Halloween Costume ideas 2015
Latest Post
Adsense ANEKA AYAM ANEKA BUBUR KOLAK ANEKA CAMILAN ANEKA DAGING ANEKA ES ANEKA GORENGAN ANEKA IKAN SEAFOOD ANEKA JAJANAN ANEKA KUE ANEKA KUE BASAH ANEKA KUE KERING ANEKA MAKANAN BAYI ANEKA MIE PASTA ANEKA MINUMAN ANEKA NASI ANEKA PUDING ANEKA ROTI ANEKA SAMBAL ANEKA SAYUR MAYUR ANEKA SUP SOTO ANEKA TAHU TEMPE ANEKA TELUR Bahasa Indonesia baju Blogging Catatan Guru SD Cerpen Css/Javascript Designs harga souvenir pernikahan murah bekasi harga souvenir pernikahan murah bogor harga souvenir pernikahan murah depok harga souvenir pernikahan murah jakarta harga souvenir pernikahan murah tangerang How To Informasi Informasi Pendidikan Informasi Umum Internet IPA jual souvenir pernikahan berkualitas bali jual souvenir pernikahan berkualitas bandung jual souvenir pernikahan berkualitas banjarmasin jual souvenir pernikahan berkualitas batam jual souvenir pernikahan berkualitas bekasi jual souvenir pernikahan berkualitas bogor jual souvenir pernikahan berkualitas depok jual souvenir pernikahan berkualitas jakarta jual souvenir pernikahan berkualitas medan jual souvenir pernikahan berkualitas palembang jual souvenir pernikahan berkualitas tangerang jual souvenir pernikahan lucu bali jual souvenir pernikahan lucu bandung jual souvenir pernikahan lucu banjarmasin jual souvenir pernikahan lucu batam jual souvenir pernikahan lucu bekasi jual souvenir pernikahan lucu bogor jual souvenir pernikahan lucu depok jual souvenir pernikahan lucu jakarta jual souvenir pernikahan lucu medan jual souvenir pernikahan lucu palembang jual souvenir pernikahan lucu tangerang jual souvenir pernikahan murah bali jual souvenir pernikahan murah bandung jual souvenir pernikahan murah banjarmasin jual souvenir pernikahan murah batam jual souvenir pernikahan murah bekasi jual souvenir pernikahan murah bogor jual souvenir pernikahan murah depok jual souvenir pernikahan murah medan jual souvenir pernikahan murah palembang jual souvenir pernikahan murah tangerang jual souvenir pernikahan rekomended bali jual souvenir pernikahan rekomended bandung jual souvenir pernikahan rekomended banjarmasin jual souvenir pernikahan rekomended batam jual souvenir pernikahan rekomended bekasi jual souvenir pernikahan rekomended bogor jual souvenir pernikahan rekomended depok jual souvenir pernikahan rekomended jakarta jual souvenir pernikahan rekomended medan jual souvenir pernikahan rekomended palembang jual souvenir pernikahan rekomended tangerang jual souvenir pernikahan terlaris bali jual souvenir pernikahan terlaris bandung jual souvenir pernikahan terlaris banjarmasin jual souvenir pernikahan terlaris batam jual souvenir pernikahan terlaris bekasi jual souvenir pernikahan terlaris bogor jual souvenir pernikahan terlaris depok jual souvenir pernikahan terlaris jakarta jual souvenir pernikahan terlaris medan jual souvenir pernikahan terlaris palembang jual souvenir pernikahan terlaris tangerang jual souvenir pernikahan termurah bali jual souvenir pernikahan termurah bandung jual souvenir pernikahan termurah banjarmasin jual souvenir pernikahan termurah batam jual souvenir pernikahan termurah bekasi jual souvenir pernikahan termurah bogor jual souvenir pernikahan termurah depok jual souvenir pernikahan termurah medan jual souvenir pernikahan termurah palembang jual souvenir pernikahan termurah tangerang jual souvenir pernikahan terpercaya bali jual souvenir pernikahan terpercaya bandung jual souvenir pernikahan terpercaya banjarmasin jual souvenir pernikahan terpercaya batam jual souvenir pernikahan terpercaya bekasi jual souvenir pernikahan terpercaya bogor jual souvenir pernikahan terpercaya depok jual souvenir pernikahan terpercaya jakarta jual souvenir pernikahan terpercaya medan jual souvenir pernikahan terpercaya palembang jual souvenir pernikahan terpercaya tangerang jual souvenir pernikahan unik bali jual souvenir pernikahan unik bandung jual souvenir pernikahan unik banjarmasin jual souvenir pernikahan unik batam jual souvenir pernikahan unik bekasi jual souvenir pernikahan unik bogor jual souvenir pernikahan unik depok jual souvenir pernikahan unik jakarta jual souvenir pernikahan unik medan jual souvenir pernikahan unik palembang jual souvenir pernikahan unik tangerang Kisi-kisi Soal Komputer Label Based Sitemap Themes lainnya Matematika Materi Ajar Multimedia Opini Otak-atik Blog Pages Pedagogis Pendidikan Posts SEO Settings Sitemap Themes Tips TIPS DAN INFO Tools Tutorial Tutorial Ms. Excel Tutorial Print Widgets

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Arus pulang kampung biasanya terjadi  menjelang lebaran dan liburan sekolah. Itu terjadi beberapa tahun terakhir yang memang alamanak hijriah dan masehi jatuh pada animo musim kenaikan atau kelulusan sekolah.

 Itu terjadi beberapa tahun terakhir yang memang alamanak hijriah dan masehi jatuh pada mu Antara Arus Mudik dan Balik, Manakah Jumlah Terbanyaknya?


Mudik merupaka even wajib bagi pekerja di kota kota besar, terutama Jakarta dan sekitarnya, untuk berjumpa dengan sanak saudara di kampung halaman. Lama pulang kampung biasanya lebih dari 3 atau 4 hari. Kadang lebih pendek atau lebih panjang dari itu. Tapi yang jelas, adanya libur tersebut benar-benar harus dimanfaatkan untuk saling bertemu saudara dan teman usang di kampung.

Baik pulang kampung maupun balik akan tampak di seoanjang jalanan. Banyak arak-arakan motor dan kendaraan beroda empat seperti tak pernah putus. Bahkan untuk menyebrang jalan pun, hampir susah. Jumlahnya diperkirakan akan memuncak ketika masa kerja mulai meliburkan pegawainya.

Namun, mengetahui jumlah niscaya tiap tahunnya akan berbeda. Bisa jadi dalan satu tahhn jumlah pemudik dan pebalik akan berbeda. Mengingat beberapa faktor yang menyebabkan jumlah itu meningkat dan menurun.

Di bawah ini beberapa faktor yang sanggup membedakan jumlah pemudik dan pebalik dari tahun ke tahun. Di antaranya:

1. Jumlah lulusan produktif meningkat

Tidak sanggup dipungkiri beberapa tahun terakhir aktivitas kelulusan selalu berdekatan dengan aktivitas mudik. Angkatan lulusan gres akan mengejar kota-kota besar demi mendapat pekerjaan sesuai ijazah yang ia tempuh. Alhasil, pemudik akan kalah jumlah dengan jumlah yang balik.

Berbeda dengan yang memang sudah bekerja. Mereka akan sempurna sehari sebelum masuk kerja. Dan itu sanggup menjadi alasan pemerintah dalam menentukan puncak arus balik.

2. Krisis Moneter

Indonesia pernah mengalami krisis moneter pada awal-awal masa reformasi. Banyak perusahan tetapkan relasi kerja karyawannya guna mengurangi beban produksi perusahaan. Mantan karyawan ini kebanyakan pulang kampung untuk sementara waktu dan mungkin memghilangkan sakitnya kehilanagan pekerjaan.

Tidak jauh berbeda dengan karyawan suatu perusahaan. Pedagang atau mereka yang sudah memilki perjuangan berdikari pun mengalami imbas yang sama dengan para karyawan. Pedagang banyak yang melarat karena banyak sebab. Salah satunya sanggup disebabkan  harga biaya atau modal melambung tinggi. Sementara daya jual masyarakat kota sedikit mengurangi pengeluaran.

Namun, krisis moneter tidak menyentuh jumlah arus pulang kampung dan balik secara langsung. Melainkan kalau krisis tersebut mendekati lebaran atau masa liburan.

3. Lama Libur Sebelum dan Sesudah Lebaran

Beberapa hari terakhir, ada media daring menyebutkan bahwa arus pulang kampung tahun ini terbilang lancar. Kemacetan panjang yang biasa terjadi ketika pulang kampung sanggup diuraikan.

Saya sendiri tidak tahu pasti, tapi yang terang pulang kampung atau balik sering terjadi kemacetan pada satu waktu-waktu. Dan itu berbagai penyebabnya.

Mudik biasanya mulai membeludak ketika masa cuti kerja ketika berlebaran mulai. Biasanya pada hari terakhir kerja, mereka akaan bergegas ke kampung halaman.

Waktu masuk kerja juga menjadi penyebab membludaknya arus balik. Keinginan berlama-lama berkumpul bersama keluarga sering melatarbelakangi alasan menentukan hari kapan kembali ke kawasan kerja.

Arus pulang kampung biasanya terjadi  menjelang lebaran dan liburan sekolah. Itu terjadi beberapa tahun terakhir yang memang alamanak hijriah dan masehi jatuh pada animo musim kenaikan atau kelulusan sekolah.

 Itu terjadi beberapa tahun terakhir yang memang alamanak hijriah dan masehi jatuh pada mu Antara Arus Mudik dan Balik, Manakah Jumlah Terbanyaknya?


Mudik merupaka even wajib bagi pekerja di kota kota besar, terutama Jakarta dan sekitarnya, untuk berjumpa dengan sanak saudara di kampung halaman. Lama pulang kampung biasanya lebih dari 3 atau 4 hari. Kadang lebih pendek atau lebih panjang dari itu. Tapi yang jelas, adanya libur tersebut benar-benar harus dimanfaatkan untuk saling bertemu saudara dan teman usang di kampung.

Baik pulang kampung maupun balik akan tampak di seoanjang jalanan. Banyak arak-arakan motor dan kendaraan beroda empat seperti tak pernah putus. Bahkan untuk menyebrang jalan pun, hampir susah. Jumlahnya diperkirakan akan memuncak ketika masa kerja mulai meliburkan pegawainya.

Namun, mengetahui jumlah niscaya tiap tahunnya akan berbeda. Bisa jadi dalan satu tahhn jumlah pemudik dan pebalik akan berbeda. Mengingat beberapa faktor yang menyebabkan jumlah itu meningkat dan menurun.

Di bawah ini beberapa faktor yang sanggup membedakan jumlah pemudik dan pebalik dari tahun ke tahun. Di antaranya:

1. Jumlah lulusan produktif meningkat

Tidak sanggup dipungkiri beberapa tahun terakhir aktivitas kelulusan selalu berdekatan dengan aktivitas mudik. Angkatan lulusan gres akan mengejar kota-kota besar demi mendapat pekerjaan sesuai ijazah yang ia tempuh. Alhasil, pemudik akan kalah jumlah dengan jumlah yang balik.

Berbeda dengan yang memang sudah bekerja. Mereka akan sempurna sehari sebelum masuk kerja. Dan itu sanggup menjadi alasan pemerintah dalam menentukan puncak arus balik.

2. Krisis Moneter

Indonesia pernah mengalami krisis moneter pada awal-awal masa reformasi. Banyak perusahan tetapkan relasi kerja karyawannya guna mengurangi beban produksi perusahaan. Mantan karyawan ini kebanyakan pulang kampung untuk sementara waktu dan mungkin memghilangkan sakitnya kehilanagan pekerjaan.

Tidak jauh berbeda dengan karyawan suatu perusahaan. Pedagang atau mereka yang sudah memilki perjuangan berdikari pun mengalami imbas yang sama dengan para karyawan. Pedagang banyak yang melarat karena banyak sebab. Salah satunya sanggup disebabkan  harga biaya atau modal melambung tinggi. Sementara daya jual masyarakat kota sedikit mengurangi pengeluaran.

Namun, krisis moneter tidak menyentuh jumlah arus pulang kampung dan balik secara langsung. Melainkan kalau krisis tersebut mendekati lebaran atau masa liburan.

3. Lama Libur Sebelum dan Sesudah Lebaran

Beberapa hari terakhir, ada media daring menyebutkan bahwa arus pulang kampung tahun ini terbilang lancar. Kemacetan panjang yang biasa terjadi ketika pulang kampung sanggup diuraikan.

Saya sendiri tidak tahu pasti, tapi yang terang pulang kampung atau balik sering terjadi kemacetan pada satu waktu-waktu. Dan itu berbagai penyebabnya.

Mudik biasanya mulai membeludak ketika masa cuti kerja ketika berlebaran mulai. Biasanya pada hari terakhir kerja, mereka akaan bergegas ke kampung halaman.

Waktu masuk kerja juga menjadi penyebab membludaknya arus balik. Keinginan berlama-lama berkumpul bersama keluarga sering melatarbelakangi alasan menentukan hari kapan kembali ke kawasan kerja.



Malas atau istilah kekiniannya 'mager', malas gerak, sering melanda setiap orang. Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginannya terwujud. Sayangnya, rasa malas sudah merupakan pilihan bagi pelaku lantaran sudah berada dalam zona nyaman.

Bukan siapa-siapa, saya sendiri sering mengalami fase malas ini. Berasa pada zona nyaman sering terbuai dan otak berpikir bahwa apa yang sedang dikerjakan dikala ini lebih mengasyikan dibandingkan dengan pekerjaan yang terbayang menumpuknya.

 Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginann Alasan Mengapa Orang Malas


Rasa malas merupakan kegiatan psikologis seseorang dimana syaraf/otak kita merespon kenyamanan lebih penting daripada apa-apa yang dianggap penting dan seharusnya dilakukan. Hal ini sejalan dengan definisi yang dikemukakan oleh seorang motivator sekaligus penulis produktif best seller "RESEP CESPLENG MENULIS BUKU BESTSELLER", Edy Zaques. Beliau menyampaikan bahwa rasa malas ialah keengganan seseorang untuk melaksanakan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya ia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas ialah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dll.

Sudah terperinci bahwa malas merupakan sikap negatif yang merugikan. Pasalnya, ini akan menghambat bahkan menghalangi produktivitas seseorang dalam bekerja. Kita semua niscaya mencicipi imbas dari malas ini. Kegagalan yang kita alami salah satunya akhir dari rasa malas.
Namun tidak sedikit kegagalan itu lantaran faktor keberuntungan. Akan tetapi, faktor keberuntungan dengan faktor kemalasan akan memperlihatkan imbas 'kaduhung'/menyesal yang berbeda. Jika lantaran keberuntungan, maka orang tersebut akan menerimanya lantaran faktor yang disebabkan di luar darinya. Jika lantaran kemalasan ini akan menghukum diri secara psikologis mengapa seharusnya kita dilarang malas.

Nah, untuk mengetahui alasan lebih lanjut mengapa seseorang berperilaku malas, berikut saya rangkum beberapa alasannya.

1. Faktor Kecerdasan Afektif yang salah

Setiap orang mempunyai tiga kecerdasan utama dalam dirinya. Yaitu kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotor. Afek kognitif berkaitan dengan kecerdasan berpikir seseorang. Afektif berkaitan dengan pengolahan perasaan seseorang. Sedangkan psikomotor berkaitan dengan keterampilan seseorang.

Hubungan rasa malas dengan kecerdasan afektif ialah lantaran faktor rasa nyaman yang menghinggapinya. Sebagaimana yang saya sebutkan tadi, perasaan nyaman pada sikap malas ini lebih mengalahkan kecerdasan bernalarnya dalam mempertimbangkan imbas negatif dari malas. Si pemalas akan lebih menentukan kenyamanan dengan sikap malasnya dibanding dengan pikirannya bahwa malas itu mempunyai dampak negatif di kemudian hari.

Perlu diketahui bahwa dalam ranah afektif terdapat beberapa aspek yang melingkupinya. Yaitu:

a. Receiveing (penerimaan)
b. Responding (Respon)
c. Valuing (penilaian)
d. Organization (pengorganisasian)
e. Characterization (karakter)

Kelima aspek tersebut sanggup dipersingkat dengan 3 aspek yaitu minat, sikap, dan nilai.

Penjelasannya ibarat ini:

Ketika seseorang dalam fase malas akan mendapatkan 'kenyamanan' untuk tidak melaksanakan apapun. Kenyamanan ini ia terima sebagai perasaan yang menyenangkan (zona nyaman) dalam perasaan. Penerimaan (Recieving) ini menjadikan penyadaran (awareness) yang salah dimana akan sikap atau sikap kita merespon (responding) untuk menolak logika (pikiran) bahwa malas itu bergotong-royong akan merugikan dirinya.

Setelah merespon kenyamanan yang salah tersebut, pelaku akan menilai dengan segudang alasan bahwa pekerjaan yang seharusnya dilakukan itu akan mempunyai toleransi. Maksudnya, ia akan bisa beralasan bahwa pekerjaan yang seharusnya dilakukan dikala ini sanggup dikerjakan nanti. Penilaian ini justru akan menjadikan kekacauan dalam kerangka berpikirnya kelak. Setelah Pengorganisasian (organization) perasaan ketika ia melaksanakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan jauh-jauh hari dengan pekerjaan dikala itu juga. Pelaku akan merasa terpaksa untuk melakukannya padahal itu merupakan sesuatu yang semesti dilakukannya.

Belum lagi ketika pelaku kemalasan telah mengalami ambang batas kesadarannya. Ketika kegagalan itu ia alami sebagai suatu konsekuensi dari penerimaan zona nyaman. Hal itu akan menjadikan huruf negatif yang terus terbentuk pada diri seseorang.

2. Faktor biologis

Banyak yang tidak menyadari bahwa faktor biologis juga mensugesti seseorang mengalami rasa malas. Kelelahan, banyak mengkonsumsi makanan, serta sistem syaraf (otak) yang meliputinya pun turut menjadi faktor ini.

Kelelahan mungkin bisa diterima ketika seseorang merasa malas untuk melaksanakan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Kondisi dimana sesorang tidak mempunyai tenaga dan merasa lemas untuk beraktifitas akan menjadikan rasa malas. Sayangnya, rasa malas itu merupakan suatu tindakan negatif dimana kondisi dalam keadaan sehat atau tidak menglami gangguan apapun. Sehingga, faktor kelelahan tersebut masih belum bisa dikategorikan sebagai alasan utama rasa malas.

Kemudian kondisi dimana seseorang merasa kekenyangan. Dimana sikap malas akhir rasa malas ini menciptakan kondisi badan merasa perlu untuk mengistirahatkan sebagaian tubuhnya untuk membiarkan badan memproses masakan menjadi sumber tenaga. Dan ini masih bisa tertolerir sebagai suatu yang bukan alasan khusus yang menjadikan kemalasan.

Alasan mengapa saya memasukan sebagai alasan mengapa faktor biologis sebagai alasan kemalasan seseorang ialah lantaran faktor pencegahannya. Kita harus bisa mencegah badan kita semoga malas sekaligus menghindari masakan berlebih semoga tidak terjangkiti rasa malas.

Dalam kitab Ta'lim Muta'alim, ada panduan dimana masakan berlebih memang menjadi faktor utama sebagai kemalasan dalam beribadah. Beberapa kitab kuning menyebutkan bahwa kekenyangan akan menciptakan orang malas untuk beribadah. Di sinilah alasan ini dibentuk lantaran faktor biologis juga mensugesti sikap malas itu sendiri.

Belum lagi, beberapa evaluasi menyebutkan bahwa kemalasan seseorang sanggup terdeteksi oleh peneliti di bidang kedokteran. Melalui alat MRI (Magnetic Resonance Imaging). Para peneliti telah melaksanakan pemindaian dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk meneliti motivasi dan rasa malas. Hasil scan memperlihatkan bahwa ketika orang memutuskan untuk melaksanakan sesuatu, korteks pra-motor pada otaknya cenderung menyala sesaat sebelum titik lain di otak yang mengendalikan gerakan menjadi aktif.


 Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginann Alasan Mengapa Orang Malas


Namun pada orang yang malas, korteks pra-motor ini justru tidak menyala lantaran koneksinya terputus. Peneliti menduga bahwa koneksi otak yang menghubungkan “keputusan untuk melaksanakan sesuatu” menjadi tindakan aktual menjadi kurang efektif pada orang yang malas. Akibatnya, otak mereka harus melaksanakan upaya yang lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil otak menjadi tindakan agresi yang nyata.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cerebral Cortex pada tahun 2012 menemukan bahwa tingkat dopamin di otak juga sanggup berdampak pada motivasi seseorang dalam melaksanakan sesuatu. Tingkat dopamin akan memperlihatkan dampak yang berbeda di aneka macam area otak. Peneliti menemukan bahwa para pekerja keras mempunyai dopamin paling banyak di dua area otak yang memainkan kiprah penting dalam penghargaan dan motivasi; namun mempunyai tingkat dopamin yang rendah di insula anterior, wilayah yang terkait dengan penurunan motivasi dan persepsi. (sumber: https://www.msn.com/id-id/gayahidup/hidup-pintar/rasa-malas-ternyata-disebabkan-gangguan-di-otak-bagaimana-mengatasinya/ar-AApB4qA)

Jadi jelaslah faktor biologis juga sanggup mensugesti kemalasan seseorang

3. Kecerdasan spritual seseorang (Lemah dogma atau dalam keadaan futur)

Selain pengklasifikasian ketiga kecerdasan di atas, kecerdasan juga sanggup dikelompokkan menjadi tiga yaiut IQ (Intelectual Quostiont), EQ (Emotional Quotiont), dan SQ (Spiritual Quotiont). Ketiga kecerdasan di sini yang akan saya bahas ialah SQ.


 Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginann Alasan Mengapa Orang Malas


Menurut Danah Zohar dan Ian Marshall, Kecerdasan Spiritual sesuatu yang kita akai untuk berbagi kemampuan dan kerinduan kita akan makna, visi, dan nilai. Kecerdasan ini memungkinkan kita untuk bermimpi dan berjuang. Dia mendasari hal-hal yang kita percayai dan kiprah yang dimainkan oleh kepercayaan maupun nilai-nilai dalam tindakan yang kita ambil.

Kecerdasan sosial berkaitan dengan keyakinan. Orang malas mempunyai tingkat keimanan yang rendah dimana ia akan melalaikan kewajiban sebagai perangkat keimanan. Agama mengatur umatnya untuk selalu berbuat baik bagi kehidupannya. Dengan meyakini dan mengimani segala perintah dan laranganNya maka segala sifat malas berusaha akan selalu dihindarinya.

Orang malas sering tidak mengetahui makna hidupnya. Sebab yang ia lakukan belum mempunyai arti apa-apapun bagi kehidupannya.

Ada dongeng menarik ketika Einstein ditanya, pertanyaan apa yang akan ia olok-olokan kepada Tuhan kalau ia sanggup bertanya. Einstein menjawab, "Bagaimana awal mula jagad raya ini? Karena segala sesuatu sesudahnya hanya problem Matematika." Tetapi, setelah berpikir sesaat. Einstein mengubah pikirannya kemudian bilang, "Bukan itu. Saya yang akan bertanya, 'Kenapa dunia ini diciptakan?' Karena dengan demikian saya akan mengetahui makna hidup saya sendiri."

Bayangkan, seorang Einstein yang mempunyai IQ tinggi saja masih memikirkan makna hidupnya.

Sebenarnya masih banyak faktor-faktor yang menciptakan malas seseorang. Namun, apapun alasan faktornya kemalasan tetaplah sikap atau sikap negatif yang dilarang tertolerir.





Malas atau istilah kekiniannya 'mager', malas gerak, sering melanda setiap orang. Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginannya terwujud. Sayangnya, rasa malas sudah merupakan pilihan bagi pelaku lantaran sudah berada dalam zona nyaman.

Bukan siapa-siapa, saya sendiri sering mengalami fase malas ini. Berasa pada zona nyaman sering terbuai dan otak berpikir bahwa apa yang sedang dikerjakan dikala ini lebih mengasyikan dibandingkan dengan pekerjaan yang terbayang menumpuknya.

 Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginann Alasan Mengapa Orang Malas


Rasa malas merupakan kegiatan psikologis seseorang dimana syaraf/otak kita merespon kenyamanan lebih penting daripada apa-apa yang dianggap penting dan seharusnya dilakukan. Hal ini sejalan dengan definisi yang dikemukakan oleh seorang motivator sekaligus penulis produktif best seller "RESEP CESPLENG MENULIS BUKU BESTSELLER", Edy Zaques. Beliau menyampaikan bahwa rasa malas ialah keengganan seseorang untuk melaksanakan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya ia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas ialah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dll.

Sudah terperinci bahwa malas merupakan sikap negatif yang merugikan. Pasalnya, ini akan menghambat bahkan menghalangi produktivitas seseorang dalam bekerja. Kita semua niscaya mencicipi imbas dari malas ini. Kegagalan yang kita alami salah satunya akhir dari rasa malas.
Namun tidak sedikit kegagalan itu lantaran faktor keberuntungan. Akan tetapi, faktor keberuntungan dengan faktor kemalasan akan memperlihatkan imbas 'kaduhung'/menyesal yang berbeda. Jika lantaran keberuntungan, maka orang tersebut akan menerimanya lantaran faktor yang disebabkan di luar darinya. Jika lantaran kemalasan ini akan menghukum diri secara psikologis mengapa seharusnya kita dilarang malas.

Nah, untuk mengetahui alasan lebih lanjut mengapa seseorang berperilaku malas, berikut saya rangkum beberapa alasannya.

1. Faktor Kecerdasan Afektif yang salah

Setiap orang mempunyai tiga kecerdasan utama dalam dirinya. Yaitu kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotor. Afek kognitif berkaitan dengan kecerdasan berpikir seseorang. Afektif berkaitan dengan pengolahan perasaan seseorang. Sedangkan psikomotor berkaitan dengan keterampilan seseorang.

Hubungan rasa malas dengan kecerdasan afektif ialah lantaran faktor rasa nyaman yang menghinggapinya. Sebagaimana yang saya sebutkan tadi, perasaan nyaman pada sikap malas ini lebih mengalahkan kecerdasan bernalarnya dalam mempertimbangkan imbas negatif dari malas. Si pemalas akan lebih menentukan kenyamanan dengan sikap malasnya dibanding dengan pikirannya bahwa malas itu mempunyai dampak negatif di kemudian hari.

Perlu diketahui bahwa dalam ranah afektif terdapat beberapa aspek yang melingkupinya. Yaitu:

a. Receiveing (penerimaan)
b. Responding (Respon)
c. Valuing (penilaian)
d. Organization (pengorganisasian)
e. Characterization (karakter)

Kelima aspek tersebut sanggup dipersingkat dengan 3 aspek yaitu minat, sikap, dan nilai.

Penjelasannya ibarat ini:

Ketika seseorang dalam fase malas akan mendapatkan 'kenyamanan' untuk tidak melaksanakan apapun. Kenyamanan ini ia terima sebagai perasaan yang menyenangkan (zona nyaman) dalam perasaan. Penerimaan (Recieving) ini menjadikan penyadaran (awareness) yang salah dimana akan sikap atau sikap kita merespon (responding) untuk menolak logika (pikiran) bahwa malas itu bergotong-royong akan merugikan dirinya.

Setelah merespon kenyamanan yang salah tersebut, pelaku akan menilai dengan segudang alasan bahwa pekerjaan yang seharusnya dilakukan itu akan mempunyai toleransi. Maksudnya, ia akan bisa beralasan bahwa pekerjaan yang seharusnya dilakukan dikala ini sanggup dikerjakan nanti. Penilaian ini justru akan menjadikan kekacauan dalam kerangka berpikirnya kelak. Setelah Pengorganisasian (organization) perasaan ketika ia melaksanakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan jauh-jauh hari dengan pekerjaan dikala itu juga. Pelaku akan merasa terpaksa untuk melakukannya padahal itu merupakan sesuatu yang semesti dilakukannya.

Belum lagi ketika pelaku kemalasan telah mengalami ambang batas kesadarannya. Ketika kegagalan itu ia alami sebagai suatu konsekuensi dari penerimaan zona nyaman. Hal itu akan menjadikan huruf negatif yang terus terbentuk pada diri seseorang.

2. Faktor biologis

Banyak yang tidak menyadari bahwa faktor biologis juga mensugesti seseorang mengalami rasa malas. Kelelahan, banyak mengkonsumsi makanan, serta sistem syaraf (otak) yang meliputinya pun turut menjadi faktor ini.

Kelelahan mungkin bisa diterima ketika seseorang merasa malas untuk melaksanakan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Kondisi dimana sesorang tidak mempunyai tenaga dan merasa lemas untuk beraktifitas akan menjadikan rasa malas. Sayangnya, rasa malas itu merupakan suatu tindakan negatif dimana kondisi dalam keadaan sehat atau tidak menglami gangguan apapun. Sehingga, faktor kelelahan tersebut masih belum bisa dikategorikan sebagai alasan utama rasa malas.

Kemudian kondisi dimana seseorang merasa kekenyangan. Dimana sikap malas akhir rasa malas ini menciptakan kondisi badan merasa perlu untuk mengistirahatkan sebagaian tubuhnya untuk membiarkan badan memproses masakan menjadi sumber tenaga. Dan ini masih bisa tertolerir sebagai suatu yang bukan alasan khusus yang menjadikan kemalasan.

Alasan mengapa saya memasukan sebagai alasan mengapa faktor biologis sebagai alasan kemalasan seseorang ialah lantaran faktor pencegahannya. Kita harus bisa mencegah badan kita semoga malas sekaligus menghindari masakan berlebih semoga tidak terjangkiti rasa malas.

Dalam kitab Ta'lim Muta'alim, ada panduan dimana masakan berlebih memang menjadi faktor utama sebagai kemalasan dalam beribadah. Beberapa kitab kuning menyebutkan bahwa kekenyangan akan menciptakan orang malas untuk beribadah. Di sinilah alasan ini dibentuk lantaran faktor biologis juga mensugesti sikap malas itu sendiri.

Belum lagi, beberapa evaluasi menyebutkan bahwa kemalasan seseorang sanggup terdeteksi oleh peneliti di bidang kedokteran. Melalui alat MRI (Magnetic Resonance Imaging). Para peneliti telah melaksanakan pemindaian dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk meneliti motivasi dan rasa malas. Hasil scan memperlihatkan bahwa ketika orang memutuskan untuk melaksanakan sesuatu, korteks pra-motor pada otaknya cenderung menyala sesaat sebelum titik lain di otak yang mengendalikan gerakan menjadi aktif.


 Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginann Alasan Mengapa Orang Malas


Namun pada orang yang malas, korteks pra-motor ini justru tidak menyala lantaran koneksinya terputus. Peneliti menduga bahwa koneksi otak yang menghubungkan “keputusan untuk melaksanakan sesuatu” menjadi tindakan aktual menjadi kurang efektif pada orang yang malas. Akibatnya, otak mereka harus melaksanakan upaya yang lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil otak menjadi tindakan agresi yang nyata.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cerebral Cortex pada tahun 2012 menemukan bahwa tingkat dopamin di otak juga sanggup berdampak pada motivasi seseorang dalam melaksanakan sesuatu. Tingkat dopamin akan memperlihatkan dampak yang berbeda di aneka macam area otak. Peneliti menemukan bahwa para pekerja keras mempunyai dopamin paling banyak di dua area otak yang memainkan kiprah penting dalam penghargaan dan motivasi; namun mempunyai tingkat dopamin yang rendah di insula anterior, wilayah yang terkait dengan penurunan motivasi dan persepsi. (sumber: https://www.msn.com/id-id/gayahidup/hidup-pintar/rasa-malas-ternyata-disebabkan-gangguan-di-otak-bagaimana-mengatasinya/ar-AApB4qA)

Jadi jelaslah faktor biologis juga sanggup mensugesti kemalasan seseorang

3. Kecerdasan spritual seseorang (Lemah dogma atau dalam keadaan futur)

Selain pengklasifikasian ketiga kecerdasan di atas, kecerdasan juga sanggup dikelompokkan menjadi tiga yaiut IQ (Intelectual Quostiont), EQ (Emotional Quotiont), dan SQ (Spiritual Quotiont). Ketiga kecerdasan di sini yang akan saya bahas ialah SQ.


 Pelaku bergotong-royong mengetahui betul bahwa malas itu akan menghambat tujuan dari keinginann Alasan Mengapa Orang Malas


Menurut Danah Zohar dan Ian Marshall, Kecerdasan Spiritual sesuatu yang kita akai untuk berbagi kemampuan dan kerinduan kita akan makna, visi, dan nilai. Kecerdasan ini memungkinkan kita untuk bermimpi dan berjuang. Dia mendasari hal-hal yang kita percayai dan kiprah yang dimainkan oleh kepercayaan maupun nilai-nilai dalam tindakan yang kita ambil.

Kecerdasan sosial berkaitan dengan keyakinan. Orang malas mempunyai tingkat keimanan yang rendah dimana ia akan melalaikan kewajiban sebagai perangkat keimanan. Agama mengatur umatnya untuk selalu berbuat baik bagi kehidupannya. Dengan meyakini dan mengimani segala perintah dan laranganNya maka segala sifat malas berusaha akan selalu dihindarinya.

Orang malas sering tidak mengetahui makna hidupnya. Sebab yang ia lakukan belum mempunyai arti apa-apapun bagi kehidupannya.

Ada dongeng menarik ketika Einstein ditanya, pertanyaan apa yang akan ia olok-olokan kepada Tuhan kalau ia sanggup bertanya. Einstein menjawab, "Bagaimana awal mula jagad raya ini? Karena segala sesuatu sesudahnya hanya problem Matematika." Tetapi, setelah berpikir sesaat. Einstein mengubah pikirannya kemudian bilang, "Bukan itu. Saya yang akan bertanya, 'Kenapa dunia ini diciptakan?' Karena dengan demikian saya akan mengetahui makna hidup saya sendiri."

Bayangkan, seorang Einstein yang mempunyai IQ tinggi saja masih memikirkan makna hidupnya.

Sebenarnya masih banyak faktor-faktor yang menciptakan malas seseorang. Namun, apapun alasan faktornya kemalasan tetaplah sikap atau sikap negatif yang dilarang tertolerir.



Makna kembali ke ndeso atau kampung halaman membawa kerinduan. Dari waktu yang mengeja cantik getir di tanah rantau kemudian berjumpa sanak keluarga, kerabat, dan handai taulan yang terpisah lama. Kemudian di momen lebaran semua kesan mulai membuncahkan dada.

Sebagai perantau akan bercerita perihal kelakar kehidupan kota. Gemerlap dan kemegahan kawasan mencari pemanis dunia untuk dipamerkan ke teman-teman sebaya semasanya. Kemudian menutupi segala bentuk penderitaan dengan senyuman bahwa keluar dari jeratan kampung halaman yaitu prestise klise.

Ke kampung halaman seakan-akan mengeja dendam. Membaca setiap kesempatan yang tidak pernah ada di tanah kelahiran sendiri: pekerjaan, penghasilan, hiburan, dan daya tarik negeri urban lainnya.

Kemudian ketika kembali itu seolah olah sedang merapal serapah bahwa inilah saya yang telah berhasil hidup di tanah orang, sebagai perantau. Lalu nikmatilah seduhan kopi ala ala kafe Jakarta. Bagi wargakampung seakan tersihir sendiri. Takjub dan terpersuasi ingin turut serta menjejaki petualangan di kawasan yang diaebut kota.

Masanya setipa perantau akan memahami, kampung halaman yaitu kehidupan terbaiknya. Dimana tidak akan ditemui setiap apapun mesti mengeluarkan recehan. Tidak menyerupai di kotanya.

Bayangkan, di kampungnya itu, beliau hanya berpamit kepada pemilik WC kalau ingin buang hajat. Tak usah bayar. Cukup bilang terima kasih bagi warga kampung yaitu bentuk keramahan, menyambung tali persaudaraan. 

Tidak akan kau temui di kota, dimana kau memnita bantuan, bergotong royong menyerpih jemuran padi. Berbondong menakar ke kandek kandek. Tak sedikit yang membantu, tak perlu upah. Tak perlu perjanjian kontrak kerja. Cukup setelahnya mengobrol kehidupan yang diselingi tawa.

Saat datang masa puncaknya: Lebaran. Semua perantau akan kembali pada pelukan ibu pertiwinya. Melepas rindu di masing-masing ceritanya. Dan sehabis itu akan menghimpun diri dengan kelompok semasa sebayanya. Berjanji temu dengan istilah reuni. Jangan lupa smartphone, abadikan dalam sosial media. Beri taggar, beri caption, dan tag sahabat lainnya. Maka kisah milenial perantai ndeso pun sudah menjadi warga kota seutuhnya.

Ah, perantau itu salah satunya yaitu saya sendiri. Merantau di tanah orang, mengeja kenangan, kemudian bertemu mitra yang tak pernah berjumpa. Kemudian mengabadikan sejarah dalam tumpahan cerita.

Makna kembali ke ndeso atau kampung halaman membawa kerinduan. Dari waktu yang mengeja cantik getir di tanah rantau kemudian berjumpa sanak keluarga, kerabat, dan handai taulan yang terpisah lama. Kemudian di momen lebaran semua kesan mulai membuncahkan dada.

Sebagai perantau akan bercerita perihal kelakar kehidupan kota. Gemerlap dan kemegahan kawasan mencari pemanis dunia untuk dipamerkan ke teman-teman sebaya semasanya. Kemudian menutupi segala bentuk penderitaan dengan senyuman bahwa keluar dari jeratan kampung halaman yaitu prestise klise.

Ke kampung halaman seakan-akan mengeja dendam. Membaca setiap kesempatan yang tidak pernah ada di tanah kelahiran sendiri: pekerjaan, penghasilan, hiburan, dan daya tarik negeri urban lainnya.

Kemudian ketika kembali itu seolah olah sedang merapal serapah bahwa inilah saya yang telah berhasil hidup di tanah orang, sebagai perantau. Lalu nikmatilah seduhan kopi ala ala kafe Jakarta. Bagi wargakampung seakan tersihir sendiri. Takjub dan terpersuasi ingin turut serta menjejaki petualangan di kawasan yang diaebut kota.

Masanya setipa perantau akan memahami, kampung halaman yaitu kehidupan terbaiknya. Dimana tidak akan ditemui setiap apapun mesti mengeluarkan recehan. Tidak menyerupai di kotanya.

Bayangkan, di kampungnya itu, beliau hanya berpamit kepada pemilik WC kalau ingin buang hajat. Tak usah bayar. Cukup bilang terima kasih bagi warga kampung yaitu bentuk keramahan, menyambung tali persaudaraan. 

Tidak akan kau temui di kota, dimana kau memnita bantuan, bergotong royong menyerpih jemuran padi. Berbondong menakar ke kandek kandek. Tak sedikit yang membantu, tak perlu upah. Tak perlu perjanjian kontrak kerja. Cukup setelahnya mengobrol kehidupan yang diselingi tawa.

Saat datang masa puncaknya: Lebaran. Semua perantau akan kembali pada pelukan ibu pertiwinya. Melepas rindu di masing-masing ceritanya. Dan sehabis itu akan menghimpun diri dengan kelompok semasa sebayanya. Berjanji temu dengan istilah reuni. Jangan lupa smartphone, abadikan dalam sosial media. Beri taggar, beri caption, dan tag sahabat lainnya. Maka kisah milenial perantai ndeso pun sudah menjadi warga kota seutuhnya.

Ah, perantau itu salah satunya yaitu saya sendiri. Merantau di tanah orang, mengeja kenangan, kemudian bertemu mitra yang tak pernah berjumpa. Kemudian mengabadikan sejarah dalam tumpahan cerita.

Banyak kisah yang ingin saya ungkapkan di blog saya ini. Terutama cerita-cerita ihwal saya dan kampung halaman.

Namun saya tidak akan menelanjangi kisah saya ini sampai jatuh pada pilihan curahan hati. Tidak. Saya lebih menentukan bernostalgia dengan teman-teman semasa kecil sampai remaja. Lalu dipisahkan pilihan dimana saya harus keluar meninggalkan tanah kelahiran demi satu tujuan hidup.

Hidup sebagai perantau akan selalu menjadi sentra kisah dimana masing-masing akan menyuguhkan kisah 'kesuksesan'-nya di negeri orang. Mereka akan berkelakar dari getirnya hidup serba usaha dengan bumbuan kisah urban yang menggiurkan.

Tapi itu tidak akan kalah seru. Ketika satu pertanyaan muncul tiba dari sahabat yang usang tak bertemu. Mengenai kabar kawannya itu, kemudian ada pilihan kisah yang akan dikabarkan oleh kawan-kawan yang lain. Jelas kisah itu banyak fiksinya dibandingkan realita. Sebab perantau akan selalu dianggap move on oleh orang kurang berakal dan akan tersemat sebutan 'udah jadi orang kota'.


Cerita ihwal mitra akan ada keharuan dan pujian tersendiri. Dimana kebosanan mulai menjangkiti perantau di negerinya. Kawan usang menyerupai hilang dan susah untuk saling bercengkrama ringan. Oleh lantaran urusan mereka sendiri dan tidak lagi menyerupai masa-masa dewasa dulu saat bertemu satu malam pun sanggup dilalui tanpa rasa kantuk. Semuanya selalu disuguhi kisah menarik yang tidak akan habis diceritakan dalam satu malam.

Masih ada waktu tersisa di kampung. Siasat untuk saling berjumpa mulai digalakkan. Mulai dari membentuk program temu kangen, reuni, nonton bareng, dan lain-lain modusnya. Berharap pada liburan lebaran ini akan tetap terjaga silaturahminya. Akan tetapi, kadang itu musykil dilakukan.

Banyak faktor yang tidak sanggup diwujudkan. Selain tadi persoalan urusan masing-masing, berjunoa dengan mitra kampung masih terlalu kurang berakal dan belum sementereng pertemuan-pertemuan mitra kota.

Entahlah ... apa itu hanya pendapatku atau memang Anda juga mengalaminya. Yang jelas, kisah pulang kampung dari kampung akan selalu melulu begitu saja.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget