Berlatih Menulis Goresan Pena Berkualitas [Sekedar Opini]
Sebelum membahas lebih lanjut bagaimana menbuat goresan pena berkualitas, kita harus tahu dulu apa itu goresan pena berkualitas berdasarkan versi anda?
Berikut ini saya daftarkan:
Silakan lanjutkan sendiri.
Tapi di sini, saya akan membatasi makna goresan pena berkualitas itu dari sisi kebermanfaatannya. Mengapa? Karena setiap goresan pena mempunyai pembacanya sendiri untuk dijadikam sumbangsih gagasan.
Orang yang belum tahu bagaimana melaksanakan sesuatu, tiba-tiba menemukan bacaan untuk menjelaskan apa yang harus dilakukannya, itu sudah masuk kategori bacaan berkualitas. Akan tetapi, bila bacaan tersebut ditemukan oleh orang yang sudah mengetahuinya, apalagi lebih paham dari bacaan tersebut, maka bacaan tersebut belum cukup dikatakan berkualitas.
Artinya, goresan pena berkualitas mempunyai satu prasyarat utama biar tujuan goresan pena itu bisa menciptakan orang lain paham dan mengerti maksud dan tujuan goresan pena itu dibuat. Orang yang sudah tahu akan topik tertentu dari bacaan akan membandingkan juga menjadikannya refrensi dikala pembaca tersebut belum sempat menuliskannya.
Semisal gini: Anda menulis perihal cara mencetak dalak format buku. Anda menuliskannya dengan runut dan terperinci. Kemudian, ada pembaca goresan pena Anda dan menyatakan apresiasinya alasannya yaitu sudah terbantu. Kemudian ada lagi pembaca yang sudah mengetahuinya, mereka pun menegaskan dan menawarkan tanggapan suplemen dari goresan pena Anda.
Dalam satu kesempatan, orang yang sudah paham ini malah membagikan artikel Anda kepada temannya. Maksudnya, pembaca ini enggan menuliskan sendiri dan cukup mewakilkan goresan pena Anda kepada temannya. Sebab, tulisam Anda sudah mewakili pembaca yang sudah paham tersebut.
Lantas, bagaimana menciptakan goresan pena itu semakin berkualitas?
Solusi umum niscaya akan menjawabnya dengan terus berlatih. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana melatih menciptakan goresan pena berkualitas itu?
Jawaban selanjutnya yaitu dengan banyak membaca. Memperkaya refrensi bacaan. Larut dalam kata-kata dan gagasan-gagasan orang lain.
Semua itu memang menjadi konvensi umum bagi calon penulis. Sebab, mustahil tertempa suatu abjad goresan pena kalau unsur membacanya minim.
Sebenarnya, kunci kualitas ada di dalam diri penulisnya. Berlatih, memperbanyak refrensi, larut dalam gagasan, yaitu sarana lanjutan semata. Diri kita semua mempunyai modal cukup untuk menciptakan goresan pena semakin berkualitas. Modal tersebut yaitu niat dan terua berlatih.
Jika Anda membaca artikel ini belum bisa menawarkan sumbangsih aliran Anda, saya mohon maaf. Tujuan saya dalam memposting artikel ini sebatas perenungan diri bahwa apa yang kita mau dan apa yang kita harapkan pada diri kita jawabannya ada di dalam diri kita.
Saya yakin setiap Anda cari artikel sejenis perihal bagaimana menulia goresan pena berkualitas, tanggapan garis besarnya itu-itu juga. Tinggal bagaimana warta itu dikemas sehingga Anda terpersuasi untuk melakukannya juga.
Namun, warta tersebut akan menciptakan kita jenuh juga apabila masih berkutat pada kekurangan diri. Maksudnya, kita tidak terlalu percaya diri bahwa goresan pena kita itu berkualitas atau tidak. Cukup bagi kita yang mencoba berlatih menulis berkualitas dengan satu pengutamaan tujuan penting: goresan pena kita bermanfaat bagi pembaca.
Berikut ini saya daftarkan:
- - goresan pena berkualitas yaitu goresan pena informatif yang menciptakan orang menjadi tahu
- - goresan pena berkualitas itu mempunyai kekuatan dalam abjad tulisannya
- - goresan pena berkualitas itu ....
Tapi di sini, saya akan membatasi makna goresan pena berkualitas itu dari sisi kebermanfaatannya. Mengapa? Karena setiap goresan pena mempunyai pembacanya sendiri untuk dijadikam sumbangsih gagasan.
Orang yang belum tahu bagaimana melaksanakan sesuatu, tiba-tiba menemukan bacaan untuk menjelaskan apa yang harus dilakukannya, itu sudah masuk kategori bacaan berkualitas. Akan tetapi, bila bacaan tersebut ditemukan oleh orang yang sudah mengetahuinya, apalagi lebih paham dari bacaan tersebut, maka bacaan tersebut belum cukup dikatakan berkualitas.
Artinya, goresan pena berkualitas mempunyai satu prasyarat utama biar tujuan goresan pena itu bisa menciptakan orang lain paham dan mengerti maksud dan tujuan goresan pena itu dibuat. Orang yang sudah tahu akan topik tertentu dari bacaan akan membandingkan juga menjadikannya refrensi dikala pembaca tersebut belum sempat menuliskannya.
Semisal gini: Anda menulis perihal cara mencetak dalak format buku. Anda menuliskannya dengan runut dan terperinci. Kemudian, ada pembaca goresan pena Anda dan menyatakan apresiasinya alasannya yaitu sudah terbantu. Kemudian ada lagi pembaca yang sudah mengetahuinya, mereka pun menegaskan dan menawarkan tanggapan suplemen dari goresan pena Anda.
Dalam satu kesempatan, orang yang sudah paham ini malah membagikan artikel Anda kepada temannya. Maksudnya, pembaca ini enggan menuliskan sendiri dan cukup mewakilkan goresan pena Anda kepada temannya. Sebab, tulisam Anda sudah mewakili pembaca yang sudah paham tersebut.
Lantas, bagaimana menciptakan goresan pena itu semakin berkualitas?
Solusi umum niscaya akan menjawabnya dengan terus berlatih. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana melatih menciptakan goresan pena berkualitas itu?
Jawaban selanjutnya yaitu dengan banyak membaca. Memperkaya refrensi bacaan. Larut dalam kata-kata dan gagasan-gagasan orang lain.
Semua itu memang menjadi konvensi umum bagi calon penulis. Sebab, mustahil tertempa suatu abjad goresan pena kalau unsur membacanya minim.
Sebenarnya, kunci kualitas ada di dalam diri penulisnya. Berlatih, memperbanyak refrensi, larut dalam gagasan, yaitu sarana lanjutan semata. Diri kita semua mempunyai modal cukup untuk menciptakan goresan pena semakin berkualitas. Modal tersebut yaitu niat dan terua berlatih.
Jika Anda membaca artikel ini belum bisa menawarkan sumbangsih aliran Anda, saya mohon maaf. Tujuan saya dalam memposting artikel ini sebatas perenungan diri bahwa apa yang kita mau dan apa yang kita harapkan pada diri kita jawabannya ada di dalam diri kita.
Saya yakin setiap Anda cari artikel sejenis perihal bagaimana menulia goresan pena berkualitas, tanggapan garis besarnya itu-itu juga. Tinggal bagaimana warta itu dikemas sehingga Anda terpersuasi untuk melakukannya juga.
Namun, warta tersebut akan menciptakan kita jenuh juga apabila masih berkutat pada kekurangan diri. Maksudnya, kita tidak terlalu percaya diri bahwa goresan pena kita itu berkualitas atau tidak. Cukup bagi kita yang mencoba berlatih menulis berkualitas dengan satu pengutamaan tujuan penting: goresan pena kita bermanfaat bagi pembaca.
![Berlatih Menulis Tulisan Berkualitas [sekedar opini] Sebelum membahas lebih lanjut bagaimana menbuat goresan pena berkualitas Berlatih Menulis Tulisan Berkualitas [sekedar opini]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdabElvY7cPRSBvq5fI_O11PGIldURFer9lyC2cyalN2F3ZVcF0-X9uqPeIt2FmFz2WHYWzxnaLmt1O0wTr0IGuhQFrbsf2ghl56p36aTg4JCOG5jN3XjOHLUgze3QIkA8Tb_0kApqTdOG/s320/jadwal1.jpg)

