Halloween Costume ideas 2015
Latest Post
Adsense ANEKA AYAM ANEKA BUBUR KOLAK ANEKA CAMILAN ANEKA DAGING ANEKA ES ANEKA GORENGAN ANEKA IKAN SEAFOOD ANEKA JAJANAN ANEKA KUE ANEKA KUE BASAH ANEKA KUE KERING ANEKA MAKANAN BAYI ANEKA MIE PASTA ANEKA MINUMAN ANEKA NASI ANEKA PUDING ANEKA ROTI ANEKA SAMBAL ANEKA SAYUR MAYUR ANEKA SUP SOTO ANEKA TAHU TEMPE ANEKA TELUR Bahasa Indonesia baju Blogging Catatan Guru SD Cerpen Css/Javascript Designs harga souvenir pernikahan murah bekasi harga souvenir pernikahan murah bogor harga souvenir pernikahan murah depok harga souvenir pernikahan murah jakarta harga souvenir pernikahan murah tangerang How To Informasi Informasi Pendidikan Informasi Umum Internet IPA jual souvenir pernikahan berkualitas bali jual souvenir pernikahan berkualitas bandung jual souvenir pernikahan berkualitas banjarmasin jual souvenir pernikahan berkualitas batam jual souvenir pernikahan berkualitas bekasi jual souvenir pernikahan berkualitas bogor jual souvenir pernikahan berkualitas depok jual souvenir pernikahan berkualitas jakarta jual souvenir pernikahan berkualitas medan jual souvenir pernikahan berkualitas palembang jual souvenir pernikahan berkualitas tangerang jual souvenir pernikahan lucu bali jual souvenir pernikahan lucu bandung jual souvenir pernikahan lucu banjarmasin jual souvenir pernikahan lucu batam jual souvenir pernikahan lucu bekasi jual souvenir pernikahan lucu bogor jual souvenir pernikahan lucu depok jual souvenir pernikahan lucu jakarta jual souvenir pernikahan lucu medan jual souvenir pernikahan lucu palembang jual souvenir pernikahan lucu tangerang jual souvenir pernikahan murah bali jual souvenir pernikahan murah bandung jual souvenir pernikahan murah banjarmasin jual souvenir pernikahan murah batam jual souvenir pernikahan murah bekasi jual souvenir pernikahan murah bogor jual souvenir pernikahan murah depok jual souvenir pernikahan murah medan jual souvenir pernikahan murah palembang jual souvenir pernikahan murah tangerang jual souvenir pernikahan rekomended bali jual souvenir pernikahan rekomended bandung jual souvenir pernikahan rekomended banjarmasin jual souvenir pernikahan rekomended batam jual souvenir pernikahan rekomended bekasi jual souvenir pernikahan rekomended bogor jual souvenir pernikahan rekomended depok jual souvenir pernikahan rekomended jakarta jual souvenir pernikahan rekomended medan jual souvenir pernikahan rekomended palembang jual souvenir pernikahan rekomended tangerang jual souvenir pernikahan terlaris bali jual souvenir pernikahan terlaris bandung jual souvenir pernikahan terlaris banjarmasin jual souvenir pernikahan terlaris batam jual souvenir pernikahan terlaris bekasi jual souvenir pernikahan terlaris bogor jual souvenir pernikahan terlaris depok jual souvenir pernikahan terlaris jakarta jual souvenir pernikahan terlaris medan jual souvenir pernikahan terlaris palembang jual souvenir pernikahan terlaris tangerang jual souvenir pernikahan termurah bali jual souvenir pernikahan termurah bandung jual souvenir pernikahan termurah banjarmasin jual souvenir pernikahan termurah batam jual souvenir pernikahan termurah bekasi jual souvenir pernikahan termurah bogor jual souvenir pernikahan termurah depok jual souvenir pernikahan termurah medan jual souvenir pernikahan termurah palembang jual souvenir pernikahan termurah tangerang jual souvenir pernikahan terpercaya bali jual souvenir pernikahan terpercaya bandung jual souvenir pernikahan terpercaya banjarmasin jual souvenir pernikahan terpercaya batam jual souvenir pernikahan terpercaya bekasi jual souvenir pernikahan terpercaya bogor jual souvenir pernikahan terpercaya depok jual souvenir pernikahan terpercaya jakarta jual souvenir pernikahan terpercaya medan jual souvenir pernikahan terpercaya palembang jual souvenir pernikahan terpercaya tangerang jual souvenir pernikahan unik bali jual souvenir pernikahan unik bandung jual souvenir pernikahan unik banjarmasin jual souvenir pernikahan unik batam jual souvenir pernikahan unik bekasi jual souvenir pernikahan unik bogor jual souvenir pernikahan unik depok jual souvenir pernikahan unik jakarta jual souvenir pernikahan unik medan jual souvenir pernikahan unik palembang jual souvenir pernikahan unik tangerang Kisi-kisi Soal Komputer Label Based Sitemap Themes lainnya Matematika Materi Ajar Multimedia Opini Otak-atik Blog Pages Pedagogis Pendidikan Posts SEO Settings Sitemap Themes Tips TIPS DAN INFO Tools Tutorial Tutorial Ms. Excel Tutorial Print Widgets

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Makna kembali ke ndeso atau kampung halaman membawa kerinduan. Dari waktu yang mengeja cantik getir di tanah rantau kemudian berjumpa sanak keluarga, kerabat, dan handai taulan yang terpisah lama. Kemudian di momen lebaran semua kesan mulai membuncahkan dada.

Sebagai perantau akan bercerita perihal kelakar kehidupan kota. Gemerlap dan kemegahan kawasan mencari pemanis dunia untuk dipamerkan ke teman-teman sebaya semasanya. Kemudian menutupi segala bentuk penderitaan dengan senyuman bahwa keluar dari jeratan kampung halaman yaitu prestise klise.

Ke kampung halaman seakan-akan mengeja dendam. Membaca setiap kesempatan yang tidak pernah ada di tanah kelahiran sendiri: pekerjaan, penghasilan, hiburan, dan daya tarik negeri urban lainnya.

Kemudian ketika kembali itu seolah olah sedang merapal serapah bahwa inilah saya yang telah berhasil hidup di tanah orang, sebagai perantau. Lalu nikmatilah seduhan kopi ala ala kafe Jakarta. Bagi wargakampung seakan tersihir sendiri. Takjub dan terpersuasi ingin turut serta menjejaki petualangan di kawasan yang diaebut kota.

Masanya setipa perantau akan memahami, kampung halaman yaitu kehidupan terbaiknya. Dimana tidak akan ditemui setiap apapun mesti mengeluarkan recehan. Tidak menyerupai di kotanya.

Bayangkan, di kampungnya itu, beliau hanya berpamit kepada pemilik WC kalau ingin buang hajat. Tak usah bayar. Cukup bilang terima kasih bagi warga kampung yaitu bentuk keramahan, menyambung tali persaudaraan. 

Tidak akan kau temui di kota, dimana kau memnita bantuan, bergotong royong menyerpih jemuran padi. Berbondong menakar ke kandek kandek. Tak sedikit yang membantu, tak perlu upah. Tak perlu perjanjian kontrak kerja. Cukup setelahnya mengobrol kehidupan yang diselingi tawa.

Saat datang masa puncaknya: Lebaran. Semua perantau akan kembali pada pelukan ibu pertiwinya. Melepas rindu di masing-masing ceritanya. Dan sehabis itu akan menghimpun diri dengan kelompok semasa sebayanya. Berjanji temu dengan istilah reuni. Jangan lupa smartphone, abadikan dalam sosial media. Beri taggar, beri caption, dan tag sahabat lainnya. Maka kisah milenial perantai ndeso pun sudah menjadi warga kota seutuhnya.

Ah, perantau itu salah satunya yaitu saya sendiri. Merantau di tanah orang, mengeja kenangan, kemudian bertemu mitra yang tak pernah berjumpa. Kemudian mengabadikan sejarah dalam tumpahan cerita.

Makna kembali ke ndeso atau kampung halaman membawa kerinduan. Dari waktu yang mengeja cantik getir di tanah rantau kemudian berjumpa sanak keluarga, kerabat, dan handai taulan yang terpisah lama. Kemudian di momen lebaran semua kesan mulai membuncahkan dada.

Sebagai perantau akan bercerita perihal kelakar kehidupan kota. Gemerlap dan kemegahan kawasan mencari pemanis dunia untuk dipamerkan ke teman-teman sebaya semasanya. Kemudian menutupi segala bentuk penderitaan dengan senyuman bahwa keluar dari jeratan kampung halaman yaitu prestise klise.

Ke kampung halaman seakan-akan mengeja dendam. Membaca setiap kesempatan yang tidak pernah ada di tanah kelahiran sendiri: pekerjaan, penghasilan, hiburan, dan daya tarik negeri urban lainnya.

Kemudian ketika kembali itu seolah olah sedang merapal serapah bahwa inilah saya yang telah berhasil hidup di tanah orang, sebagai perantau. Lalu nikmatilah seduhan kopi ala ala kafe Jakarta. Bagi wargakampung seakan tersihir sendiri. Takjub dan terpersuasi ingin turut serta menjejaki petualangan di kawasan yang diaebut kota.

Masanya setipa perantau akan memahami, kampung halaman yaitu kehidupan terbaiknya. Dimana tidak akan ditemui setiap apapun mesti mengeluarkan recehan. Tidak menyerupai di kotanya.

Bayangkan, di kampungnya itu, beliau hanya berpamit kepada pemilik WC kalau ingin buang hajat. Tak usah bayar. Cukup bilang terima kasih bagi warga kampung yaitu bentuk keramahan, menyambung tali persaudaraan. 

Tidak akan kau temui di kota, dimana kau memnita bantuan, bergotong royong menyerpih jemuran padi. Berbondong menakar ke kandek kandek. Tak sedikit yang membantu, tak perlu upah. Tak perlu perjanjian kontrak kerja. Cukup setelahnya mengobrol kehidupan yang diselingi tawa.

Saat datang masa puncaknya: Lebaran. Semua perantau akan kembali pada pelukan ibu pertiwinya. Melepas rindu di masing-masing ceritanya. Dan sehabis itu akan menghimpun diri dengan kelompok semasa sebayanya. Berjanji temu dengan istilah reuni. Jangan lupa smartphone, abadikan dalam sosial media. Beri taggar, beri caption, dan tag sahabat lainnya. Maka kisah milenial perantai ndeso pun sudah menjadi warga kota seutuhnya.

Ah, perantau itu salah satunya yaitu saya sendiri. Merantau di tanah orang, mengeja kenangan, kemudian bertemu mitra yang tak pernah berjumpa. Kemudian mengabadikan sejarah dalam tumpahan cerita.

Banyak kisah yang ingin saya ungkapkan di blog saya ini. Terutama cerita-cerita ihwal saya dan kampung halaman.

Namun saya tidak akan menelanjangi kisah saya ini sampai jatuh pada pilihan curahan hati. Tidak. Saya lebih menentukan bernostalgia dengan teman-teman semasa kecil sampai remaja. Lalu dipisahkan pilihan dimana saya harus keluar meninggalkan tanah kelahiran demi satu tujuan hidup.

Hidup sebagai perantau akan selalu menjadi sentra kisah dimana masing-masing akan menyuguhkan kisah 'kesuksesan'-nya di negeri orang. Mereka akan berkelakar dari getirnya hidup serba usaha dengan bumbuan kisah urban yang menggiurkan.

Tapi itu tidak akan kalah seru. Ketika satu pertanyaan muncul tiba dari sahabat yang usang tak bertemu. Mengenai kabar kawannya itu, kemudian ada pilihan kisah yang akan dikabarkan oleh kawan-kawan yang lain. Jelas kisah itu banyak fiksinya dibandingkan realita. Sebab perantau akan selalu dianggap move on oleh orang kurang berakal dan akan tersemat sebutan 'udah jadi orang kota'.


Cerita ihwal mitra akan ada keharuan dan pujian tersendiri. Dimana kebosanan mulai menjangkiti perantau di negerinya. Kawan usang menyerupai hilang dan susah untuk saling bercengkrama ringan. Oleh lantaran urusan mereka sendiri dan tidak lagi menyerupai masa-masa dewasa dulu saat bertemu satu malam pun sanggup dilalui tanpa rasa kantuk. Semuanya selalu disuguhi kisah menarik yang tidak akan habis diceritakan dalam satu malam.

Masih ada waktu tersisa di kampung. Siasat untuk saling berjumpa mulai digalakkan. Mulai dari membentuk program temu kangen, reuni, nonton bareng, dan lain-lain modusnya. Berharap pada liburan lebaran ini akan tetap terjaga silaturahminya. Akan tetapi, kadang itu musykil dilakukan.

Banyak faktor yang tidak sanggup diwujudkan. Selain tadi persoalan urusan masing-masing, berjunoa dengan mitra kampung masih terlalu kurang berakal dan belum sementereng pertemuan-pertemuan mitra kota.

Entahlah ... apa itu hanya pendapatku atau memang Anda juga mengalaminya. Yang jelas, kisah pulang kampung dari kampung akan selalu melulu begitu saja.

Banyak kisah yang ingin saya ungkapkan di blog saya ini. Terutama cerita-cerita ihwal saya dan kampung halaman.

Namun saya tidak akan menelanjangi kisah saya ini sampai jatuh pada pilihan curahan hati. Tidak. Saya lebih menentukan bernostalgia dengan teman-teman semasa kecil sampai remaja. Lalu dipisahkan pilihan dimana saya harus keluar meninggalkan tanah kelahiran demi satu tujuan hidup.

Hidup sebagai perantau akan selalu menjadi sentra kisah dimana masing-masing akan menyuguhkan kisah 'kesuksesan'-nya di negeri orang. Mereka akan berkelakar dari getirnya hidup serba usaha dengan bumbuan kisah urban yang menggiurkan.

Tapi itu tidak akan kalah seru. Ketika satu pertanyaan muncul tiba dari sahabat yang usang tak bertemu. Mengenai kabar kawannya itu, kemudian ada pilihan kisah yang akan dikabarkan oleh kawan-kawan yang lain. Jelas kisah itu banyak fiksinya dibandingkan realita. Sebab perantau akan selalu dianggap move on oleh orang kurang berakal dan akan tersemat sebutan 'udah jadi orang kota'.


Cerita ihwal mitra akan ada keharuan dan pujian tersendiri. Dimana kebosanan mulai menjangkiti perantau di negerinya. Kawan usang menyerupai hilang dan susah untuk saling bercengkrama ringan. Oleh lantaran urusan mereka sendiri dan tidak lagi menyerupai masa-masa dewasa dulu saat bertemu satu malam pun sanggup dilalui tanpa rasa kantuk. Semuanya selalu disuguhi kisah menarik yang tidak akan habis diceritakan dalam satu malam.

Masih ada waktu tersisa di kampung. Siasat untuk saling berjumpa mulai digalakkan. Mulai dari membentuk program temu kangen, reuni, nonton bareng, dan lain-lain modusnya. Berharap pada liburan lebaran ini akan tetap terjaga silaturahminya. Akan tetapi, kadang itu musykil dilakukan.

Banyak faktor yang tidak sanggup diwujudkan. Selain tadi persoalan urusan masing-masing, berjunoa dengan mitra kampung masih terlalu kurang berakal dan belum sementereng pertemuan-pertemuan mitra kota.

Entahlah ... apa itu hanya pendapatku atau memang Anda juga mengalaminya. Yang jelas, kisah pulang kampung dari kampung akan selalu melulu begitu saja.

Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu, bahwa dalam mengasah keterampilan menulis dibutuhkan tiga tahapan penting. Yaitu:

Tahap Prapenulisan
Tahap Penulisan
Tahap Pascapenulisan

 Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Penulisan


Sekadar mereviu pembahasan sebelumnya pada tahap prapenulisan, bahwa sebelum kita menuliskan gagasan-gagasan dalam bentuk karangan utuh kita disarankan melaksanakan tahap persiapan. Beberapa tahapan ini dijelaskan dalam tahap prapnulisan.

Diantara tahapan tersebut diantaranya ialah memilih topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi, dan menciptakan kerangka karangan. Di dalam kerangka karangan terdapat tiga bab penting yaitu bab awal, bab tengah, dan bab akhir. Pada kerangka inilah tahap penulisan mulai dikembangkan.

Baca juga: Tahapan dalam Keterampilan Menulis: Tahap Prapenulisan

Tahap Penulisan


Proses penulisan bermuara pada kerangka karangan. Proses ini sanggup dikerjakan dengan menyebarkan bagian-bagian kerangka karangan. Ingat, bahwa kerangka karangan  sanggup dibagi-bagikan kedalam tiga bagian. Yaitu bab awal, tengah, dan akhir.

Tahap Penulisan pada Bagaian Awal Kerangka Karangan

Pada bab awal kerangka karangan terdapat gagasan-gagasan yang berfungsi mengenalkan dan sekaligus menggiring pembaca untuk melanjutkan seluruh karangan. Menurut beberapa penulis, disinilah letak seni penulisan teruji.

Setiap penulis yang menciptakan goresan pena awal semenarik mungkin, menciptakan orang ingin tau untuk melahap habis tulisan, serta karangan yang bisa menciptakan pembaca terusik untuk membacanya ialah tehnik yang sering dilakukan dalam tahapan penulisan di bab awal ini.

Pada bab awal kerangka karangan, kita dituntut untuk menciptakan goresan pena menurut gagasan-gagasan pembuka dan penggiringan opini pembaca kepada tujuan penulisan tersebut. Penulis dituntut untuk selalu bisa menciptakan goresan pena yang berkesan kepada pembacanya.

Beberapa penulis yang sudah melalang buana dan sudah terkenal, sering menunjukkan rumusan baku dalam menciptakan goresan pena di awal karangan. Di antaranya:
- Menggunakan konsep piramida terbalik
- Menggunakan kata spekulatif
- Menggunakan tehnik paradoks
- dan lain-lain.

Mengenai rumusan baku tersebut bahwasanya tetap pada kejelian dari penulis itu sendiri dimana memposisikan pembaca ialah senyaman mungkin. Maksudnya, dalam goresan pena itu penulis mencoba memposisikan diri bukan sebagai bab diluar pembaca. Akan tetapi berusaha memahami pembacanya. Dan yang lebih penting lagi, untuk bisa menciptakan goresan pena yang menciptakan terkesan dibutuhkan jam terbang yang cukup tinggi dalam menulis.

Tahap Penulisan pada bab Tangah atau isi karangan


Isi karangan menyajikan bahasan topik atau wangsit utama karangan. Di sini semua hal-hal yang berkaitan dengan warta yang telah dikumpulkan dalam tahap prapenulisan dikembangkan.

Ketika menyebarkan gagasan dalam isi karangan, penulis dituntut untuk mengambil keputusan mengenai kedalaman dan keluasan isi karangan, jenis warta yang disajikan, teladan organisasi karangan termasuk di dalamnya teknik pengembangan alenia, serta gaya dan cara pembahasan.

Pengambilan keputasan itu tetap harus mengacu dan mengimbangi atau menyelaraskan dengan topik, tujuan, corak karangan, dan sasaran pembaca. Selain itu, dalam prosesnya penulis mesti mempunyai kesadaran bahwa dalam menulis ini memang merupakan suatu proses yang terus berulang-ulang. Sehingga dibutuhkan kesabaran dalam melatih dan menumbuhkan huruf goresan pena diri penulis.


Tahap Penulisan pada bab Akhir kerangka karangan


Bagian Akhir pada kerangka karangan berfungsi untuk mengembalikan pembaca pada ide-ide inti karangan melalui perangkuman atau penekanan-penekanan ide-ide penting. Biasanya dalam bab selesai ini berisi simpulan, rekomendasi, saran, dan epilog lainnya.


Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu, bahwa dalam mengasah keterampilan menulis dibutuhkan tiga tahapan penting. Yaitu:

Tahap Prapenulisan
Tahap Penulisan
Tahap Pascapenulisan

 Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Penulisan


Sekadar mereviu pembahasan sebelumnya pada tahap prapenulisan, bahwa sebelum kita menuliskan gagasan-gagasan dalam bentuk karangan utuh kita disarankan melaksanakan tahap persiapan. Beberapa tahapan ini dijelaskan dalam tahap prapnulisan.

Diantara tahapan tersebut diantaranya ialah memilih topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi, dan menciptakan kerangka karangan. Di dalam kerangka karangan terdapat tiga bab penting yaitu bab awal, bab tengah, dan bab akhir. Pada kerangka inilah tahap penulisan mulai dikembangkan.

Baca juga: Tahapan dalam Keterampilan Menulis: Tahap Prapenulisan

Tahap Penulisan


Proses penulisan bermuara pada kerangka karangan. Proses ini sanggup dikerjakan dengan menyebarkan bagian-bagian kerangka karangan. Ingat, bahwa kerangka karangan  sanggup dibagi-bagikan kedalam tiga bagian. Yaitu bab awal, tengah, dan akhir.

Tahap Penulisan pada Bagaian Awal Kerangka Karangan

Pada bab awal kerangka karangan terdapat gagasan-gagasan yang berfungsi mengenalkan dan sekaligus menggiring pembaca untuk melanjutkan seluruh karangan. Menurut beberapa penulis, disinilah letak seni penulisan teruji.

Setiap penulis yang menciptakan goresan pena awal semenarik mungkin, menciptakan orang ingin tau untuk melahap habis tulisan, serta karangan yang bisa menciptakan pembaca terusik untuk membacanya ialah tehnik yang sering dilakukan dalam tahapan penulisan di bab awal ini.

Pada bab awal kerangka karangan, kita dituntut untuk menciptakan goresan pena menurut gagasan-gagasan pembuka dan penggiringan opini pembaca kepada tujuan penulisan tersebut. Penulis dituntut untuk selalu bisa menciptakan goresan pena yang berkesan kepada pembacanya.

Beberapa penulis yang sudah melalang buana dan sudah terkenal, sering menunjukkan rumusan baku dalam menciptakan goresan pena di awal karangan. Di antaranya:
- Menggunakan konsep piramida terbalik
- Menggunakan kata spekulatif
- Menggunakan tehnik paradoks
- dan lain-lain.

Mengenai rumusan baku tersebut bahwasanya tetap pada kejelian dari penulis itu sendiri dimana memposisikan pembaca ialah senyaman mungkin. Maksudnya, dalam goresan pena itu penulis mencoba memposisikan diri bukan sebagai bab diluar pembaca. Akan tetapi berusaha memahami pembacanya. Dan yang lebih penting lagi, untuk bisa menciptakan goresan pena yang menciptakan terkesan dibutuhkan jam terbang yang cukup tinggi dalam menulis.

Tahap Penulisan pada bab Tangah atau isi karangan


Isi karangan menyajikan bahasan topik atau wangsit utama karangan. Di sini semua hal-hal yang berkaitan dengan warta yang telah dikumpulkan dalam tahap prapenulisan dikembangkan.

Ketika menyebarkan gagasan dalam isi karangan, penulis dituntut untuk mengambil keputusan mengenai kedalaman dan keluasan isi karangan, jenis warta yang disajikan, teladan organisasi karangan termasuk di dalamnya teknik pengembangan alenia, serta gaya dan cara pembahasan.

Pengambilan keputasan itu tetap harus mengacu dan mengimbangi atau menyelaraskan dengan topik, tujuan, corak karangan, dan sasaran pembaca. Selain itu, dalam prosesnya penulis mesti mempunyai kesadaran bahwa dalam menulis ini memang merupakan suatu proses yang terus berulang-ulang. Sehingga dibutuhkan kesabaran dalam melatih dan menumbuhkan huruf goresan pena diri penulis.


Tahap Penulisan pada bab Akhir kerangka karangan


Bagian Akhir pada kerangka karangan berfungsi untuk mengembalikan pembaca pada ide-ide inti karangan melalui perangkuman atau penekanan-penekanan ide-ide penting. Biasanya dalam bab selesai ini berisi simpulan, rekomendasi, saran, dan epilog lainnya.


MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget