Halloween Costume ideas 2015
Latest Post
Adsense ANEKA AYAM ANEKA BUBUR KOLAK ANEKA CAMILAN ANEKA DAGING ANEKA ES ANEKA GORENGAN ANEKA IKAN SEAFOOD ANEKA JAJANAN ANEKA KUE ANEKA KUE BASAH ANEKA KUE KERING ANEKA MAKANAN BAYI ANEKA MIE PASTA ANEKA MINUMAN ANEKA NASI ANEKA PUDING ANEKA ROTI ANEKA SAMBAL ANEKA SAYUR MAYUR ANEKA SUP SOTO ANEKA TAHU TEMPE ANEKA TELUR Bahasa Indonesia baju Blogging Catatan Guru SD Cerpen Css/Javascript Designs harga souvenir pernikahan murah bekasi harga souvenir pernikahan murah bogor harga souvenir pernikahan murah depok harga souvenir pernikahan murah jakarta harga souvenir pernikahan murah tangerang How To Informasi Informasi Pendidikan Informasi Umum Internet IPA jual souvenir pernikahan berkualitas bali jual souvenir pernikahan berkualitas bandung jual souvenir pernikahan berkualitas banjarmasin jual souvenir pernikahan berkualitas batam jual souvenir pernikahan berkualitas bekasi jual souvenir pernikahan berkualitas bogor jual souvenir pernikahan berkualitas depok jual souvenir pernikahan berkualitas jakarta jual souvenir pernikahan berkualitas medan jual souvenir pernikahan berkualitas palembang jual souvenir pernikahan berkualitas tangerang jual souvenir pernikahan lucu bali jual souvenir pernikahan lucu bandung jual souvenir pernikahan lucu banjarmasin jual souvenir pernikahan lucu batam jual souvenir pernikahan lucu bekasi jual souvenir pernikahan lucu bogor jual souvenir pernikahan lucu depok jual souvenir pernikahan lucu jakarta jual souvenir pernikahan lucu medan jual souvenir pernikahan lucu palembang jual souvenir pernikahan lucu tangerang jual souvenir pernikahan murah bali jual souvenir pernikahan murah bandung jual souvenir pernikahan murah banjarmasin jual souvenir pernikahan murah batam jual souvenir pernikahan murah bekasi jual souvenir pernikahan murah bogor jual souvenir pernikahan murah depok jual souvenir pernikahan murah medan jual souvenir pernikahan murah palembang jual souvenir pernikahan murah tangerang jual souvenir pernikahan rekomended bali jual souvenir pernikahan rekomended bandung jual souvenir pernikahan rekomended banjarmasin jual souvenir pernikahan rekomended batam jual souvenir pernikahan rekomended bekasi jual souvenir pernikahan rekomended bogor jual souvenir pernikahan rekomended depok jual souvenir pernikahan rekomended jakarta jual souvenir pernikahan rekomended medan jual souvenir pernikahan rekomended palembang jual souvenir pernikahan rekomended tangerang jual souvenir pernikahan terlaris bali jual souvenir pernikahan terlaris bandung jual souvenir pernikahan terlaris banjarmasin jual souvenir pernikahan terlaris batam jual souvenir pernikahan terlaris bekasi jual souvenir pernikahan terlaris bogor jual souvenir pernikahan terlaris depok jual souvenir pernikahan terlaris jakarta jual souvenir pernikahan terlaris medan jual souvenir pernikahan terlaris palembang jual souvenir pernikahan terlaris tangerang jual souvenir pernikahan termurah bali jual souvenir pernikahan termurah bandung jual souvenir pernikahan termurah banjarmasin jual souvenir pernikahan termurah batam jual souvenir pernikahan termurah bekasi jual souvenir pernikahan termurah bogor jual souvenir pernikahan termurah depok jual souvenir pernikahan termurah medan jual souvenir pernikahan termurah palembang jual souvenir pernikahan termurah tangerang jual souvenir pernikahan terpercaya bali jual souvenir pernikahan terpercaya bandung jual souvenir pernikahan terpercaya banjarmasin jual souvenir pernikahan terpercaya batam jual souvenir pernikahan terpercaya bekasi jual souvenir pernikahan terpercaya bogor jual souvenir pernikahan terpercaya depok jual souvenir pernikahan terpercaya jakarta jual souvenir pernikahan terpercaya medan jual souvenir pernikahan terpercaya palembang jual souvenir pernikahan terpercaya tangerang jual souvenir pernikahan unik bali jual souvenir pernikahan unik bandung jual souvenir pernikahan unik banjarmasin jual souvenir pernikahan unik batam jual souvenir pernikahan unik bekasi jual souvenir pernikahan unik bogor jual souvenir pernikahan unik depok jual souvenir pernikahan unik jakarta jual souvenir pernikahan unik medan jual souvenir pernikahan unik palembang jual souvenir pernikahan unik tangerang Kisi-kisi Soal Komputer Label Based Sitemap Themes lainnya Matematika Materi Ajar Multimedia Opini Otak-atik Blog Pages Pedagogis Pendidikan Posts SEO Settings Sitemap Themes Tips TIPS DAN INFO Tools Tutorial Tutorial Ms. Excel Tutorial Print Widgets

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Assalamualaikum, Kawan Blogger ....

Gimana kabarnya hari ini, hehehe... usang saya tidak mengupate goresan pena di blog ini. Kalau boleh beralasan saya lagi banyak kiprah lain yang menyita waktu. Meski bekerjsama alasan apapun tidak bisa dijadikan untuk bolos membuatkan informasi. Iya kan?

Nah, kali ini saya mencoba untuk membuatkan bagaimana menciptakan Laporan Pengembangan diri terutama bagi mereka yang akan naik pangkat ke golongan III B (Penata Muda Tingkat 1). Bagian ini merupakan kepingan dari Part II.

Berikut ulasannya:

Contoh Laporan Pengembangan Diri

 usang saya tidak mengupate goresan pena di blog ini Contoh Laporan Pengembangan Diri untuk Kenaikan Pangkat

Penulis telah mengikuti kegiatan pengembangan diri melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
  1. Workshop KKG/Kelompok Kerja Guru SD se-Kota Depok perihal Pendidikan Inklusi
  2. Pembekalan Instruktur Nasional  (IN) Baru Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Jenjang SD Kelas Tinggi
  3. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Tatap Muka
  4. Pengembangan Kurikulum dan Penyusunan Perangakt Penilaian Tengah Semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018 Kecamatan Cipayung
  5. Penyegaran Instruktur Nasional (IN) Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan Pelatihan Jenjang SD Tahun 2018

A.    Workshop KKG/Kelompok Kerja Guru SD se-Kota Depok perihal Pendidikan Inklusi

1.    Latar Belakang

Pendidikan inklusi dikala ini tidak hanya dilakukan di sekolah-sekolah dengan penerima didiknya mempunyai kekhususan tertentu. Misalnya Sekolah Luar Biasa yang merupakan sekolah berkebutuhan khusus. Paradigma masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus dianggap gambaran negatif sehingga masyarakat menyekolahkan anaknya tersebut di sekolah-sekolah umum. Padahal, anak dengan kebutuhan khusus ini memiliiki penanganan yang sedikit berbeda dengan penanganan anak pada umumnya.

2.    Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan Workshop KKG Guru tersebut adalah”
a.    Memberikan dan mengembangkan kinerja KKG di tingkat kecamatan semoga sanggup mengimplementasikan Pendidikan Inklusi
b.    Sekolah sanggup menerapkan kurikulum modifikasi dan akomodatif bagi penerima didik inklusi
c.    Setiap anggota KKG, baik itu guru maupun tenaga pendidikan lainnya memahami pendidikan inklusif

3.    Pelaksanaan

Pelaksanaan Workshop KKG (Kelompok Kerja Guru) se-Kota Depok dilaksanakan pada:
Hari/tanggal        :   19 hingga 21 Desember 2016
Tempat                :   Pusdiklat Graha Insan Cita
                                Jl. Prof Lafran Pane, Sugutamu, Bhakti Jaya, Sukmajaya- Depok

4.    Uraian Materi

Dalam pelaksanaannya, workshop KKG (Kelompok Kerja Guru) SD se-Kota Depok dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut. Adapun kegiatannya adalah:
a.    Pembukaan
b.    Sambutan dari Kepala Dinas yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Kabid Dikmenjur), Ibu Tatik Wijayati, S.Pd.,M.Pd. Dalam sambutannya ia memberikan bahwa pendidikan inklusi merupakan bentuk pelayanan guru terhadap siswa yang mengalami kebutuhan pendidikan khusus di sekolahnya masing-masing. Pendidikan inklusi tidak harus bersekolah di sekolah luar biasa alasannya setiap penerima didik mempunyai kesamaan hak dalam pendidikan. Oleh alasannya itu, guru wajib mempunyai kemampuan dalam mengajarkan dan mendidik penerima didik melalui pendidikan inklusi
c.    Pemaparan materi selama tiga hari dengan Materi:
  • o    Kurikulum 2013
  • o    Implementasi Pendidikan Inklusif
  • o    Kurikulum Modifikasi dan Akomodatif
  • o    Prinsip dan Perencanaan Pembelajaran (Inklusi)
  • o    Metode Pembelajaran
  • o    Penilaian dan Assesmen
  • o    Remedial Pembelajaran
  • o    Beda SKL
  • o    Penyusunan Kisi-kisi
  • o    Penyusunan Naskah Soal

5.    Tindak Lanjut

Tindak lanjut dari kegiatan ini berfokus pada sasaran guru dalam kelompok kinerja guru. Dimana KKG mempunyai kiprah dalam mengembangkan pendidikan inklusif di masing-masing sekolah.

b.    Pembekalan Instruktur Nasional  (IN) Baru Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Jenjang SD Kelas Tinggi

1.    Latar Belakang
Pada  tahun 2017,  Ditjen  GTK mengembangkan Program  Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang merupakan kelanjutan dari Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70. Program Pengembangan Keprofesian 

Berkelanjutan ini dilaksanakan berbasis komunitas guru dan tenaga kependidikan (komunitas GTK).
Pemberdayaan komunitas GTK, dalam hal ini Pusat Kegiatan Gugus/Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK)/Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), merupakan salah satu prioritas Ditjen GTK. Komunitas GTK merupakan kawan strategis Ditjen GTK dalam peningkatan kompetensi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas di daerah. Oleh alasannya itu dalam rangka pemberdayaan komunitas GTK, Ditjen GTK melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dalam hal ini Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (LPPPTK KPTK), serta Dinas Pendidikan atau instansi publik lainnya     menyelenggarakan     Program     Pengembangan     Keprofesian Berkelanjutan yang berbasis komunitas GTK
 
Penyelenggaraan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melibatkan Pemerintah serta partisipasi publik yang meliputi pemerintah daerah, asosiasi profesi, perguruan tinggi tinggi, dunia perjuangan dan dunia industri, organisasi kemasyarakatan, serta orangtua siswa. Bentuk pelibatan publik lainnya sanggup dilakukan dengan banyak sekali cara ibarat memperlihatkan proteksi bagi terselenggaranya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, baik dalam moda tatap muka, dalam jejaring (daring) murni, maupun daring kombinasi.

2.    Tujuan

a. Tujuan Umum
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan tugasnya melalui peningkatan kompetensi  baik pedagogik maupun profesional, serta mempunyai performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi penerima didiknya.
b. Tujuan Khusus
Secara khusus, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bertujuan semoga peserta:
1)    memperlihatkan kemampuan sebagai profesional dalam melakukan tugasnya sebagai guru;
2)    menguasai kompetensi pedagogik dan profesional sesuai dengan kelompok kompetensi yang dipelajari;
3)    mempunyai performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi penerima didiknya;
4)    menjadi teladan perihal ketangguhan, optimisme, dan keceriaan bagi penerima didiknya; dan
5)    mempunyai kemauan untuk terus mencar ilmu mengembangkan potensi dirinya. 

3.    Pelaksanaan

Pembekalan Instruktur Nasional Baru Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan pada:
Hari/tanggal         :   27 April hingga dengan 6 Mei 2017
Tempat        :   PPPPTK IPA – Bandung

4.    Uraian Materi

Selama pembekalan, materi yang disampaikan dalam adalah:
a.    Materi Umum
Materi Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Materi ini disampaikan oleh Bpk. Drs. Heryawan, M.S.i. Beliau memberikan bahwa pembekalan Instruktur Nasional Baru dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan alat atau sarana dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di wilayahnya masing-masing.
b.    Materi Pokok
Materi pokok ini disampaikan oleh Narasumber Nasional (NS) selaku tutor, yaitu oleh Ibu Komalasari dan Bapak Dian Nugraha. Materi-materi yang disampaikan terkait dengan materi pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, yaitu:
1)    Petunjuk Teknis Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
2)    Penguatan Pendidikan Karakter dalam Modul pengembangan keprofesian Berkelanjutan
3)    Pengembangan soal USBN
4)    Literasi TIK Pendudukan pembelajaran Daring
5)    Pendekatan andragogi
6)    Kajian dan simulasi penggunaan modul pengembangan keprofesian berkelanjutan
7)    Strategi fasilitasi kelas pada moda tatap muka, daring murni, dan daring kombinasi
5.    Tindak Lanjut
Pembekalan IN Baru dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan akan mementori kelompok guru dalam mengembangan pengembangan diri melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
 

c.    Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Tatap Muka

1.    Latar Belakang
Peningkatan kompetensi guru terkait dengan profesionalismenya, harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 perihal Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya serta Permendiknas No. 35 Tahun 2010 perihal petunjuk teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya untuk kenaikan karir dan kepangkatannya.

Tahun 2017, Ditjen GTK mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang merupakan kelanjutan dari Program Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70.
 
Penyelenggaraan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melibatkan banyak sekali macam pihak. Bentuk pelibatan dilakukan dengan banyak sekali cara ibarat memperlihatkan proteksi bagi terselenggaranya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, baik dalam moda tatap muka, dalam jejaring (daring) murni, maupun daring kombinasi. Salah satu komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini yakni Instruktur Nasional/Mentor.
 
Bentuk pelibatan Instruktur Nasional/Mentor dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini merupakan salah satu amanah ibarat yang tertuang pada Lampiran I Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Dan Tambahan Penghasilan Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah bahwa bagi guru yang menerima kiprah komplemen sebagai Instruktur Nasional untuk Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau pelaksanaan diklat kurikulum, mempunyai beban mengajar paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka per ahad untuk mata pelajaran yang diampu, sesuai dengan akta pendidik yang dimilikinya.
 
Dalam hal guru yang menerima kiprah komplemen sebagai pelatih nasional pada kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan minimal satu kali, maka guru tersebut mempunyai beban mengajar paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka per ahad untuk mata pelajaran yang diampu, sesuai dengan akta pendidik yang dimilikinya.
2.    Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini yakni membimbing dan memfasilitasi penerima pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan sehingga sanggup menjadi penerima yang aktif, mencar ilmu secara individu sesuai kebutuhan, dan juga sanggup saling membuatkan (sharing) pengetahuan/keterampilan dan pengalaman dengan penerima lainnya sehingga sanggup meningkatkan kompetensinya
3.    Pelaksanaan
a)    Peserta
Peserta yang telah mengikuti kelas Modul I   kelompok kompetensi PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL yakni sejumlah 40 orang guru
b)    Waktu Pelaksanaan dan Materi
Menjelaskan perihal waktu pelaksanaan dan materi yang diberikan. Pada kegiatan tatap muka IN-ON-IN.
c)    Waktu pelaksanaan
Kegiatan pada Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan pada modul Pedagogik dan Profesional kelompok kompetensi J dilaksanakan
IN1     :   9 - 11 September 2017
ON    :   12 – 21 September 2017
IN2    :   22 September 2017
Pola kegiatan dilaksanakan selama 60 JP yang meliputi 6 sesi ( sesi pendahuluan, 4 sesi inti dan sesi penutup)

4.    Uraian Materi
Materi  (materi  mencakup  uraian  yang  disesuaikan  dengan  struktur program)
No    Materi    JP
UMUM    4
1.    Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan    2
2.    Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)    2
POKOK    54
3.    Pendalaman Materi Pedagogik Kelompok Kompetensi I (ke-1)    9
4.    Pendalaman Materi Profesional Kelompok Kompetensi I (ke-1)    18
5.    Pendalaman Materi Pedagogik Kelompok Kompetensi J ke-1)    9
6.    Pendalaman Materi Profesional Kelompok Kompetensi J (ke-1)    18
PENUNJANG    2
7.    Tes Akhir    2
    Total    60

5.    Tindak Lanjut
Tindak lanjut dari kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Tatap Muka ini yakni tercapainya peningkatan kompetensi yang dipetakkan oleh kemendikbud sehingga ketercapaian kompetensi tercapai.


d.    Penyegaran Instruktur Nasional (IN) Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan Pelatihan Jenjang SD Tahun 2018

1.    Latar Belakang
Pada tahun 2016, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) mengembangkan kegiatan untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi guru menurut hasil UKG 2015 yang disebut dengan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dengan sasaran capaian nilai rata-rata nasional yaitu 65. Jumlah guru yang telah mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar pada tahun 2016 sebanyak 427.189 orang atau 15,82% dari 2.699.516 orang guru. Persentase partisipasi guru dalam Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar sebesar 15,82% memang belum menggambarkan populasi guru secara utuh, namun sanggup memperlihatkan sekilas gambaran mengenai hasil fasilitasi yang diberikan kepada guru dalam Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar. Program peningkatan kompetensi guru tersebut dilanjutkan pada  tahun 2017 melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. 
Rerata Hasil UKG 2015, UKG 2016 dan UKG 2017 untuk setiap jenjang pendidikan, bahwa kegiatan peningkatan kompetensi guru yang diselenggarakan oleh Ditjen GTK dalam bentuk Program Peningkatan
Kompetensi Guru Pembelajar pada tahun 2016 dan dilanjutkan dengan Program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan pada tahun 2017 memperlihatkan imbas signifikan yang ditunjukkan dengan kenaikan hasil UKG melalui tes final pada tahun 2017.
Pada tahun 2018, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Pendidikan dan Pelatihan Guru berbasis komunitas GTK. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional yang dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) bagi guru kelas, guru mapel dan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk semua jenjang pendidikan dengan rata-rata nasional yaitu 75 dan melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi guru kejuruan.
Penyelenggaraan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui
Pendidikan dan Pelatihan Guru melibatkan Pemerintah serta partisipasi publik yang meliputi pemerintah daerah, asosiasi profesi, perguruan tinggi tinggi, dunia perjuangan dan dunia industri, organisasi kemasyarakatan, serta orangtua siswa. Bentuk pelibatan publik lainnya sanggup dilakukan dengan banyak sekali cara ibarat memperlihatkan proteksi bagi terselenggaranya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui  Pendidikan dan Pelatihan Guru.
2.    Tujuan
a. Tujuan Umum
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan tugasnya melalui peningkatan kompetensi  baik pedagogik maupun profesional, serta mempunyai performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi penerima didiknya.
b. Tujuan Khusus
Secara khusus, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bertujuan semoga peserta:
1)    memperlihatkan kemampuan sebagai profesional dalam melaksanakan  tugasnya sebagai guru;
2)    menguasai kompetensi pedagogik dan profesional sesuai dengan kelompok kompetensi atau unit kompetensi yang dipelajari;
3)    mempunyai performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi penerima didiknya;
4)    menjadi teladan perihal ketangguhan, optimisme, dan keceriaan bagi  penerima didiknya;
5)    mempunyai kemauan untuk terus mencar ilmu mengembangkan potensi dirinya;
6)    meningkatkan kompetensi guru kejuruan yang memenuhi kualifikasi  sesuai Skema Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level IV;
7)    membekali guru kejuruan sehingga bisa menjadi guru yang  profesional di SMK;
8)    mempunyai akta kompetensi sesuai Skema Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level IV bagi guru kejuruan.
3.    Pelaksanaan
Penyegaran Instruktur Nasional Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan pada:
Hari/tanggal         :   23 hingga dengan 26 September 2018
Tempat        :   Brits Hotel, Karawang

4.    Uraian Materi
Selama pembekalan, materi yang disampaikan dalam adalah:
a.    Materi Umum
Materi Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Materi ini disampaikan oleh Bpk. Agus Mulyadi, M.S.i. Beliau memberikan bahwa penyegaran Instruktur Nasional  dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan alat atau sarana dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di wilayahnya masing-masing semoga peningkatan kualifikasi pendidikan tercapai.
b.    Materi Pokok
Materi pokok ini disampaikan oleh Narasumber Nasional (NS) selaku tutor, yaitu oleh Ibu Dewi dan Ibu Euis. Materi-materi yang disampaikan terkait dengan materi pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, yaitu:
1)    Pengembangan Pembelajaran Berorientasi Keterampilan Berpikir Atas Tinggi (High Order Tinkning Skills)
2)    Pendalaman Materi Pedagogik
3)    Pendalaman Materi Profesional
4)    Strategi Fasilitasi Pelatihan
5.    Tindak Lanjut
Penyegaran IN dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan akan mementori kelompok guru dalam mengembangan pengembangan diri melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Semua teladan kegiatan pengemabangan diri tersebut harus dibuktikan dengan adanya akta yang mendukung. Sebab akta tersebut menjadi bentuk laporan semoga evaluasi angka kredit kita valid dan terpercaya.

Demikian teladan Laporan pengembangan Diri ini, semoga bermanfaat.

Assalamualaikum, Kawan Blogger ....

Gimana kabarnya hari ini, hehehe... usang saya tidak mengupate goresan pena di blog ini. Kalau boleh beralasan saya lagi banyak kiprah lain yang menyita waktu. Meski bekerjsama alasan apapun tidak bisa dijadikan untuk bolos membuatkan informasi. Iya kan?

Nah, kali ini saya mencoba untuk membuatkan bagaimana menciptakan Laporan Pengembangan diri terutama bagi mereka yang akan naik pangkat ke golongan III B (Penata Muda Tingkat 1). Bagian ini merupakan kepingan dari Part II.

Berikut ulasannya:

Contoh Laporan Pengembangan Diri

 usang saya tidak mengupate goresan pena di blog ini Contoh Laporan Pengembangan Diri untuk Kenaikan Pangkat

Penulis telah mengikuti kegiatan pengembangan diri melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
  1. Workshop KKG/Kelompok Kerja Guru SD se-Kota Depok perihal Pendidikan Inklusi
  2. Pembekalan Instruktur Nasional  (IN) Baru Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Jenjang SD Kelas Tinggi
  3. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Tatap Muka
  4. Pengembangan Kurikulum dan Penyusunan Perangakt Penilaian Tengah Semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018 Kecamatan Cipayung
  5. Penyegaran Instruktur Nasional (IN) Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan Pelatihan Jenjang SD Tahun 2018

A.    Workshop KKG/Kelompok Kerja Guru SD se-Kota Depok perihal Pendidikan Inklusi

1.    Latar Belakang

Pendidikan inklusi dikala ini tidak hanya dilakukan di sekolah-sekolah dengan penerima didiknya mempunyai kekhususan tertentu. Misalnya Sekolah Luar Biasa yang merupakan sekolah berkebutuhan khusus. Paradigma masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus dianggap gambaran negatif sehingga masyarakat menyekolahkan anaknya tersebut di sekolah-sekolah umum. Padahal, anak dengan kebutuhan khusus ini memiliiki penanganan yang sedikit berbeda dengan penanganan anak pada umumnya.

2.    Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan Workshop KKG Guru tersebut adalah”
a.    Memberikan dan mengembangkan kinerja KKG di tingkat kecamatan semoga sanggup mengimplementasikan Pendidikan Inklusi
b.    Sekolah sanggup menerapkan kurikulum modifikasi dan akomodatif bagi penerima didik inklusi
c.    Setiap anggota KKG, baik itu guru maupun tenaga pendidikan lainnya memahami pendidikan inklusif

3.    Pelaksanaan

Pelaksanaan Workshop KKG (Kelompok Kerja Guru) se-Kota Depok dilaksanakan pada:
Hari/tanggal        :   19 hingga 21 Desember 2016
Tempat                :   Pusdiklat Graha Insan Cita
                                Jl. Prof Lafran Pane, Sugutamu, Bhakti Jaya, Sukmajaya- Depok

4.    Uraian Materi

Dalam pelaksanaannya, workshop KKG (Kelompok Kerja Guru) SD se-Kota Depok dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut. Adapun kegiatannya adalah:
a.    Pembukaan
b.    Sambutan dari Kepala Dinas yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Kabid Dikmenjur), Ibu Tatik Wijayati, S.Pd.,M.Pd. Dalam sambutannya ia memberikan bahwa pendidikan inklusi merupakan bentuk pelayanan guru terhadap siswa yang mengalami kebutuhan pendidikan khusus di sekolahnya masing-masing. Pendidikan inklusi tidak harus bersekolah di sekolah luar biasa alasannya setiap penerima didik mempunyai kesamaan hak dalam pendidikan. Oleh alasannya itu, guru wajib mempunyai kemampuan dalam mengajarkan dan mendidik penerima didik melalui pendidikan inklusi
c.    Pemaparan materi selama tiga hari dengan Materi:
  • o    Kurikulum 2013
  • o    Implementasi Pendidikan Inklusif
  • o    Kurikulum Modifikasi dan Akomodatif
  • o    Prinsip dan Perencanaan Pembelajaran (Inklusi)
  • o    Metode Pembelajaran
  • o    Penilaian dan Assesmen
  • o    Remedial Pembelajaran
  • o    Beda SKL
  • o    Penyusunan Kisi-kisi
  • o    Penyusunan Naskah Soal

5.    Tindak Lanjut

Tindak lanjut dari kegiatan ini berfokus pada sasaran guru dalam kelompok kinerja guru. Dimana KKG mempunyai kiprah dalam mengembangkan pendidikan inklusif di masing-masing sekolah.

b.    Pembekalan Instruktur Nasional  (IN) Baru Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Jenjang SD Kelas Tinggi

1.    Latar Belakang
Pada  tahun 2017,  Ditjen  GTK mengembangkan Program  Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang merupakan kelanjutan dari Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70. Program Pengembangan Keprofesian 

Berkelanjutan ini dilaksanakan berbasis komunitas guru dan tenaga kependidikan (komunitas GTK).
Pemberdayaan komunitas GTK, dalam hal ini Pusat Kegiatan Gugus/Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK)/Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), merupakan salah satu prioritas Ditjen GTK. Komunitas GTK merupakan kawan strategis Ditjen GTK dalam peningkatan kompetensi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas di daerah. Oleh alasannya itu dalam rangka pemberdayaan komunitas GTK, Ditjen GTK melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dalam hal ini Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (LPPPTK KPTK), serta Dinas Pendidikan atau instansi publik lainnya     menyelenggarakan     Program     Pengembangan     Keprofesian Berkelanjutan yang berbasis komunitas GTK
 
Penyelenggaraan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melibatkan Pemerintah serta partisipasi publik yang meliputi pemerintah daerah, asosiasi profesi, perguruan tinggi tinggi, dunia perjuangan dan dunia industri, organisasi kemasyarakatan, serta orangtua siswa. Bentuk pelibatan publik lainnya sanggup dilakukan dengan banyak sekali cara ibarat memperlihatkan proteksi bagi terselenggaranya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, baik dalam moda tatap muka, dalam jejaring (daring) murni, maupun daring kombinasi.

2.    Tujuan

a. Tujuan Umum
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan tugasnya melalui peningkatan kompetensi  baik pedagogik maupun profesional, serta mempunyai performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi penerima didiknya.
b. Tujuan Khusus
Secara khusus, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bertujuan semoga peserta:
1)    memperlihatkan kemampuan sebagai profesional dalam melakukan tugasnya sebagai guru;
2)    menguasai kompetensi pedagogik dan profesional sesuai dengan kelompok kompetensi yang dipelajari;
3)    mempunyai performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi penerima didiknya;
4)    menjadi teladan perihal ketangguhan, optimisme, dan keceriaan bagi penerima didiknya; dan
5)    mempunyai kemauan untuk terus mencar ilmu mengembangkan potensi dirinya. 

3.    Pelaksanaan

Pembekalan Instruktur Nasional Baru Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan pada:
Hari/tanggal         :   27 April hingga dengan 6 Mei 2017
Tempat        :   PPPPTK IPA – Bandung

4.    Uraian Materi

Selama pembekalan, materi yang disampaikan dalam adalah:
a.    Materi Umum
Materi Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Materi ini disampaikan oleh Bpk. Drs. Heryawan, M.S.i. Beliau memberikan bahwa pembekalan Instruktur Nasional Baru dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan alat atau sarana dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di wilayahnya masing-masing.
b.    Materi Pokok
Materi pokok ini disampaikan oleh Narasumber Nasional (NS) selaku tutor, yaitu oleh Ibu Komalasari dan Bapak Dian Nugraha. Materi-materi yang disampaikan terkait dengan materi pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, yaitu:
1)    Petunjuk Teknis Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
2)    Penguatan Pendidikan Karakter dalam Modul pengembangan keprofesian Berkelanjutan
3)    Pengembangan soal USBN
4)    Literasi TIK Pendudukan pembelajaran Daring
5)    Pendekatan andragogi
6)    Kajian dan simulasi penggunaan modul pengembangan keprofesian berkelanjutan
7)    Strategi fasilitasi kelas pada moda tatap muka, daring murni, dan daring kombinasi
5.    Tindak Lanjut
Pembekalan IN Baru dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan akan mementori kelompok guru dalam mengembangan pengembangan diri melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
 

c.    Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Tatap Muka

1.    Latar Belakang
Peningkatan kompetensi guru terkait dengan profesionalismenya, harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 perihal Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya serta Permendiknas No. 35 Tahun 2010 perihal petunjuk teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya untuk kenaikan karir dan kepangkatannya.

Tahun 2017, Ditjen GTK mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang merupakan kelanjutan dari Program Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70.
 
Penyelenggaraan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melibatkan banyak sekali macam pihak. Bentuk pelibatan dilakukan dengan banyak sekali cara ibarat memperlihatkan proteksi bagi terselenggaranya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, baik dalam moda tatap muka, dalam jejaring (daring) murni, maupun daring kombinasi. Salah satu komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini yakni Instruktur Nasional/Mentor.
 
Bentuk pelibatan Instruktur Nasional/Mentor dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini merupakan salah satu amanah ibarat yang tertuang pada Lampiran I Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Dan Tambahan Penghasilan Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah bahwa bagi guru yang menerima kiprah komplemen sebagai Instruktur Nasional untuk Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau pelaksanaan diklat kurikulum, mempunyai beban mengajar paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka per ahad untuk mata pelajaran yang diampu, sesuai dengan akta pendidik yang dimilikinya.
 
Dalam hal guru yang menerima kiprah komplemen sebagai pelatih nasional pada kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan minimal satu kali, maka guru tersebut mempunyai beban mengajar paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka per ahad untuk mata pelajaran yang diampu, sesuai dengan akta pendidik yang dimilikinya.
2.    Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini yakni membimbing dan memfasilitasi penerima pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan sehingga sanggup menjadi penerima yang aktif, mencar ilmu secara individu sesuai kebutuhan, dan juga sanggup saling membuatkan (sharing) pengetahuan/keterampilan dan pengalaman dengan penerima lainnya sehingga sanggup meningkatkan kompetensinya
3.    Pelaksanaan
a)    Peserta
Peserta yang telah mengikuti kelas Modul I   kelompok kompetensi PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL yakni sejumlah 40 orang guru
b)    Waktu Pelaksanaan dan Materi
Menjelaskan perihal waktu pelaksanaan dan materi yang diberikan. Pada kegiatan tatap muka IN-ON-IN.
c)    Waktu pelaksanaan
Kegiatan pada Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan pada modul Pedagogik dan Profesional kelompok kompetensi J dilaksanakan
IN1     :   9 - 11 September 2017
ON    :   12 – 21 September 2017
IN2    :   22 September 2017
Pola kegiatan dilaksanakan selama 60 JP yang meliputi 6 sesi ( sesi pendahuluan, 4 sesi inti dan sesi penutup)

4.    Uraian Materi
Materi  (materi  mencakup  uraian  yang  disesuaikan  dengan  struktur program)
No    Materi    JP
UMUM    4
1.    Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan    2
2.    Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)    2
POKOK    54
3.    Pendalaman Materi Pedagogik Kelompok Kompetensi I (ke-1)    9
4.    Pendalaman Materi Profesional Kelompok Kompetensi I (ke-1)    18
5.    Pendalaman Materi Pedagogik Kelompok Kompetensi J ke-1)    9
6.    Pendalaman Materi Profesional Kelompok Kompetensi J (ke-1)    18
PENUNJANG    2
7.    Tes Akhir    2
    Total    60

5.    Tindak Lanjut
Tindak lanjut dari kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Tatap Muka ini yakni tercapainya peningkatan kompetensi yang dipetakkan oleh kemendikbud sehingga ketercapaian kompetensi tercapai.


d.    Penyegaran Instruktur Nasional (IN) Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan Pelatihan Jenjang SD Tahun 2018

1.    Latar Belakang
Pada tahun 2016, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) mengembangkan kegiatan untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi guru menurut hasil UKG 2015 yang disebut dengan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dengan sasaran capaian nilai rata-rata nasional yaitu 65. Jumlah guru yang telah mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar pada tahun 2016 sebanyak 427.189 orang atau 15,82% dari 2.699.516 orang guru. Persentase partisipasi guru dalam Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar sebesar 15,82% memang belum menggambarkan populasi guru secara utuh, namun sanggup memperlihatkan sekilas gambaran mengenai hasil fasilitasi yang diberikan kepada guru dalam Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar. Program peningkatan kompetensi guru tersebut dilanjutkan pada  tahun 2017 melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. 
Rerata Hasil UKG 2015, UKG 2016 dan UKG 2017 untuk setiap jenjang pendidikan, bahwa kegiatan peningkatan kompetensi guru yang diselenggarakan oleh Ditjen GTK dalam bentuk Program Peningkatan
Kompetensi Guru Pembelajar pada tahun 2016 dan dilanjutkan dengan Program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan pada tahun 2017 memperlihatkan imbas signifikan yang ditunjukkan dengan kenaikan hasil UKG melalui tes final pada tahun 2017.
Pada tahun 2018, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Pendidikan dan Pelatihan Guru berbasis komunitas GTK. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional yang dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) bagi guru kelas, guru mapel dan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk semua jenjang pendidikan dengan rata-rata nasional yaitu 75 dan melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi guru kejuruan.
Penyelenggaraan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui
Pendidikan dan Pelatihan Guru melibatkan Pemerintah serta partisipasi publik yang meliputi pemerintah daerah, asosiasi profesi, perguruan tinggi tinggi, dunia perjuangan dan dunia industri, organisasi kemasyarakatan, serta orangtua siswa. Bentuk pelibatan publik lainnya sanggup dilakukan dengan banyak sekali cara ibarat memperlihatkan proteksi bagi terselenggaranya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui  Pendidikan dan Pelatihan Guru.
2.    Tujuan
a. Tujuan Umum
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan tugasnya melalui peningkatan kompetensi  baik pedagogik maupun profesional, serta mempunyai performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi penerima didiknya.
b. Tujuan Khusus
Secara khusus, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bertujuan semoga peserta:
1)    memperlihatkan kemampuan sebagai profesional dalam melaksanakan  tugasnya sebagai guru;
2)    menguasai kompetensi pedagogik dan profesional sesuai dengan kelompok kompetensi atau unit kompetensi yang dipelajari;
3)    mempunyai performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi penerima didiknya;
4)    menjadi teladan perihal ketangguhan, optimisme, dan keceriaan bagi  penerima didiknya;
5)    mempunyai kemauan untuk terus mencar ilmu mengembangkan potensi dirinya;
6)    meningkatkan kompetensi guru kejuruan yang memenuhi kualifikasi  sesuai Skema Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level IV;
7)    membekali guru kejuruan sehingga bisa menjadi guru yang  profesional di SMK;
8)    mempunyai akta kompetensi sesuai Skema Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level IV bagi guru kejuruan.
3.    Pelaksanaan
Penyegaran Instruktur Nasional Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan pada:
Hari/tanggal         :   23 hingga dengan 26 September 2018
Tempat        :   Brits Hotel, Karawang

4.    Uraian Materi
Selama pembekalan, materi yang disampaikan dalam adalah:
a.    Materi Umum
Materi Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Materi ini disampaikan oleh Bpk. Agus Mulyadi, M.S.i. Beliau memberikan bahwa penyegaran Instruktur Nasional  dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan alat atau sarana dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di wilayahnya masing-masing semoga peningkatan kualifikasi pendidikan tercapai.
b.    Materi Pokok
Materi pokok ini disampaikan oleh Narasumber Nasional (NS) selaku tutor, yaitu oleh Ibu Dewi dan Ibu Euis. Materi-materi yang disampaikan terkait dengan materi pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, yaitu:
1)    Pengembangan Pembelajaran Berorientasi Keterampilan Berpikir Atas Tinggi (High Order Tinkning Skills)
2)    Pendalaman Materi Pedagogik
3)    Pendalaman Materi Profesional
4)    Strategi Fasilitasi Pelatihan
5.    Tindak Lanjut
Penyegaran IN dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan akan mementori kelompok guru dalam mengembangan pengembangan diri melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Semua teladan kegiatan pengemabangan diri tersebut harus dibuktikan dengan adanya akta yang mendukung. Sebab akta tersebut menjadi bentuk laporan semoga evaluasi angka kredit kita valid dan terpercaya.

Demikian teladan Laporan pengembangan Diri ini, semoga bermanfaat.

Sebuah Opini:

Tenaga kependidikan mempunyai kiprah yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, ketrampilan, dan huruf penerima didik. Oleh alasannya itu tenaga kependidikan yang professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, Adapun salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu dengan pengembangan profesionalisme.

 Tenaga kependidikan mempunyai kiprah yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan PERILAKU KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH


Peningkatan profesionalisme membutuhkan sumbangan dari pihak yang mempunyai kiprah penting, dalam hal ini yaitu kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting alasannya kepala sekolah bekerjasama eksklusif dengan pelaksanaan jadwal pendidikan di sekolah.

Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan akal kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dapat dipastikan bahwa kinerja kepala sekolah berkorelasi positif terhadap kualitas input, proses, dan output pendidikan di sekolah. Kenyataan di lapangan kondisi kepemimpinan yang ideal dan efektif belum sanggup terwujud alasannya kepemimpinan kepala yang belum professional, sehingga proses dan hasil pendidikan belum sesuai dengan tujuan pendidikan.

Apakah kepemimpinan pendidikan itu?
Kepemimpinan pendidikan yaitu kemampuan untuk mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan seluruh potensi pendidikan, supaya kegiatan-kegiatan yang dijalankan sanggup lebih efisien dan efektif di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan

Berdasarkan pengertian di atas terdapat 4(empat) keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pendidikan, yaitu keterampilan mempengaruhi, keterampilan menggerakkan, keterampilan mengembangkan, dam keterampilan memberdayakan. Keempat keterampilan itulah yang akan diuaraikan dalam goresan pena ini.

Keterampilan menghipnotis yaitu kemampuan untuk mengajak orang lain supaya mendukung program/kebijakan seorang pemimpin. Hal ini bukan semata-mata untuk memaksakan kehendak seorang pemimpin, tetapi lebih diperuntukkan  pada kesamaan mind set dalam langkah-langkah mencapai tujuan pendidikan. Implementasi dari keerampilan menghipnotis di antaranya melalui tauladan dan komunikasi. Kepala sekolah yang baik harus bisa menjadi teladan, baik secara etika maupun profesional. Secara etika artinya sikap kepala sekolah benar-benar menjadi teladan, baik bagi guru, siswa, maupun masyarakatnya. Secara profesional, kepala sekolah harus bisa pertanda bahwa dalam bekerja ia tidak hanya didasarkan pada intuisi, melainkan pada patokan-patokan ilmiah yang jelas. Dengan demikian, target yang hendak dicapai pun sesuai dengan kriteria professional. Tanpa keteladanan, bila seorang pemimpin hanya bisa berbicara tanpa bisa berbuat maka, ia tidak akan dipercaya dan tidak akan didengarkan oleh orang lain sehingga kepemimpinannya bermetamorfosis tidak efektif.

Keterampilan menggerakkan yaitu ketarampilan seorang kepala sekolah dalam membangkitkan energi positif dari sumber daya insan yang ada di sekolahnya, untuk secara proaktif garang dan bersemangat tinggi dalam meraih prestasi yang maksimal. Motivasi bukan berarti sekedar berteriak-teriak dengan semangat tinggi, tapi lebih kepada cara untuk merangkul hati dan pikiran positif para guru. Lalu, membangun keinginan dan rasa percaya diri mereka untuk menjadi lebih hebat.

Keterampilan menyebarkan yaitu segala upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas potensi yang ada di sekolahnya secara progesif. Dalam hal ini terjadi penemuan pendidikan, supaya kualitas pendidikan sanggup seiring dengan kemajuan jaman. Implementasi dari keterampilan menyebarkan di antaranya yaitu melalui penyelenggaraan training di sekolah, di Kelompok Kerja Guru (KKG), atau mengirim guru akan mengikuti pendidikan dan training di tingkat yang lebih tinggi.

Keterampilan memberdayakan yaitu keterampilan memanfaatkan semua potensi yang ada sesuai dengan keahliannya. Kepala sekolah harus memandang bahwa tiap individu/guru  mempunyai kekuatan cipta, rasa dan karsa dan bila ketiga aspek kekuatan diri insan ini mempunyai tempat untuk berkembang secara semestinya, maka hal ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi kemajuan organisasi. Oleh alasannya itu, partisipasi dan keterlibatan individu dalam setiap pengambilan keputusan mempunyai arti penting bagi pertumbuhan organisasi. Dengan keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan, pada gilirannya akan terbentuk rasa tanggung jawab bersama dalam mengimplementasikan setiap keputusan yang diambil.

Berikut ini beberapa pengalaman selama menjadi guru yang mungkin ada kaitannya dengan keempat keterampilan kepemimpinan pendidikan.

Pertama berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi,. Salah satu permasalahan yang dihadapi di sekolah biasanya yaitu beberapa orang guru belum disiplin dalam waktu dating dan pulang sekolah,. Berupaya menawarkan donasi terhadap penyelesaian problem ini dengan konsep meneladani. Hal ini membawa imbas positif terhadap rekan-rekan yang sebelumnya selalu dating kesiangan. Masih berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi, pemberian tauladan yang lakukan yaitu melalui penerapan PAIKEM dalam pembelajaran. Berupaya menerapkan PAIKEM dalam pembelajaran di kelas dan bahkan sesekali memakai sarana Teknologi yaitu laptop dan LCD walaupun LCDnya masih meminjam ke KKG. Hal tersebut membawa imbas positif terhadap rekan-rekan. Beberapa rekan bertanya dan memalsukan penerapan PAIKEM dan ICT dalam pembelajaran.

Menggerakkan potensi sekolah bisa dilakukan dalam penyusunan kurikulum sekolah. Sejak tahun 2007 menerima kiprah sebagai sekretaris dalam penyusunan kurikulum dan kesulitan selalu muncul Karena sebelumnya tidak semua guru mau dan bisa membantu pelkasanaan kiprah tersebut. Dengan pendekatan yang luwes dan memotivasi bahwa tidak ada yang gampang tetapi tidak ada yang tidak mungkin, maka rekan-rekan sanggup membantu pelaksanaan penyusunan kurikulum sekolah tersebut.

Pengalaman wacana menyebarkan potensi sekolah dilakukan dengan cara mengikuti dan mengajak rekan-rekan  dalam acara Kelompok Kerja Guru (KKG).

Pengembangan potensi sekolah juga sanggup dilaksanakan dalam pelaksanaan mata pelajaran muatan lokal anyaman. Potensi yang terdapat di lingkungan sekolah sekolah yaitu masyarakatnya banyak yang menciptakan anyaman bongsang(tempat buah-buahan). Cobalah untuk mendatingakan nara sumber dari salah seorang masyarakat untuk mengajar menganyam bongsang tersebut pada mata pelajaran muatan lokal.

Pengalaman yang berkaitan dengan memberdayakan potensi sekolah dilakukan saat kami menerima kesulitan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. Kami belum mempunyai petugas khusus yang menangani problem tersebut. Memberanikan diri mengusulkan seorang rekan non PNS yang pernah menerima training sehari wacana pengelolaan perpustakaan dan hal ini menerima sumbangan dari semua guru.

Berdasarkan uraian-uraian di atas, kita sanggup berusaha melaksanakan evaluasi diri terhadap pengalaman-pengalaman yang berkenaan dengan empat keterampilan kepemimpinan pendidikan. Sebagian besar apa yang sudah dilakukan yang berkaitan dengan empat keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sudah menerima respon positif dan berhasil, namun masih ditemukan kendala.

Pertama, dalam menawarkan tauladan mungkin harus dibarengi dengan komunikasi yang lebih luwes supaya rekan-rekan sanggup mencontoh sikap tersebut. Terbukti masih ada rekan guru yang belum disiplin dalam waktu mengajar, walaupun hanya 6 %  dari jumlah guru di sekolah.

Kedua, dalam menyebarkan potensi sekolah melalui acara KKG atau pendidikan dan latihan, juga gres sebagian guru yang telah menerima kesempatan mengikutinya. Hal ini Karen terbatasnya kuota penerima jadwal bermutu, sehingga tidak semua guru belum menerima kesempatan.

Ketiga, dalam memberdayakan potensi sekolah perlu menerima peningkatan alasannya ternyata tidak sedikit potensi yang menunggu untuk diberdayakan. Di antaranya potensi perjuangan kerajinan anyaman yang terdapat di lingkungan sekolah.

Keempat, pembelajaran berbasis PAIKEM belum optimal Karen terkendala oleh kurangnya sarana alat peraga.

Rencana tindak yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut:
Pertama, akan meningkatkan lagi keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan.

Kedua, terkait dengan pengembangan potensi sekolah, terutama guru, yang akan melaksanakan Penilaian Kinerja Guru, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan Program Induksi Guru Pemula sesuai dengan rambu-rambu dan bersiklus dengan baik. Ketiga jadwal tersebut bila dilaksanakan dengan benar akan menawarkan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan/meningkatkan profesionalismenya. Melalui Penilaian Kinerja Guru sanggup dilihat kekuatan dan keleemahan seorang guru, selanjutnya sanggup dibentuk rencana Pengembangannya melalui Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Untuk guru PNS hal tersebut dilakukan melalui Program Indukdi Guru Pemula. Selanjutnya akan dilaksanakan kerjasama dengan KKG atau melalui dinas pendidikan.Tindakan tersebut diambil dengan alasan, kebutuhan tiap guru terhadap keterampilan berbeda alasannya tiap individu itu unik. PKG dan PKB menawarkan keseptan yang sesuai dengan keberagaman kepentingan guru tersebut.

Ketiga, untuk memberdayakan potensi anyaman di sekolah, akan diadakan obrolan dengan komite, warga, dan pengusaha, selanjutnya akan dibentuk usulan supaya hal tersebut menjadi perjuangan yang dikelola oleh warga sekolah.

Keempat, untuk mengoptomalkan pembelajaran berbasis PAIKEM, akan dilaksanakan melalui training di KKG yang didukung pula oleh supervise kepala sekolah yang berkesinambungan.

Kelima, untuk mengatasi permasalahan kekurangan ruangan kelas, upaya yang sanggup dilakukan sebagai berikut:
1. koordinasi dengan komite sekolah dan warga masyarakat,
2. selanjutnya menyusun jadwal kerja dan anggaran dalam penambahan ruang kelas baru,
3. kemudian mensosialisasikan jadwal kerja dan anggaran kepada stake holder yaitu kepada pemerintah kawasan memalui proposal, pengusaha, dan komite sekolah.

Tindakan tersebut diambil dengan alasan bahwa sekolah harus memenuhi standar pelayanan minimal, yaitu jumlah rombongan beljar sama dengan jumlah ruangan kelas, serta sarana prasarana pendidikan bukan hanya kewajiban pihak sekolah, tetapi juga kewajiban masyarakat, komite sekolah, masyarakat termasuk pengusaha, dan terutama kewajiban pemerintah.

Demikian sebagian pengalaman, penialaian diri dan rencana tindak yang berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan seorang pemimpin pendidikan. Mudah-mudahan bermanfaat!


Sebuah Opini:

Tenaga kependidikan mempunyai kiprah yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, ketrampilan, dan huruf penerima didik. Oleh alasannya itu tenaga kependidikan yang professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, Adapun salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu dengan pengembangan profesionalisme.

 Tenaga kependidikan mempunyai kiprah yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan PERILAKU KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH


Peningkatan profesionalisme membutuhkan sumbangan dari pihak yang mempunyai kiprah penting, dalam hal ini yaitu kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting alasannya kepala sekolah bekerjasama eksklusif dengan pelaksanaan jadwal pendidikan di sekolah.

Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan akal kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dapat dipastikan bahwa kinerja kepala sekolah berkorelasi positif terhadap kualitas input, proses, dan output pendidikan di sekolah. Kenyataan di lapangan kondisi kepemimpinan yang ideal dan efektif belum sanggup terwujud alasannya kepemimpinan kepala yang belum professional, sehingga proses dan hasil pendidikan belum sesuai dengan tujuan pendidikan.

Apakah kepemimpinan pendidikan itu?
Kepemimpinan pendidikan yaitu kemampuan untuk mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan seluruh potensi pendidikan, supaya kegiatan-kegiatan yang dijalankan sanggup lebih efisien dan efektif di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan

Berdasarkan pengertian di atas terdapat 4(empat) keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pendidikan, yaitu keterampilan mempengaruhi, keterampilan menggerakkan, keterampilan mengembangkan, dam keterampilan memberdayakan. Keempat keterampilan itulah yang akan diuaraikan dalam goresan pena ini.

Keterampilan menghipnotis yaitu kemampuan untuk mengajak orang lain supaya mendukung program/kebijakan seorang pemimpin. Hal ini bukan semata-mata untuk memaksakan kehendak seorang pemimpin, tetapi lebih diperuntukkan  pada kesamaan mind set dalam langkah-langkah mencapai tujuan pendidikan. Implementasi dari keerampilan menghipnotis di antaranya melalui tauladan dan komunikasi. Kepala sekolah yang baik harus bisa menjadi teladan, baik secara etika maupun profesional. Secara etika artinya sikap kepala sekolah benar-benar menjadi teladan, baik bagi guru, siswa, maupun masyarakatnya. Secara profesional, kepala sekolah harus bisa pertanda bahwa dalam bekerja ia tidak hanya didasarkan pada intuisi, melainkan pada patokan-patokan ilmiah yang jelas. Dengan demikian, target yang hendak dicapai pun sesuai dengan kriteria professional. Tanpa keteladanan, bila seorang pemimpin hanya bisa berbicara tanpa bisa berbuat maka, ia tidak akan dipercaya dan tidak akan didengarkan oleh orang lain sehingga kepemimpinannya bermetamorfosis tidak efektif.

Keterampilan menggerakkan yaitu ketarampilan seorang kepala sekolah dalam membangkitkan energi positif dari sumber daya insan yang ada di sekolahnya, untuk secara proaktif garang dan bersemangat tinggi dalam meraih prestasi yang maksimal. Motivasi bukan berarti sekedar berteriak-teriak dengan semangat tinggi, tapi lebih kepada cara untuk merangkul hati dan pikiran positif para guru. Lalu, membangun keinginan dan rasa percaya diri mereka untuk menjadi lebih hebat.

Keterampilan menyebarkan yaitu segala upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas potensi yang ada di sekolahnya secara progesif. Dalam hal ini terjadi penemuan pendidikan, supaya kualitas pendidikan sanggup seiring dengan kemajuan jaman. Implementasi dari keterampilan menyebarkan di antaranya yaitu melalui penyelenggaraan training di sekolah, di Kelompok Kerja Guru (KKG), atau mengirim guru akan mengikuti pendidikan dan training di tingkat yang lebih tinggi.

Keterampilan memberdayakan yaitu keterampilan memanfaatkan semua potensi yang ada sesuai dengan keahliannya. Kepala sekolah harus memandang bahwa tiap individu/guru  mempunyai kekuatan cipta, rasa dan karsa dan bila ketiga aspek kekuatan diri insan ini mempunyai tempat untuk berkembang secara semestinya, maka hal ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi kemajuan organisasi. Oleh alasannya itu, partisipasi dan keterlibatan individu dalam setiap pengambilan keputusan mempunyai arti penting bagi pertumbuhan organisasi. Dengan keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan, pada gilirannya akan terbentuk rasa tanggung jawab bersama dalam mengimplementasikan setiap keputusan yang diambil.

Berikut ini beberapa pengalaman selama menjadi guru yang mungkin ada kaitannya dengan keempat keterampilan kepemimpinan pendidikan.

Pertama berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi,. Salah satu permasalahan yang dihadapi di sekolah biasanya yaitu beberapa orang guru belum disiplin dalam waktu dating dan pulang sekolah,. Berupaya menawarkan donasi terhadap penyelesaian problem ini dengan konsep meneladani. Hal ini membawa imbas positif terhadap rekan-rekan yang sebelumnya selalu dating kesiangan. Masih berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi, pemberian tauladan yang lakukan yaitu melalui penerapan PAIKEM dalam pembelajaran. Berupaya menerapkan PAIKEM dalam pembelajaran di kelas dan bahkan sesekali memakai sarana Teknologi yaitu laptop dan LCD walaupun LCDnya masih meminjam ke KKG. Hal tersebut membawa imbas positif terhadap rekan-rekan. Beberapa rekan bertanya dan memalsukan penerapan PAIKEM dan ICT dalam pembelajaran.

Menggerakkan potensi sekolah bisa dilakukan dalam penyusunan kurikulum sekolah. Sejak tahun 2007 menerima kiprah sebagai sekretaris dalam penyusunan kurikulum dan kesulitan selalu muncul Karena sebelumnya tidak semua guru mau dan bisa membantu pelkasanaan kiprah tersebut. Dengan pendekatan yang luwes dan memotivasi bahwa tidak ada yang gampang tetapi tidak ada yang tidak mungkin, maka rekan-rekan sanggup membantu pelaksanaan penyusunan kurikulum sekolah tersebut.

Pengalaman wacana menyebarkan potensi sekolah dilakukan dengan cara mengikuti dan mengajak rekan-rekan  dalam acara Kelompok Kerja Guru (KKG).

Pengembangan potensi sekolah juga sanggup dilaksanakan dalam pelaksanaan mata pelajaran muatan lokal anyaman. Potensi yang terdapat di lingkungan sekolah sekolah yaitu masyarakatnya banyak yang menciptakan anyaman bongsang(tempat buah-buahan). Cobalah untuk mendatingakan nara sumber dari salah seorang masyarakat untuk mengajar menganyam bongsang tersebut pada mata pelajaran muatan lokal.

Pengalaman yang berkaitan dengan memberdayakan potensi sekolah dilakukan saat kami menerima kesulitan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. Kami belum mempunyai petugas khusus yang menangani problem tersebut. Memberanikan diri mengusulkan seorang rekan non PNS yang pernah menerima training sehari wacana pengelolaan perpustakaan dan hal ini menerima sumbangan dari semua guru.

Berdasarkan uraian-uraian di atas, kita sanggup berusaha melaksanakan evaluasi diri terhadap pengalaman-pengalaman yang berkenaan dengan empat keterampilan kepemimpinan pendidikan. Sebagian besar apa yang sudah dilakukan yang berkaitan dengan empat keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sudah menerima respon positif dan berhasil, namun masih ditemukan kendala.

Pertama, dalam menawarkan tauladan mungkin harus dibarengi dengan komunikasi yang lebih luwes supaya rekan-rekan sanggup mencontoh sikap tersebut. Terbukti masih ada rekan guru yang belum disiplin dalam waktu mengajar, walaupun hanya 6 %  dari jumlah guru di sekolah.

Kedua, dalam menyebarkan potensi sekolah melalui acara KKG atau pendidikan dan latihan, juga gres sebagian guru yang telah menerima kesempatan mengikutinya. Hal ini Karen terbatasnya kuota penerima jadwal bermutu, sehingga tidak semua guru belum menerima kesempatan.

Ketiga, dalam memberdayakan potensi sekolah perlu menerima peningkatan alasannya ternyata tidak sedikit potensi yang menunggu untuk diberdayakan. Di antaranya potensi perjuangan kerajinan anyaman yang terdapat di lingkungan sekolah.

Keempat, pembelajaran berbasis PAIKEM belum optimal Karen terkendala oleh kurangnya sarana alat peraga.

Rencana tindak yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut:
Pertama, akan meningkatkan lagi keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan.

Kedua, terkait dengan pengembangan potensi sekolah, terutama guru, yang akan melaksanakan Penilaian Kinerja Guru, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan Program Induksi Guru Pemula sesuai dengan rambu-rambu dan bersiklus dengan baik. Ketiga jadwal tersebut bila dilaksanakan dengan benar akan menawarkan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan/meningkatkan profesionalismenya. Melalui Penilaian Kinerja Guru sanggup dilihat kekuatan dan keleemahan seorang guru, selanjutnya sanggup dibentuk rencana Pengembangannya melalui Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Untuk guru PNS hal tersebut dilakukan melalui Program Indukdi Guru Pemula. Selanjutnya akan dilaksanakan kerjasama dengan KKG atau melalui dinas pendidikan.Tindakan tersebut diambil dengan alasan, kebutuhan tiap guru terhadap keterampilan berbeda alasannya tiap individu itu unik. PKG dan PKB menawarkan keseptan yang sesuai dengan keberagaman kepentingan guru tersebut.

Ketiga, untuk memberdayakan potensi anyaman di sekolah, akan diadakan obrolan dengan komite, warga, dan pengusaha, selanjutnya akan dibentuk usulan supaya hal tersebut menjadi perjuangan yang dikelola oleh warga sekolah.

Keempat, untuk mengoptomalkan pembelajaran berbasis PAIKEM, akan dilaksanakan melalui training di KKG yang didukung pula oleh supervise kepala sekolah yang berkesinambungan.

Kelima, untuk mengatasi permasalahan kekurangan ruangan kelas, upaya yang sanggup dilakukan sebagai berikut:
1. koordinasi dengan komite sekolah dan warga masyarakat,
2. selanjutnya menyusun jadwal kerja dan anggaran dalam penambahan ruang kelas baru,
3. kemudian mensosialisasikan jadwal kerja dan anggaran kepada stake holder yaitu kepada pemerintah kawasan memalui proposal, pengusaha, dan komite sekolah.

Tindakan tersebut diambil dengan alasan bahwa sekolah harus memenuhi standar pelayanan minimal, yaitu jumlah rombongan beljar sama dengan jumlah ruangan kelas, serta sarana prasarana pendidikan bukan hanya kewajiban pihak sekolah, tetapi juga kewajiban masyarakat, komite sekolah, masyarakat termasuk pengusaha, dan terutama kewajiban pemerintah.

Demikian sebagian pengalaman, penialaian diri dan rencana tindak yang berkaitan dengan keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan, dan memberdayakan seorang pemimpin pendidikan. Mudah-mudahan bermanfaat!




Rp3.770
Souvenir Gunting Kuku berbentuk kumbang Kepik


DETIL PRODUK :

- Bahan : Besi & plastik

- Ukuran : P 5cm X L 3.5cm

- Kemasan: plastik rekat

- Warna : warna kumbang campur

- Isi : 1 paket isi 100 gunting kuku


KETENTUAN ORDER :

- Minimal Order 1 paket 100pcs

- Order harus kelipatan dari 100

- warna gunting kuku campur tidak bisa request warna dan motif.


jual souvenir pernikahan berkualitas jakarta

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget