Halloween Costume ideas 2015
Latest Post
Adsense ANEKA AYAM ANEKA BUBUR KOLAK ANEKA CAMILAN ANEKA DAGING ANEKA ES ANEKA GORENGAN ANEKA IKAN SEAFOOD ANEKA JAJANAN ANEKA KUE ANEKA KUE BASAH ANEKA KUE KERING ANEKA MAKANAN BAYI ANEKA MIE PASTA ANEKA MINUMAN ANEKA NASI ANEKA PUDING ANEKA ROTI ANEKA SAMBAL ANEKA SAYUR MAYUR ANEKA SUP SOTO ANEKA TAHU TEMPE ANEKA TELUR Bahasa Indonesia baju Blogging Catatan Guru SD Cerpen Css/Javascript Designs harga souvenir pernikahan murah bekasi harga souvenir pernikahan murah bogor harga souvenir pernikahan murah depok harga souvenir pernikahan murah jakarta harga souvenir pernikahan murah tangerang How To Informasi Informasi Pendidikan Informasi Umum Internet IPA jual souvenir pernikahan berkualitas bali jual souvenir pernikahan berkualitas bandung jual souvenir pernikahan berkualitas banjarmasin jual souvenir pernikahan berkualitas batam jual souvenir pernikahan berkualitas bekasi jual souvenir pernikahan berkualitas bogor jual souvenir pernikahan berkualitas depok jual souvenir pernikahan berkualitas jakarta jual souvenir pernikahan berkualitas medan jual souvenir pernikahan berkualitas palembang jual souvenir pernikahan berkualitas tangerang jual souvenir pernikahan lucu bali jual souvenir pernikahan lucu bandung jual souvenir pernikahan lucu banjarmasin jual souvenir pernikahan lucu batam jual souvenir pernikahan lucu bekasi jual souvenir pernikahan lucu bogor jual souvenir pernikahan lucu depok jual souvenir pernikahan lucu jakarta jual souvenir pernikahan lucu medan jual souvenir pernikahan lucu palembang jual souvenir pernikahan lucu tangerang jual souvenir pernikahan murah bali jual souvenir pernikahan murah bandung jual souvenir pernikahan murah banjarmasin jual souvenir pernikahan murah batam jual souvenir pernikahan murah bekasi jual souvenir pernikahan murah bogor jual souvenir pernikahan murah depok jual souvenir pernikahan murah medan jual souvenir pernikahan murah palembang jual souvenir pernikahan murah tangerang jual souvenir pernikahan rekomended bali jual souvenir pernikahan rekomended bandung jual souvenir pernikahan rekomended banjarmasin jual souvenir pernikahan rekomended batam jual souvenir pernikahan rekomended bekasi jual souvenir pernikahan rekomended bogor jual souvenir pernikahan rekomended depok jual souvenir pernikahan rekomended jakarta jual souvenir pernikahan rekomended medan jual souvenir pernikahan rekomended palembang jual souvenir pernikahan rekomended tangerang jual souvenir pernikahan terlaris bali jual souvenir pernikahan terlaris bandung jual souvenir pernikahan terlaris banjarmasin jual souvenir pernikahan terlaris batam jual souvenir pernikahan terlaris bekasi jual souvenir pernikahan terlaris bogor jual souvenir pernikahan terlaris depok jual souvenir pernikahan terlaris jakarta jual souvenir pernikahan terlaris medan jual souvenir pernikahan terlaris palembang jual souvenir pernikahan terlaris tangerang jual souvenir pernikahan termurah bali jual souvenir pernikahan termurah bandung jual souvenir pernikahan termurah banjarmasin jual souvenir pernikahan termurah batam jual souvenir pernikahan termurah bekasi jual souvenir pernikahan termurah bogor jual souvenir pernikahan termurah depok jual souvenir pernikahan termurah medan jual souvenir pernikahan termurah palembang jual souvenir pernikahan termurah tangerang jual souvenir pernikahan terpercaya bali jual souvenir pernikahan terpercaya bandung jual souvenir pernikahan terpercaya banjarmasin jual souvenir pernikahan terpercaya batam jual souvenir pernikahan terpercaya bekasi jual souvenir pernikahan terpercaya bogor jual souvenir pernikahan terpercaya depok jual souvenir pernikahan terpercaya jakarta jual souvenir pernikahan terpercaya medan jual souvenir pernikahan terpercaya palembang jual souvenir pernikahan terpercaya tangerang jual souvenir pernikahan unik bali jual souvenir pernikahan unik bandung jual souvenir pernikahan unik banjarmasin jual souvenir pernikahan unik batam jual souvenir pernikahan unik bekasi jual souvenir pernikahan unik bogor jual souvenir pernikahan unik depok jual souvenir pernikahan unik jakarta jual souvenir pernikahan unik medan jual souvenir pernikahan unik palembang jual souvenir pernikahan unik tangerang Kisi-kisi Soal Komputer Label Based Sitemap Themes lainnya Matematika Materi Ajar Multimedia Opini Otak-atik Blog Pages Pedagogis Pendidikan Posts SEO Settings Sitemap Themes Tips TIPS DAN INFO Tools Tutorial Tutorial Ms. Excel Tutorial Print Widgets

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu, bahwa dalam mengasah keterampilan menulis dibutuhkan tiga tahapan penting. Yaitu:

Tahap Prapenulisan
Tahap Penulisan
Tahap Pascapenulisan

 Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Penulisan


Sekadar mereviu pembahasan sebelumnya pada tahap prapenulisan, bahwa sebelum kita menuliskan gagasan-gagasan dalam bentuk karangan utuh kita disarankan melaksanakan tahap persiapan. Beberapa tahapan ini dijelaskan dalam tahap prapnulisan.

Diantara tahapan tersebut diantaranya ialah memilih topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi, dan menciptakan kerangka karangan. Di dalam kerangka karangan terdapat tiga bab penting yaitu bab awal, bab tengah, dan bab akhir. Pada kerangka inilah tahap penulisan mulai dikembangkan.

Baca juga: Tahapan dalam Keterampilan Menulis: Tahap Prapenulisan

Tahap Penulisan


Proses penulisan bermuara pada kerangka karangan. Proses ini sanggup dikerjakan dengan menyebarkan bagian-bagian kerangka karangan. Ingat, bahwa kerangka karangan  sanggup dibagi-bagikan kedalam tiga bagian. Yaitu bab awal, tengah, dan akhir.

Tahap Penulisan pada Bagaian Awal Kerangka Karangan

Pada bab awal kerangka karangan terdapat gagasan-gagasan yang berfungsi mengenalkan dan sekaligus menggiring pembaca untuk melanjutkan seluruh karangan. Menurut beberapa penulis, disinilah letak seni penulisan teruji.

Setiap penulis yang menciptakan goresan pena awal semenarik mungkin, menciptakan orang ingin tau untuk melahap habis tulisan, serta karangan yang bisa menciptakan pembaca terusik untuk membacanya ialah tehnik yang sering dilakukan dalam tahapan penulisan di bab awal ini.

Pada bab awal kerangka karangan, kita dituntut untuk menciptakan goresan pena menurut gagasan-gagasan pembuka dan penggiringan opini pembaca kepada tujuan penulisan tersebut. Penulis dituntut untuk selalu bisa menciptakan goresan pena yang berkesan kepada pembacanya.

Beberapa penulis yang sudah melalang buana dan sudah terkenal, sering menunjukkan rumusan baku dalam menciptakan goresan pena di awal karangan. Di antaranya:
- Menggunakan konsep piramida terbalik
- Menggunakan kata spekulatif
- Menggunakan tehnik paradoks
- dan lain-lain.

Mengenai rumusan baku tersebut bahwasanya tetap pada kejelian dari penulis itu sendiri dimana memposisikan pembaca ialah senyaman mungkin. Maksudnya, dalam goresan pena itu penulis mencoba memposisikan diri bukan sebagai bab diluar pembaca. Akan tetapi berusaha memahami pembacanya. Dan yang lebih penting lagi, untuk bisa menciptakan goresan pena yang menciptakan terkesan dibutuhkan jam terbang yang cukup tinggi dalam menulis.

Tahap Penulisan pada bab Tangah atau isi karangan


Isi karangan menyajikan bahasan topik atau wangsit utama karangan. Di sini semua hal-hal yang berkaitan dengan warta yang telah dikumpulkan dalam tahap prapenulisan dikembangkan.

Ketika menyebarkan gagasan dalam isi karangan, penulis dituntut untuk mengambil keputusan mengenai kedalaman dan keluasan isi karangan, jenis warta yang disajikan, teladan organisasi karangan termasuk di dalamnya teknik pengembangan alenia, serta gaya dan cara pembahasan.

Pengambilan keputasan itu tetap harus mengacu dan mengimbangi atau menyelaraskan dengan topik, tujuan, corak karangan, dan sasaran pembaca. Selain itu, dalam prosesnya penulis mesti mempunyai kesadaran bahwa dalam menulis ini memang merupakan suatu proses yang terus berulang-ulang. Sehingga dibutuhkan kesabaran dalam melatih dan menumbuhkan huruf goresan pena diri penulis.


Tahap Penulisan pada bab Akhir kerangka karangan


Bagian Akhir pada kerangka karangan berfungsi untuk mengembalikan pembaca pada ide-ide inti karangan melalui perangkuman atau penekanan-penekanan ide-ide penting. Biasanya dalam bab selesai ini berisi simpulan, rekomendasi, saran, dan epilog lainnya.


Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu, bahwa dalam mengasah keterampilan menulis dibutuhkan tiga tahapan penting. Yaitu:

Tahap Prapenulisan
Tahap Penulisan
Tahap Pascapenulisan

 Sebelumnya saya sudah membahas dalam postingan terdahulu Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Penulisan


Sekadar mereviu pembahasan sebelumnya pada tahap prapenulisan, bahwa sebelum kita menuliskan gagasan-gagasan dalam bentuk karangan utuh kita disarankan melaksanakan tahap persiapan. Beberapa tahapan ini dijelaskan dalam tahap prapnulisan.

Diantara tahapan tersebut diantaranya ialah memilih topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi, dan menciptakan kerangka karangan. Di dalam kerangka karangan terdapat tiga bab penting yaitu bab awal, bab tengah, dan bab akhir. Pada kerangka inilah tahap penulisan mulai dikembangkan.

Baca juga: Tahapan dalam Keterampilan Menulis: Tahap Prapenulisan

Tahap Penulisan


Proses penulisan bermuara pada kerangka karangan. Proses ini sanggup dikerjakan dengan menyebarkan bagian-bagian kerangka karangan. Ingat, bahwa kerangka karangan  sanggup dibagi-bagikan kedalam tiga bagian. Yaitu bab awal, tengah, dan akhir.

Tahap Penulisan pada Bagaian Awal Kerangka Karangan

Pada bab awal kerangka karangan terdapat gagasan-gagasan yang berfungsi mengenalkan dan sekaligus menggiring pembaca untuk melanjutkan seluruh karangan. Menurut beberapa penulis, disinilah letak seni penulisan teruji.

Setiap penulis yang menciptakan goresan pena awal semenarik mungkin, menciptakan orang ingin tau untuk melahap habis tulisan, serta karangan yang bisa menciptakan pembaca terusik untuk membacanya ialah tehnik yang sering dilakukan dalam tahapan penulisan di bab awal ini.

Pada bab awal kerangka karangan, kita dituntut untuk menciptakan goresan pena menurut gagasan-gagasan pembuka dan penggiringan opini pembaca kepada tujuan penulisan tersebut. Penulis dituntut untuk selalu bisa menciptakan goresan pena yang berkesan kepada pembacanya.

Beberapa penulis yang sudah melalang buana dan sudah terkenal, sering menunjukkan rumusan baku dalam menciptakan goresan pena di awal karangan. Di antaranya:
- Menggunakan konsep piramida terbalik
- Menggunakan kata spekulatif
- Menggunakan tehnik paradoks
- dan lain-lain.

Mengenai rumusan baku tersebut bahwasanya tetap pada kejelian dari penulis itu sendiri dimana memposisikan pembaca ialah senyaman mungkin. Maksudnya, dalam goresan pena itu penulis mencoba memposisikan diri bukan sebagai bab diluar pembaca. Akan tetapi berusaha memahami pembacanya. Dan yang lebih penting lagi, untuk bisa menciptakan goresan pena yang menciptakan terkesan dibutuhkan jam terbang yang cukup tinggi dalam menulis.

Tahap Penulisan pada bab Tangah atau isi karangan


Isi karangan menyajikan bahasan topik atau wangsit utama karangan. Di sini semua hal-hal yang berkaitan dengan warta yang telah dikumpulkan dalam tahap prapenulisan dikembangkan.

Ketika menyebarkan gagasan dalam isi karangan, penulis dituntut untuk mengambil keputusan mengenai kedalaman dan keluasan isi karangan, jenis warta yang disajikan, teladan organisasi karangan termasuk di dalamnya teknik pengembangan alenia, serta gaya dan cara pembahasan.

Pengambilan keputasan itu tetap harus mengacu dan mengimbangi atau menyelaraskan dengan topik, tujuan, corak karangan, dan sasaran pembaca. Selain itu, dalam prosesnya penulis mesti mempunyai kesadaran bahwa dalam menulis ini memang merupakan suatu proses yang terus berulang-ulang. Sehingga dibutuhkan kesabaran dalam melatih dan menumbuhkan huruf goresan pena diri penulis.


Tahap Penulisan pada bab Akhir kerangka karangan


Bagian Akhir pada kerangka karangan berfungsi untuk mengembalikan pembaca pada ide-ide inti karangan melalui perangkuman atau penekanan-penekanan ide-ide penting. Biasanya dalam bab selesai ini berisi simpulan, rekomendasi, saran, dan epilog lainnya.


*JADWAL LENGKAP PIALA DUNIA 2018*
(Bagi Penggemar Bola)
⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽

*Fase Grup*
 Inilah Jadwal Pertandingan Bola Piala Dunia (Fase Grup)



*14 Juni 2018*
22.00 WIB Rusia vs Arab Saudi

*15 Juni 2018*
19.00 WIB Mesir vs Uruguay
22.00 WIB Maroko vs Iran

*16 Juni 2018*
01:00 WIB Portugal vs Spanyol
17:00 WIB Prancis vs Australia
20:00 WIB Argentina vs Islandia
23:00 WIB Peru vs Denmark

*17 Juni 2018*
02:00 WIB Kroasia vs Nigeria
19:00 WIB Kosta Rika vs Serbia
22:00 WIB Jerman vs Meksiko

*18 Juni 2018*
01:00 WIB Brasil vs Swiss
19:00 WIB Swedia vs Korea Selatan
22:00 WIB Belgia vs Panama

*19 Juni 2018*
01:00 WIB Tunisia vs Inggris
19:00 WIB Kolombia vs Jepang
22:00 WIB Polandia vs Senegal

*20 Juni 2018*
01:00 WIB Rusia vs Mesir
19:00 WIB Portugal vs Maroko
22:00 WIB Uruguay vs Arab Saudi

*21 Juni 2018*
01:00 WIB Iran vs Spanyol
19:00 WIB Denmark vs Australia
22:00 WIB Prancis vs Peru

*22 Juni 2018*
01:00 WIB Argentina vs Kroasia
19:00 WIB Brasil vs Kosta Rika
22:00 WIB Nigeria vs Islandia

*23 Juni 2018*
01:00 WIB Serbia vs Swiss
19:00 WIB Belgia vs Tunisia
22:00 WIB Korea Selatan vs Meksiko

*24 Juni 2018*
01:00 WIB Jerman vs Swedia
19:00 WIB Inggris vs Panama
22:00 WIB Jepang vs Senegal

*25 Juni 2018*
01:00 WIB Polandia vs Kolombia
21:00 WIB Uruguay vs Rusia vs Arab Saudi
21.00 WIB Arab Saudi vs Mesir

*26 Juni 2018*
01:00 WIB Iran vs Portugal
01:00 WIB Spanyol vs Maroko
21:00 WIB Denmark vs Prancis
21.00 WIB Australia vs Peru

*27 Juni 2018*
01:00 WIB Nigeria vs Argentina
01:00 WIB Islandia vs Kroasia
21:00 WIB Korea Selatan vs Jerman
21.00 WIB Meksiko vs Swedia

*28 Juni 2018*
01:00 WIB Serbia vs Brasil
01:00 WIB Swiss vs Kosta
21.00 WIB Jepang vs Polandia
21.00 WIB Senegal vs Kolombia

*29 Juni 2018*
01.00 WIB Inggris vs Belgia
01.00 WIB Panama vs Tunisia

Selamat nobarrr😃👍🏻
Jangan lupa SEBARKAN......


Sumber kiriman Whatsapp

*JADWAL LENGKAP PIALA DUNIA 2018*
(Bagi Penggemar Bola)
⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽

*Fase Grup*
 Inilah Jadwal Pertandingan Bola Piala Dunia (Fase Grup)



*14 Juni 2018*
22.00 WIB Rusia vs Arab Saudi

*15 Juni 2018*
19.00 WIB Mesir vs Uruguay
22.00 WIB Maroko vs Iran

*16 Juni 2018*
01:00 WIB Portugal vs Spanyol
17:00 WIB Prancis vs Australia
20:00 WIB Argentina vs Islandia
23:00 WIB Peru vs Denmark

*17 Juni 2018*
02:00 WIB Kroasia vs Nigeria
19:00 WIB Kosta Rika vs Serbia
22:00 WIB Jerman vs Meksiko

*18 Juni 2018*
01:00 WIB Brasil vs Swiss
19:00 WIB Swedia vs Korea Selatan
22:00 WIB Belgia vs Panama

*19 Juni 2018*
01:00 WIB Tunisia vs Inggris
19:00 WIB Kolombia vs Jepang
22:00 WIB Polandia vs Senegal

*20 Juni 2018*
01:00 WIB Rusia vs Mesir
19:00 WIB Portugal vs Maroko
22:00 WIB Uruguay vs Arab Saudi

*21 Juni 2018*
01:00 WIB Iran vs Spanyol
19:00 WIB Denmark vs Australia
22:00 WIB Prancis vs Peru

*22 Juni 2018*
01:00 WIB Argentina vs Kroasia
19:00 WIB Brasil vs Kosta Rika
22:00 WIB Nigeria vs Islandia

*23 Juni 2018*
01:00 WIB Serbia vs Swiss
19:00 WIB Belgia vs Tunisia
22:00 WIB Korea Selatan vs Meksiko

*24 Juni 2018*
01:00 WIB Jerman vs Swedia
19:00 WIB Inggris vs Panama
22:00 WIB Jepang vs Senegal

*25 Juni 2018*
01:00 WIB Polandia vs Kolombia
21:00 WIB Uruguay vs Rusia vs Arab Saudi
21.00 WIB Arab Saudi vs Mesir

*26 Juni 2018*
01:00 WIB Iran vs Portugal
01:00 WIB Spanyol vs Maroko
21:00 WIB Denmark vs Prancis
21.00 WIB Australia vs Peru

*27 Juni 2018*
01:00 WIB Nigeria vs Argentina
01:00 WIB Islandia vs Kroasia
21:00 WIB Korea Selatan vs Jerman
21.00 WIB Meksiko vs Swedia

*28 Juni 2018*
01:00 WIB Serbia vs Brasil
01:00 WIB Swiss vs Kosta
21.00 WIB Jepang vs Polandia
21.00 WIB Senegal vs Kolombia

*29 Juni 2018*
01.00 WIB Inggris vs Belgia
01.00 WIB Panama vs Tunisia

Selamat nobarrr😃👍🏻
Jangan lupa SEBARKAN......


Sumber kiriman Whatsapp

Assalamualaikum,

Sebagian mitra blogger mungkin menulis yaitu hal yang lumrah. Sesuatu yang biasa dilakukan untuk menghidupkan blognya.

 Sebagian mitra blogger mungkin menulis yaitu hal yang lumrah Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Prapenulisan


Menulis merupakan keterampilan dimana seseorang mempunyai keterampilan dalam menuangkan gagasan-gagasan dikepalanya untuk disampaikan kepada orang lain dalam bentuk simbol-simbol tulisan. Di dalam keterampilan sendiri akan ada seni dalam merangkaikan kata sehingga pembaca akan memahami gagasan yang disampaikan.

Sebagaimana suatu keterampilan pada umumnya, keterampilan membutuhkan suatu keberlanjutan atau kekontinuitas dalam melakukannya. Maka, menulis pun membutuhkan suatu latihan dalam merangkaikan gagasan. Oleh lantaran itu, keterampilan menulis membutuhkan upaya yang sangat gigih semoga tulisannya bermutu dan berkualitas.

Sayangnya, dari banyak yang enggan berjuang dalam melatih keterampilan ini. Terutama blogger ecek-ecek yang dengan sengaja tanpa aib meng-copy goresan pena orang lain untuk diakui sebagai tulisannya. Entah apa yang ada di benak tipe blogger ini, apakah tujuan bloggingnya itu sebatas untuk eksis saja atau malah menciptakan dirinya menjadi kerdil.

Untuk mengasah keterampilan menulis, maka perhatikan pula bagaimana kita menjadi mahir dan terampil dalam menguraikang gagasan dalam tulisan. Setidaknya, ada tiga tahapan dalam menulis yang harus kita pahami. Meski tidak harus demikian namun ketiga tahapan ini akan membantu penulis terampil dalam menguraikan gagasannya. Tahapan itu yaitu tahapan prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap pascapenulisan.

Tahap Prapenulisan


Dikatakan sebagai tahapan prapenulisan lantaran pada tahap ini merupakan fase persiapan dalam menulis. Kebanyakan dari penulis, kadang merasa mempunyai berjuta-juta gagasan di kepala. Akan tetapi, ketika akan memulai menuliskannya malah ia bingung. Sekalinya sudah bisa memulainya pun, gres beberapa alenia inspirasi itu serasa habis.

Sebenarnya, pedoman menyerupai di atas disebabkan lantaran penulis tersebut tidak pernah mempunyai inspirasi yang benar-benar lengkap, siap, dan tersusun sistematis. Mengapa demikian, lantaran inspirasi dasar kemunculan-kemunculan gagasan tersebut hanya muncul ketika 'napsu' keinginan menulis muncul begitu saja tanpa ada kesiapan sama sekali.

Baca juga seluruh materi Bahasa Indonesia di blog ini

Oleh lantaran itu, tahap prapenulisan ini akan mendorong kita mempersiapkan segala bentuk isu dari gagasan yang kita punya semoga menjadi inspirasi yang lengkap, siap, dan sistematis.

Pada tahap prapenulisan ini, kita harus merinci bebrapa hal berikut:


a. Menentukan topik


Menentukan topik merupakan hal yang paling utama yang harus dilakukan. Mengapa? Karena dalam topik goresan pena akan membahas persoalan-persoalan yang menjiwai seluruh karangan.

Mungkin bagi penulis yang sudah terlatih dalam menentukan topik ini tidak mesti ditulis atau diuraikan dalam lembar kerja. Mereka akan menyimpannya di otak mereka. Tapi ini tidak akan berlaku bagi penulis pemula atau penulis yang tidak terbiasa (jika tidak dikatakan mahir atau terampil)

Ada beberapa tips dalam menentukan topik, diantaranya:

1) seseorang mempunyai banyak topik yang dipilih, semua topik sangat menarik dan cukup dikenali. Maka pilihlah topik yang paling sesuai dengan maksud dan tujuan kita menulis. Berbeda jikalau seseorang mempunyai topik yang banyak dan semuanya menarik, tetapi pengetahuan wacana topik tersebut sangat minim dan beresiko akan menjadikan salah tafsir. Maka, pilihlah topik yang memang benar-benar kita kuasai.

2) Kita menentukan suatu topik, tetapi tidak ada inspirasi sama sekali wacana topik tersebut. Biasanya ini terjadi lantaran topik yang dipilih terlalu umum atau mungkin topik yang dipilih trlalu sempit sehingga kesulitan dalam mnari arah atau fokus dari id kita itu. Untuk mengatasinya, kita perlu berdiskusi atau meminta saran dari orang lain, membaca refrensi (buku, artikel, laporan penelitian, dll), melaksanakan refleksi atau pengamtan.

3) Terlalu ambisius dalam menentukan topik sehingga topik yang dipilih terlalu luas. Begitu banyak yang ingin ditulis dan dikupas dalam goresan pena dalam tulisannya sementara pengetahuan, waktu, dan rfrnsi sangat terbatas. Disini pnulis harus pandai-pandai dalam mengdalikan diri.


b.  Mempertimbangkan maksud dan tujuan penulisan


Tujuan penulisan mengarah pada corak (genre) dan bentuk karangan, gaya penyampaian, serta tingkat kerincian isi karangan. Tujuan penulisan berbeda dengan manfaat mengarang.

Misalnya begini: Seorang mahasiswa yang akan mengarang menentukan topiknya  Dampak negatif sajian televisi dan cara mengatasinya. Ketika ditanya apa tujuan mengarang dengan topik tersebut beliau mengatakan, "Agar belum dewasa terhindar dari dampak negatif program-program yang ditayangkan di televisi."

Rumusan tujuan karangan tersebut terasa aneh. Mustahil sebuah karangan sanggup menjaga belum dewasa dari dampak negatif tayangan televisi. Iya Nggak? Munculnya rumusan tersebut muncul lantaran penulis belum memahami dalam membedakan antara impian atau manfaat karangan dengan tujuan mengarangnya. Dalam hal ini tujuan penulisan karangan tersebut.

Tujuan penulisan dalam konteks ini yaitu tujuan mengarang. Seperti menghibur, memberi tahu atau menginformasikan, mngklarifikasi atau membuktikan, atau membujuk (persuasif). Di sinilah tujuan penulisan tersebut akan mengarah pada corak (genre) dan bentuk karangan.

Ditelisik dari permasalahan masalah penulis mahasiswa tersebut, tujuan penulisan dari topik yang beliau pilih kemunkinan tujuannya yaitu menunjukan atau menginformasikan kepada pembaca mengenai dampak negatif tayangan televisi terhadap sikap anak-anak. Dari tujuan penulisan ini maka corak karangan yang sesuai yaitu eksposisi dengahan gaya pemapaparan (prosa ekspositoris).


c.  Memperhatikan sasaran karangan (Sasaran pembaca)


Agar goresan pena itu hingga kepada pembaca, kita harus memperhatikan dan menyesuaikan goresan pena kita dengan level sosial, tingkat pengalaman, pengetahuan, kemampuan, dan kebutuhan pembaca. Terkesan deskiriminatif memang, tapi memang menyerupai itulah kenyataannya.

Tidak mungkin juga kan seorang dokter menulis ilmu kedokterannya, dengan memaparkan istilah-istilah yang hanya dipahami oleh akademisi kedokteran, kemudian goresan pena tersbut disajikan kepada pembaca umum? Yang terjadi, isu yang disampaikan penulis melalui goresan pena tersebut tidak akan tercapai lantaran pemahamannya belum hingga kesitu.

Seorang hebat menyatakan bahwa keberhasilan menulis dipengaruhi oleh ketepatan pemahaman penulis terhadap pembaca tulisannya. Kemampuan ini memungkinkan kita sebagai penulis menentukan isu serta penyajian yang sesuai. Alasan ini pula yang kerap mendorong seorang penulis berulang-ulang membaca atau meminta orang lain membaca goresan pena kita, dan memperbaikinya.


d.  Mengumpulkan isu pendukung


Anda mungkin pernah membaca artikel bagus, tulisannya panjang dengan kupasan yang dalam, luas, dan kaya. Anda mungkin akan bertanya, darimana penulis tersebut mengumpulkan isu dari banyak sekali sumber, mengaitkan begitu banyak isu menjadi satu ksatuan utuh yang saling mendukung dan berhubungan, serta menyajikannya dengan enak?

Jawaban pastinya, yaitu lantaran penulis tersebut tidak terburu-buru menuliskan gagasannya menjadi bentuk karangan utuh yang dipublikasikan sebelum semua isu yang terkumpulkannya itu banyak dan saling berkaitan.

Pengumpulan isu sanggup dilakukan sebelum, sewaktu menulis, atau sesudah menulis. Namun, banyak pembinaan penulisan-penulisan ilmiah menyarankan proses pengumpulan isu ini dilakukan sebelum proses penulisan, yakni pada tahap prapenulisan ini. Tujuannya yaitu semoga proses penulisan tidak mengalami gangguan lantaran isu yang diperlukan telah terkumpul secukupnya. Meski begitu, ketika penulisan pun terkadang muncul kebutuhan akan isu tambahan, pencarian isu tambahan ini akan lebih gampang lantaran kita tahu persis apa yang kita perlukan.


e. Mengorganisasikan ide/gagasan


Kalau Anda sering mengalami kondisi dimana Anda begitu menggebu ingin menulis lantaran ide-ide di kepala begitu hebat, akan tetapi ketika Anda menuliskannya Anda galau mulai dari mana. Atau bisa jadi ketika Anda sudah menuliskan beberapa gagasan Anda namun hanya selesai pada beberapa alenia saja.

Mengatasi permasalahan ini, kita memerlukan kerangka karangan semoga semua inspirasi atau gagasan terjaring. Dari karangan tersebut kita akan menentukan gagasan-gagasan mana yang harus dimunculkan pertama, tengah, hingga akhiran.

Kerangka karangan merupakan suatau rencana kerja yang memuat garis-garis besar karangan yang akan ditulis. Sederhananya, kerangka karangan merupakan panduan seseorang dalam menulis ketika membuatkan suatu karangan.

Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kerangka karangan tidaklah selalu sanggup sekali jadi. Bisa berkali-kali, ditulis, dikaji ulang, dan diperbaiki lagi. Perbaikan itu tidak hanya berlaku sebelum menulis, bahkan ketika berada di tengah-tengah proses penyusunan kerangka karangan.

Refrensi:
  • Suparno., Yunus, Mohamad. 2009. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka
  • Tompkins, G.E. dan Hoskisson E. (1995). Language Arts: Content and Teaching Strategies. Colombus, OH: Prentice Hall
  • Keraf, G. (1984). Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende-Flores: Nusa Indah

Assalamualaikum,

Sebagian mitra blogger mungkin menulis yaitu hal yang lumrah. Sesuatu yang biasa dilakukan untuk menghidupkan blognya.

 Sebagian mitra blogger mungkin menulis yaitu hal yang lumrah Tahapan Dalam Mengasah Keterampilan Menulis: Tahap Prapenulisan


Menulis merupakan keterampilan dimana seseorang mempunyai keterampilan dalam menuangkan gagasan-gagasan dikepalanya untuk disampaikan kepada orang lain dalam bentuk simbol-simbol tulisan. Di dalam keterampilan sendiri akan ada seni dalam merangkaikan kata sehingga pembaca akan memahami gagasan yang disampaikan.

Sebagaimana suatu keterampilan pada umumnya, keterampilan membutuhkan suatu keberlanjutan atau kekontinuitas dalam melakukannya. Maka, menulis pun membutuhkan suatu latihan dalam merangkaikan gagasan. Oleh lantaran itu, keterampilan menulis membutuhkan upaya yang sangat gigih semoga tulisannya bermutu dan berkualitas.

Sayangnya, dari banyak yang enggan berjuang dalam melatih keterampilan ini. Terutama blogger ecek-ecek yang dengan sengaja tanpa aib meng-copy goresan pena orang lain untuk diakui sebagai tulisannya. Entah apa yang ada di benak tipe blogger ini, apakah tujuan bloggingnya itu sebatas untuk eksis saja atau malah menciptakan dirinya menjadi kerdil.

Untuk mengasah keterampilan menulis, maka perhatikan pula bagaimana kita menjadi mahir dan terampil dalam menguraikang gagasan dalam tulisan. Setidaknya, ada tiga tahapan dalam menulis yang harus kita pahami. Meski tidak harus demikian namun ketiga tahapan ini akan membantu penulis terampil dalam menguraikan gagasannya. Tahapan itu yaitu tahapan prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap pascapenulisan.

Tahap Prapenulisan


Dikatakan sebagai tahapan prapenulisan lantaran pada tahap ini merupakan fase persiapan dalam menulis. Kebanyakan dari penulis, kadang merasa mempunyai berjuta-juta gagasan di kepala. Akan tetapi, ketika akan memulai menuliskannya malah ia bingung. Sekalinya sudah bisa memulainya pun, gres beberapa alenia inspirasi itu serasa habis.

Sebenarnya, pedoman menyerupai di atas disebabkan lantaran penulis tersebut tidak pernah mempunyai inspirasi yang benar-benar lengkap, siap, dan tersusun sistematis. Mengapa demikian, lantaran inspirasi dasar kemunculan-kemunculan gagasan tersebut hanya muncul ketika 'napsu' keinginan menulis muncul begitu saja tanpa ada kesiapan sama sekali.

Baca juga seluruh materi Bahasa Indonesia di blog ini

Oleh lantaran itu, tahap prapenulisan ini akan mendorong kita mempersiapkan segala bentuk isu dari gagasan yang kita punya semoga menjadi inspirasi yang lengkap, siap, dan sistematis.

Pada tahap prapenulisan ini, kita harus merinci bebrapa hal berikut:


a. Menentukan topik


Menentukan topik merupakan hal yang paling utama yang harus dilakukan. Mengapa? Karena dalam topik goresan pena akan membahas persoalan-persoalan yang menjiwai seluruh karangan.

Mungkin bagi penulis yang sudah terlatih dalam menentukan topik ini tidak mesti ditulis atau diuraikan dalam lembar kerja. Mereka akan menyimpannya di otak mereka. Tapi ini tidak akan berlaku bagi penulis pemula atau penulis yang tidak terbiasa (jika tidak dikatakan mahir atau terampil)

Ada beberapa tips dalam menentukan topik, diantaranya:

1) seseorang mempunyai banyak topik yang dipilih, semua topik sangat menarik dan cukup dikenali. Maka pilihlah topik yang paling sesuai dengan maksud dan tujuan kita menulis. Berbeda jikalau seseorang mempunyai topik yang banyak dan semuanya menarik, tetapi pengetahuan wacana topik tersebut sangat minim dan beresiko akan menjadikan salah tafsir. Maka, pilihlah topik yang memang benar-benar kita kuasai.

2) Kita menentukan suatu topik, tetapi tidak ada inspirasi sama sekali wacana topik tersebut. Biasanya ini terjadi lantaran topik yang dipilih terlalu umum atau mungkin topik yang dipilih trlalu sempit sehingga kesulitan dalam mnari arah atau fokus dari id kita itu. Untuk mengatasinya, kita perlu berdiskusi atau meminta saran dari orang lain, membaca refrensi (buku, artikel, laporan penelitian, dll), melaksanakan refleksi atau pengamtan.

3) Terlalu ambisius dalam menentukan topik sehingga topik yang dipilih terlalu luas. Begitu banyak yang ingin ditulis dan dikupas dalam goresan pena dalam tulisannya sementara pengetahuan, waktu, dan rfrnsi sangat terbatas. Disini pnulis harus pandai-pandai dalam mengdalikan diri.


b.  Mempertimbangkan maksud dan tujuan penulisan


Tujuan penulisan mengarah pada corak (genre) dan bentuk karangan, gaya penyampaian, serta tingkat kerincian isi karangan. Tujuan penulisan berbeda dengan manfaat mengarang.

Misalnya begini: Seorang mahasiswa yang akan mengarang menentukan topiknya  Dampak negatif sajian televisi dan cara mengatasinya. Ketika ditanya apa tujuan mengarang dengan topik tersebut beliau mengatakan, "Agar belum dewasa terhindar dari dampak negatif program-program yang ditayangkan di televisi."

Rumusan tujuan karangan tersebut terasa aneh. Mustahil sebuah karangan sanggup menjaga belum dewasa dari dampak negatif tayangan televisi. Iya Nggak? Munculnya rumusan tersebut muncul lantaran penulis belum memahami dalam membedakan antara impian atau manfaat karangan dengan tujuan mengarangnya. Dalam hal ini tujuan penulisan karangan tersebut.

Tujuan penulisan dalam konteks ini yaitu tujuan mengarang. Seperti menghibur, memberi tahu atau menginformasikan, mngklarifikasi atau membuktikan, atau membujuk (persuasif). Di sinilah tujuan penulisan tersebut akan mengarah pada corak (genre) dan bentuk karangan.

Ditelisik dari permasalahan masalah penulis mahasiswa tersebut, tujuan penulisan dari topik yang beliau pilih kemunkinan tujuannya yaitu menunjukan atau menginformasikan kepada pembaca mengenai dampak negatif tayangan televisi terhadap sikap anak-anak. Dari tujuan penulisan ini maka corak karangan yang sesuai yaitu eksposisi dengahan gaya pemapaparan (prosa ekspositoris).


c.  Memperhatikan sasaran karangan (Sasaran pembaca)


Agar goresan pena itu hingga kepada pembaca, kita harus memperhatikan dan menyesuaikan goresan pena kita dengan level sosial, tingkat pengalaman, pengetahuan, kemampuan, dan kebutuhan pembaca. Terkesan deskiriminatif memang, tapi memang menyerupai itulah kenyataannya.

Tidak mungkin juga kan seorang dokter menulis ilmu kedokterannya, dengan memaparkan istilah-istilah yang hanya dipahami oleh akademisi kedokteran, kemudian goresan pena tersbut disajikan kepada pembaca umum? Yang terjadi, isu yang disampaikan penulis melalui goresan pena tersebut tidak akan tercapai lantaran pemahamannya belum hingga kesitu.

Seorang hebat menyatakan bahwa keberhasilan menulis dipengaruhi oleh ketepatan pemahaman penulis terhadap pembaca tulisannya. Kemampuan ini memungkinkan kita sebagai penulis menentukan isu serta penyajian yang sesuai. Alasan ini pula yang kerap mendorong seorang penulis berulang-ulang membaca atau meminta orang lain membaca goresan pena kita, dan memperbaikinya.


d.  Mengumpulkan isu pendukung


Anda mungkin pernah membaca artikel bagus, tulisannya panjang dengan kupasan yang dalam, luas, dan kaya. Anda mungkin akan bertanya, darimana penulis tersebut mengumpulkan isu dari banyak sekali sumber, mengaitkan begitu banyak isu menjadi satu ksatuan utuh yang saling mendukung dan berhubungan, serta menyajikannya dengan enak?

Jawaban pastinya, yaitu lantaran penulis tersebut tidak terburu-buru menuliskan gagasannya menjadi bentuk karangan utuh yang dipublikasikan sebelum semua isu yang terkumpulkannya itu banyak dan saling berkaitan.

Pengumpulan isu sanggup dilakukan sebelum, sewaktu menulis, atau sesudah menulis. Namun, banyak pembinaan penulisan-penulisan ilmiah menyarankan proses pengumpulan isu ini dilakukan sebelum proses penulisan, yakni pada tahap prapenulisan ini. Tujuannya yaitu semoga proses penulisan tidak mengalami gangguan lantaran isu yang diperlukan telah terkumpul secukupnya. Meski begitu, ketika penulisan pun terkadang muncul kebutuhan akan isu tambahan, pencarian isu tambahan ini akan lebih gampang lantaran kita tahu persis apa yang kita perlukan.


e. Mengorganisasikan ide/gagasan


Kalau Anda sering mengalami kondisi dimana Anda begitu menggebu ingin menulis lantaran ide-ide di kepala begitu hebat, akan tetapi ketika Anda menuliskannya Anda galau mulai dari mana. Atau bisa jadi ketika Anda sudah menuliskan beberapa gagasan Anda namun hanya selesai pada beberapa alenia saja.

Mengatasi permasalahan ini, kita memerlukan kerangka karangan semoga semua inspirasi atau gagasan terjaring. Dari karangan tersebut kita akan menentukan gagasan-gagasan mana yang harus dimunculkan pertama, tengah, hingga akhiran.

Kerangka karangan merupakan suatau rencana kerja yang memuat garis-garis besar karangan yang akan ditulis. Sederhananya, kerangka karangan merupakan panduan seseorang dalam menulis ketika membuatkan suatu karangan.

Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kerangka karangan tidaklah selalu sanggup sekali jadi. Bisa berkali-kali, ditulis, dikaji ulang, dan diperbaiki lagi. Perbaikan itu tidak hanya berlaku sebelum menulis, bahkan ketika berada di tengah-tengah proses penyusunan kerangka karangan.

Refrensi:
  • Suparno., Yunus, Mohamad. 2009. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka
  • Tompkins, G.E. dan Hoskisson E. (1995). Language Arts: Content and Teaching Strategies. Colombus, OH: Prentice Hall
  • Keraf, G. (1984). Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende-Flores: Nusa Indah

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget