soal PPG. Pada soal PPG menyangkut soal-soal wacana kompetensi pedagogi. Salah satunya ialah soal wacana Teori Belajar. Guru harus paham mengenai teori-teori berguru sehingga sanggup melaksanakan pembelajaran yang lebih efektif dalam mencapai kompetensi penerima didik yang diinginkan.

 Kali ini saya ingin membagikan ringkasan materi soal PPG yang berkaitan dengan soal PPG Rangkuman Materi PPG untuk Soal PPG Bab Teori Belajar

Indikator Pencapaian Kompetensi Soal PPG pada Bab Teori Belajar


1.   Menjelaskan manfaat guru mempelajari teori belajar


Dengan memahami teori belajar, pengajar akan memahami proses terjadinya berguru pada manusia. Pengajar akan mengetahui apa yang harus dilakukan sehingga siswa sanggup berguru dengan optimal.

2.   Menjelaskan hakekat berguru dengan benar


Menurut Hudoyo (1988) berguru merupakan suatu perjuangan yang berupa acara hingga terjadi perubahan tingkah laris yang relatif  usang dan tetap. Kegiatan yang dimaksud itu sanggup diamati dengan adanya interaksi individu dengan lingkungannya.


3.   Menjelaskan teori berguru behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme dan humanisme 

a.    Behaviorisme

Pavlov

Dengan memakai rangsangan-rangsangan tertentu,  perilaku  insan sanggup berubah  sesuai  dengan apa yang diinginkan melalui 4 fase, yaitu:
1)   akuisisi,
2)   eliminasi,
3)   generalisasi,
4)   deskriminasi

Throndik

berguru ialah upaya untuk membentuk korelasi stimulus dan respon sebanyak- banyaknya, sehingga paham ini disebut paham koneksionisme.
1.   Hukum Kesiapan (law of readiness),
2.   Hukum Latihan (law of exercise),
3.   Hukum Akibat (law of effect)

Skinner

Usaha untuk memodifikasi sikap antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi  penghargaan pada sikap yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada sikap yang tidak tepat.

Bandura

orang sanggup mempelajari tindakan-tindakan gres hanya dengan mengamati bagaimana orang lain melakukannya.

Gutrie

Peningkatan hasil berguru secara berangsur-angsur sanggup dicapai oleh siswa lantaran kedekatan asosiasi antara stimulus  dan respon.

b.   Kognitivisme


Peaget

proses berpikir insan sebagai suatu perkembangan yang sedikit demi sedikit dari berpikir intelektual konkrit ke abnormal yang berurutan melalui empat periode.
1.   Periode sensori motor (0 -2 tahun),
2.   Periode pra  operasional (2 -7 tahun ),
3.   Periode operasional konkrit (7 – 11/12 tahun), dan
4.   Periode operasi formal (11/12 tahun ke atas)

Gagne

Proses yang terjadi  menyerupai cara kerja komputer, yang dimulai  dari masukan
(input) kemudian proses (procces) dan keluaran (output).
Stimulus tidak hingga kepada ingatan jangka pendek lantaran stimulus tersebut tidak sanggup menjadi perhatian, untuk itu guru perlu menyusun materi pelajaran tersebut biar gampang diingat, contohnya menyusun menurut kekompleksitasnya atau dengan jembatan keledai.

Bruner

memahami konsep-konsep dan struktur-struktur  yang  terdapat  dalam   materi yang  dipelajari   serta  mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut.

Enactive.

belajarnya memakai / memanipulasi objek-obek secara langsung.

Ikonic.

memanipulasi dengan memakai citra dari objek.

Symbolic.

memanipulasi simbol-simbol secara pribadi dan tidak lagi ada kaitannya dengan objek-objek.

Enaktif

siswa memanipulasi obyek secara langsung. Guru membawa benda konkrit berupa 3 buah jeruk kemudian guru memperlihatkan lagi 2 buah jeruk. Siswa dan guru bersama- sama  menghitung  buah jeruk, sehingga ada 5 buah jeruk.

Ikonik

Guru menyajikan gambar jeruk dipapan tulis, biar siswa mempunyai citra dari objek

Simbolik

Selanjutnya guru  menuliskan dalam simbol bilangan dipapan tulis.   3+2= 5

Ausubel

Belajar dikatakan menjadi bermakna (meaningful) bila informasi yang akan dipelajari siswa disusun sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa sehingga siswa sanggup mengaitkan informasi barunya dengan struktur kognitif yang dimilikinya.

Dienes

Setiap konsep atau prinsip matematika sanggup dimengerti secara tepat hanya bila pertama-tama disajikan kepada siswa dalam bentuk-bentuk konkrit.
1)   Permainan bebas (free play),
2)   Permainan yang memakai hukum (games),
3)   Permainan mencari kesamaan sifat (searching for comunalities),
4)   Permainan dengan representasi (representation),
5)   Permainan dengan simbulisasi (simbolization),
6)   Formalisasi (formalization).

Van Hiele

Tiga unsur utama dalam pembelajaran Geometri, yaitu waktu, materi pembelajaran, dan metode pembelajaran yang diterapkan.
Tahapan-tahapan berguru Geometri :
  1. Pengenalan bentuk suatu berdiri geometri,
  2. Analisis sifat-sifat dari berdiri geometri,
  3. Pengurutan bangun-bangun geometri yang satu dengan lainnya saling berhubungan,
  4. Deduksi, dan
  5. Akurasi

Brownell dan Van Engen

Belajar matematika itu harus merupakan berguru bermakna dan pengertian

c.    Konstruktivisme


Jean Piaget

Belajar itu tidak hanya mendapatkan informasi dan pengalaman gres saja, tetapi juga penstrukturan kembali informasi dan pengalaman yang baru.
Misalnya  di  dalam  struktur  mental  siswa  telah  ada  pengorganisasian  dan

pengelompokan bentuk-bentuk persegi, persegi panjang, jajargenjang. Kemudian siswa  diberikan berdiri trapesium,  siswa  mengerti  bahwa trapesium  merupakan segi empat dengan sifat yang sedikit berbeda dengan struktur kognitif yang telah dimilki. Berarti siswa tersebut menyatukan objek ke dalam struktur kognitif yang sudah dimilikinya dan terjadilah apa yang disebut asimilasi. Setelah itu, terjadi penstrukturan kembali konsep yang telah dimiliki siswa lantaran adanya informasi gres wacana trapesium tadi. Ini berarti terjadi akomodasi.


Vygotsky

Perkembangan kognitif terbatas dalam rentang kecil pada setiap usia dan interaksi sosial dengan orang-orang yang lebih berpengalaman dibutuhkan untuk menemukan “zona perkembangan terdekat” yang dikenal dengan ZPD (Zone of Proximal Development).

Sumbangan penting teori Vygotsky ialah pemfokusan pada hakikat pembelajaran sosiakultural. Inti teori Vygotsky ialah menekankan interaksi antara  aspek  internal  dan  eksternal  dari  pembelajaran  dan  penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran.


d.   Humanisme

Humanisme memandang bahwa berguru ialah perjuangan untuk memanusiakan manusia. Proses berguru dianggap berhasil bila si pelajar memahami lingkungannya  dan  dirinya  sendiri.

Arthur Combs


Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Perilaku jelek itu sesungguhnya tak lain hanyalah  dari  ketidakmampuan  seseorang  untuk  melakukan  sesuatu yang  tidak akan memperlihatkan kepuasan baginya, sehingga yang penting ialah bagaimana  membawa  siswa  untuk  memperoleh  arti/makna  bagi  pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya.

Maslow


Dalam   diri   individu   ada   dua   hal,  yaitu  suatu  usaha  yang  positif  untuk berkembang dan kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. Maslow   mengemukakan   bahwa   individu   berperilaku   dalam   upaya   untuk memenuhi kebutuhan    yang    bersifat    hirarkis.    Menurut    Maslow,    setiap individu      memiliki  kebutuhan-kebutuhan  yang tersusun  secara  hirarki  dari tingkat yang paling fundamental hingga pada tingkat yang paling tinggi. Setiap kali kebutuhan pada tingkatan  paling  bawah  terpenuhi  maka  akan  muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi.


Carl Rogers

 Carl  Rogers  (dalam  Suranto,  2015)  membedakan  dua  tipe  belajar,  yaitu: Kognitif (kebermaknaan) dan     experiential (pengalaman atau signifikansi). Setiap individu mempunyai impian untuk mengaktualisasi diri dan mempunyai dorongan  untuk  menjadi  dirinya  sendiri.  Karena  setiap  individu    terdapat kemampuan untuk mengerti dirinya sendiri, memilih hidupnya    sendiri, dan    menangani    sendiri    masalah    yang    dihadapinya.    Itulah sebabnya dalam proses pembelajaran hendaknya diciptakan kondisi pembelajaran yang memungkinkan siswa secara aktif mengaktualisasi dirinya.

Menurut  Rogers  (2002)  yang  terpenting  dalam  proses  pembelajaran  ialah guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
  1. Menjadi  insan berarti  memiliki  kekuatan yang masuk akal untuk belajar.
  2. Siswa tidak harus berguru wacana hal-hal yang tidak ada artinya.
  3. Siswa     akan     mempelajari     hal-hal     yang     bermakna     bagi     dirinya.
  4. Pengorganisasian bahan  pelajaran  berarti  mengorganisasikan  bahan  dan wangsit gres sebagai potongan yang bermakna bagi siswa
  5. Pengorganisasian  bahan  pembelajaran  berarti  mengorganisasikan  materi dan wangsit gres sebagai potongan yang bermakna bagi siswa.
  6. Belajar  yang  bermakna  dalam  masyarakat  modern  berarti  berguru wacana proses.

6.   Menjelaskan tugas hakekat berguru untuk   merumuskan banyak sekali teori belajar

Untuk lebih mengoptimalkan hasil pembelajaran, guru perlu memadukan beberapa teori belajar. Namun harus diperhatikan bahwa tidak semua teori berguru sanggup dipadukan,
lantaran berangkat dari asumsi-asumsi yang berbeda dalam penyusunan teori belajar
tersebut

7.   Membedakan behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme dan humanism

a.    Behavioristik

  1. Menekankan pada stimulus dan respon dalam pembentukan perilaku.
  2. Setiap sikap sanggup dipelajari.
  3. Tingkah laris usang sanggup diganti dengan tingkah laris baru.
  4. Menekankan pada perubahan sikap yang teramati.

b.   Humanistik

  1. Menekankan pada keunikan sikap individu.
  2. Individu ialah orang yang bebas memilih apa yang dipelajarinya.
  3. Belajar dipandang sebagai pemerolehan informasi atau pengalaman dan menemukan maknanya secara personal atau pribadi.

c.    Kognitif

1.   Menekankan pada perubahan atau proses-proses mental dan sikap tidak kasat mata.

d.   Konstruktivistik sosial

  1. Pebelajar ialah orang yang secara aktif membangun pengetahuan danketerampilan melalui interaksi atau kerja sama dengan orang lain.
  2. Siswa tidak mempunyai pemahaman satu persepsi.

e.   Konstruktivistik kognitif

  1. Individu membangun pemahamannya melalui eksplorasi
  2. Menyatakan bahwa pebelajar ialah orang yang secara individual harus menemukan , mentransformasi, dan mengecek kemballi, serta merevisi informasi yang lama.
  3. Siswa mempunyai pemahaman satu persepsi.

9.   Menjelaskan prinsip-prinsip pembelajaran

  1. Proses pembelajaran ialah membentuk kreasi lingkungan yang sanggup membentukdan mengubah struktur kognitif siswa,
  2. Berhubungan dengan tipe-tipe pengetahuan yang harus dipelajari. Pengetahuan tersebut ialah pengetahuan fisis, sosial dan logika.
  3. Dalam proses pembelajaran harus melibatkan tugas lingkungan sosial


Nah, itulah beberapa rangkuman materi soal PPG bila dilihat dari indikator kompetensi yang diujikan. Semoga bermanfaat
10. Menjelaskan implikasi prinsip- prinsip pembelajaran bagi siswa dan guru Sekolah Dasar. a.    Agar perhatian dan motivasi siswa menjadi lebih, guru perlu memakai model,
metode yang bervariasi. Guru perlu memakai media pembelajaran yang tepat biar perhatian dan motivasi siswa menjadi meningkat dalam mempelajari materi pembelajaran.

b.  Implikasi  dari  prinsip  keaktifan  adalah  guru  harus  berupaya  biar pembelajaran yang dilakukan menimbulkan siswa aktif berguru baik secara fisik maupun psikis dengan menggunakan   berbagai   macam   model   dan metode yang bervariasi dan juga harus menghadirkan multimedia yang tepat.

c.    Guru  harus  mementingkan  kegiatan  pembelajaran  yang  menimbulkan siswa melaksanakan acara eksperimen dari pada hanya sekedar demonstrasi.

d.   Perilaku  guru  sebagai  implikasi  dari  prinsip  pengulangan  antara  lain,  guru sanggup merancang kegiatan-kegiatan pengulangan, misalnya  memberikan  soal- soal   yang   sejenis.   Mengembangkan   soal-soal   latihan yang terstruktur. Mengembangkan petunjuk acara psikomotorik dan menyebarkan alat penilaian acara pengulangan.

e.    Perilaku   guru   sebagai   implikasi   prinsip   tantangan      antara   lain   ialah merancang dan mengelola acara eksperimen yang memperlihatkan kesempatan siswa untuk tertantang melaksanakan kegiatan   tersebut.

f.     Implikasi dari prinsip balikan dan penguatan bagi guru, perilaku-perilaku yang dilakukan guru antara lain,  perlu memberikan tanggapan yang benar dari soal- soal yang diberikan kepada siswa.

g.    guru   harus   mau   dan   mampu   mengenali     karakteristik  setiap  siswanya, sehingga sanggup memilih pembelajaran yang tepat bagi siswa tersebut.  Guru harus    berusaha    melayani    setiap    siswa    sesuai    dengan  karakteristiknya. Dalam acara pembelajaran, garu harus bisa memakai teknik yang bervariasi sehingga diharapkan sanggup melayani kebutuhan siswa sesuai karakteristiknya.


Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget